
Setelah selesai mengisi perut dan membersihkan piring kotor yang mereka pakai makan, kini mereka sudah kembali ke dalam basecamp.
"Kak..." Dari meja rias Tia memanggil Igo yang sedang duduk di sofa sambil memainkan game online.
"Hemh.." jawab Igo sekedarnya karena sedang serius bermain game.
"Ish.." geram Tia karena suaminya menjawab panggilannya tanpa menoleh ke arahnya.
Tia pun berdiri dari kursi meja rias dan berjalan mendekati suaminya.
"Lebih suka main game online atau main sama aku?" Tanya Tia dengan gaya yang menggoda tepat di depan suaminya.
Mendengar pertanyaan Tia, jelas saja Igo langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel istrinya yang ada di hadapannya.
"Hah? Kamu nanya apa tadi?" Tanya Igo pura-pura tak mendengar, padahal ia hanya ingin mendengar istrinya menanyakan pertanyaan tadi padanya dan melihat gaya istrinya saat menanyakan hal tadi.
Tia pun makin mendekat ke arah Igo dengan gaya yang menggoda, mengambil ponsel yang masih di pegang suaminya kemudian membuang ponsel itu ke sembarang arah.
"Kakak lebih suka main game online atau main sama aku?" Tia mengulang kembali pertanyaannya sambil mendudukkan dirinya di atas pangkuan suaminya.
Igo menarik nafasnya dalam-dalam saat Tia dengan gaya liarnya naik ke atas pangkuannya.
Di atas pangkuan Igo, Tia bisa merasakan jelas tendangan sang Dragon yang minta di lepaskan dari bedongan.
"Kenapa kamu tanya lagi? Kan kamu udah buang ponsel aku. Berarti mau gak mau aku harus main sama kamu." Dengan tak kalah menggodanya, Igo membalas godaan istrinya.
"Oh...jadi ceritanya kakak terpaksa nih mau main sama aku? Jadi kalau ponselnya gak aku buang, kakak lebih milih mainin ponsel aku dari pada mainin aku?" Tanya Tia sambil meliukkan pelan pinggulnya.
"Ssh..ah.." desau Igo saat Tia meliukkan pinggulnya. Liukkan pinggul Tia sukses membuat Dragon tersengat nikmat di bawah sana.
"Ssh..a-ku..ough..lebih milih..ah..uh..main sama...ssh..uh..kamu dong...ssh..honey." jawab Igo susah payah.
"Bener?" Tanya Tia masih dengan gaya liarnya, tapi kali ini tangan Tia sudah merambat masuk ke dalam celana Igo dan mencaplok dua kelereng milik Dragon dan mengadu dua kelereng itu dengan tangannya.
"Ssh...ough..bener sayang." Jawab Igo sambil menutup matanya, Tia sudah berhasil membuat Igo menggelepar.
Melihat suaminya menutup mata dan di tambah lagi ia merasakan Dragon yang makin mengeras, Tia yakin kalau saat ini suaminya pasti menginginkan Tia melakukan lebih dari sekedar main kelereng.
Tapi tidak semudah itu Fernando Hose, karena Rosalinda belum mendapatkan apa yang ia mau.
Secara tiba-tiba Tia berhenti memainkan kelereng Dragon. Dan itu membuat Igo membuka matanya dan langsung menarik tengkuk Tia agar dirinya bisa mengeksplor bibir sang istri.
__ADS_1
Namun sayangnya, aksi Igo itu bisa di tahan oleh Tia.
"Kenapa?" Tanya Igo dengan nafas yang sudah sangat memburu.
"Gak usah buru-buru sayang, santai aja." Jawab Tia.
"Lagi tegang begini kamu suruh aku santai? Ya gak bisa lah Ti, apalagi udah tiga hari ini gak keluar, udah engap banget ini. Kamu gak ngerasain Dragon udah ileran, hah?" Protes Igo. Ia sudah sangat tidak tahan, rasanya sangat sesak menahan racun Dragon yang minta segera di semburkan.
"Jadi kakak pengen sekaran?"
"Ya iya lah sayang, gak usah di tanya lagi. Lagian ini kan racun pertama yang sudah di fermentasi tiga hari, jadi ini racun premium. Udah lah ayo langsung aja, gak usah terlalu banyak intermezzo nya."
"Oke, tapi aku punya satu syarat." Negosiasi yang mutlak di menangkan Tia pun dimulai.
"Astaga..pake syarat-syaratan lagi. Apa syaratnya, cepetan ngomong!" Igo makin tak sabaran.
"Aku akan ngajukan satu permintaan dan kakak cukup bilang, IYA BOLEH dan gak boleh ada kata lain selain kata itu. Oke?"
"Iya..iya, udah bilang aja kamu mau minta apa." Jawab Igo dengan entengnya.
"Paling juga minta di beliin tas atau sepatu atau skincare." Gumam Igo dalam hati.
"Aku minta kakak izinin aku dinas malam besok."
"Eng.." belum selesai Igo menolak permintaan Tia. Tia sudah langsung membungkam mulut Igo dengan tangannya.
"Eiits, kakak gak boleh bilang kata lain selain IYA BOLEH.." Ucap Tia mengingatkan suaminya.
"Ta.."
"Oh.. jadi kakak ingkar dengan kesepakatan? Ya udah, aku males main sama kakak." Lagi dan lagi Tia memotong kata-kata Igo. Tia pun mulai berdiri dari atas pangkuan suaminya.
