Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 45


__ADS_3

Setelah Tia selesai menyelesaikan tugasnya merelaksasikan Dragon,pasangan suami istri yang belum pernah mengguncang ranjang dan mengencokkan pinggang,langsung membersihkan tubuh mereka. Tak ada lagi rasa malu pada diri Tia saat harus mandi bareng dengan Igo dalam keadaan polos,karena mau tidak mau Tia memang harus membiasakan dirinya untuk itu,karena Igo memang berhak atas tubuhnya sekarang. Namun meski sudah terbiasa,Tia masih belum siap untuk mengizinkan Dragon mengebor dilahan pertambangan.


Tia terlebih dulu keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


Drt..drt..drt.. Suara getar ponsel Tia dari dalam tas menyambut Tia saat Tia keluar dari dalam kamar mandi.


Tia pun berjalan mendekati tas yang ia letakkan di atas sofa,kemudian mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.


"Suster Agnes." Lirih Tia saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


Tia pun menggeser tombol hijau.


"Halo sus."


"Halo dok,bisa gak dokter datang ke rumah sakit sekaran? Ada pasien darurat dok. Ada dua ibu hamil korban kecelakaan beruntun dok."


Mata Tia membelalak.


"Iya sus,saya segera kesana." Jawab Tia. Tia pun langsung mengakhiri panggilan telpon suster Agnes. Dan berjalan menuju ruang ganti dengan tergesa-gesa.


Igo yang baru keluar dari kamar mandi di buat bingung dengan tingkah Tia yang terlihat sedang panik.


Igo pun menyusul Tia ke dalam ruang ganti.


"Kamu mau kemana?" Tanya Igo saat melihat Tia mengeluarkan kemeja dan celana kulot dari dalam lemari.


"Ada panggilan darurat kak,ada kecelakaan beruntun dan ada dua korban ibu hamil." Jawab Tia.


"Jadi kamu mau kerumah sakit lagi ini?" Tanya Igo kaget,padahal sang istri baru saja pulang dan belum sempat istirahat sama sekali. Apalagi,saat sarapan tadi sang istri bercerita kalau jam empat subuh ada ibu hamil yang harus di operasi mendadak karena denyut jantung janin melemah saat sang ibu sedang berjuang untuk melahirkan secara normal.


Tia menganggukkan kepalanya.


"Kamu gi•la? Nyari penyakit kamu?!!! Kamu baru pulang,belum istirahat tapi kamu mau balik lagi ke rumah sakit?! Emangnya di rumah sakit sebesar itu gak ada dokter lain apa selain kamu?!" Tanya Igo dengan nada meninggi.


"Aku juga gak tau kak,kenapa aku di panggil. Kalau aku di panggil,itu berarti dokter senior butuh bantuan aku." Jawab Tia dengan nada yang tak kalah meninggi dari Igo.


"Tapi ini bukan jam dinas Tia!!! Aku gak setuju kamu pergi kerumah sakit!!! Itu sama aja kamu nganter nyawa kamu!! Sekarang kamu telpon balik ke rumah sakit,bilang kalau kamu gak bisa dateng.!!"


"Ya gak bisa gitu dong kak!!! Ini udah resiko profesi."


"Tapi aku suami kamu Tia!!! Kamu harus nurutin apa kata aku!!!" Bentak Igo.

__ADS_1


Tia mengepalkan tangannya,rahangnya pun sudah mengeras mendengar bentakan Igo. Ini lah yang membuat Tia enggan membuka hatinya untuk lawan jenis termasuk dengan Igo.


Karena ia tahu profesi sebagai seorang dokter tidak lah mudah,ia harus siap meninggalkan pasangannya di jam berapa pun jika ada panggilan darurat seperti ini. Harus tetap mengutamakan pasien darurat di banding anak yang sakit. Harus merelakan weekend bersama keluarga hanya untuk dinas.


"Sebelum aku jadi istri kakak,profesi aku udah seperti ini. Harusnya kakak bisa terima dong segala konsekuensinya punya istri seorang dokter. Bukan malah menghambat karir aku kayak gini!!"


"Aku bukan menghambat!!! Aku cuma takut kamu jatuh sakit karena kurang istirahat.!!!"


"Stop!!! Aku gak mau debat!!! Kalau kakak gak bisa terima resiko profesi aku,kakak bisa akhiri pernikahan kita!!!" Ancam Tia.


Mata Igo membulat sempurna mendengar ancaman Tia.


Tia pun kembali melanjutkan memakai pakaiannya dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit.


