Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 74


__ADS_3

Igo kembali menatap mata Tia seolah meminta jawaban sang istri atas ajakan teman SD nya itu.


"Oke..oke..gue segera meluncur kesana." Belum juga mendapat izin dari nyonya meneer, Igo sudah menyanggupi ajakan temannya.


Setelah mengatakan itu, Igo langsung mengakhiri panggilan telpon Handi.


"Kok main oke aja!!! Aku gak ngizinin!!! Kalau kakak berani keluar selangkah aja dari pintu apartemen, hukuman si Dragon aku perpanjang!!!"


"Jangan gitu dong sayang, ini tuh temen SD aku, udah lama banget gak ketemu. Kan kamu denger sendiri kalau besok si Handi balik ke London dan kamu juga denger sendiri kan kalau yang ngumpul laki-laki semua. Boleh yah sayang? Aku janji deh, no alkohol, no cigarette and the most important no whore, oke?!"


Tia mengkerutkan keningnya menatap Igo, bukan karena ia takut sang suami berulah di club seperti yang suaminya katakan, hanya saja perasaannya mengatakan ada sesuatu yang janggal dari ajakan laki-laki bernama Handi itu.


"Apa ini salah satu trik si semut rangrang?" Tanya Tia pada dirinya sendiri dalam hati.


"Oke. Tapi sebelum jam dua belas kakak harus udah pulang." Jawab Tia memberi izin untuk suaminya.


Sengaja Tia memberi izin, karena sebenarnya Tia akan mencari tau sendiri tentang kecurigaannya itu.


Cup cup cup. Igo langsung memberikan ciuman yang bertubi-tubi di bibir Tia.


"Makasih istri ku tercinta. Aku janji, jam sebelas lewat lima puluh sembilan menit, aku udah di rumah." Ucap Igo sambil mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V ke udara.


Setelah mengucapkan itu, Igo pun meninggalkan Tia di ruang makan dan masuk ke dalam basecamp untuk mengganti pakaiannya.


🎀 🎀 🎀


Setelah Igo keluar dari apartemen, cepat-cepat Tia mengganti sleepwearnya dengan kaos oblong dan celana jeans ketat serta menggunakan jaket kulit hitam dan tak lupa ia memakai topi dan kacamata hitam. Kemudian bergegas keluar dari dalam unit apartemennya untuk membuntuti sang suami.


Sesampainya di lobi, Tia baru sadar kalau dirinya lupa mengambil kunci mobil.


"Sialan!!! Lupa bawa kunci lagi!!" Umpat Tia.


"Gak mungkin gue balik lagi ke atas." Gumam Tia.


Tia pun berniat untuk mencari taksi di luar gedung apartemen, tapi niatnya itu berubah kala melihat motor klx yang terparkir di depan pos satpam yang Tia yakini motor itu adalah milik satpam yang bertugas malam itu.


Tia pun berjalan mendekati pos satpam.


"Pak...ini motor siapa?" Tanya Tia pada tiga orang satpam yang berjaga di pos.


"Motor saya bu, kenapa yah?" Jawab salah satu satpam yang berjaga di pos.


"Oh..bisa saya pinjem motornya pak?"


"Ibu serius? Emangnya ibu bisa bawa motor ini?"

__ADS_1


"Bisa lah pak. Jangan sepele sama saya. Jadi boleh gak nih saya pinjem motornya? Saya mau ngejar kucing garong nih pak."


"Boleh bu. Ini kuncinya." Meski tak mengerti apa yang Tia katakan si satpam pemilik motor itu tetap memberikan kunci motornya pada Tia.


Tia langsung mengambil kunci motor dari tangan si satpam kemudian naik ke atas motor, menggunakan helm, menyalakan mesin motor dan tanpa berpamitan pada sang empunya motor, Tia langsung menggas motor klx milik si satpam.


Dengan kecepatan penuh, Tia menyalip kanan kiri agar cepat sampai di club xxx tempat sang suami bertemu dengan teman SD nya yang Tia yakini kalau ini adalah jebakan yang Sasha buat.


Ciiiiit. Bunyi rem motor klx yang Tia tunggangi.


Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, akhirnya Tia berhasil sampai dengan selamat di parkiran club.


Cepat-cepat Tia turun dari atas motor dan melepas helmnya kemudian menggantung helm itu di stang motor.


Tia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam club.


Bunyi dentuman musik yang sangat keras langsung menyambut Tia begitu Tia membuka pintu masuk.


Mata Tia menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan suaminya.


Tak lama Tia memicingkan matanya saat melihat sosok pria yang sangat ia kenal sedang berbicara dengan seorang pelayan.


Sosok pria itu tak lain dan tak bukan adalah Roy.


Tapi kemudian Tia mengalihkan pandangannya untuk kembali mencari keberadaan sang suami. Karena menurut Tia keberadaan Roy di club itu tidak penting, karena siapa saja bisa datang dan bersenang-senang di club. Nampaknya Tia belum mengetahui kalau sebenarnya orang yang berperan besar menjadikan Sasha semut rangrang adalah Roy.


