
Kini Igo dan Sasha sudah berada dalam apartemen Sasha.
"Aku pulang yah Sha,kamu istirahat dan jangan lupa sebelum makan minum obatnya." Ucap Igo setelah mendudukkan Sasha di atas sofa ruang tamu apartemennya.
"Gue harus tahan Igo disini sampe malam,biar si bocah ingusan itu makin curiga sama Igo." Gumam Sasha dalam hatinya. Ia pun kembali bersandiwara dengan berpura-pura sakit perut dan sakit kepala.
"Aduh..." ringis Sasha sambil memegang kepalanya memulai aktingnya.
"Kenapa Sha? Pusing lagi?"
"Iya nih,tiba-tiba aja kepala aku nyut-nyutan." Jawab Sasha.
"Aduh...Go,pusing banget." Ringis Sasha lagi sambil menarik tangan Igo.
"Aku gendong ke kamar yah,biar kamu rebahan di kamar aja."
Sasha menganggukkan kepalanya,dan Igo pun menggendong Sasha masuk ke dalam kamar Sasha.
Setelah sampai di dalam kamar Sasha,perlahan Igo membaringkan tubuh Sasha di atas ranjang dan memposisikan bantal sesuai kenyamanan Sasha.
"Gimana,nyaman gak kalau kayak gini?"
Sasha menganggukkan kepalanya dengan mata terpejam.
"Aku ambilin air hangat dulu yah."
Sasha kembali menganggukkan kepalanya.
Igo pun keluar dari dalam kamar Sasha menuju dapur untuk mengambil air minum hangat.
Setelah Igo keluar dari dalam kamarnya,perlahan Sasha membuka matanya.
"Loe tuh gak berubah yah Go,perhatian loe ke gue masih sama kayak dulu. Gue jadi semakin yakin kalau pernikahan loe sama tuh anak ingusan bukan atas dasar cinta." Lirih Sasha.
Sasha kembali menutup matanya setelah mendengar bunyi handle pintu kamarnya terputar,tanda kalau Igo akan masuk ke dalam kamarnya.
"Ini minum dulu Sha." Kata Igo.
Perlahan Sasha membuka matanya dan mendudukkan tubuhnya dan yang pastinya ia pura-pura lemah agar Igo membantunya duduk.
Setelah Sasha duduk baru lah Igo menyodorkan gelas yang berisi air hangat itu pada Sasha. Sasha pun menerima gelas itu dan menenggak air putih hangat sampai tandas.
"Kamu tinggal sendiri disini?" Tanya Igo sambil meletakkan gelas kosong ke atas nakas.
__ADS_1
Sasha menganggukkan kepalanya.
"Terus kamu gak mau nelpon keluarga mu,bilang kalau kamu lagi sakit?"
Sasha menganggukkan kepalanya.
"Papa dan mama aku gak di sini Go,dia lagi ke kota B,ada event perusahaan disana." Jawab Sasha.
"Kenapa,kamu mau pulang? Ya udah kamu pulang aja,aku gak pa-pa kok sendirian disini. Soal makanan kamu gak usah khawatir,kan aku bisa pesan online."
Merasa tak tega meninggalkan Sasha yang sendirian di apartemen dalam keadaan sakit,Igo pun memilih untuk menemani Sasha.
"Aku mana tenang sih Sha ninggalin kamu dalam keadaan kayak gini. Biar aku temenin kamu sampai kamu lebih baik. Sekarang kamu istirahat aja yah,aku ke dapur dulu bikinin bubur buat kamu. Lambung kamu kan lagi bermasalah,jadi harus makan yang lembek-lembek dulu."
Sasha menganggukkan kepalanya.
"Makasih yah Go. Dari dulu perhatian kamu ke aku tuh gak pernah berubah."
"Gak usah bilang makasih,kita temen."
Sasha tersenyum kecut mendengar jawaban Igo yang masih menganggapnya hanya teman.
"Ya udah aku ke dapur dulu yah. Kamu istirahat,jangan mainin ponsel dulu." Kata Igo memberi peringatan pada Sasha.
Igo pun berjalan keluar dari kamar Sasha menuju dapur untuk membuatkan Sasha bubur.
Sebelum mulai memasak,Igo mengeluarkan ponselnya berinisiatif untuk menghubungi Tia. Karena sejak Tia pergi dari kafe,Igo sama sekali belum menghubungi istrinya untuk sekedar menanyakan keberadaan sang istri.
