
Malam berganti pagi.
Dan pagi ini Tia bangun lebih dulu dari Igo karena kebelet ingin buang air kecil.
Tia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.
Saat matanya terbuka sempurna,ia merasakan ada tangan besar sedang menggenggam tangan kirinya yang tidak di pakaikan infus dengan erat,tangan siapa lagi kalau bukan tangan Igo. Satu malaman tangan Igo menggenggam tangan Tia dan dengan telatennya Igo juga mengkompres kening Tia. Karena saat tengah malam,tiba-tiba suhu tubuh Tia naik lagi,jadi mau tidak mau Igo harus mengkompres tubuh Tia lagi.
Tia tersenyum melihat sang suami menggenggam tangannya erat. Ia pandang lekat-lekat wajah Igo yang masih tertidur. Memandang wajah Igo yang sedang tidur,membuat hati Tia selalu berdebar-debar,karena saat tidur wajah Igo sangat lah menggemaskan dan aura kelaki-lakian Igo lebih memancar disaat sedang tidur.
"Udah puas ngeliatin muka baby face aku?" Tiba-tiba saja Igo membuka suaranya tanpa membuka matanya.
Sontak Tia pun kaget dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
Tau kalau sang istri sedang malu karena kepergok sedang memandang wajahnya,Igo langsung menarik tubuh Tia agar kembali menghadap dirinya kemudian memeluk tubuh Tia dengan erat.
"Gak usah malu gitu dong sayang. Muka aku ini udah sah jadi milik kamu,jadi kamu punya hak ngeliatin muka aku sampe gumoh sekalipun."
"Siapa juga yang ngeliatin muka kakak?! Orang aku tadi mau bangunin kakak kok,kan biasanya jam segini kak Igo udah bangun." Jawab Tia menyangkal.
"Cieee yang udah mulai hapal sama kebiasaan suaminya. Padahal kita tidur gak sekamar,tapi kamu tau kalau jam segini aku udah bangun. Gimana kalau kita tidur sekamar,jangan-jangan nanti kamu hapal lagi jam berapa aja Dragon minta nyusu." Goda Igo.
"Ish...selalu deh bahasnya kesitu.!!!" Geram Tia sambil memukul dada Igo pelan. Gara-gara kata-kata Igo,wajah Tia sampai memerah karena malu.
Igo tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda Tia sampai wajah Tia memerah.
"Kak Igo gak kerja?"
Igo menggelengkan kepalanya.
"Gimana mau kerja kalau istri aku,lope-lope aku,dadar gulingnya aku lagi sakit. Kerja pun gak bakalan konsen. Mending aku dirumah selimutan berdua sama kamu."
__ADS_1
"Ish..mulai deh mesumnya." Kata Tia sambil memanyunkan bibirnya.
"Selama kita nikah,kok aku hampir gak pernah lihat kak Igo ke kantor sih? Kak Igo punya kerjaan gak sih sebenarnya? Atau jangan-jangan cuma ngandelin harta orangtua doang?" Tanya Tia penasaran.
Wajar Tia bertanya seperti itu,karena semenjak mereka menikah,bisa di hitung dengan jari berapa kali Igo pamit ingin ke kantor,itu pun hanya beberapa jam di kantor. Selebihnya waktu Igo hanya lah untuk ngintilin Tia. Istri mana yang tidak curiga kalau suaminya seperti itu,jadi tidak salah kalau Tia berasumsi kalau Igo hanya mengandalkan harta orangtuanya saja.
"Enak aja!! Aku tuh kerja kayak tuyul sayang,gak perlu di lihat orang,gak perlu penghargaan dari orang tapi hasilnya jelas. Nih buktinya aku bisa beli apartemen ini cash dari hasil keringat aku. Jadi kamu tenang aja,biarpun aku terlahir sebagai sendok emas tapi aku tau kok tanggung jawab aku sebagai laki-laki dan sebagai suami."
"Terus kenapa kakak jarang ke kantor?"
"Kan aku punya asisten,kalau tiap hari aku berangkat ke kantor dan capek-capek in diri aku untuk ngurus urusan kantor,terus apa gunanya semua karyawan aku gaji tinggi-tinggi." Jawab Igo sombong.
Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Kalau bukan gara-gara mama Wita yang memberi peringatan pada kak Shea dan bang Vier untuk tidak melimpahkan pekerjaan mereka pada anak kesayangannya sebelum mama Wita dan papa Oscar pergi ke luar negri,pasti sekarang Igo sedang berkutat dengan berkas-berkas yang harus diperiksa dan harus rela menghabiskan waktunya untuk meeting dengan para klien yang ingin bekerja sama dengan perusahan Mandala Group.
Karena sudah jadi kebiasaan dan keharusan bagi kak Shea dan bang Vier menindas Igo dengan segudang pekerjaan kalau orangtua mereka pergi ke luar negri. Tapi untungnya kepergian orangtua mereka kali ini,mama Wita sudah memberi peringatan untuk kak Shea dan bang Vier. Jadi kepergian mama Wita dan papa Oscar kali ini, Igo benar-benar memiliki banyak waktu untuk mengintili sang istri.
Tia menaikkan sudut bibirnya mendengar kata-kata Igo yang sombong.
"Kamu mau kemana?" Tanya Igo setelah Tia berhasil melepaskan diri dalam pelukannya.
"Mau ke kamar mandi." Jawab Tia sambil menurunkan kakinya.
"Kamu mau mandi? Jangan mandi dulu,nanti aku lap badan kamu. Kamu tuh belum sehat banget Ti,nanti badan kamu panas lagi." Protes Igo panjang lebar.
"Siapa juga yang mau mandi,orang aku mau pipis kok." kata Tia balik memprotes Igo.
"Oh...bilang dong." Igo pun turun dari atas ranjang untuk membantu Tia pergi ke kamar mandi.
"Kakak mau apa?"
"Yah mau bantu kamu ke kamar mandi lah."
__ADS_1
"Gak usah,aku bisa sendiri. Kakak tolong ambil kotak P3K aja,biar aku lepas infus ini."
"Kok di lepas? Kan cairannya masih ada?"
"Aku udah gak pa-pa kak,minum vitamin dua atau tiga kali aja udah kuat lagi kok."
"Berarti udah bisa di ajak main trampolin diranjang dong?" Goda Igo.
"Ish..au ah. Udah sana ambilin kotaknya,aku pipis dulu." Balas Tia. Tia pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Sedangkan Igo keluar dari kamar Tia untuk mengambil kotak P3K yang Tia minta.
🎀 🎀 🎀
Setelah melepas infus dari tangannya,Tia pun kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tia tak berlama-lama di dalam kamar mandi,karena ia sadar kalau dirinya sedang dalam tahap recovery,tidak sampai lima belas menit Tia pun keluar.
Begitu keluar dari dalam kamar mandi,Tia tak menemukan Igo di dalam kamarnya karena sekarang Igo sedang membuat sarapan bubur ayam lagi untuk Tia.
Tia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang ganti.
Mata Tia membelalak,betapa terkejutnya dia saat melihat handuk kesayangannya sudah compang-camping.
"Pasti kerjaan kak Igo.!!!" Geram Tia.
Dengan nafas memburu,Tia pun keluar dari dalam kamarnya.
"Kak Igo...!!" Teriak Tia.
"Disini sayang." Sahut Igo dari arah dapur.
Mendengar suara sang suami yang menyahut dari arah dapur,Tia pun berjalan dengan langkah panjang menuju dapur.
__ADS_1