
Dengan kasar Tia mengambil kantong plastik itu dan membawanya ke meja makan dan diikuti Igo dari belakang,kemudian mengambil piring hanya untuk dirinya dan menuangkan satu bungkus nasi goreng itu ke dalam piring yang baru saja ia ambil.
"Kok nyiapainnya cuma satu? Buat aku kok gak disiapin?" Tanya Igo saat melihat sang istri hanya menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
"Siapin sendiri lah." Jawab Tia dengan nada dingin.
"Kan kamu istri aku,ya kamu lah yang nyiapin makanan untuk aku. Masa udah aku beliin,kamu tinggal nyiapin aja gak mau."
Mendengar kata-kata Igo,satu sendok nasi goreng yang hampir masuk ke dalam mulut Tia terpaksa harus Tia letakkan lagi ke atas piring.
"Oh..kalau urusan beginian kakak baru nganggep aku istri kakak,terus tadi saat aku gak suka ngeliat kakak perhatian sama si perempuan gatal itu,kakak nganggep aku apa?" Sindir Tia dengan nada mengintimidasi.
"Kok jadi bahas itu sih? Aku perhatian sama dia karena dia lagi sakit Ti,bukan karena kami punya hubungan apa-apa. Kita tuh cuma temenan."
"Itu kan versi kakak nganggep kalian cuma berteman. Kalau versi dia gimana? Emangnya kakak tau gimana perasaan dia sama kakak!!! Feeling aku bilang kalau dia tuh suka sama kakak dan lagi berusaha buat ngedapetin perhatian kakak,sadar dong kak!!! Buka mata hati dan pikiran kakak,jangan karena dia temen kakak,kakak jadi gak bisa mikir!!! Setiap orang tuh bisa berubah,belum tentu orang yang waktu kecil baik pas besar tetap baik,bisa aja kan jadi jahat,licik. Dan orang yang waktu kecil nakal pas udah besar belum tentu juga masih nakal!!"
"Kamu cemburu?" Tanya Igo dengan santainya.
Sudah capek-capek mulut Tia mengoceh sampai berbusa,tanggapan Igo hanya sesepele itu.
"Salah kalau aku cemburu?! Coba kakak posisiin diri kakak jadi aku. Apa kakak masih bisa santai saat ada laki-laki gatal yang ngedeketin aku,nempel-nempel sama aku,dan pura-pura sakit demi dapetin perhatian aku? Apa taring kakak gak keluar kalau ngeliat laki-laki kayak gitu?"
"Yah keluar lah,enak aja laki-laki itu nempelin kamu. Sebelum laki-laki itu nempelin kamu,udah aku buat dia ketempelan kuntilanak!!!"
"Ya udah aku juga sama!!! Tapi kakak malah lebih milih si perempuan gatel itu daripada aku!!!"
__ADS_1
"Aku bukan lebih milih dia Ti,Sasha tuh sakit,masa aku ngebiarin dia di kafe itu dalam keadaan sakit. Nanti kalau Sasha kenapa-kenapa kan kita juga yang kena masalah."
"Kakak lupa kalau istri kakak ini dokter?! Aku tuh tau mana orang yang sakit beneran dan boongan dan si perempuan gatel itu sakit boongan,dia cuma pura-pura!!! Sekarang aku tanya,dia mau gak di bawa kedokter? Pasti gak kan? Karena apa? Mau bilang gak punya biaya? Bulshiiit,emangnya dia orang miskin,mau bilang begitu!!!! Dia tuh gak mau ke dokter karena dia takut ketahuan lagi pura-pura!! Buka mata kakak buka!!! Jangan buka celana aja cepet!!!" Geram Tia.
Igo diam tak menjawab,ia tak tau harus bicara apalagi. Bukan karena ia berpikir apa yang Tia katakan benar,ia hanya tak mau memperpanjang perdebatan,lebih baik diam agar masalah cepat selesai.
