Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 44


__ADS_3

Hampir setengah jam mereka melakukan panggilan video dengan percakapan unfaedah. Dan selama itu pula,darah tinggi Tia naik mendengar ocehan-ocehan Igo yang sangat tengil dan condong ke mesum.


"Hoooaaaam.." Igo membuka lebar mulutnya menguap entah sudah berapa kali Igo menguap.


"Kakak tidur sana kalau udah ngantuk." Pinta Tia. Entah sudah berapa kali Tia meminta Igo mengakhiri panggilan videonya dan menyuruh Igo tidur karena melihat Igo yang sudah berkali-kali menguap. Tapi Igo bersekiras tidak mau mengakhiri panggilannya.


Sebenarnya bisa saja Tia mengakhiri panggilan video itu terlebih dahulu,tapi Igo mengancamnya akan mendatangi Tia kerumah sakit malam itu juga dan akan mencium Tia di depan rekan-rekan kerja Tia.


Igo menggelengkan kepalanya.


"Kamu duluan aja yang tidur."


"Aku gak bisa tidur kalau dinas malam kak."


"Ya udah,aku juga gak akan tidur kalau kamu gak tidur."


Tia menghela nafasnya.


"Ya udah aku tidur dulu kalau gitu. Aku matiin yah."


"Eh...jangan dimatiin!!! Aku mau lihat kamu sampe tidur,baru nanti aku matiin."


"Ish.." geram Tia karena Igo yang banyak mau nya.


Tia pun meletakkan ponselnya di stand holder yang ada di atas meja,ia pun mengarahkan kamera ponselnya mengarah tempat tidur dimana dirinya akan berbaring dan pura-pura tidur untuk mengelabui Igo agar Igo mengakhiri panggilannya.


Setelah mengatur posisi kamera,Tia pun naik ke atas ranjang yang berukuran 90×200 itu.


"Aku tidur yah." Kata Tia pada Igo yang masih setia memperhatikannya dari seberang ponsel.


"Selamat malam dokter cantik ku." Balas Igo.


Tia tak menjawab,hanya dalam hatinya ia merasa mual dengan ungkapan Igo itu. Tia pun menutup matanya dan berpura-pura tidur.


Lima menit...


Sepuluh menit...


Lima belas menit...


Tia mengernyitkan keningnya karena mendengar suara aneh.


"Suara apaan tuh? Kok kayak suara kodok. Apa jangan-jangan ada kodok disini? Ah gak mungkin!!!" Gumam Tia dalam hati.


Tia makin menajamkan pendengarannya untuk memastikan suara apa yang sebenarnya ia dengar.


"Kayak suara orang ngorok. Apa kak Igo yah yang ngorok?!" Gumam Tia lagi.

__ADS_1


Tia pun membuka matanya sedikit untuk memastikan dugaannya.


"Astaga!!! Bener kan,kak Igo yang ngorok!!!" Kata Tia saat melihat Igo yang sudah tertidur dengan kamera ponsel tepat di depan wajahnya,jadi wajah Igo terlihat sangat besar di layar ponsel Tia.


"Cih...dasar,bilang gak ngantuk,baru lima belas menit udah langsung tepar.!!!" Ejek Tia.


Tia pun mendudukkan dirinya dan mengambil ponselnya yang ia letakkan di stand holder.


"Selamat tidur kak." Ucap Tia sebelum mengakhiri panggilan video itu.


🎀 🎀 🎀


Pagi ini Igo sudah standby di rumah sakit untuk menjemput istrinya. Padahal jam pulang Tia jam sembilan tapi Igo sudah nongkrong di rumah sakit dari jam tujuh pagi.


"Ti..." pamggil Igo saat melihat Tia keluar dari ruangan dokter.


Tia pun menoleh dan berjalan mendekati Igo.


"Udah lama?" Tanya Tia.


Igo menggeleng.


"Baru sepuluh menit lah." Jawab Igo berbohong.


