Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 28


__ADS_3

Satu jam...


Dua jam...


Posisi susunan bantal masih aman.


Tiga jam...


Susunan bantal sudah mulai bertumbangan.


Empat jam...


Posisi sudah berubah,Tia dan Igo sudah saling berpelukan. Sedangkan para bantal memilih mengundurkan diri dari area ranjang.


Dalam keadaan roh yang sedang pergi ke alam mimpi,tangan Tia malah asyik mengelus-elus kepala Dragon. Ternyata selain memiliki sifat kebo saat itu,Tia juga punya kebiasaan aneh saat tidur,yaitu mengelus-elus ujung guling. Tanpa Tia sadari kalau sekarang yang Tia elus bukan lah ujung bantal guling melainkan kepala plontos si Dragon.


Sedangkan dalam mimpi Igo,apalagi yang sedang ia mimpikan kalau bukan sedang mengebor lahan pertambangan Tia.


"Ah..." tanpa sadar juga Igo mengeluarkan suara laknat dari mulutnya.


Tapi lama kelamaan,Igo merasa kalau yang ia rasakan bukan lah mimpi.


Perlahan Igo mengerjapkan matanya.


Melihat penampakan bibir Tia saat ia membuka mata,Igo mengucek-ngucek matanya untuk memastikan penglihatannya.


Mata Igo langsung membelalak saat sadar apa yang ia lihat nyata,Tia sedang memeluknya dengan posisi wajah mendongak ke atas sehingga membuat bibir Tia hanya beberapa centi dari bibir Igo.


Igo menelan slivanya saat melihat bibir Tia yang sangat menantang seolah-olah minta di kunyah.


"Tahan Go..tahan.." lirih Igo.


Tapi baru saja ia mensugesti dirinya untuk tidak menyerang bibir Tia,tiba-tiba saja tangan Tia beraksi kembali mengelus-elus kepala Dragon.


Mata Igo pun turun untuk melihat siapa pelaku yang sudah berani membangunkan sahabatnya.

__ADS_1


"Astaga Tia...!!!! Arrrghhh...loe ngapain sih bangunin dia!!!" Gerutu Igo saat melihat tangan sang istri lah pelaku yang sudah membuat Dragon menggeliat-geliat di bawah sana.


"Huuuh...tahan Gon..tahan...malam ini loe belum bisa ngebor,masih ada permasalahan sengketa tanah." Kata Igo pada sahabatnya.


Perlahan Igo menarik tangan Tia dari kepala Dragon yang untungnya masih di bedong. Tapi sayangnya,Tia malah menggenggam erat tubuh Dragon seolah tak mau di pisahkan.


"Aaarrgh." Rintih Igo antara enak dan sakit karena genggaman tangan Tia. Sampai-sampai mata Igo merem melek seperti orang kena sawan.


Tak lama Tia kembali mengelus kepala Dragon dengan penuh kelembutan,dan itu malah makin membuat Dragon menggeliat semakin hebat.


Igo menatap wajah Tia yang masih tertidur pulas tanpa rasa berdosa sama sekali,padahal karena ulahnya sekarang Igo harus merasakan panas dingin,kleyengan,vertigo kepala atas dan kepala bawah.


"Bodo amat lah!!! Gue gas aja!!! Toh bini gue kebo ini!! Yang penting si Dragon gak ngambek." Gumam Igo.


Tak ingin membuat Dragon ngambek karena tidak bisa menyembur,Igo pun ikut membantu tangan Tia menggenggam Dragon dan mengarahkan tangan Tia untuk men spa sahabatnya.


"Ssh...ah...uuh..hhhmmhh.." suara laknat tak kuasa keluar dari mulut Igo.


Melihat Tia yang tak juga bangun,padahal ranjang sudah sedikit berguncang. Igo malah makin memanfaatkan situasi ini.


Lagi dan lagi,Igo menelan slivanya saat melihat penampakan gunung Tialaya yang pastinya akan menjadi salah satu destinasi favoritnya. Apalagi bentuk gunung yang belum pernah terkena longsor,dan puncak gunung yang masih berwarna cantik,Igo yakin kalau dia lah orang pertama yang berhasil menjajaki gunung Tialaya itu.