"Eits...enak aja kamu gantungin Dragon kayak gini." Igo langsung menahan pinggul Tia yang hendak berdiri dari pangkuannya.
"Biar aja, siapa suruh kakak gak konsisten sama omongan kakak!" Protes Tia sambil memanyunkan bibirnya.
"Habis kamu curang, kamu suruh aku bilang IYA BOLEH, tapi ngasih tau permintaannya belakangan." Balas Igo tak mau kalah.
"Ya udah kalau kakak gak mau kasih izin, aku juga gak bakalan izinin Dragon masuk kerja!!" Ucap Tia lagi tak mau kalah.
Mendengar ancaman Tia yang ini, jelas saja Igo langsung jiper.
__ADS_1
"Oke..oke..oke. Aku izinin, tapi cuma besok malam aja." Igo pun akhirnya mengalah dari istri smarthotnya dari pada pengorbanannya memfermentasikan racun Dragon selama tiga hari sia-sia.
"Beneran?" Tanya Tia kegirangan.
Igo menganggukkan kepalanya.
"Yeah...yeah..yeah.." Seperti anak kecil yang kesenangan diajak ke kebun binatang, begitulah Tia yang begitu senang mendapat izin dari Igo untuk dinas malam, yah..walaupun hanya satu malam, tapi setidaknya Tia bisa melepas rindu dengan para hantu penunggu rumah sakit. Sangking senangnya, Tia tidak sadar aksi selebrasinya yang berguncang-guncang diatas pangkuan Igo membuat sang Dragon hampir memuntahkan racunnya.
Tak ingin Dragon memuntahkan racun premiumnya dengan sembarangan, cepat-cepat Igo mengubah posisi mereka.
"Aakh...kak Igo.!!" Pekik Tia saat suaminya dengan tiba-tiba membaringkannya di sofa.
"Protesnya nanti aja, Dragon udah mau muntah." Ucap Igo sambil tangannya buru-buru melepas terpal penutup lubang tambang.
Mendengar Dragon yang sudah mau muntah, Tia pun ikut membantu suaminya membuka terpal penutup lubang Tiaport, agar bisa suaminya membuka bedongan sang Dragon.
Begitu semua penghalang sudah terhempas, cepat-cepat Igo menggiring Dragon masuk ke dalam lubang Tiaport.
"Aarrgh.." desau Tia sambil melengkungkan tubuhnya saat Dragon yang berubah menjadi Hulk itu terbenam sempurna di dalam lubang tambangnya.
Igo langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Tia dan mulai mengunyah bibir istrinya itu dengan sangat rakus sambil pinggulnya maju mundur untuk mengeluarkan minyak pelepasan dari dasar lubang tambang dan mengeluarkan racun premium sang Dragon, agar minyak pelepasan dan racun premium sang Dragon bisa melebur menjadi satu di dalam lubang tambang lalu beramai-ramai menerobos pabrik reproduksi dan membentuk generasi penerus keluarga Mandala.
Tak sampai sepuluh menit Igo memompa mesin bor Dragon, Dragon langsung menyemburkan racun premiumnya. Lalu bagaimana dengan Tia? Tak usah di tanya, dengan durasi yang sangat singkat itu, pastinya lubang tambang belum mengeluarkan minyak pelepasan.
"Aarrgh Tia....I Love You." Erang Igo saat racun kualitas premium milik Dragon yang sudah di fermentasi selama tiga hari menyembur sebanyak-banyaknya di dalam lubang tambang.
Igo pun ambruk seketika begitu semua racun sudah Dragon muntahkan.
"Kok cepet banget sih kak?!" Protes Tia karena dirinya belum merasakan pelepasan.
"Maaf sayang. Gara-gara kamu juga sih kelamaan intermezzo nya, pake acara selebrasi guncang-guncang di atas Dragon lagi, yah puyeng lah kepala si Dragon. Udah tau si Dragon tiga hari di rumahkan, kamu malah ngeledek di atas kepalanya." Jawab Igo tak mau disalahkan.
"Tapi aku belum keluar kak." Rengek Tia.
"Sabar sayang, nanti ronde kedua aku bikin kamu berkali-kali pelepasan." Balas Igo menenangkan istrinya.
"Bener yah, awas kalau bohong."
"Iya. Asal nanti jangan ada yang menjerit minta udahan yah di tengah jalan."
"Hemh. Ya udah minggir, aku mau kasih tau dokter Fina dulu kalau besok aku bisa gantiin dia dinas malam."
__ADS_1
"Jangan langsung jalan Ti, kamu naikin dulu kaki mu, biar racunnya Dragon gak banyak yang terbuang." Igo mengingatkan istrinya. Padahal cara itu istrinya yang memberitahu, tapi malah istrinya yang lupa. Mungkin karena terlalu bersemangat ingin memberi kabar pada dokter Fina, Tia sampai lupa kalau kini dirinya dan Igo sedang program hamil mandiri.
Setelah Dragon menciut dan kembali ke wujud aslinya, baru lah Igo menarik Dragon dari dalam lubang tambang. Setelah Dragon keluar, Tia pun menaikkan kakinya di sandaran sofa dan menahan pinggulnya dengan bantal sofa selama kurang lebih sepuluh menit, membantu racun Dragon agar cepat sampai di pabrik reproduksi.