Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 38


__ADS_3

"Tia...!!" Panggil seseorang.


Tia pun memutar tubuhnya untuk melihat siapa sosok yang memanggilnya.


"Roy. Mau ngapain lagi buaya empang satu ini.!!" Gerutu Tia saat tahu kalau Roy si laki-laki yang sebelas dua belas dengan suaminya.


Roy adalah salah satu laki-laki yang mengejar-ngejar Tia di kampus,tapi seperti biasa,Tia akan mengeluarkan jurus jutek nya kalau ada laki-laki tengil yang sudah di tolak tapi masih nekat mendekatinya. Apalagi di kampusnya,Roy terkenal playboy dan itu salah satu alasan Tia ogah menanggapi Roy. Roy dan Tia beda jurusan,Roy juga sudah di wisuda dan bekerja di perusahaan ayahnya sendiri. Makanya Roy bisa leluasa menemui Tia di jam-jam kantor seperti saat ini. Dan ini bukan lah pertama kali Roy mendatangi Tia di rumah sakit.


Karena tak suka dengan kedatangan Roy,Tia melengos dan kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


Melihat Tia melengos,dengan langkah panjang Roy menghampiri Tia.


"Temenin aku makan yuk." Ajak Roy sambil merangkul pundak Tia.


"Ikh...jangan pegang-pegang!!!" Sentak Tia dan langsung melepaskan rangkulan tangan Roy di pundaknya.


"Gue sibuk!!" Jawab Tia ketus.


"Sibuk apa? Ini kan jam makan siang!!!" Kata Roy masih belum menyerah.


Tia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Ayo lah Ti,sekali doang. Loe deh yang milih tempatnya." Mohon Roy lagi.


"Loe tuli yah?! Loe gak denger kalau tadi gue bilang gue sibuk!!! Udah sana loe pergi deh,tensi gue naik ngeliat muka loe!!"


"Tapi ini kan jam makan siang Ti,emangnya loe gak laper? Ayo lah Ti.." rengek Roy sambil menggenggam tangan Tia.


"Ikh...lepas!!! Udah gue bilang jangan pegang-pegang!!!" Ronta Tia sambil berusaha menghentakkan tangan Roy dari tangannya tapi tidak bisa karena Roy menggenggam tangan Tia dengan erat.


"Gue gak akan lepasin sebelum loe mau makan siang bareng gue!!!" Ancam Roy.


"Gue bilang lepas,lepas yah Roy!!! Jangan sampe gue keluarin tuh ginjal loe!!" Jawab Tia balik mengancam.


Tapi sayangnya Roy tidak memperdulikan ancaman Tia dan malah menarik tubuh Tia agar tubuh mereka makin berdekatan.


"Keluarin deh ginjal gue sekarang." Bisik Roy ditelinga Tia.

__ADS_1


Dan ternyata perdebatan Roy dan Tia itu ada yang salah menanggapi.


"Tia!!!" Teriak Igo saat melihat posisi Roy dan Tia yang tak berjarak,bahkan sekarang mata Igo menangkap Roy seperti sedang mencium pipi Tia.


Sontak Roy dan Tia menoleh ke arah Igo yang sedang berjalan ke arah mereka dengan rahang yang mengeras dan tangan mengepal siap untuk mendaratkan bogem mentah ke Roy.


BUGH. Igo langsung meninju wajah Roy. Dan pukulan Igo berhasil membuat Roy terhuyung dan genggaman tangannya dari tangan Tia pun terlepas.


Rasanya Igo belum puas meninju Roy karena Igo pikir barusan Roy mencium Tia. Igo pun hendak mendaratkan tinjunya lagi ke wajah Roy,tapi Tia langsung memeluk Igo agar tidak lagi memukul Roy.


"Udah kak,jangan di terusin!!! Inget kak,ini rumah sakit." Kata Tia mengingatkan Igo.


Igo pun mengatur nafasnya untuk mengendalikan emosinya. Aroma vanila yang menguar dari rambut Tia membuat emosi Igo dengan cepatnya terkontrol.


Perlahan Tia melepaskan pelukannya saat merasakan emosi sang suami yang mulai stabil.