Setelah selesai bersiap-siap,Tia pun berjalan melewati Igo yang masih terdiam seribu bahasa di depan pintu ruang ganti.


"Ti...tunggu.!!" Panggil Igo saat Tia hendak keluar dari dalam kamarnya.


Tia menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya.


"Apa lagi kak? Mau debat lagi? Kalau mau debat lagi nanti aja pas aku pulang." Tanya Tia ketus.


"Biar aku antar." Jawab Igo. Demi kemajuan karir sang istri,Igo pun harus siap dengan resiko profesi Tia.


Igo tak memperdulikan penolakan Tia,ia berjalan mendekati Tia dan menarik tangan Tia keluar dari dalam kamar dan membawa Tia masuk ke dalam kamarnya.


"Ish...kak Igo lepas!!! Aku udah di tunggu kak.!!!"


"Kamu diem disini,aku pake baju dulu. Biar aku yang anter kamu,jangan coba-coba kamu naik ojek!!! Aku gak rela ada laki-laki lain bonceng-bonceng kamu!!!" Kata Igo setelah mendudukkan Tia di pinggir tempat tidur. Kemudian Igo berjalan masuk ke dalam ruang ganti.


Tia pun menuruti sang suami yang memintanya untuk menunggu.


Tak lama Igo pun keluar dari ruang ganti.


"Ayo." Igo langsung menarik tangan Tia.


Mereka pun berjalan tergesa-gesa keluar dari dalam unit apartemen mereka.


Dengan menunggangi si Cheetah yang sengaja Igo boyong dari rumah utama,Igo mengantar Tia kembali ke rumah sakit.


Dan dalam waktu kurang dari sepuluh menit,mereka pun sudah sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Buru-buru Tia turun dari atas punggung si Cheetah dan melepaskan helm yang ia pakai dan memberikan helm itu pada Igo.


Tanpa mencium tangan sang suami atau mengucapkan kalimat berpamitan,Tia langsung berlari masuk ke dalam gedung rumah sakit setelah memberikan helm pada Igo.


Entah karena memang Tia terburu-buru sampai ia lupa berpamitan pada suaminya,atau karena Tia masih marah pada Igo,entah lah. Yang pasti Igo tak mengambil hati sikap Tia yang tidak berpamitan padanya.


Igo pun turun dari atas punggung si Cheetah,ia ingin menyusul sang istri masuk ke dalam gedung rumah sakit dan kembali menunggui sang istri sampai selesai bekerja.


Tapi baru saja ia melangkah beberapa langkah dari si Cheetah,nada dering ponselnya menghentikan langkah kaki Igo.


Igo pun merogoh kantong jaketnya untuk mengambil ponselnya.


"Duta." Lirih Igo saat melihat nama sang asisten tertera di layar ponselnya.


Asisten yang bertugas untuk membantu Igo mengurus hotel,resort dan juga perusahaan transportasi serta beberapa pom bensin.


Igo pun menggeser tombol hijau.


"Iya Dut."


"Pak Igo,ada yang ingin ketemu pak Igo disini."


"Siapa?"


"Nona Salsa,anak dari pemilik perusahaan Gold Entertainment."


"Mau apa orang Gold Entertainment datang ke kantor?"


"Katanya mau mengajukan kerjasama pak."


"Ya udah kamu urus aja."


"Tapi pak. Nona Salsa hanya mau membicarakan kerjasama ini dengan pak Igo."


Igo menghela nafasnya. Kalau ia tidak memikirkan orang-orang yang bekerja di perusahaannya,sudah pasti Igo menolak mentah-mentah klien seperti Salsa yang hanya ingin membicarakan kerjasama hanya dengannya. Karena Igo tau persis tipe klien seperti itu pasti ingin menggunakan jalan ninja agar Igo mau bekerja sama dengan perusahaan mereka. Tapi sayangnya,meski otak Igo kotor,Igo sama sekali tidak tertarik melakukan kerjasama dengan klien yang melakukan cara kotor.


"Ya udah,saya kesana." Jawab Igo.


Igo pun mematikan panggilan Duta. Dan mengirim pesan ke nomor Tia.


"Aku ke kantor dulu. Kalau udah selesai kabarin aku,jangan pulang sebelum aku datang dan jangan coba-coba kamu pulang naik ojek apalagi pulang bareng rekan kerja laki-laki. Awas kamu kalau melanggar,aku bobol gawang mu nanti!!"

__ADS_1


Setelah mengirimkan pesan itu pada Tia,Igo pun memutar tubuhnya dan berjalan mendekati Cheetah kemudian mengendarai si Cheetah menuju kantornya.


__ADS_2