"Kenapa kok diam? Kakak gak percaya kalau temen kakak itu pura-pura sakit? Oke aku tunjukin buktinya."
Tia pun beranjak dari ruang makan dan berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya lalu kembali lagi ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan,Tia membuka akun sosial media sosial milik Igo dan menunjukkan postingan Sasha yang menautkan nama sang suami.
"Nih lihat kelakuan temen kakak yang kakak bilang baik ini." Tia menyodorkan ponselnya ke hadapan Igo.
"Apa coba maksudnya di posting begitu sambil menautkan nama kakak? Pasti dia mau bikin aku cemburu,mau bikin kita berantem. Dan kalau kita berantem,dengan mudahnya dia ngeracunin otak kakak,bahkan bukan cuma otak kakak yang akan dia racunin,bisa jadi nanti otaknya Dragon dia racunin.!!!"
"Kalau di private kan aku gak tau. Tujuan dia posting ini dan nautin nama kakak kan mau bikin aku cemburu!!! Akh...udah lah terserah kakak aja lah!!!" Tia menggeram kesal karena Igo masih saja membela Sasha. Sudah malas berdebat dengan sang suami,Tia memilih untuk kembali melanjutkan makannya. Namun baru saja ia hendak mendudukkan bokongnya,tiba-tiba saja bel apartemen berbunyi.
"Kamu pesan makanan sebelum aku datang?" Tanya Igo pada Tia.
Tia menggeleng kepalanya malas.
Igo pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu unit apartemennya.
"Heran deh punya suami kok susah banget peka nya!!! Begini nih kalau punya suami yang ahli nya cuma urusan ranjang,gak bisa ngerasain sinyal pelakor dari si semut rangrang!!!" Gerutu Tia setelah Igo keluar dari ruang makan.
__ADS_1
Begitu Igo sampai di depan pintu,Igo mengernyitkan keningnya heran karena ia tak melihat orang yang memencet bel dari monitor.
"Orang iseng kali." Gumam Igo. Igo pun kembali melangkahkan kakinya hendak ke ruang makan,tapi baru beberapa langkah bel kembali berbunyi.
"Ish...siapa sih!!!" Geram Igo sambil memutar tubuhnya dan kembali mendekati pintu.
Ceklek. Igo pun membuka pintu dengan segenap emosi di jiwa.
"Kok gak ada orang." Bulu kuduk Igo dan Dragon pun berdiri seketika karena tak melihat orang yang memencet bel apartemennya.
Cepat-cepat Igo menutup kembali pintu apartemennya,tapi baru saja ingin menutup pintu,netra Igo langsung tertuju ke amplop cokelat yang teronggok di depan pintu.
"Apaan nih?" Lirih Igo sambil matanya berkeliling melihat sekitar untuk mencari orang yang meletakkan amplop itu di depan pintu apartemennya.
Pelan-pelan Igo membungkuk untuk mengambil amplop cokelat itu. Dan membaca tulisan yang ada di amplop tersebut.
"Untuk Tia. Tapi dari siapa kok gak ada pengirimnya." Gumam Igo saat membaca tulisan itu.
Igo pun menutup pintu unit apartemennya dan berjalan masuk ke dalam ruang makan dimana Tia masih menyantap nasi goreng kambing yang ia bawa tadi.
"Ini ada kiriman buat kamu." Kata Igo setelah sampai di ruang makan.
"Dari siapa?" Tanya Tia ketus. Ia masih kesal dengan suaminya.
"Gak tau,gak ada namanya."
__ADS_1
Tia pun menerima amplop cokelat yang Igo sodorkan dan membuka perlahan amplop itu. Sedangkan Igo yang penasaran dengan isi amplop itu memilih untuk tetap berada di samping Tia melihat isi amplop itu.
Mata Tia dan Igo membulat sempurna saat melihat isi amplop itu,sebuah foto berukuran 4R yang menampilkan jelas pose bibir Igo dan Sasha yang saling menempel.