Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 91


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian, Igo pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Tia yang sedang memakai cream malamnya di meja rias sontak menoleh ke arah pintu kamar mandi.


Tia pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati suaminya sambil menebarkan senyum untuk membuat suaminya terpesona, agar suaminya tidak curiga dengan niat busuknya.


"Sini kak, aku pijatin." Ucap Tia sambil menggiring suaminya menuju ranjang.


"Hah..pijat?" Otak Igo travelling kemana-mana . Ia pikir akan ada ritual pijat plus-plus menutup malam mereka.


Igo yang otaknya sudah mesum tingkat dewa, pasrah-pasrah saja di giring istrinya ke atas ranjang.


"Tengkurap." Perintah Tia.


Igo pun menurut.


"Tunggu yah sayang, aku ambil sesuatu yang hot-hot dulu." Ucap Tia genit.


Makin kedut-kedutan saja Dragon di bawah sana mendengar kata-kata Tia. Dengan setia dan penuh kepasrahan, Igo pun menunggu istrinya.


Di pikiran Igo yang hot-hot itu adalah baju dinas peranjangan yang super hot. Tapi sayangnya apa yang Igo pikirkan jauh dari kenyataan, karena yang Tia maksud dengan yang hot-hot adalah balsem Geligak.


Setelah mengambil balsem Geligak dan uang koin, Tia pun naik ke atas ranjang. Ia menyembunyikan balsem dan uang koin di balik bokongnya.


"Loh...kamu gak ganti baju dinas Ti?" Tanya Igo heran karena istrinya datang tidak memakai baju dinas.


"Baju dinas dokter?" Tanya Tia pura-pura tidak tahu.


"Baju dinas pengeboran lah sayang."


"Oh...itu mah nanti kak, habis selesai pijat. Kan kakak udah capek semaleman ngebor ditambah paginya lagi masih ada satu shift,eh....baru istirahat sebentar udah gendong aku turun tangga, nyetir, urus sepasang kadal. Jadi sebagai istri yang smarthot, malam ini aku akan merelakan sedikit tenaga ku untuk menyervis kakak." Oh...Tia manisnya mulut mu merayu suami mu yang mesumhot.


"Oke lah sayang, terserah kamu aja. Aku pasrah aja." Ucap Igo. Ia pun kembali menaruh dagunya di atas bantal, tangannya pun ia rentangkan lebar-lebar.


Perlahan Tia menarik handuk yang masih melingkar di pinggang suaminya kemudian melemparkan handuk itu ke sembarang arah.


Tubuh Igo pun polos, untung posisi Igo sekarang tengkurap, kalau terlentang pasti Tia jadi gagal fokus karena melihat penampakan Dragon yang masih bobok ganteng.


"Pembalasan di mulai!!!" Ucap Tia dalam hati sambil naik ke atas punggung suaminya.


"Ah...Ti..." erang Igo saat Tia naik ke atas punggungnya, padahal Tia belum berbuat apa-apa.


"Cih...apaan sih!!!" Omel Tia.


"Kamu baru naik di atas punggung aja, aku langsung turn on Ti, aku balik badan aja yah, biar kamu mijatnya dari depan aja." Ucap Igo.


Tia memutar bola matanya malas ingin sekali ia menjitak kepala suaminya itu dengan pentungan satpam. Benar apa yang di katakan Nia dan Ica kalau suaminya sama saja dengan suami para sahabatnya itu, golcep alias senggol nancep.

__ADS_1


"Jangan dong kak, kalau bagian depan itu beda lagi cara mijatnya nanti." Sengaja Tia membuat otak suaminya travelling.


"Oh...honey..jadi gak sabar." Dan benar saja, otak Igo sekarang sudah travelling kemana-mana.


Tia pun mulai membuka balsem Geligak dan membalurkan ke punggung suaminya itu.


Menghirup aroma balsem, otak Igo yang sedang membayangkan gaya Tia memijat bagian depannya langsung buyar seketika.


"Kamu pakein apaan itu Ti?" Tanya Igo curiga .


"Nih. Balsem Geligak." Tia memperlihatkan balsem ke wajah Igo.


"Astaga Tiaaaaaaaaa!!!!" Teriak Igo. Sontak ia pun ingin membalikkan tubuhnya, tapi niatnya itu ia urungkan karena Tia sudah lebih dulu mengancamnya.


"Mau diem apa gak!!! Kalau kakak balik badan, aku di kamar sebelah.!!!" Ancam Tia.


Igo pun memilih diam dan pasrah.


"Kamu mau apain punggungku Ti? Katanya mau ngasih yang hot-hot." Rengek Igo.


"Lah emangnya ini balsem kurang hot?"


