Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 80


__ADS_3

"Terooos...terooos...sindir teroooos!!!" Gerutu Igo, tapi cukup dalam hatinya. Karena kalau mulutnya mengeluarkan kata-kata seperti itu alamat Tia bakal berubah jadi BoboiBoy api.


Igo menghela nafasnya dan berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan menghampiri Tia yang sedang duduk di depan meja rias, sepertinya Tia sedang ingin memakai skincarenya.


Setelah sampai di belakang Tia, Igo langsung memeluk tubuh Tia dari belakang, ia menaruh dagunya di pundak Tia.


"Maafin aku yah sa..." belum juga Igo selesai bicara, Tia sudah memotong kata-kata Igo.


"Gak usah minta maaf, kalau besok ada kejadian begini lagi, kakak ulangin lagi." Potong Tia.


"Sabar Go...terima aja dulu uneg-uneg bini loe." Kata Igo dalam hati.


"Aku janji gak..." lagi dan lagi, belum selesai Igo bicara, Tia kembali memotong kata-kata Igo.


"Gak usah janji, kalau udah pasti gak bakal di tepatin!!!"


"Calm down Go...calm down...loe emang pantes terima amukan bini loe." Sekali lagi Igo mencoba menenangkan dirinya sendiri dalam hati.


"Terus aku harus gimana dong, biar kamu percaya kalau aku gak akan ngulangin kesalahan kayak gini lagi?"


"Gak tau, pikir aja sendiri." Jawab Tia sambil menggedikkan bahunya.


Igo menarik nafas panjang kemudian membuangnya halus, sehalus suara pendingin ruangan yang baru di servis.


Igo memutar tubuh Tia yang sedang memoleskan cream malam di wajahnya.


"Ti..aku tau aku salah. Salah banget malahan, karena udah gak dengerin kamu, gak percaya sama feeling kamu, dan aku sadar nebus kesalahan aku ini gak cukup hanya dengan permintaan maaf. Tapi percaya sama aku Ti, kalau aku gak akan ngulangin hal ini lagi, aku udah dapet banyak banget pelajaran dari kejadian ini. Pelajaran kalau sudah berumah tangga, perasaan pasangan lah yang harus di utamakan." Igo menjeda sesaat kata-katanya untuk menatap dalam-dalam bola mata istrinya.


"Bantu aku belajar untuk jadi suami yang baik Ti, suami yang layak kamu banggakan." Lanjut Igo sambil mengelus pipi istrinya.


Ah...hati perempuan mana yang tidak meleleh mendengar rayuan maut Igo. Begitupun hati Tia, hatinya langsung meleleh mendengar rayuan maut suaminya. Rasa kesal, marah, gedek, dongkol, menguar seketika, apalagi dari pancaran mata suaminya terlihat ketulusan dari setiap kata-kata yang ia ucapkan.


Tia langsung memeluk suaminya erat-erat seolah ingin mengatakan kalau dirinya sangat takut kehilangan sang suami.


"Please, kejadian ini jangan terulang lagi. Aku capek kak, bener-bener capek." Ucap Tia, kekuatan supernya seketika hilang begitu saja dalam pelukan sang suami.


"Aku janji sayang, kejadian ini yang pertama dan terakhir." Balas Igo sambil mengusap rambut istrinya.

__ADS_1


"Makasih sayang, kamu gak ninggalin aku saat aku tersesat. Kalau istri-istri yang lain mungkin udah langsung pergi ninggalin suaminya kalau suaminya bebal kayak aku."


"Itu kan udah tugas istri kak. Disaat suami hilang arah, istri lah yang harus jadi kompas biar suaminya tau jalan pulang. Makanya kemana-mana suami harus bawa istri, jangan di tinggal-tinggal. Karena kami kaum perempuan hanya cukup satu kali memberikan kesempatan pada kaum laki-laki untuk memperbaikki kesalahan mereka, kalau kalian kaum laki-laki terus mengulangi kesalahan yang sama, kami kaum perempuan memilih mundur dan mencari kebahagiaan kami sendiri."


