
Mata Tia dan Igo membulat sempurna saat melihat isi amplop itu,sebuah foto berukuran 4R yang menampilkan jelas pose bibir Igo dan Sasha yang saling menempel.
Tia langsung memberi tatapan tajam pada Igo.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Tia dengan nada mengintimidasi.
"Ini..aku bisa jelasin sayang."
"Jelasin kalau kakak berlama-lama di apartemen perempuan itu untuk cium-ciuman gitu?" Bentak Tia.
"Bu-bu-kan gitu sayang,ini tuh tadi kecelakaan. Jadi tadi tuh...."
Tia tak memberi kesempatan untuk Igo menjelaskan, ia langsung memotong kata-kata Igo.
"Iya lah kecelakaan,orang tabrakan bibir!!!!! Sekarang udah jelas semua kenapa kakak ngotot banget belain dia!!! Ternyata kalian berdua emang ada afair!!!" Bentak Tia lagi,emosinya sudah di ubun-ubun.
Tia pun mendorong tubuh Igo dan hendak berlalu dari hadapan Igo.
Tapi tangan Igo menarik tangan Tia.
"Tunggu Ti,dengerin dulu dong penjelasan aku. Ini tuh gak seperti yang di foto." Dengan wajah memelas Igo memohon pada sang istri untuk mendengar penjelasannya. Tapi sayangnya Tia sedang tidak mau mendengar penjelasan apa-apa dari suaminya. Istri mana yang tidak marah,kecewa,sakit hati melihat bibir suaminya bertabrakan dengan bibir wanita lain.
"Minggir!!!! Aku gak mau denger penjelasan apa-apa!!!!" Tia menyentak tangan Igo hingga terlepas. Tia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan menuju kamarnya.
"Ti,jangan gini dong. Dengerin dulu penjelasan aku." Ucap Igo sambil mengekori Tia dari belakang.
Tiba-tiba saja Tia menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Igo.
"Denger yah kak,sebelum kakak ngasih penjelasan sama aku,mending kakak pikirin dulu deh kenapa foto itu ada. Gak mungkin kan foto itu ada karena ketidaksengajaan!!!" Setelah mengatakan itu,Tia kembali melangkahkan kakinya menuju kamar.
Sedangkan Igo terdiam di tempat memikirkan kata-kata Tia.
"Apa ini ulah nya Sasha? Apa benar Sasha sengaja ngelakuin ini untuk ngerusak hubungan gue sama Tia?" Lirih Igo. Sepertinya omongan Tia kali ini masuk di akal Igo.
__ADS_1
BRAAAK. Suara pintu yang tertutup dengan keras menyadarkan Igo dari lamunannya.
Siapa lagi yang membanting pintu kalau bukan Tia.
Igo menghela nafasnya melihat istrinya yang mengamuk seperti sekarang ini.
"Gue harus cari tau. Jangan sampe apa yang Tia bilang bener." Lirih Igo.
Igo pun melangkahkan kakinya menuju kamar Tia.
Tok tok tok. Igo mengetuk pintu kamar Tia.
"Ti,buka pintunya sayang." Teriak Igo dari depan pintu kamar istrinya.
"Aku gak mau dengar penjelasan kakak sebelum kakak sadar perempuan seperti apa temen kakak itu!!!" Balas Tia dari dalam kamarnya.
"Aku juga bukan mau ngejelasin kok."
"Basecamp kita masih berantakan Ti,masa aku tidur di kamar yang berantakan sih. Aku tidur bareng kamu yah."
"Enak aja!!! Gak mau!!! Kalau berantakan yah beresin lah!!! Kalau gak mau beresin,kakak tidur aja sana di apartemennya si perempuan ganjen itu!!!"
"Cih...ngapain juga aku tidur di apartemennya dia. Mending aku tidur bareng kamu."
"Tapi aku gak mau!!! Udah sana pergi,jangan berisik!! Aku mau tidur!!!"
Tak ingin membuat istrinya semakin mengamuk,Igo pun memilih pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan di dalam kamarnya,Tia sedang mengepalkan tangannya di depan cermin.
