
Kini Igo dan Tia sudah berada di rumah sakit tempat Ica melahirkan dan juga tempat Tia bekerja.
"Kita suit, siapa duluan yang masuk." Ajak Tia, mereka sekarang sudah berada di lantai tempat kamar rawat Ica berada.
"Apaan sih pake suit-suitan, udah ayo masuk bareng." Tolak Igo.
"Nanti mereka curiga kalau kita masuk barengan."
Igo menghela nafasnya.
"Ya udah kamu aja duluan masuk kalau gitu." Kata Igo mengalah. Tapi bukan benar-benar mengalah.
"Ya udah aku duluan masuk yah, lima belas menit atau setengah jam kemudian kakak baru masuk."
"Hah,setengah jam? Ngapain aku setengah jam kayak orang be•go disini?"
"Ya ngapain kek, garuk-garuk tembok kek, mungut-mungutin sampah kek, ngitungin pasien yang kepalanya botak kek. Terserah kakak lah mau ngapain."
"Kalau godain perawat boleh?"
"Boleh. Tapi perawat yang cowok. Kalau kakak berani godain perawat yang cewek, aku patahin nanti lehernya Dragon, biar gak bisa lurus lagi!!!" Ancam Igo.
Igo memutar bola matanya malas.
"Ya udah, aku masuk yah." Pamit Tia.
"Hemh..." jawab Igo asal.
Tia pun berjalan menuju kamar rawat Ica.
Setelah Tia masuk, cepat-cepat Igo berlari menuju kamar rawat Ica.
Dan akhirnya tanpa menunggu lima belas menit apalagi setengah jam seperti titah nyonya meneer, Igo langsung masuk ke dalam kamar rawat Ica setelah Tia masuk ke dalam.
Jelas saja Tia langsung memberi tatapan membunuh pada Igo.
Bukannya takut dengan tatapan membunuh dari Tia, Igo malah memeletkan lidahnya ke arah Tia.
"Ngeselin!!!!" Gerutu Tia dalam hati.
Yordan yang melihat interaksi Tia dan Igo, tiba-tiba saja memiliki ide untuk mengompori suasana.
__ADS_1
"Kok kalian datengnya barengan, janjian yah?" Ledek Igo.
"Eh..iya yah, kok kalian datengnya barengan?" Tanya Nia yang baru sadar kalau sahabatnya itu dan sahabat suaminya dateng bersama.
"Ketemu di bawah tadi." Jawab Tia berbohong.
"Oh.." Nia dan Ica percaya-percaya saja.
"Si Jeju mana?" Celetuk Igo.
"Namanya Millie kak bukan Jeju lagi." Protes Ica.
"Heleh...paling juga nanti sampe gede yang lengket nama Jeju." Celetuk Igo lagi.
Tia langsung memberi tatapan membunuh pada Igo agar tidak nyeletuk terus, apalagi Ica baru saja melahirkan. Takut-takut mood nya anjlok dengan celetukan Igo. Ya...walaupun sebenarnya Igo hanya bercanda, tapi hormon ibu yang baru melahirkan hampir sama dengan hormon perempuan yang sedang datang bulan, cepat tersinggung.
Mendapat tatapan membunuh dari Tia, Igo langsung diam seribu bahasa.
"Ngomong-ngomong selamat yah Ca udah jadi emak-emak sekarang." Ucap Tia sambil memeluk Ica untuk mengalihkan pembahasan tentang nama dedek Jeju, eh...baby Millie maksudnya.
"Makasih yah Ti."
"Oh..ponsel gue silent, jadi gue gak denger." Jawab Tia memberi alasan.
Namun saat Tia menjawab pertanyaan Nia, mata Ica gagal fokus dengan syal yang di pakai Tia. Di pikiran Ica kalau Tia memiliki tato yang pernah di buat Yordan di lehernya, karena saat Yordan membuat banyak tato di leher Ica, mommy Sarah menyuruh Ica untuk menutupinya dengan syal.
Karena rasa penasaran yang tinggi dan tidak ingin hanya menerka-nerka temannya telah berbuat hal yang negatif, Ica langsung menarik syal yang Tia pakai.
