Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 68


__ADS_3

Tak lama setelah Tia masuk ke dalam kamarnya,Igo pulang dengan membawa dua kantong kresek besar yang berisi segala jenis bumbu dapur dan segala jenis bahan makanan untuk stok seminggu.


Setelah mengeluarkan bumbu-bumbu dan bahan-bahan yang akan di pakai untuk membuat menu spesial untuk menaikkan mood sang istri,Igo pun memasukkan sisa bumbu dan bahan makanan yang tidak terpakai di dalam kulkas.


Igo pun mulai memasak menu spesial untuk Tia. Menu yang akan Igo masak pagi ini adalah gurame goreng tepung saus asam manis dan sayur asem. Tidak banyak menu makanan memang yang Igo masak karena memang mereka hanya berdua. Karena kalau memasak banyak menu,takutnya malah terbuang.


Dari dalam kamarnya,Tia menempelkan telinganya di pintu dan menajamkan pendengarannya untuk mendengar aktivitas yang sedang di lakukan Igo.


"Kak Igo mau masak?" Gumam Tia saat mendengar bunyi nyaring penggorengan.


"Pasti dia mau ngerayu aku pake masakannya." Gumam Tia lagi.


Tak berniat membantu sang suami yang sedang sibuk di dapur,Tia memilih untuk mandi.


Menu spesial untuk memikat hati istri pun siap di hidangkan.


Igo pun berjalan menuju kamar Tia.


Baru saja tangan Igo hendak mengetuk pintu kamar Tia,tiba-tiba saja pintu kamar Tia terbuka.


"Kamu udah bangun?" Tanya Igo saat melihat sang istri membuka pintu kamarnya.


"Menurut kakak?" Jawab Tia sinis.


"Masih marah aja dia." Gumam Igo dalam hati mendengar jawaban sinis Tia.


"Aku udah masak makanan spesial buat kamu. Kita makan yuk." Ajak Igo sambil menarik tangan Tia.


Tia menurut saja saat Igo menarik tangannya menuju ruang makan,karena tidak mungkin juga ia menolak makanan yang di masak oleh suaminya,karena masakan suaminya sangat lah enak.


Setelah sampai di ruang makan,Igo menarik kursi untuk Tia duduki kemudian menyendokkan nasi dan lauk pauk yang tadi Igo masak ke dalam piring Tia.


Setelah melayani istrinya,baru lah Igo menyendokkan nasi dan lauk pauk ke dalam piringnya kemudian duduk di kursi yang bersebelahan dengan Tia.


Mereka pun mulai menyantap makanan yang Igo masak.

__ADS_1


"Gimana,enak kan?" Tanya Igo basa-basi. Padahal dengan melihat wajah Tia,Igo tau kalau Tia sangat menyukai masakannya.


"Biasa aja." Jawab Tia berbohong. Karena kalau ia mengatakan enak,pasti Igo akan besar kepala dan berpikir kalau usahanya untuk mendapat maaf dari Tia berhasil.


"Dasar perempuan,tinggal bilang enak aja kok susah banget!! Gengsi aja di gedein. Ngambek aja terus." Gerutu Igo dalam hati karena Igo tau kalau Tia sedang berbohong.


Mereka pun melanjutkan makan mereka dengan suasana hening. Tak butuh waktu lama,Tia dan Igo pun selesai memindahkan isi piring mereka ke dalam perut.


"Nanti kakak ke kantor gak?" Tanya Tia sambil menyilangkan sendok dan garpu di atas piring.


"Gak. Kan kamu masih cuti? Kenapa? Kamu mau ke taman hiburan? Kan kemaren kamu ngajak ke taman hiburan." Tanya Igo.


"Enak aja!!! Gak usah sok-sok ngelupain masalah deh!!! Masalah kita yang semalam karena foto itu belum selesai yah!!!"


Igo memutar bola matanya malas karena Tia masih saja memperpanjang masalah tadi malam. Bukannya Igo mau melupakan masalah foto begitu saja,hanya saja Igo tidak mau membiarkan masalah ini jadi berlarut-larut dan melebar kemana-mana.


"Iya..iya..aku tau." Jawab Igo lemas.