"Bukan hot yang ini maksudnya."


"Salah sendiri siapa suruh punya otak mesum mulu!!! Udah diem jangan bergerak. Aku mau bikin mahakarya di punggung kakak."


Tia tidak menjawab, ia mengeluarkan uang koin dan mulai mengerok punggung suaminya.


"Aaaaaakkkh..." jerit Igo saat Tia mulai mengerok.


"Kamu apain itu?" Teriak Igo.


"Ini namanya di kerok kak, udah diem jangan banyak bergerak, lemesin aja biar gak sakit!!!"


"Untuk apa coba kamu ngerok-ngerok punggung ku?"


"Mau kakak aku ngerok Dragon gitu?"


Igo menggelengkan kepalanya cepat.


"Udah deh jangan banyak protes, ini balasan karena kakak udah banyak ninggalin cap bibir di badan aku."


"Lah aku kan pake bibir Ti, bukan pake balsem sama koin. Harusnya kalau mau bales juga pake yang sama dong." Protes Igo.


Geram karena suaminya terus-terusan protes seperti emak-emak yang protes kalau harga cabe naik, Tia pun menekan uang koin di kulit punggung suaminya.


"Aaaakh...pelan-pelan Tia, nanti terkelupas kulitnya!!!" Protes Igo lagi.

__ADS_1


"Makanya diem!!!" Balas Tia dengan nada suara meninggi.


"Makin kakak gak bisa diem, aku makin kencengin kerokannya!!" Ancam Tia.


Igo pun pasrah merasakan yang hot-hot sekaligus pembentukan mahakarya tangan Tia di punggungnya.


Setelah hampir satu jam, Tia pun selesai membuat mahakaryanya, bukan hanya di punggung melainkan di lengan atas kedua tangannya serta di kedua pahanya.


"Oke selesai." Ucap Tia sambil menutup kembali balsemnya.


Cepat-cepat Igo membalikkan tubuhnya kemudian beranjak dari atas ranjang dan berlari ke kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi, Igo langsung mengguyur tubuhnya di bawah pancuran shower. Tia sukses membuat sekujur tubuhnya benar-benar hot sekarang.


Dan acara hot-hot Tia dan Igo malam itu di sponsori oleh balsem Geligak.


🎀 🎀 🎀


Masa cuti Tia pun habis, jadi pagi ini Tia sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Selain Tia yang siap-siap berangkat kerja, ada Igo yang juga telah bersiap-siap, tapi bukan bersiap-siap untuk berangkat kerja melainkan bersiap-siap untuk menjadi tukang ojek istrinya.


"Sayang, nanti habis nganter kamu, aku pergi ke tempat gym yah." Ijin Igo.


"Sama siapa?" Tanya Tia menyelidik.


"Sama Irlan dan Yordan." Jawab Igo.


"Bohong!!! Mana mungkin kak Irlan sama kak Yordan punya waktu ngegym. Dan lagian kalaupun ada waktu, yah gak mungkin pagi-pagi gini."


"Astaga...ya udah nih kalau gak percaya, tanya aja sama orangnya langsung." Igo pun hendak mengambil ponselnya untuk menghubungi Yordan ataupun Irlan.


"Eh...gak usah-gak usah, iya deh percaya." Tia langsung mencegah suaminya yang hendak menghubungi dua sahabatnya itu.


"Terus nanti habis ngegym mau kemana lagi?" Tanya Tia


"Ya gak kemana-mana lah, paling ke kantor bentar sambil nungguin kamu pulang kerja." Jawab Igo.


"Oh..jangan macem-macem yah. Awas kalau kejadian kemaren terulang lagi, tiada maaf bagimu." Ancam Tia.


"Iya sayang..iya. Udah yuk berangkat." Ajak Igo. Igo pun mengambil tas ranselnya yang berisi pakaian ganti untuk ia pakai ngegym nanti. Kemudian menggandeng tangan Tia keluar dari dalam apartemen mereka.


Setelah hampir lima belas menit berkendara dengan si Cheetah, akhirnya mereka sampai di pelataran rumah sakit.


Tia pun turun dari atas punggung Cheetah dan membuka helmnya kemudian memberikan helm itu pada suaminya.


"Aku masuk yah." Pamit Tia.


Igo pun menganggukkan kepalanya dan sambil melambai-lambaikan si Dragon, eh...salah...melambaikan tangannya maksudnya.

__ADS_1


Setelah tubuh Tia tidak kelihatan lagi, baru lah Igo pergi dari pelataran rumah sakit menuju tempat gym dimana dirinya dan kedua sahabatnya akan gymbar alias ngegym bareng.


__ADS_2