
TRIING.. Tiba-tiba bunyi notifikasi pesan di ponsel Igo menyela pembicaraan suami-suami yang imannya setipis kulit ari.
Igo mengambil ponselnya dan melihat siapa orang yang telah mengirimnya pesan.
Igo mengernyitkan saat melihat nama orang yang ia suruh untuk mengurus Sasha dan Roy serta mengirim video cctv yang terjadi di club tadi malam.
"Siapa Go? Pinjol? Tanya Yordan seloroh.
"Enak aja loe!!!"
"Habis muka loe tegang gitu kayak baru dapet pesan dari pinjol."
"Sialan loe!!! Ini orang suruhan gue yang gue suruh ngurus kadal jantan sama kadal betina yang baru di kawinin si Tia semaleman." Jawab Igo
Irlan dan Yordan saling berpandangan mencerna kata-kata Igo.
Sedangkan Igo membuka pesan yang di kirim orang suruhannya itu. Dan ternyata foto Sasha dan Roy yang sudah berada di gudang tempat yang Igo suruh tadi.
Igo tak membalas, ia kembali meletakkan ponselnya di atas meja.
TRIING. Baru saja ia meletakkan ponselnya di atas meja, ponselnya berbunyi lagi tanda notifikasi pesan masuk.
Igo kembali mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk yang ternyata dari orang suruhannya lagi.
Sebuah video cctv club yang memperlihatkan bagaimana usaha Tia menyelamatkannya dari jebakan Sasha dan Roy.
"Aaauw..." ringis Igo sambil memegang sang Dragon saat melihat adegan dimana Tia menendang pisang kepoknya Roy.
"Kenapa loe?" Tanya Irlan dan Yordan bersamaan saat melihat ekspresi Igo yang meringis.
"Loe mau lihat saras 008 versi dunia nyata gak?" Tanya Igo.
"Mana? Coba lihat." Ucap Yordan.
Igo pun meletakkan ponselnya di atas meja, agar kedua sahabatnya bisa ikut menonton aksi Tia menumpas kejahatan.
__ADS_1
"Uuugh..." seperti sedang nobar piala dunia, ketiganya berteriak saat Igo mengulang aksi Tia yang menendang pisang kepok milik Roy.
Sama seperti reaksi Igo yang langsung memegang Dragon, Irlan dan Yordan juga ikut memegang senjata pencetak generasi mereka masing-masing, seolah-olah ikut merasakan ben•yek nya pisang kepok.
"Aduuuh si Jeki ngilu." Ringis Yordan karena pernah merasakan hal yang sama seperti Roy rasakan.
Video pun berlanjut.
"Woaaaah...." teriak ketiganya lagi sampai berdiri dari tempat duduk mereka dan bertepuk tangan saat melihat adegan dimana Tia membanting Roy.
Mereka benar-benar tidak memperdulikan pengunjung coffee shop yang lain.
"Kayaknya bini loe titisan Yakuza deh Go." Ucap Irlan sampai ternganga-nganga.
"Iya bener. Gak kebayang gue kalau jadi loe, salah dikit langsung di banting kayak banting guling aja." Timpal Yordan.
Melihat video aksi Tia dan mendengar kata-kata dua sahabatnya, Igo jadi merinding sendiri. Membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya di apartemen nanti karena sudah membuat Tia berubah jadi macan tutul.
"Ngomong-ngomong bini loe kenapa ngamuk-ngamuk di club? Jangan-jangan dia mau ngegrebek loe." Tanya Yordan menyelidik sambil mendudukkan bokongnya kembali ke tempat duduk.
"Nanti gue jelasin setelah kita selesai nonton video ini." Jawab Igo yang sedang serius menatap layar ponselnya.
Mereka bertiga pun kembali menonton rekaman cctv yang di kirimkan orang suruhan Igo.
"Ini yang di dalem beneran bini loe kan Go? Bukan wonder women yang mirip doang sama bini loe kan?" Tanya Irlan tapi matanya tetap fokus pada layar ponsel Igo.
"Ternyata buk dokter bringas juga kalau udah ngamuk." Timpal Yordan mengomentari aksi Tia.
PROK PROK PROK. Yordan dan Irlan kembali bertepuk tangan saat di akhir video.
"Jadi ini yang loe maksud bini loe ngawinin kadal jantan sama kadal betina semaleman?" Tanya Irlan.
Igo menganggukkan kepalanya sambil mematikan layar ponselnya.
"Di kawinin semaleman bisa lepas gak tuh? Jangan-jangan masih dempet mereka berdua." Celetuk Yordan.
__ADS_1
"Harapan gue sih gitu, eh..ternyata kagak dempet." Igo menjawab celetukan Yordan.
"Sekarang loe cerita masalahnya kenapa bini loe sampe mencak-mencak di club." Todong Irlan.
Igo pun menceritakan semuanya dari awal, dari mulai ia bertemu Roy, kemudian bertemu Sasha, pertengkaran Igo dan Tia di kafe, foto pertemuan bibirnya dengan Sasha, sampai akhirnya teman SD nya yang bernama Handi memintanya datang ke club.
Irlan dan Yordan mengangguk-anggukkan kepalanya setelah Igo selesai bercerita.
"Bini loe keren, dia tau otak lakiknya kurang satu ons, jadi dia cepet ngambil alih keadaan." Ucap Yordan.
"Sialan loe!!!" Umpat Igo sambil melemparkan sedotan ke arah Yordan.
"Ngomong-ngomong loe gak takut Dan kena karma, kan anak loe cewek." Tanya Igo. Entah kenapa tiba-tiba ia kepikiran karma yang akan menimpa anak-anaknya kelak kerena perbuatannya sebelum menikah dengan Tia.
"Gak lah. Baru nyampe tuh si karma depan rumah, udah langsung gue usir pake kemenyan nanti." Jawab Yordan sombong.
"Cih...belagu amat loe!!" Celetuk Igo.
"Gue yakin nanti si Millie kalau udah gede kan cantik, loe gak takut gitu anak loe di deketin buaya amazone kayak si Igo." Gantian, kini Irlan lah yang bertanya.
"Sialan loe!!" Umpat Igo pada Irlan karena namanya di bawa-bawa.
"Denger yah, nanti kalau si Millie udah jadi anak gadis, laki-laki yang mau deketin si Millie gue mintain ktp nya, terus gue foto tuh sambil megang ktp, terus gue mintain nomor emak bapaknya, kekek neneknya, om tantenya, pokoknya semua keluarganya." Jawab Igo.
"Buat apaan?" Tanya Igo dan Irlan kompak.
"Yah buat jaminan lah. Jadi kalau sampe tuh laki-laki nyakitin Millie, gue langsung masukin data-datanya ke pinjaman online ilegal. Biar nyaho tuh laki-laki." Jawab Yordan.
"Gila..sekeluarga dong yang malu." Ucap Irlan.
"Mudah-mudahan kalau nanti gue punya anak lakik otaknya masih waras, jangan sampe suka sama anak gadis loe. Bisa berabe urusannya, masa keturunan Mandala masuk daftar hitam pinjol ilegal, udah gitu utangnya cuma satu juta lagi, kan gak berkelas banget. " Celetuk Igo sambil berdoa.
"Hahahahahahaha.." mereka bertiga pun kembali tertawa terbahak-bahak.
Setelah puas bercerita dan minuman mereka pun juga sudah habis, mereka bertiga pun kembali ke rumah sakit.
__ADS_1