Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 46


__ADS_3

Kini Igo sudah berada di perusahaan transportasi miliknya.


"Mana tamu nya?" Tanya Igo pada Duta.


"Ada di ruang tunggu depan ruangan bapak." Jawab Duta.


Igo pun masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai dimana ruangannya berada.


"Igo.." panggil seorang wanita saat melihat Igo berjalan ke arahnya.


Wanita yang merupakan klien yang ngotot ingin membicarakan kerjasama dengan Igo. Wanita itu pun berdiri dari tempat duduknya dan dan berjalan mendekati Igo.


Igo mengernyitkan keningnya saat wanita itu memanggilnya,heran kenapa cara wanita itu memanggil dirinya seolah mereka sudah lama saling mengenal.


"Hey..kok bengong? Kamu gak inget aku?" Tanya wanita itu saat berada tepat di hadapan Igo.


Igo makin mengernyitkan keningnya mencoba mengingat siapa wanita yang terlihat sok kenal dan sok akrab dengannya itu.


"Siapa dia? Apa salah satu mantan partner gue yah.." gumam Igo dalam hati.


"Akh kayaknya gak deh.." gumam Igo dalam hati lagi karena dia selalu ingat dengan para partner pengguncangan ranjangnya. Kalau pun ada partner ranjang yang terlupakan,itu karena Igo mengguncang ranjang dengan partner itu saat sedang mabuk.


"Ikh..Go,kok malah bengong sih?! Kamu gak inget aku?" Tanya wanita itu lagi.


"Siapa yah?" Akhirnya Igo pun menyerah untuk mengingat wanita yang ada di hadapannya sekarang.


"Ini aku Sasha temen SD kamu dulu." Kata wanita itu memperkenalkan dirinya.


Igo kembali mengernyitkan keningnya,mencoba mengingat nama Sasha teman SD nya. Beruntung ingatan Igo sangat lah tajam,jadi tak butuh waktu lama mengingat nama itu,apalagi Sasha adalah cinta pertama Igo,eh...bukan cinta monyetnya Igo waktu SD maksudnya. Karena cinta pertama Igo adalah Tia.


Sayangnya cinta monyet Igo harus berakhir saat Sasha harus pindah keluar negri bersama orangtuanya,padahal Igo sama sekali belum mengungkapkan isi hatinya pada Sasha.


"Beneran kamu Sasha? Kok cantik banget sekarang?" Kata Igo mengagumi kecantikan Sasha. Walau Sasha kecil memang sudah cantik,tapi setelah dewasa Sasha terlihat semakin cantik dan glowing.

__ADS_1


"Emangnya dulu aku jelek?!"


"Gak sih..Hehehe." jawab Igo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ya udah yuk,kita bicarain soal kerjasama kita di ruangan aku." Ajak Igo.


"Dut,bawain minum sama cemilan yah untuk nona Sasha." Perintah Igo pada asistennya.


"Minuman apa yah pak?"


"Kamu masih suka es jeruk Sha?" Igo bertanya pada Sasha.


"Masih. Kamu masih inget aja yah minuman kesukaan aku." Jawab Sasha centil sambil menoel perut Igo.


"Es jeruk Dut." Igo menjawab pertanyaan Duta sebelumnya.


"Pak Igo mau minum apa?"


"Samain aja sama nona ini." Jawab Igo.


"Kamu tuh masih sama yah kayak dulu. Aku pesan apa,kamu ngikut." Kata Sasha mengingatkan kebiasaan Igo semasa SD dulu.


Mungkin karena dulu Igo menyukai Sasha makanya Igo selalu memesan makanan atau minuman yang sama dengan Sasha. Lalu sekarang,Igo memesan minuman yang sama dengan Sasha? Apa cinta monyet Igo yang dulu belum kelar berbunga-bunga kembali pada Sasha?


Igo tak menjawab,ia hanya menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tidak tau kenapa dirinya spontan memesan minuman yang sama dengan Sasha.


"Ayo keruangan ku." Ajak Igo sambil berjalan menuju ruangannya.


Ceklek. Igo membuka pintu ruangannya.


"Silahkan duduk." Kata Igo setelah dirinya dan Sasha berada dalam ruangannya.


Igo dan Sasha pun mendaratkan bokong mereka di sofa yang berhadapan.

__ADS_1


"Jadi udah lama kamu balik ke negara ini?" Tanya Igo membuka percakapannya dengan Sasha.


"Baru enam bulan. Papa aku minta aku ngejalanin perusahaannya disini,yah..jadi mau gak mau aku balik kesini. Kasihan papa,udah tua."


"Oh... jadi kamu udah nikah?" Tanya Igo. Igo memang tidak tahu bagaimana kabar Sasha semenjak Sasha pindah ke luar negri.


"Single tapi udah pernah nikah." Jawab Sasha yang tidak menutupi status jandanya di hadapan Igo.


Mata Igo membelalak karena tau apa maksud kata-kata Sasha.


"Oh..maaf,aku gak tau."


"Gak pa-pa kok Go. Mungkin itu udah jalan hidup aku. Umur pernikahan aku dengan mantan suami ku hanya bertahan dua tahun. Kami bercerai karena udah gak saling cocok. Mungkin karena kami sama-sama sibuk. Dan puncaknya saat dia menginginkan anak dari ku dan mengikuti program kehamilan,padahal aku baru membuka cabang perusahaan papa di Singapore,dia meminta ku untuk diam dirumah agar tidak kelelahan karena bekerja. Karena hal itu lah kami setiap hari bertengkar dan bertengkar,jadi daripada kami saling menyakiti,yah lebih baik kami berpisah." Curhat Sasha.


"Oh.." Igo hanya merespon dengan ber Oh ria.


Tok tok tok. Suara ketukan pintu menjeda obrolan Igo dengan Sasha.


"Masuk."


Duta pun masuk ke ruangan Igo sambil membawa pesanan untuk tamu bos nya itu.


Setelah meletakkan dua es jeruk dan cemilan ke atas meja,Duta pun keluar dari ruangan Igo.


Setelah Duta keluar,Igo dan Sasha pun kembali mengobrol. Satu jam lebih mereka mengobrol,tapi obrolan mereka jauh dari kata pekerjaan,mereka malah membahas masalah pribadi Sasha.


"Sshh..aduh." Ringis Igo tiba-tiba sambil memegang perutnya.


"Sialan pengen bo•ker lagi.!!" Gerutu Igo dalam hati.


"Sha,aku tinggal bentar yah. Tiba-tiba perut aku mules." Izin Igo pada Sasha.


Sasha menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Dengan langkah lebar,Igo pun masuk ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan itu dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang sisa pencernaannya.


__ADS_2