"Sekarang kakak mandi terus kita ke kantor kakak."


"Kamu mau ikut aku ke kantor?"


"Kenapa? Kakak gak suka aku ikut kakak ke kantor?"


"Bukan gitu sayang,aku cuma kaget aja kenapa tiba-tiba kamu mau ikut ke kantor."


"Aku cuma belum puas aja liat-liat kantor kakak. Sama sekalian, pengen mendeteksi keberadaan semut-semut rangrang yang lainnya yang berkeliaran di kantor kakak!! Karena kalau mengharapkan kakak yang peka dengan keberadaan para semut rangrang di sekitar kakak,itu gak mungkin!!! Jadi harus aku sendiri yang turun tangan untuk mendeteksi,biar gak ada orang yang mengirimkan foto pertemuan bibir kakak dengan semut-semut rangrang." Sindir Tia.


"Cih.." Igo berdecih mendengar sindiran halus istrinya.


"Ya udah aku mandi." Kata Igo pasrah.


"Kamu gak mau mandi lagi? Sekalian yuk kita mandi bareng." Gurau Igo sebelum ia beranjak dari kursi yang ia duduki.


Tia tak menjawab gurauan Igo,ia hanya memberikan pelototan tajam kepada Igo.

__ADS_1


"Becanda...becanda!!! Gak usah melotot gitu dong matanya." Kata Igo melihat mata Tia yang melotot seperti hampir keluar.


Tak ingin membuat macan betinanya yang sedang badmood mengamuk,Igo pun cepat-cepat berdiri dari kursi yang ia duduki dan berjalan menuju kamarnya.


Sedangkan Tia setelah Igo pergi dari ruang makan,ia membereskan meja makan dan mencuci piring kotor yang ia dan Igo pakai untuk makan. Setelah selesai,baru lah Tia masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor Igo.


🎀 🎀 🎀


Kini Igo dan Tia sudah sampai di kantor Igo.


Tidak seperti pertama kali mereka datang berdua ke kantor ini dimana Igo selalu merangkul mesra sang istri,kali ini Igo dan Tia jalan secara terpisah layaknya suami istri yang sedang musuhan pada umumnya karena Tia masih tak sudi disentuh sang suami.


Bahkan saat di dalam lift khusus yang akan membawa mereka ke lantai tempat ruang kerja Igo berada pun,Tia masih enggan di sentuh dan mengeluarkan suaranya.


Ting. Pintu lift pun terbuka.


Begitu Igo dan Tia keluar dari dalam lift,Igo dan Tia sudah bisa melihat penampakan Sasha yang sedang duduk di ruang tunggu depan ruangannya sambil memainkan ponsel.


"Ngapain Sasha pagi-pagi kesini?" Gumam Igo dalam hati saat melihat sosok Sasha.


"Gila,disuruh dateng jam sepuluh,jam setengah sepuluh udah nongkrong aja si semut rangrang disitu." Gumam Tia juga dalam hatinya.


Merasa ada yang jalan mendekat ke arahnya Sasha mendongakkan wajahnya.


"Go..." panggil Sasha dengan senyum sumringah. Ia belum melihat Tia yang terhalang tubuh Igo.


Namun saat Igo menghentikan langkahnya,mata Sasha membulat saat melihat sosok Tia yang ada di belakang Igo.


"Kok ada si anak ingusan sih?! Harusnya mereka lagi bertengkar kan sekarang,kok ini malah barengan." Gumam Sasha dalam hati.


Tia pun mensejajarkan posisinya berdiri di sebelah Igo.


"Mumpung kamu disini,ada yang harus kita bicarain!!" Kata Igo dengan nada dingin.


Igo pun melangkah menuju ruangannya. Begitu Igo melangkah,Sasha pun hendak melangkah bersama Igo,tapi cepat-cepat Tia menarik kerah blouse Sasha.

__ADS_1


"Posisi loe di belakang,gak pantes loe sejajar dengan kak Igo,yang pantes itu gue,paham loe!!!" Kata Tia memperingatkan Sasha.


Setelah mengatakan itu,Tia pun berjalan dengan langkah panjang untuk mensejajarkan langkahnya dengan sang suami.


__ADS_2