Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 93


__ADS_3

"Apaan ini Ti." Tanya Igo saat melihat kotak yang ada di meja.


"Oh..ini uno stacko, main yuk kak." Ajak Tia.


"Mainnya gimana?" Tanya Igo yang tidak tahu cara main permainan kayu itu.


"Kita ganti-gantian narik balok ini satu persatu, tapi nariknya jangan sampe ngeruntuhin susunan balok. Siapa yang bikin runtuh, berarti dia yang kalah." Kata Tia menjelaskan cara main uno stacko.


"Oh..."


"Boleh deh, ayuk main. Tapi mainnya harus pake hukuman dong biar makin seru." Kata Igo memberikan ide.


"Hukuman gimana?" Tanya Tia.


Igo pun memikirkan hukuman yang pastinya akan menguntungkan dirinya. Yah hukuman apalagi kalau bukan ujung-ujungnya soal pengeboran.


Tak lama Igo pun tersenyum licik saat menemukan ide untuk hukumannya.


"Jadi kalau aku berhasil narik balok dan gak runtuh, kamu harus buka satu pakaian yang menempel di tubuh kamu. Begitu juga sebaliknya."


"Enak aja!!! Gak mau akh!!" Tolak Tia.


"Kenapa? Takut yah? Hemh....LEMAH!!!" Ejek Igo mengompori istrinya.


Dan benar saja, mendengar suaminya mengejek dirinya lemah, emosi Tia tersulut. Tia langsung memberi pelototan tajam pada Igo.


"Gak usah melotot. Kalau emang gak takut buktiin dong." Tantang Igo.


"Oke, siapa takut!!! Aku pastiin kakak yang duluan telanโ€ขjang!!!" Jawab Tia menerima tantangan Igo.


Tia pun mengeluarkan balok-balok itu dari dalam kotak dan menyusunnya di karpet ruang televisi. Mereka pun duduk di atas karpet dan bersuit untuk memulai permainan.


"Yes. Aku jalan duluan." Ucap Tia saat menang suit dari Igo.


Tia pun mulai menarik salah satu balok dengan sangat hati-hati.


"Yuhu..gak roboh.." Ucap Tia kesenangan saat berhasil menarik satu balok dan tidak membuat susunan balok yang lain jatuh.


Dan itu berarti Igo harus melepas salah satu kain yang menempel di tubuhnya.


"Buka...buka, cepat!!!" Perintah Tia.


"Gak masalah." Ucap Igo santai. Kalau Igo mah senang kalau di suruh buka baju, makanya ia mengusulkan hukumannya seperti itu.


Igo pun membuka kaos yang ia pakai, kini yang tersisa di tubuh Igo hanyalah boxer dan bedongan Dragon saja.


Setelah Igo membuka kaosnya, permainan berlanjut dan kali ini Igo lah yang menarik balok.


"Yes..." teriak Igo senang saat berhasil menarik satu satu balok.


Dan itu berarti Tia harus membuka pakaiannya.


"Ish...sial!!!" Umpat Tia sambil membuka atasan sleepwearnya. Untung saja ia memakai pembungkus pegunungan Tialaya, jadi Igo tak bisa langsung melihat penampakan dua gumpalan kembar itu.


"Jangan cemberut dong, gak sportif banget." Sindir Igo saat melihat wajah istrinya cemberut.


"Siapa juga yang gak sportif, kalau gak sportif aku gak mau buka baju." Balas Tia.


Permainan pun berlanjut terus dengan berganti-gantian. Tak ada satu pun dari mereka yang membuat runtuh susunan balok.


Tubuh Igo pun sudah polos sedangkan Tia hanya tinggal terpal penutup lubang tambang saja yang menempel di tengah-tengah pangkal pahanya.

__ADS_1


"Ish kak, tutupin itu." Omel Tia saat Igo dengan bangganya merentangkan kedua kakinya dan memperlihatkan jelas Dragon yang sedang merunduk.


"Heleh, gak ada yang liat juga. Udah cepet tarik baloknya, kalau kamu berhasil narik baloknya, berarti kamu yang menang." Ucap Igo tak sabar, karena kalau strateginya tepat, susunan balok akan runtuh begitu Tia menarik salah satu balok.


"Beneran?" Tanya Tia dengan raut wajah bahagia.


Igo menganggukkan kepalanya.


"Kalau aku minta dinas malam ku di aktifkan lagi, boleh?"


"Boleh.." jawab Igo terpaksa.


"Yes." Sorak Tia kegirangan sambil berjoget-joget karena di bolehkan dinas malam.


Aksi Tia yang kegirangan itu jelas membuat gempa lokal di area pegunungan.


Igo mengusap wajahnya kasar melihat penampakan gempa lokal di area pegunungan Tialaya.


"Gak usah joget-joget gitu Ti, gempanya sampe kesini." Sindir Igo.


Tia yang tau maksud kata-kata suaminya langsung menutup gunung Tialaya nya dengan bantal sofa.


"Tapi nanti kalau kamu bikin susunan baloknya runtuh, kamu harus ikutin kemauan ku dalam waktu sebulan. Gimana?" Negosiasi licik pun mulai Igo ajukan.


"Kemauan apa dulu?"


"Ya terserah aku lah mau apa."


Tia memutar bola matanya malas.


"Jangan sebulan, seminggu aja gimana?" Tawar Tia.