Sedangkan Tia yang merasa tidak sedang menyembunyikan apa-apa di balik syal yang pakai, pasrah-pasrah saja saat Ica menarik syalnya.
Mata Ica dan Nia membelalak melihat banyak sekali cap bibir berwarna merah keunguan itu di leher Tia.
"Ti...itu.." Ucap Nia yang tau tanda apa itu. Karena Irlan juga sering memberi tanda itu, tapi tidak di leher melainkan di sekeliling duo squishy miliknya.
"Astaga Tia..." Timpal Ica.
"Kalian kenapa?" Tanya Tia yang tidak mengerti arti ekspresi wajah kedua sahabatnya.
Yordan dan Irlan yang penasaran dengan apa yang di lihat istri-istri mereka, berjalan mendekati Tia untuk melihat apa yang membuat Ica dan Nia menganga.
Namun reaksi Irlan dan Yordan tidak sama dengan reaksi para istri mereka, Irlan dan Yordan malah menggelembungkan pipi mereka menahan tawa. Karena Irlan dan Yordan sudah tau kalau Tia dan Igo sudah tiga bulan menikah.
__ADS_1
"Apaan sih? Kok pada aneh gitu?" Tanya Tia sekali lagi karena baik Ica dan Nia, Yordan dan Irlan tak juga menjawab pertanyaannya.
Nia pun mengeluarkan ponselnya dan menyalakan kamera depan ponselnya kemudian mengarahkan ke leher Tia.
Selagi Nia mengeluarkan ponselnya, Irlan dan Yordan kembali ke posisi mereka di belakang para istri dan menghampiri Igo yang perlahan mundur teratur mendekati pintu keluar.
"Tuh lihat. Justru kita yang mau tanya, itu cap bibir dapet darimana?" Tanya Nia mengintimidasi.
Mata Tia membelalak saat melihat cap bibir mahakarya suaminya.
"Mampus loe Go, tamat riwayat loe!!!" Ledek Irlan.
"Diego Orion Mandala, THE END!!!" timpal Yordan sambil memberi isyarat memotong leher dengan tangannya pada Igo.
Tak usah di tanya lagi bagaimana reaksi Igo saat melihat mata Tia sudah membelalak, yang pasti ia berdoa kalau pintu yang ada di belakangnya itu adalah pintu kemana saja milik sahabatnya Nobita.
Rahang Tia mengeras, tangannya sudah mengepal. Seandainya di dalam ruangan ini hanya ada dirinya dan sang suami, sudah bisa di pastikan Igo habis di smackdown Tia.
"Pantesan aja sikapnya aneh dari tadi.!!!" Tia menggeram dalam hati.
"Kok diem? Jawab dong Ti, siapa yang udah buat jejak kepemilikan di leher kamu itu?" Desak Nia lagi.
Berbeda dengan Nia yang terus mendesak Tia, mata Ica malah fokus dengan sikap ketiga laki-laki yang berdiri di dekat pintu. Apalagi melihat wajah pucat Igo, Ica curiga kalau yang membuat jejak kepemilikan di leher Tia adalah Igo.
"Apa kak Igo yang udah bikin tato di leher kamu itu?" Todong Ica.
Sontak Tia membelalakkan matanya saat mendapat todongan Ica.
Sedangkan Igo, ia menghela nafasnya pasrah sambil mengusap wajahnya kasar. Ia pasrah kalau harus kena amuk macan tutulnya.
Melihat wajah menyedihkan sahabatnya, bukannya turut prihatin karena sang sahabat sebentar lagi pasti kena amukan macan tutul, Irlan dan Yordan malah tertawa terbahak-bahak.
"Loh kok kalian ketawa?" Tanya Nia heran.
"Lucu aja sayang." Jawab Irlan.
"Udah yuk Go kita keluar." Ajak Yordan sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Sayang, aku keluar dulu yah. Mau ngabulin permohonan terakhirnya Igo dulu sebelum kena sembelih.." pamit Yordan pada Ica sekaligus memberi sindiran pada Igo.
Igo, Irlan dan Yordan pun keluar dari dalam kamar rawat Ica. Meninggalkan Ica dan Nia yang akan menyidang Tia.
__ADS_1