Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 19


__ADS_3

Kini Igo dan Tia sudah sampai di dalam mall. Tapi begitu mereka masuk ke dalam mall,bukannya langsung ke restoran ayam goreng cepat saji,Tia malah mengajak Igo berkeliling untuk 'cuci mata'. Dan sudah satu jam mereka berkeliling,mulai dari toko sepatu,aksesoris dan sekarang mereka berada di toko pakaian.


"Katanya tadi kamu mau makan ayam goreng,kok kita malah muter-muter sih Ti?" Tanya Igo yang mulai lelah. Selain lelah,dirinya juga sudah sangat lapar.


"Sabar kak,ada baju yang pengen aku cari." Jawab Tia santai sambil memilih-milih kemeja untuk dirinya.


"Tapi aku..."


"Akh..ini dia." Kata Tia memotong kata-kata Igo yang ingin mengatakan kalau perutnya sudah sangat sakit menahan lapar.


"Aku coba kemeja-kemeja ini dulu yah kak." Kata Tia sambil menunjukkan tiga kemeja yang sedang ia pegang.


Tanpa mendapat jawaban dari Igo,Tia pun berjalan menuju kamar ganti untuk mencoba kemeja yang ia pilih.


Igo menghela nafasnya melihat Tia melengos begitu saja dari hadapannya. Tak mau dirinya terlihat seperti orang bodoh,Igo pun berjalan mengikuti Tia menuju kamar ganti dan menunggu Tia di depan pintu.


"Ssshh...arrgh.." ringis Igo saat merasakan perutnya sakit,sepertinya asam lambungnya sudah naik karena tidak makan siang di tambah lagi tadi pagi Igo hanya sarapan dua lembar roti berselai cokelat.


"Ti..masih lama nyobain bajunya? Perut aku sakit nih Ti." Panggil Igo dari luar pintu.


"Ya udah,kakak ke toilet aja sana." Sahut Tia dari dalam.


"Bukan mau ke toilet Ti. Aku laper banget Ti."


"Kalau laper,yah makan lah kak."


"Kamu masih lama gak?"


"Masih kayaknya,soalnya kemeja ini gak cocok banget di badan aku,jadi aku masih mau nyari-nyari dulu. Kalau kakak mau duluan,ya udah duluan aja,nanti aku nyusul. Di restoran ayam goreng xxx yah kak."


Setelah Tia mengatakan itu,tak ada lagi sahutan dari Igo. Tia pikir Igo sudah menyerah menemaninya berkeliling.


"Cih..cuma segitu aja pengorbanannya. Katanya cinta,sayang,giliran nemenin belanja banyak banget alasannya,laper lah,capek lah. Preeet!!! Laki-laki emang semua sama,mulutnya manis semanis bisikan setan!!!" Umpat Tia.


Tia pun keluar dari dalam kamar ganti.


Ceklek. Tia membuka pintu kamar ganti.


Mata Tia langsung membelalak saat melihat Igo yang ternyata belum pergi dari depan kamar ganti.

__ADS_1


Tia berjalan mendekati Igo yang sudah tergeletak di depan pintu kamar ganti. Ternyata Igo tak menyahut kata-kata Tia bukan karena Igo menyerah menemani Tia dan memilih untuk makan terlebih dahulu,melainkan Igo jatuh pingsan karena kelaparan.


"Kak...kak Igo.." panggil Tia panik sambil memukul-mukul pipi Igo.


Karena Igo tak merespon,Tia pun memeriksa denyut nadinya.


"Astaga,lemah banget." Lirih Tia pelan saat merasakan denyut nadi Igo lemah.


Tia pun berlari meminta bantuan pada karyawan laki-laki di toko itu. Dengan sigap karyawan laki-laki yang berjumlah tiga orang langsung membopong Igo menuju parkiran.


"Apa sebaiknya kita panggil ambulance aja buk?" Tanya salah seorang karyawan toko saat mereka sudah berhasil sampai di luar gedung mall.