"Iya sayang, aku janji, akan selalu melibatkan kamu dalam segala hal." Ucap Igo.


"Ti.."


"Hemh.."


Igo menjauhkan tubuh Tia yang masih memeluknya. Kemudian berjongkok di depan Tia dan menangkup wajah Tia dengan kedua tangannya.


"Maaf yah." Mohon Igo.


"Hemh.." jawab Tia sekenanya.


"Ayo lah honey, aku minta maaf." Mohon Igo lagi.


"Iya aku maafin."


Igo tersenyum mendengar sang istri memaafkannya.


"Ti.."


"Hemh.."


"I Love You."


Tia tak menjawab, ia hanya tersenyum mendengar pengakuan sang suami.


Tapi sayangnya Igo tak mau istrinya menjawab dengan senyuman, maunya Igo kalau istrinya itu juga mengatakan cinta pada dirinya.


"I Love You, Ti."


"I Love You too, kak."


Igo menggeleng.

__ADS_1


"Aku gak mau denger kata 'i love you too', seolah kamu cuma ikut-ikutan aja sama aku. Aku mau denger kamu juga mengatakan cinta pada ku."


Tia pun berdiri dari tempat duduknya, begitupun Igo, ia juga ikut berdiri.


"Kak.." Gantian, sekarang giliran Tia yang menangkup wajah suaminya.


"Denger baik-baik, karena aku gak mau mengulang kata-kata yang satu ini."


Igo menganggukkan kepalanya cepat. Rasanya ia sudah sangat tidak sabar mendengar kalimat cinta dari istrinya.


"Kak.."


"Iya honey."


Tia mendekatkan bibirnya ke telinga Igo.


Dan..


"Aku ngantuk, capek, jadi sekarang aku mau tidur. Kakak bisa kan keluar sekarang." Bisik Tia di telinga Igo.


DUUUAAAAR. Bagai tersambar petir di siang bolong, begitu lah mematikannya kata-kata Tia. Benar-benar di luar ekspektasi seorang Igo.


"K-kok gi-tu Ti?!" Protes Igo dengan suara terbata-bata karena masih shock.


"Terus mau kakak apa?" Tantang Tia.


"Ini tuh momen lagi romantis banget Ti, kamu ambyar dengan kata-kata ngantuk. Gimana sih?!"


"Lah..emang aku ngantuk, aku capek. Kakak gak tau kan gimana perjuangan aku buat ngeluarin kakak dari room itu tadi?. Buat aku mengekspresikan rasa cinta itu bukan cuma lewat kata-kata, tapi juga dengan tindakan. Kalau kakak mau tau aku cinta apa gak sama kakak, kakak lihat aja dari cctv club. Udah sana keluar, aku capek." Tia mendorong tubuh Igo agar keluar dari dalam kamarnya.


Igo tak berkutik, bukan karena ia terima begitu saja kalau Tia mengusir dirinya, tapi Igo lagi mencerna kata-kata Tia.


"Oh..dengan tindakan yah. Oke." Gumam Igo.


Dan tanpa Tia sangka-sangka, Igo langsung menggotongnya seperti karung beras keluar dari dalam kamar Tia menuju basecamp.


"Arrrgh...kak Igo turunin!!!" Teriak Tia sambil memukul-mukul punggung Igo.

__ADS_1


Igo tak menggubris, ia terus melangkahkan kakinya menuju basecamp.


Begitu sampai di dalam basecamp, cepat-cepat Igo mengunci pintu basecamp dan membuang kunci itu ke sembarang arah. Sengaja Igo membuang kesembarang arah, agar kejadian dirinya di kurung Tia di dalam kamar tidak terulang lagi, karena Igo tau istrinya itu adalah istri yang smarthot.


__ADS_2