"Dasar semut rangrang,beraninya loe pake cara murahan buat ngerusak rumah tangga gue!!! Lihat aja bakal gue bales loe!!"
Dan malam ini terpaksa Igo harus tidur di dalam basecamp sendirian. Padahal baru saja tadi malam basecamp itu mulai berfungsi,tapi mulai malam ini sampai malam yang belum bisa ditentukan kapan berakhirnya,terpaksa Igo harus kembali tidur sendiri.
__ADS_1
🎀 🎀 🎀
Keesokan paginya demi mengembalikan mood Tia, Igo sengaja bangun jam lima subuh untuk belanja ke pasar tradisional. Ia ingin mengembalikan mood sang istri dengan menghidangkan menu spesial hasil karya tangannya.
Tia yang juga terbangun jam segitu karena ingin buang air kecil,penasaran dengan suara pintu depan yang terbuka kemudian tertutup lagi. Ia yakin kalau yang membuka pintu itu adalah Igo. Karena kalau maling yang masuk tidak mungkin suara pintu seribut itu.
"Kak Igo mau kemana jam segini?!" Gumam Tia sambil melirik jam yang menempel di dinding kamarnya.
Saat sedang memikirkan kemana suaminya pergi,tiba-tiba saja otak cerdas Tia memberikan ide cemerlang cara untuk membalas cara kotor Sasha.
"Gigi ganti gigi,tangan ganti tangan,dan cara kotor loe akan gue balas dengan cara kotor versi gue!!! Lihat aja nanti siapa yang berhasil bikin orang kebakaran bulu kuduk!!!" Kata Tia sambil memberikan senyum liciknya.
Tia pun keluar dari dalam kamarnya dan masuk ke dalam basecamp. Tujuannya adalah mencari ponsel Igo. Dalam hati Tia berdoa mudah-mudahan Igo tak membawa ponselnya keluar.
Bagai doa istri yang teraniaya di film ikan terbang,begitu juga lah doa Tia yang langsung di kabulkan,karena ternyata Igo tak membawa ponselnya.
"Gue yakin waktu itu yang bales pesan gue si semut rangrang. Dan sekarang lewat pesan yang gue kirim dari ponsel kak Igo juga,gue akan buat loe panas dingin!!!" Tia menggeram tatkala mengingat pertengkaran pertamanya dengan Igo hanya karena pesannya yang tak sampai di ponsel Igo.
Tia mengambil ponsel sang suami dan langsung membuka ponsel yang masih tidak diberi kode pengaman oleh Igo.
"Pantes si semut rangrang bisa sembarang balas pesan gue,orang ponselnya kak Igo yang di kunci ternyata!!"
Tia pun membuka aplikasi chat dan mencari nama Sasha,sayangnya nama Sasha tidak ada di ponsel Igo.
"Sialan,kok nama si semut rangrang gak ada disini sih?!" Gumam Tia karena nama yang tersimpan di ponsel Igo hanya lah nama Tia,orangtua Igo,orangtua Tia,kedua kakak Igo,kedua sahabat Igo dan yang terakhir nama asisten pribadi Igo,Duta.
Namun meski hanya nomor-nomor orang terdekat Igo yang tersimpan di buku telepon ponsel,tapi di panggilan masuk banyak sekali nomor-nomor tak dikenal. Sangking banyaknya,membuat Tia sulit menerka yang mana nomor Sasha.
Meski tak menemukan nomor Sasha,Tia tak kehabisan akal. Tia pun membuka akun sosial media milik Igo dan mengirim pesan ke Sasha melalui akun sosial media Igo.
"Sha,kalau kamu nanti gak sibuk,dateng yah jam sepuluh ke kantor aku." Begitu lah isi pesan yang Tia kirim ke Sasha.
Setelah terkirim,cepat-cepat Tia menghapus pesan itu dan mengembalikan ponsel Igo ke tempatnya semula. Kemudian keluar dari dalam kamar Igo dan masuk kembali ke dalam kamarnya sebelum Igo pulang.
__ADS_1