Tak ingin membuang kesempatan yang ada dan mumpung Tia masih tertidur pulas,Igo langsung melahap salah satu gunung Tialaya itu dan memainkan lidahnya di ujungnya. Sedangkan tangannya masih membantu mengarahkan tangan Tia untuk men spa sahabatnya.


Mata Tia mengerjap saat merasakan ada sesuatu yang sedang bermain di gunung Tialaya.


Mata Tia membelalak saat melihat ternyata sang suami lah yang sedang bermain di gunung Tialaya tanpa seizinnya.


"Aaah...kak Igo!!!" Teriak Tia sambil mendorong tubuh Igo dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya ia belum sadar sedang di pakai Igo untuk men spa Dragonnya.


"Bentar lagi Ti,tanggung!!!" Kata Igo dengan nafas yang memburu dan suara yang berat. Seperti tak memperdulikan Tia yang tak suka dirinya bermain di gunung Tialaya,Igo pun kembali bermain didestinasi favoritnya itu.


Mata Tia membulat mendengar perkataan Igo,apalagi melihat Igo yang kembali bermain di gunung Tialaya.


"Akh...minggir!!!!" Ronta Tia sambil berusaha mengeluarkan tangan kanannya dari timpaan tubuh Igo. Setelah tangan kanannya berhasil keluar,Tia langsung menjambak rambut Igo agar berhenti bermain di area pegunungan.

__ADS_1


Igo pun langsung menarik tangan Tia dengan tangan kirinya dan mengunci tangan Tia diatas kepala Tia.


Disaat tangan kanannya di kunci Igo,ia baru sadar kalau sekarang tangan kirinya sedang menggenggam Dragon.


Mata Tia pun membelalak saat menyadari itu,dan berusaha membuka genggaman tangannya dari Dragon tapi sayangnya Igo malah makin mempererat genggaman tangannya pada tangan Tia.


Dengan nafas yang memburu karena hasrat yang sudah menggebu-gebu,Igo menatap wajah Tia. Tia pun membalas tatapan mata Igo.


"Jangan gini kak. Lepasin aku. Aku belum siap." Mohon Tia dengan tatapan sendu.


"Aku gak minta lebih Ti,cuma begini aja. Sebentar lagi juga selesai."


"Jangan kak,please..." mohon Tia sekali lagi.


Tapi Igo tak menghiraukan permohonan Tia. Ia kembali mendaratkan mulutnya di pegunungan Tialaya.


Tia menggigit bibirnya sambil terisak,ia merasa Igo sudah menginjak-injak harga dirinya dengan memperlakukan dirinya seperti ini. Walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri,tapi tetap saja hubungan badan harus di lakukan atas dasar suka sama suka.


Mendengar sang istri terisak,mulut Igo pun berhenti bermain di pegunungan Tialaya. Igo kembali menatap wajah Tia yang sudah di basahi air mata.


"Kok nangis sih Ti,jangan nangis dong. Kan aku gak buka segel kamu."


Tia tak menjawab dan membuang pandangannya dari Igo.


"Tia,lihat aku!!!" Perintah Igo saat Tia membuang pandangannya.


Tia tak menggubris dan tetap memalingkan wajahnya dari Igo.


Kerena Tia yang tak mau melihat dirinya,Igo pun terpaksa melepas genggaman tangannya dari tangan Tia yang sedang menggenggam Dragon dan memaksa wajah Tia untuk menatapnya.


"Lihat aku Ti. Aku ini suami kamu sekarang,bisa aja aku maksa kamu untuk ngasih hak aku sekarang,tapi itu gak aku lakuin Ti,aku gak akan maksa kamu kalau memang kamu belum ikhlas ngelepas kesucian kamu untuk aku. Tapi,aku mohon jangan nolak aku kalau aku minta bantuan kamu untuk nenangin Dragon dengan cara begini. Oke."


"Jadi Dragon itu...." gumam Tia dalam hati.


"Ti..." panggil Igo karena Tia tidak merespon kata-katanya.

__ADS_1


Tia menggigit bibir bawahnya,entah kenapa lidahnya terasa berat sekali menolak permintaan Igo.


__ADS_2