Tuut...tuut...tuut. Suara nada sambung yang menyambungkan ke nomor Tia,sayangnya suara nada sambung itu tak berubah menjadi suara Tia alias Tia tidak kunjung mengangkat panggilan telpon Igo.
"Kok gak dijawab-jawab sih?"
Igo pun kembali menghubungi nomor sang istri. Tapi hasilnya tetap sama,Tia masih tak menjawab panggilan Igo. Bahkan sampai lebih dari sepuluh kali Igo menghubungi nomor Tia,hasilnya tetap sama.
"Aaargh....sial!!! Apa dia marah yah sama gue? Kan gue cuma ngingetin dia doang kalau sebagai dokter dia gak pantes bersikap gitu sama orang sakit!!" Kata Igo bermonolog.
"Akh...tau akh!!! Terserah dia aja!!!" Igo pun memulai masaknya.
Setelah hampir satu jam berkutat sendirian di dapur untuk membuatkan Sasha bubur,akhirnya bubur buatan Igo pun siap di sajikan.
"Hem...enak banget aromanya." Kata Sasha sambil berjalan ke arah dapur.
Mendengar suara Sasha yang tiba-tiba ada di dapur,sontak membuat Igo yang sedang mencuci perabotan yang ia pakai masak pun terkaget-kaget.
__ADS_1
"Loh kamu gak tidur?"
"Tadi udah sempet tidur,tapi cium aroma masakan kamu bikin aku bangun karena laper."
"Terus gimana kepala kamu? Udah gak pusing lagi?"
"Masih sih sedikit,tapi aku rasa kalau aku makan bubur buatan kamu,sakit kepala aku pasti langsung hilang."
"Ya udah kamu duduk aja di ruang makan,nanti aku hidangkan."
Sasha pun menuruti perintah Igo yang memintanya untuk duduk di ruang makan,sedangkan Igo,ia menuangkan bubur ke dalam bowl yang berukuran sedang untuk Sasha.
Igo pun membawa semangkuk bubur itu ke ruang makan dan meletakkan mangkuk itu di atas meja tepat dihadapan Sasha.
Seperti anak monyet yang senang di kasih pisang,begitu lah wajah Sasha mengekspresikan kesenangannya di buatkan bubur oleh Igo.
"Aku ke kamar mandi dulu yah Sha,mau cuci muka." Pamit Igo.
Igo pun berjalan menuju kamar mandinya.
Setelah Igo masuk ke dalam kamar mandi,cepat-cepat Sasha mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar bubur buatan Igo. Bahkan sebelum Sasha menghampiri Igo ke dapur,secara diam-diam Sasha juga mengambil gambar Igo yang sedang sibuk memasak di dapur.
Bukan tanpa alasan ia mengambil gambar-gambar itu,karena rencananya gambar-gambar itu akan ia memposting ke dalam sosial medianya dan akan menautkan nama Igo ke dalam postingannya,dengan harapan Tia akan melihat postingan Sasha melalui sosial media Igo.
Setelah beberapa gambar berhasil ia ambil,Sasha kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"Loh,kok belum dimakan sih?" Tanya Igo setelah selesai mencuci wajahnya di kamar mandi dekat dapur.
"Masih panas Go,kamu mau bibir aku yang seksi ini melepuh." Jawab Sasha sambil memanyunkan bibirnya,berharap Igo akan tergoda melihat bibirnya.
Tapi sayangnya,bukannya tergoda di pikiran Igo malah memikirkan bibir Tia,ingatannya tentang malam panasnya tadi malam kembali terputar jelas di otaknya. Kini Igo jadi merindukan sosok istrinya.
"Gue kangen loe Ti " gumam Igo dalam hatinya.
"Kamu kenapa Go?" Tanya Sasha saat melihat Igo melamun,Sasha pikir saat ini otak Igo pasti sedang traveling ingin beradu bibir dengannya.
"Akh gak pa-pa. Cuma tiba-tiba aja ke inget Tia. Dia udah makan belum yah,dia kan tadi makannya cuma sedikit."
Nyes. Bagai tertusuk belati,begitulah sakitnya hati Sasha saat mendengar jawaban Igo. Masih saja Igo memikirkan istrinya disaat mereka hanya berduaan dalam satu ruangan. Kalau pria lain,pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini.
"Oh.." balas Sasha dengan raut wajah lemas.
"Semangat Sha,masa Igo baru ngomong gitu aja nyali loe langsung melempem." Gumam Sasha dalam hatinya untuk menyemangati dirinya.
__ADS_1
Sasha pun mulai menikmati bubur buatan Igo yang rasanya tak perlu di ragukan lagi.