
Mama Wita langsung memberi tatapan tajam pada kak Shea agar kak Shea tak lagi banyak bicara dan mengejek anak kesayangannya.
"Cih..." decih kak Shea saat di berikan tatapan tajam oleh mama Wita.
"Ekhem..." pak Sakti yang juga sudah berada di dalam ruangan itu sengaja berdehem agar mama Wita dan kak Shea menghentikan perdebatannya.
"Di lihat dari hasil pemeriksaan,nak Igo hanya kelelahan,namun yang memicu sampai terjadi pingsan karena asam lambung nak Igo naik ditambah lagi tekanan darah yang rendah. Jadi nak Igo pingsan bukan karena kelelahan akibat memantau proyek bu Wita." Kata pak Sakti menjelaskan.
"Kok bisa asam lambung kamu naik? Jangan bilang...."
"Udah deh mah,gak usah lebay. Mama gak lihat tadi,pas kita masuk Igo lagi di suapin sama Tia. Jadi mama gak usah khawatir deh kalau Igo sakit,kan udah ada Tia yang ngurus." Kak Shea langsung memotong kata-kata mama Wita karena muak mendengar sang mama yang terlalu berlebihan mengkhawatirkan Igo.
Tatapan mama Wita langsung mengarah ke Tia yang sedang berdiri di sampingnya.
"Semua harus di akhiri hari ini juga." Kata mama Wita sambil menatap sinis Tia.
"Apanya yang di akhiri mah?" Tanya Igo. Raut wajah panik tak bisa ia tutupi saat melihat sang mama menatap sinis Tia,takut-takut sang mama akan membatalkan pernikahannya dengan Tia.
Sedangkan dari sisi Tia,hatinya sudah kesenangan karena berpikir kalau mama Wita akan membatalkan pernikahannya dengan Igo.
"Apalagi kalau bukan proyek rumah singgah."
"Rumah singgah udah selesai kok mah,udah siap di huni."
Mata Tia langsung membelalak saat mendengar rumah singgah sudah selesai dan siap huni.
"Tetap aja hubungan kamu sama Tia harus di selesaikan."
Kini gantian mata Igo yang membelalak kaget. Bukan hanya Igo,kak Shea dan pak Sakti pun ikut kaget.
"Kok di selesaiin sih mah? Kan Igo udah nepatin janji menyelesaikan rumah singgah kurang dari tiga bulan."
__ADS_1
"Iya buk Wita. Bu Wita tidak bisa mengakhiri perjodohan anak-anak kita dengan sebelah pihak,apalagi nak Igo.."
"Loh...loh...memangnya siapa yang bilang mau mengakhiri pernikahan?"
"Mama...buk Wita." Kata Igo dan pak Sakti kompak.
"Makanya kalau saya belum selesai ngomong jangan langsung berasumsi sendiri."
"Maksud mama?"
"Maksud mama,hubungan kamu sama Tia yang masih dalam tahap uji coba harus di selesaikan dan langsung naik ke level pernikahan. Besok pagi mama akan panggil pemuka agama dan orang catatan sipil untuk menikahkan kalian."
Semua mata membelalak karena kaget,termasuk Tia. Tapi bedanya hanya Tia lah yang kaget karena harapannya agar pernikahannya dengan Igo gagal,pupus sudah.
"Haah??!!!!" Teriak Tia kaget.
"Ma...maksud tan..te?"
"Tia sayang,manggilnya jangan tante dong. Panggil mama. Oke." Kata mama Wita sambil mengelus rambut Tia.
"Tapi tan...eh..mah.."
"Iya...iya mama tau,kamu pasti kaget karena terlalu senang kan? Sama mama juga. Mama juga kaget,karena hubungan kamu dan Igo berkembang dengan pesat. Mama harap setelah kalian menikah,kalian bisa terus memupuk benih-benih cinta di hati kalian yang sudah mulai tumbuh." Kata mama Wita lagi memotong kata-kata Tia yang ingin protes.
Makin menganga saja Tia mendengar kata-kata mama Wita yang menurutnya sangat lah ngelantur.
"Jadi gimana pak Sakti? Pak Sakti setuju kan kalau besok Tia dan Igo menikah?"
"Bukannya saya tidak setuju buk Wita,tapi menikah itu kan banyak sekali yang harus di siapkan,sedangkan kita belum menyiapkan apa-apa."
"Bapak tenang aja,semua beres di tangan anak saya Shea." Jawab mama Wita santai.
__ADS_1
Kak Shea sampai tersedak air liurnya sendiri saat mama Wita menyebut namanya.
"Mama apa-apaan sih? Mama yang punya ide,kenapa Shea yang di repotin?!"
"Diem kamu,gak usah banyak protes,kerjain aja apa yang menjadi tanggung jawab kamu sebagai seorang kakak. Lagian persiapannya gak ribet kok,kan Tia minta pernikahannya tertutup. Jadi kamu cukup urus kebaya dan jas untuk Igo dan Tia pakai sama panggil pemuka agama untuk menikahkan mereka dan orang catatan sipil untuk mencatat pernikahan mereka. Gampang kan!!!"
"Gimana pak Sakti? Bapak setuju?"
Pak Sakti nampak memikirkan ide mama Wita.
"Plis pi tolak pi...plis pi tolak." Doa Tia dalam hati.
Tiba-tiba saja pintu kamar rawat Igo terbuka.
Ceklek. Sontak semua mata langsung mengarah ke pintu.
Mami Saskia yang baru selesai menerima pasien langsung datang ke kamar rawat Igo.
"Ada apa ini? Kok mukanya pada tegang semua?" Tanya mami Saskia.
Tia menghela nafasnya saat melihat ternyata sang mami lah yang datang.
"Kelar hidup gue. Gak bakal ada harapan ini mah." Kata Tia dalam hati. Pasrah.
"Untung kamu dateng mi. Ini buk Wita..."
"Jadi gini jeng Saskia,saya mengusulkan Tia dan Igo besok langsung menikah saja. Selain karena rumah singgah sudah selesai,saya juga bisa mengendus adanya benih-benih cinta yang mulai tumbuh dari keduanya. Kan bahaya jeng kalau sampai mereka udah saling jatuh cinta tapi gak kita langsung halalkan,takutnya jadi dosa. Apalagi Igo kan pria matang,pasti adalah keinginan-keinginan untuk meninabobokan Tia saat mereka berduaan. Jadi sebelum hal itu terjadi,jadi lebih baik kita sah kan dulu status mereka,jadi kalau mereka mau main ninabobo-ninaboboan atau main salon-salonan atau main basah-basahan,itu terserah mereka. Gimana jeng Saskia,jeng Saskia setuju kan?" Kata mama Wita panjang lebar memotong kata-kata pak Sakti yang ingin memberi penjelasan pada mami Saskia.
"Tapi jeng..."
"Jeng Saskia tenang aja,semua persiapan biar Shea yang menyiapkan. Jadi besok kita nikahkan anak-anak kita di sini." Kata mama Wita lagi.
__ADS_1
"Gak bisa!!!" Tolak mami Saskia.
Mata Tia membelalak kaget. Kaget karena ternyata mami Saskia memihak padanya.