"Oh.."


Tak ada lagi penolakan dari Tia saat Igo menggandeng tangannya. Mereka pun berjalan beriringan keluar dari rumah sakit menuju parkiran.


"Nanti kita sarapan bubur ayam di depan apartemen yuk Ti?" Ajak Igo sambil memasang seatbelt. Kini mereka sudah berada di dalam mobil.


"Emang kak Igo belum sarapan?"


Igo menggeleng.


"Kan pengen sarapan bareng kamu."


"Oh..ya udah." Jawab Tia.


Igo pun menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari area rumah sakit.


Hanya dengan waktu dua puluh menit,mobil yang Igo kendarai sudah sampai di tempat penjual bubur ayam yang berada tepat di depan gedung apartemen tempat tinggal Igo dan Tia.


Mereka pun turun dari dalam mobil dan mengisi perut mereka sebelum pulang ke apartemen.


Kini Igo dan Tia sudah berada di dalam unit apartemen mereka.


Tia langsung masuk ke dalam kamarnya begitu masuk ke dalam unit apartemen untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Igo pun juga sama,ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya. Tapi baru saja sampai di depan pintu kamar,tiba-tiba Igo teringat kalau pagi ini Tia belum memberikan upah untuknya,upah yang masa aktifnya hampir habis. Oleh karena itu Igo tidak mau melewatkan satu hari pun untuk menagih Tia memberikan upahnya.


Igo memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar Tia.


Tok tok tok. Igo mengetuk kamar Tia karena ternyata Tia mengunci kamarnya.


"Ti...buka Ti..." teriak Igo dari depan pintu kamar Tia.


Tok tok tok.


"Tia...buka dulu!!! Ngapain sih di kunci-kunci?!" Protes Igo karena Tia mengunci kamarnya,ia jadi tidak bisa langsung masuk dan membuat sang istri terkejut.


Ceklek. Tia membuka pintu kamarnya.


"Apaan sih kak ribut banget?!" Protes Tia.


"Kamu ngapain sih ngunci-ngunci kamar segala?!"


"Sengaja,biar kakak gak nyelonong masuk kamar aku." Jawab Tia. Karena sudah beberapa kali Igo langsung masuk ke dalam kamarnya saat dirinya sedang mandi.


"Cih.." decih Igo.


"Kakak mau ngapain sih sebenarnya?" Tanya Tia.


"Aku mau minta upah aku." Igo langsung memonyongkan bibirnya.


Tia memutar bola matanya malas.


"Ish...gak bisa apa libur satu hari?!"


"Boleh. Tapi besok nya sekalian buka lahan,mau?" Ancam Igo.


Tia menggelengkan kepalanya cepat.


"Ya udah cepet." Igo kembali memanyunkan bibirnya.


Tia pun mendekati Igo dan mendaratkan bibirnya dengan bibir Igo. Setelah dua bulan les privat adu bibir dan belit lidah dengan Igo,akhirnya Tia bisa mendapatkan nilai B dari sang guru privat.


"Aaaakh..." teriak Tia saat Igo tiba-tiba menggendong dirinya ala bridal style ditengah-tengah permainan adu bibir dan belit lidah mereka makin memanas.


Igo melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar Tia.


Sesampainya di kamar mandi,Igo langsung mendudukkan Tia di wastafel dan kembali melakukan pemanasan bibir dengan Tia sebelum Tia melakukan tugasnya merelaksasikan otot-otot Dragon yang tegang.


Dan seperti biasa,bukan hanya upah yang harus Tia berikan pada Igo tapi Tia juga harus merelaksasikan otot-otot Dragon yang sudah menegang sampai racun sang Dragon keluar.


Tak ada protes dari Tia,karena Tia sudah mulai terbiasa meninabobok an Dragon dengan tangannya atau pun dengan pegunungan Tialaya.

__ADS_1


__ADS_2