Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 90


__ADS_3

Igo pun memberi kode pada Mr. X untuk melakukan panggilan video dengan orangtua Roy.


Mr. X pun menganggukkan kepala dan mengerjakan apa yang di perintahkan Igo.


Tuuut...tuuut...tuuut. Bunyi nada sambung ke ponsel papanya Roy.


"Halo pah..tolongin Roy pah, Roy di sekap sama anaknya pak Mandala." Adu Roy begitu panggilan video tersambung.


"Cih...dasar anak manja!!!" Umpat Igo dalam hati mendengar Roy mengadu pada papanya.


Igo pun berjalan mendekati Roy dan berdiri tepat di belakang Roy.


"Halo om? Kenalin om saya Diego Orion Mandala. Om gak asing kan sama nama belakang saya?" Igo menyapa dengan gaya songongnya pada papanya Roy.


Papa Roy yang sebelumnya sudah di datangi asisten dan pengacara Igo diam seribu bahasa.


"Gimana om, udah ambil keputusan belum?" Tanya Igo.


Roy mengernyitkan keningnya sambil menoleh ke arah Igo.


"Keputusan apa? Loe bikin perjanjian juga sama bokap gue?" Tanya Roy menyelidik.


Igo tak menjawab pertanyaan Roy dan malah mengalihkan pertanyaan Roy pada papanya.


"Om..anaknya nanya nih, kita bikin kesepakatan apaan? Saya yang jawab apa om aja yang jawab?" Tanya Igo.


Papa Roy masih diam tak berani menjawab.


"Ya udah..saya yang jawab yah om." Ucap Igo dengan tengilnya.


Kini Igo menatap wajah Roy.


"Eh...bocah denger yah baik-baik. Jadi perusahaan bokap loe itu udah di akuisisi sama perusahaan gue, tapi tenang aja bokap loe masih bisa kok kerja di perusahaan baru gue itu yah..sebagai manajer lah asal...." Igo menggantung kata-katanya.


"Asal apa?" Tanya Roy penasaran.


"Asal bokap loe mau ngebuang loe ke benua Afrika. Kalau bokap loe gak mau ngebuang anaknya yang gak berguna kayak loe ke benua Afrika, yah terpaksa satu keluarga loe yang gue buang ke Antartika." Jawab Igo.


"Breng•sek loe!!!!" Umpat Roy.

__ADS_1


"Woooi bocah!!! Hukuman dari gue itu masih mending daripada bokap gue yang ngasih hukuman. Atau loe mau gue aduin sama bokap gue, biar dia aja yang turun tangan ngasih hukuman buat loe?" Tanya Igo.


"Kira-kira hukuman apa yah yang bakal bokap gue kasih kalau tau ada orang yang mau ngejebak anak kesayangannya dengan sebuah skandal. Kira-kira itu pisang kepok loe di jadiin apa yah sama bokap gue? Di jadiin bubur pisang kah atau pisang penyet atau mungkin godok-godok pisang?" Tanya Igo dengan nada mengintimidasi.


Roy tidak menjawab, ia hanya bisa menelan slivanya susah payah sambil membayangkan pisang kepoknya di olah seperti yang Igo katakan.


"Jadi gimana om, sudah punya keputusan belum?" Tanya Igo kembali pada papanya Roy.


"Aku hitung sampe lima puluh, kalau om gak jawab sampai hitungan ke lima puluh, berarti satu keluarga om akan saya kirim ke Antartika." Ancam Igo.


"Satu.." Igo pun mulai menghitung.


"Lima...pu...luh." padahal baru hitungan ke lima, tapi sudah di tambah kata puluh.


Mendengar Igo menyebut kata lima puluh, papa Roy langsung panik.


"Oke om kalau gitu..."


"Oke...oke, biar Roy saja yang kamu kirim ke benua Afrika, biar sekalian dia merenungi kesalahannya disana." Ucap papa Roy ketakutan.


Mata Roy membelalak mendengar papanya lebih memilih membuang dirinya.


"Gak usah teriak-teriak be•go!!!" Geram Igo sambil menoyor kepala Roy karena Roy berteriak tepat di telinga Igo.