"Gak usah pak,biar saya yang bawa ke rumah sakit." Jawab Tia,meski panik tapi ia berusaha tenang. Karena sebagai seorang dokter,hal yang paling penting adalah bersikap tenang agar otak bisa berpikir mengambil tindakan.


"Tapi bu,kalau bapak ini..."


"Dia gak pa-pa kok pak,saya dokter,saya tau bagaimana kondisinya." Cepat-cepat Tia memotong kata-kata karyawan toko itu.


"Oh..baik lah buk."


Setelah Igo di masukkan ke dalam mobil,Tia pun langsung melarikan Igo ke rumah sakit tempatnya koas.


Kini mobil yang Tia kendarai sudah terparkir mulus di depan lobi rumah sakit.


"Sus...sus..tolong ambil brankar,temen saya pingsan." Teriak Tia pada perawat jaga.


Para suster pun berlarian,ada yang mengambil brankar ada juga yang menghampiri Tia.


"Loh,bapak ini kenapa dok?" Tanya salah satu suster yang menghampiri Tia saat melihat Igo.


"Gak tau,tiba-tiba aja dia pingsan tadi."


"Loh,bapak ini bukannya pacarnya dokter Tia?" Tanya suster yang satu lagi saat mengingat wajah Igo.


Tia langsung memberi pelototan pada suster yang mengatakan Igo adalah kekasihnya.


"Eh...iya. Bukannya laki-laki ini yang gandeng dokter Tia tadi?" Timpal suster yang satu.


Baru saja Tia ingin menjawab,brankar pun datang.

__ADS_1


Perawat laki-laki pun membantu mengeluarkan Igo dan membaringkan Igo di atas brankar,kemudian membawa Igo ke IGD.


🎀 🎀 🎀


"Temen saya gak pa-pa kan dok?" Tanya Tia khawatir.


"Gak pa-pa,temen kamu cuma kecapean dan asam lambungnya naik,tekanan darahnya juga rendah. Mungkin teman kamu ini sedang melakukan diet yang ketat." Jawab dokter yang memeriksa kondisi Igo.


"Ooh.."


"Sebentar lagi juga sadar kok. Nanti kalau sudah sadar,kasih temen kamu makan yang banyak dan suruh jangan diet terlalu ketat."


"Iya dok. Terimakasih."


"Oh..iya,ngomong-ngomong,ini temen kamu atau pacar kamu? Jarang-jarang saya lihat kamu sepanik ini dengan lawan jenis." Tanya sang dokter.


"Temen dok. Kebetulan papi saya dan kak Igo sedang bekerja sama membangun rumah singgah."


"Jangan bilang kalau ini anaknya pak Mandala?"


Tia menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu gak bilang Tia." Omel dokter yang memeriksa Igo.


Dokter itupun memanggil perawat dan meminta perawat memindahkan Igo ke kamar rawat VVIP.


"Kenapa di masukkin ke kamar rawat dok? Bukannya temen saya ini bisa langsung pulang kalau udah sadar dan udah di kasih makan? Jadi gak usah di masukkin ke kamar rawat lah dok."


"Duh...kamu ini. Emangnya kamu gak tau siapa keluarga Mandala?"


"Tau kok dok,terus kenapa?."


"Yah...kita harus ngasih pelayanan sebaik mungkin Tia."


"Jadi pelayanan yang baik dan ramah hanya di berikan untuk kaum-kaum highclass doang dok? Jadi kalau rakyat menengah kebawah gak bisa mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah?" Tanya Tia dengan tatapan mengintimidasi.


"Bu..bukan gi.."


"Dok,saya memang belum sah menjadi seorang dokter,tapi dokter harus ingat apa sumpah yang sudah dokter ucapkan saat di tahbiskan menjadi dokter!! Hal pertama dan yang utama adalah melayani masyarakat dari golongan manapun. Inget dok,kesehatan dan nyawa manusia gak pantes di jadikan bisnis!!!" Kata Tia lagi dengan tatapan sinis.

__ADS_1


__ADS_2