Tia pun berjalan dari table satu ke table yang lainnya untuk mencari Igo.


BRUUK. Sangking fokusnya mencari sang suami, Tia sampai tidak melihat jalannya sehingga menabrak seseorang.


"Sorry...sorry." ucap Tia merasa bersalah sambil membungkukkan tubuhnya karena memang dirinya lah yang menabrak orang itu.


"Tia."


Merasa kenal dengan suara orang yang ia tabrak, sontak Tia mendongakkan wajahnya untuk melihat sosok yang ia tabrak itu.


"Roy."


"Wah...wah...wah...gak nyangka gue seorang Tia yang terkenal alim dan kutu buku, eh..gak tau nya mainnya di club malam."


Rahang Tia mengeras mendengar ucapan Roy, tapi ia berusaha sekuat mungkin untuk tidak meladeni Roy, karena yang terpenting sekarang buat Tia adalah menemukan keberadaan sang suami.


"Minggir!!! Gue gak punya urusan sama loe!!" Ucap Tia ketus sambil mendorong Roy dan hendak meninggalkan Roy.


Tapi sayangnya tangan Roy dengan cekatan menangkap tangan Tia dan menarik tubuh Tia sehingga tubuh mereka tak memiliki jarak.

__ADS_1


"Lepas Roy!!!"


"Loe mau kemana sih sayang, buru-buru banget?!" Tanya Roy sambil tangannya mengelus pipi Tia.


Sontak Tia pun langsung menyentak tangan Roy dari pipinya.


"Gue bilang lepas, lepas Roy!!!" Bentak Tia, ia sudah tidak bisa lagi memendam emosinya.


"Galak loe gak berkurang-kurang yah Ti, kenapa? Loe lagi emosi gara-gara tunangan loe yang tajir melintir itu balik main ja*ang lagi? Dari pada loe emosi sama tunangan loe bastard itu, mending kita seneng-seneng." Ucap Roy sambil menaik turunkan alisnya.


Hati Tia makin panas mendengar ucapan Roy.


"Breng•sek loe!!" Tia mengangkat tangannya ke udara hendak menampar Roy.


Tapi sayangnya sebelum tangan Tia mendarat di pipi Roy, Roy sudah terlebih dahulu menangkap tangan Tia.


"Lepas Roy!!! Gue gak punya waktu buat ngeladenin loe!!!" Teriak Tia sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Roy.


Dan makin Tia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Roy, Roy semakin kuat mencengkram tangan Tia.


Saat Tia dan Roy sedang adu tenaga dalam, tiba-tiba saja pelayan yang tadi Tia lihat sedang berbincang dengan Roy datang menghampiri Roy.


"Sudah saya antar minumannya pak. Dan perempuan yang bernama Sasha juga sudah berada di dalam room." Ucap si pelayan.


Mendengar si pelayan menyebut nama Sasha, sontak Tia menoleh ke arah si pelayan.


"Kamu nganter minuman di room berapa?" Tanya Tia dengan nada meninggi. Karena Tia yakin kini Igo sedang berada di room yang sama dengan Sasha.


Tak ingin si pelayan menjawab pertanyaan Tia, Roy langsung memberi kode dengan tangannya agar si pelayan pergi dari tempat mereka berdiri sekarang.


Mengerti maksud kode tangan yang Roy berikan, si pelayan pun pergi meninggalkan Tia dan Roy yang masih adu tenaga dalam.


"Mas....kamu jawab pertanyaan aku!!! Sasha di room berapa?" Teriak Tia saat melihat si pelayan itu pergi tanpa menjawab pertanyaannya.


"Roy lepasin gue!!!" Teriak Tia sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Roy.


"Kenapa sih Ti buru-buru banget? Kasih waktu dong buat tunangan loe itu reunian sama mantannya." Bisik Roy di telinga Tia.


Mata Tia membelalak mendengar kata-kata Roy. Ternyata feelingnya benar, Igo ada di room yang sama dengan Sasha.


"Jangan bilang ini rencana loe sama Sasha, Roy?" Tanya Tia menggeram.


"Kalau iya kenapa? Loe mau apa? Loe gak bisa apa-apa darling, karena room dimana suami loe dan Sasha berada udah gue kunci. Dan satu lagi, gue udah masukin obat perangsang ke minuman suami loe itu. Loe tau kan efek obat perangsang gimana? Gue pastiin, kalau suami loe yang gampang horni itu gak akan kuat nahan efek obat perangsang dan akhirnya Sasha pun di sikat sama dia di room itu. Oh...iya, gue juga udah nyetting kamera tersembunyi disana, jadi pas adegan suami loe dan Sasha lagi cepak cepak jeder, loe bisa lihat rekamannya di sosial media nanti."


Nafas Tia terasa sesak mendengar pengakuan Roy, sekujur tubuhnya bergetar hebat membayangkan apa yang barusan Roy katakan.

__ADS_1


__ADS_2