"Baik lah, kalau itu keputusan om. Lusa saya akan kirim anak om ke benua Afrika bersama dengan calon menantu om. Jadi besok ada anak buah saya yang akan mengambil barang-barang keperluan anak om." Ucap Igo sambil mengarahkan kamera ke arah Sasha.


Setelah Igo dan papa Roy bersepakat, Igo pun mengakhiri panggilan videonya.


"Buruan tanda tangan." Perintah Igo


Tapi Roy masih bersikeras tidak mau menandatangani.


"Bro..." Igo memberi kode pada Mr. X untuk memaksa Roy menandatangani surat perjanjiannya.


Mr. X menganggukkan kepalanya.


Igo pun menjauh dari Roy dan Sasha dan berjalan mendekati Tia.


BUGH...BUGH...BUGH.. Setelah Igo menjauh barulah Mr. X menghajar Roy dan memaksa Roy menandatangani surat perjanjiannya.

__ADS_1


Sudah dipukuli, baru lah Roy si keras kepala menandatangani surat perjanjian itu.


Kini giliran Sasha. Mr. X menyodorkan surat perjanjian dan pena ke hadapan Sasha.


"Go...apa perusahaan papa ku juga kamu akuisisi?" Tanya Sasha dengan suara gemetar.


"Iya. Tapi tenang aja, mengingat kita adalah teman SD, gue akan tinggalin satu perusahaan kecil untuk bokap loe. Jadi cepat tanda tangani dan jangan membuang waktu gue. Atau loe akan di kuliti sama macan tutul gue." Jawab Igo.


Dengan tangan bergetar, Sasha pun mengambil pena yang di sodorkan Mr. X dan menandatangani surat perjanjian itu.


"Bawa mereka ke hotel yang paling murah dan kasih penjagaan ketat." Perintah Igo pada Mr. X dan anak buahnya yang lain setelah Sasha selesai menandatangani surat perjanjian.


Setelah urusan dengan kadal jantan dan kadal betina selesai, baru lah Igo dan Tia keluar dari gedung gudang itu untuk pulang ke apartemen mereka.


🎀 🎀 🎀


Kini Igo dan Tia sudah berada di apartemen tempat tinggal mereka.


Igo duduk di sofa basecamp sambil memainkan game online, menunggu Tia yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, rasa jengkel yang sempat hilang karena suaminya telah membuatnya menjadi macan tutul, kini rasa jengkel itu datang lagi saat melihat tato semi permanen yang Igo lukiskan dan ternyata bukan hanya di leher, melainkan hampir di seluruh tubuh Tia, bahkan di pahanya pun banyak mahakarya bibir Igo.


Apalagi saat mengingat kejadian di parkiran gudang tadi, emosi Tia makin menjadi-jadi.


"Awas kamu kak, aku bales!!!" Geram Tia.


Tia pun memakai bathrobe nya dan keluar dari dalam kamar mandi.


"Lama banget." Protes Igo karena sudah lebih dari setengah jam Igo menunggu istrinya mandi.


"Aku berendam bentar tadi, ngilangin pegel-pegel." Jawab Tia.


"Udah sana mandi, aku punya sesuatu yang spesial buat kakak." Ucap Tia dengan nada menggoda lalu mengerlingkan sebelah matanya kemudian berlalu dari hadapan suaminya dan masuk ke dalam ruang ganti.


Melihat gaya Tia yang menggoda, jelas saja Igo langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi dengan semangat empat lima.


Sampai di dalam kamar mandi, cepat-cepat Igo melepaskan semua pakaiannya dan membasahi tubuhnya di bawah guyuran air shower.


Padahal sebelum Tia menyuruhnya mandi dengan gaya menggoda, niat Igo hanya ingin cuci muka, sikat gigi dan memandikan Dragon saja. Tapi setelah istrinya menyuruhnya dengan gaya menggoda, Igo pun jadi semangat untuk mandi, karena Igo pikir Tia akan mengajaknya untuk melakukan pengeboran.

__ADS_1


Igo...Igo..dia masih belum sadar juga bagaimana tabiat istrinya. Harusnya ia sadar kalau istrinya tiba-tiba bersikap manis dan lebih condong menggoda, berarti Igo harus pasang kuda-kuda melarikan diri, bukan malah kesenangan seperti saat ini.


__ADS_2