"Ayo lah...please.." mohon Tia dengan raut wajah memelas.


"Dua minggu. Gak bisa di tawar lagi." Ucap Igo mengalah.


"Ya udah deh." Jawab Tia pasrah dengan keputusan suaminya itu.


Melihat wajah pasrah istrinya, senyum licik pun terbit dari bibir Igo.


"Ya udah cepetan." Desak Igo.


Tia pun mulai menarik satu balok dengan sangat hati-hati, sangking hati-hatinya ia sampai menahan nafas dan menahan kentut juga.


Dan...


BRUUUUUK.


Sesuai dengan prediksi Igo, susunan balok langsung runtuh seketika.


"Aaarghhh...sialan!!!!" Geram Tia karena gagal memenangkan permainan uno stacko.


"He..he..he..he.." layaknya pedofil yang siap menerkam bocah yang ada di hadapannya, dengan perlahan Igo mendekati istrinya dengan tawa mengejek.


"Kakak mau apa?" Tanya Tia panik.


"Mau apalagi, kalau bukan..." Igo langsung menyeruduk istrinya sampai tergeletak di lantai.


"Aaarkh...kak Igo...!!!" Teriak Tia.


Tak menghiraukan teriakan Tia, Igo langsung melahap rakus salah satu pegunungan Tialaya dan tangannya memilin buah karsen di puncak gunung yang satunya lagi.

__ADS_1


"Akh..kak pelan dong." Protes Tia karena Igo melahap dengan sangat rakus.


Igo pun berhenti dengan aksinya dan menjauhkan wajahnya dari salah satu gunung istrinya itu dan mulai berdiri sambil menarik tangan istrinya.


"Berhubung kamu kalah, jadi kamu harus nurutin kemauan aku selama dua minggu." Ucap Igo dengan nafas yang memburu dan suara yang berat.


"Pasti kakak mau minta yang aneh-aneh kan?" Tanya Tia sambil memicingkan matanya.


"Itu tau." Jawab Igo sambil mencolek dagu Tia.


"Udah ayo cepet, udah gak tahan nih." Igo langsung menggendong istrinya seperti anak koala menuju sofa.


Igo pun mendaratkan bokongnya di sofa dengan posisi Tia ada diatas pangkuannya.


Tanpa menunggu lama lagi, Igo langsung mengunyah bibir istrinya sangat rakus. Tangannya pun juga ikut memijat si kembar Tialaya.


"Aaakh.." racau Tia sambil melengkungkan tubuhnya saat dua buah karsennya di plintir dengan jemari mahir suaminya.


"Kamu suka?" Tanya Igo sambil melihat wajah Tia yang sudah memerah.


Tia tak sanggup menjawab dengan kata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kalau ia sangat menyukai permainan suaminya.


Igo tersenyum puas melihat anggukkan istrinya. Ia pun kembali memberikan sengatan-sengatan kenikmatan di area sensitif istrinya.


Tak di pungkiri, sebentar saja Igo menyengat Tia di area sensitifnya, hasrat Tia sudah sampai di ubun-ubun. Tia sampai menekan kepala suaminya, saat mulut suaminya sedang bermain di salah satu pengunungannya dan tangan satunya lagi sedang asyik berputar-putar di depan pintu lubang tambang yang masih tertutup terpal.


"Mau sekarang?" Tanya Igo yang tau bahasa tubuh istrinya itu.


Tia mengangguk.


Cepat-cepat Igo menaikkan sedikit bokong Tia untuk membuka terpal penutup lubang tambang.


Setelah terpal berhasil teronggok di lantai, perlahan Tia menggiring Dragon untuk masuk ke dalam lubang tambang.


"Sssh....ah..." racau Tia sambil membusungkan dadanya tepat di wajah Igo.


"Ssh...ouwgh...Ti.." racau Igo.


Keduanya meracau saat sang Dragon berhasil terbenam di dalam lubang tambang dengan sempurna.


"Enak?" Tanya Igo.


"Hemh..." jawab Tia yang sudah setengah sadar.


Igo tersenyum puas melihat ekspresi Tia yang menurut Igo sangatlah seksi.


Perlahan Igo pun menaik turunkan bokong Tia untuk memulai pengeboran.


Berbagai gaya pun mereka pakai untuk ritual pengeboran yang sedang berlangsung di ruang televisi.


Gaya kepiting capit belut, gaya ubur-ubur push-up, gaya gurita melambai-lambai, gaya kuda laut salto, dan di akhiri dengan gaya lumba-lumba lari maraton.


"Aaarrrgh..kak.." erang Tia.


"Aaargh Ti.." erang Igo.


Erangan panjang keluar dari mulut keduanya saat sudah sampai di puncak klimakstation.


Tia pun langsung menggelepar di atas lantai setelah selesai dengan klimakstationnya. Begitu pun dengan Igo, ia juga langsung mengambrukkan tubuhnya di sebelah sang istri setelah Dragon selesai menyemburkan racunnya.


๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ Hai para readers Smarthot dan Mesumhot, othor solehot ijin dulu yah tgl 23 dan 24 gak up dulu, mau anter kadal jantan sama kadal betina ke benua Afrika. Jadi ketemu lagi sama si Smarthot dan si Mesumhot tgl 25. Makasih ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

__ADS_1


__ADS_2