"Dasar sin•ting loe yah,gak kenal tapi asal main ninju-ninju!!! Minta maaf loe ke gue,kalau gak gue bawa masalah ini ke polisi.!!!" Bentak Roy pada Igo.


"Loe juga Ti,ngapain loe meluk-meluk dia!!! Yang di tonjok tuh gue,kenapa loe meluk dia.!!" Kini Roy mengomeli Tia.


"Mau gue tonjok sekali lagi loe berani nyuruh Tia meluk-meluk loe!!! Loe pikir loe siapa!!! Loe mau ngaduin gue ke polisi? Aduin sana!!! Gue gak takut!!!"


"Ayo Ti,kita tinggalin aja orang gila ini.!!!" Kata Roy sambil menarik tangan Tia.


Dengan sigap,Igo langsung melepaskan tangan Roy yang sudah memegang tangan Tia dan langsung mengunci tangan Roy ke belakang.


"Berani loe yah nyentuh Tia!!! Mau gue patahin nih tangan loe,hah!!!"


"Aaaw...!!! Dasar sin•ting loe!!!! Lepasin!!!" Teriak Roy sambil kesakitan.


Bukannya melepaskan Igo malah makin memelintir tangan Roy.


"Aaaw...sakit sin•ting!!!" Roy makin berteriak kesakitan.


"Kak Igo,udah lepasin!!!! Jangan bikin ribut kak,ini rumah sakit. Jaga nama baik papi kak.!!" Mohon Tia pada Igo. Bukan karena membela Roy,tapi ia tidak mau nama baik papinya tercoreng karena keributan yang Igo buat.


Igo menghela nafasnya kasar dan mendorong tubuh Roy.

__ADS_1


"Denger yah,ini peringatan pertama dan terakhir buat loe. Gue gak mau lihat loe deket-deket sama Tia,apalagi sampe megang-megang!!! Berani loe ngelakuin itu,gue pastiin loe langsung nginep di kamar mayat!!!!" Ancam Igo dengan muka bengisnya.


"Cih...emangnya loe siapa berani ngelarang-ngelarang gue deketin Tia?!" Tanya Roy dengan songongnya.


"Breng•sek loe!!!! Tia itu is..."


"Kak Igo!!!" Sentak Tia agar Igo tak melanjutkan kata-katanya.


Igo menghela nafasnya,hampi saja mulutnya keceplosan mengatakan kalau Tia adalah istrinya.


"Tia itu tunangan gue!!!" Jawab Igo melanjutkan kata-katanya yang sempat terpotong tadi.


Mata Tia dan Roy membelalak bersamaan.


Kalau Tia kaget karena tak menyangka kalau Igo mengatakan mereka bertunangan. Sedangkan Roy kaget,karena tidak mungkin Igo adalah tunangan Tia karena setau Roy,Tia masih jomblo dan Tia juga sangat susah di takluki.


"Hahahaha...." tak lama Roy tertawa.


"Gak mungkin loe tunangannya Tia. Kalau emang loe tunangannya Tia,mana buktinya?" Tantang Roy.


"Oh...loe mau buktinya. Oke gue buktiin!!" Jawab Igo mantap.


Mendengar jawaban Igo,Tia malah ketar-ketir.


"Kakak mau buktiin apa?" Bisik Tia pada Igo.


Igo tersenyum penuh kelicikan.


"Loe lihat baik-baik yah ini buktinya!!" Kata Igo pada Roy.


Dan tanpa Tia duga,Igo langsung menarik tengkuk Tia dan langsung mencium bibir Tia.


Mata Roy membulat sempurna,ia sangat shock melihat apa yang terjadi di hadapannya.


Bukan hanya Roy,mata Tia juga membulat sempurna saat Igo tiba-tiba mencium bibirnya. Sontak Tia mendorong tubuh Igo agar pertemuan bibir mereka terlepas. Untung aja sekarang mereka berada di lorong ruangan dokter pembimbing Tia yang suasananya sepi. Jadi tidak ada orang yang melihat kejadian ini.


"Gimana,sekarang loe percaya kan kalau Tia tunangan gue?!" Tanya Igo sinis pada Roy.

__ADS_1


Roy tidak menjawab,matanya masih membulat dan mulutnya masih menganga tidak percaya.


__ADS_2