Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 77


__ADS_3

"Kak Igo...!!" Teriak Tia saat melihat Igo sedang mencekik leher Sasha.


Tia langsung berlari mendekati Igo dan Sasha.


"Kak, lepasin kak, jangan ngotorin tangan kakak hanya untuk mengatasi perempuan murahan kayak gini. Ayo kak lepas." Bujuk Tia.


Igo pun melunak dan perlahan melepaskan tangannya yang sedang mencekik Sasha.


"Uhuk...uhuk...uhuk.." Sasha langsung terbatuk-batuk begitu Igo melepaskan tangannya. Akhirnya Sasha bisa bernafas lega kembali.


Begitu melepaskan tangannya dari leher Sasha, Igo langsung memeluk Tia dengan sangat erat.


"Kakak kenapa?"


"Ti.."


"Hemh.."


"Horni Ti.."


Tia menjauhkan tubuh Igo untuk melihat kondisi suaminya.


Tia menggeram saat melihat wajah suaminya yang sangat merah, matanya juga sudah sangat sayu, nafasnya juga memburu seperti habis mengguncang ranjang lima ronde. Tia yakin kalau sekarang Igo sedang dalam pengaruh obat setan.


"Kakak minum dari gelas yang mana?" Tanya Tia.


Igo menunjuk gelas yang berisi koktail berwarna merah.


Tia melepaskan tangan Igo dari tubuhnya dan berjalan mendekati meja lalu mengambil gelas yang berisi koktail berwarna merah.


Dengan gelas berada di tangan Tia, Tia pun menghampiri Sasha yang masih terduduk lemas di sofa.


Dan tanpa Sasha duga-duga, Tia mencengkram dagu Sasha dan memaksa Sasha membuka mulutnya.


Sasha meronta tak mau membuka mulutnya, tapi tenaga Sasha tak sebanding tenaga Tia yang emosinya berada di level mematikan.


"Ti, kamu mau ngapain?" Tanya Igo saat melihat Tia memaksa Sasha membuka mulutnya.

__ADS_1


"Gigi ganti gigi, tangan ganti tangan. Aku gak rela kalau cuma kakak yang ngerasain efek obat perangsang!!! Perempuan ini juga harus ngerasain!!!" Jawab Tia.


"Cepet buka mulut loe!!!" Teriak Tia pada Sasha.


Akhirnya mulut Sasha pun terbuka, Tia langsung memasukkan koktail yang sudah di campur obat setan itu kedalam mulut Sasha sampai tidak tersisa.


Setelah memasukkan paksa minuman itu pada Sasha, gantian sekarang giliran otak dari kekisruhan rumah tangganya dengan Igo.


Tia berjalan mendekati pintu dan menjambak rambut Roy yang berdiri di depan pintu room dengan tangan yang sudah terikat.


"Masuk loe!!!" Kata Tia sambil menyeret Roy masuk ke dalam room.


"Ngapain dia di bawa kesini Ti?" Tanya Igo heran karena ada sosok Roy.


"Kakak tau dalang semua ini siapa?"


"Sasha." Jawab Igo.


"Sama Roy juga. Mereka berdua bekerja sama mau hancurin rumah tangga kita."


"Whaaaat?!" Teriak Igo tak percaya.


"Kamu mau apa dengan obat perangsang itu?"


Tia tak menjawab, ia hanya mengerlingkan matanya pada Igo.


"Oh.." Igo mengangguk-anggukkan kepala karena paham dengan kode yang Tia berikan.


Meski dirinya sekarang sedang susah payah menahan reaksi obat setan, tapi Igo tetap membantu sang istri mencari sisa obat perangsang yang Roy pakai. Igo merogoh, meraba dari ujung kaki sampai ujung kepala Roy.


"Ini dia." Kata Igo saat menemukan sisa obat setan itu di kantong kecil celana jeans yang Roy pakai.


Cepat-cepat Tia mengambil obat itu dan menuangkan semua sisa obat ke dalam minuman yang tadi Sasha minum. Kemudian kembali mendekati Roy sambil membawa gelas yang berisi koktail yang sudah ia campur dengan obat setan.


Mata Roy membelalak saat Tia berjalan ke arahnya.


Dan.

__ADS_1


Bugh..bugh...


Tia menendang tulang kering Roy sehingga membuat Roy berlutut.


"Aish..." ringis kesakitan Roy.


"Loe mau apa Ti? Jangan Ti, please." Mohon Roy.


Tapi Tia tidak memperdulikan permohonan Roy.


"Pak..sini.!!" Panggi Tia pada tim keamanan club yang berjaga-jaga di depan pintu room.


Dua tim keamanan pun masuk.


"Tolong buka mulutnya pak."


Dua tim keamanan langsung membuka paksa mulut Roy.


Setelah mulut Roy terbuka, cepat-cepat Tia memasukkan paksa minuman yang sudah ia campur obat setan itu ke dalam mulut Roy.


"Beres." Ucap Tia sambil menepuk-nepuk tangannya saat berhasil memindahkan minuman yang sudah tercampur obat perangsang ke dalam kerongkongan Roy.


"Pak, tolong kunciin mereka berdua disini." Perintah Tia pada manejer club.


Mata Igo membelalak mendengar kata-kata Tia. Karena apa yang Tia lakukan saat ini, hampir sama dengan apa yang pernah Yordan lakukan pada Fika, si tante girang mantannya Yordan.


"Ti, kamu serius?"


"Kenapa? Kakak mau ikutan di kurung juga disini?"


Cepat-cepat Igo menggelengkan kepalanya, ah...iya tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi di dalam room ini, jika tiga orang yang sedang di pengaruhi obat perangsang terkunci dalam satu ruangan.


"Ya udah kalau gak mau!!! Ayo pulang!!! Hukuman kakak udah menanti di rumah." Dengan angkuhnya Tia berjalan melewati Igo dan keluar dari dalam room enam.


Igo menelan slivanya susah payah. Melihat wajah bengis istrinya, tiba-tiba saja nyalinya menciut. Apalagi ia sadar kalau ini memang kesalahannya.


"Pak, beneran dua orang ini mau di kunci disini?" Tanya manajer club.

__ADS_1


"Kamu gak denger istri saya ngomong apa tadi?! Apa yang di bilang istri saya, lakukan saja!!! Dan satu lagi, jangan buka room ini kalau belum ada perintah dari saya!!! Atau saya ratakan nanti club ini!!!" Ancam Igo.


Igo pun berjalan keluar dari room dengan gaya se cool mungkin, padahal di bawah sana sang Dragon sudah meronta-ronta ingin terlepas dari bedongan.


__ADS_2