Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 56


__ADS_3

Tia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Sambil menatap langit-langit kamarnya,ia memikirkan bagaimana cara agar ia bisa melakukan tugas mulianya tanpa harus berkata-kata. Karena kalau dengan kata-kata,rasanya sangat sulit bagi Tia untuk mengungkapkannya.


Baru beberapa menit otaknya diajak berpikir,Tia kembali mendudukkan dirinya.


"Aku ada ide.!!" Ucap Tia penuh semangat.


Tia pun bangkit dari atas ranjang dan berjalan menuju ruang ganti.


Sesampainya di ruang ganti,Tia membuka lemarinya untuk memilah-milih sleepwear yang paling seksi dari kumpulan sleepwear yang ia punya.


"Ah..ini aja deh." Gumam Tia sambil mengambil sleepwear berwarna biru dongker dengan corak bunga-bunga.


Sleepwear bertali satu yang tipis serta berbelahan dada rendah dan celana yang pendeknya satu jengkal lebih di atas lutut,membuat kulit tubuh Tia yang mulus terpampang nyata. Mata laki-laki mana yang tak menyalak melihat penampilan Tia sekarang dan sudah di pastikan indera pengeboran Dragon pun pasti akan meronta-ronta melihat penampilan Tia sekarang.



Begini yah model sleepwearnya Tia yang di pake untuk bikin Igo sama Dragon cenat-cenut.


Tia pun sengaja melepas pakaian dalamnya,baik itu penutup gunung Tialaya atau pun terpal penutup lubang tambang Tiaport. Tujuannya agar mempermudah Igo untuk menjelajah setiap jengkal tubuhnya jadi tidak perlu ada waktu yang terbuang hanya untuk sekedar membuka penutup gunung dan terpal lubang tambang Tiaport.


Tak lupa Tia menyemprotkan minyak nyong-nyong,eh...salah,minyak wangi maksudnya,agar Igo makin terhipnotis saat melihat penampakan Tia.


"Huh...semangat. Kamu bisa Ti,harus bisa!!! Demi keutuhan dan ketahanan rumah tangga mu.!!" Ucap Tia untuk menyemangati dirinya sendiri.


Dengan langkah mantap Tia berjalan keluar dari kamarnya menuju kamar Igo yang letaknya tepat di depan kamarnya.


Ceklek. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,Tia langsung membuka pintu kamar suaminya dan langsung masuk ke dalam kamar.


"Kak..." panggil Tia karena tak menemukan sang suami di ruang tidur.


Ceklek. Suara pintu kamar mandi terbuka. Dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana boxer yang cukup ketat,Igo keluar dari dalam kamar mandi.


Mata Igo langsung membelalak melihat penampilan Tia yang begitu eksotis,apalagi buah karsen yang tumbuh di ujung gunung Tialaya tercetak jelas di sleepwear yang Tia pakai saat ini.


Sama dengan Igo,mata Tia juga membulat sempurna,ia pun menelan slivanya susah payah melihat penampakan Igo yang bertelanjang dada,memperlihatkan roti sobek milik Igo serta boxer ketat yang membedong Dragon sehingga mempertontonkan otot kekar Dragon dengan jelas.


"Kkakkak baru selesai mandi?" Tanya Tia gugup memecah suasana yang sempat menghening karena pikiran mereka yang saling traveling.


"Gak. Cuma cuci muka sama mandiin Dragon." Jawab Igo santai. Padahal jantungnya sudah hampir meledak melihat penampakan Tia.

__ADS_1


Ingin rasanya Igo langsung menerkam istrinya itu karena penampakan Tia yang seperti itu telah membangunkan sang sahabat.


"Oh..."


"Kamu kenapa kesini?" Tanya Igo.


"Em....aku...em.." Tia tak bisa mengutarakan niatnya mendatangi kamar sang suami.


"Huh...sialan!!! Ngomong dong Ti..ngomong!!" Umpat Tia pada dirinya sendiri dalam hati.


"Kamu kenapa,sayang?" Tanya Igo.


"Em...aku.." kata-katanya masih tertahan di tenggorokannya.


"Udah lah gak usah pake ngomong,langsung seruduk aja!!" Kata Tia lagi dalam hatinya.


Dan benar saja,tanpa berbasa-basi Tia langsung berjalan mendekati sang suami yang kini sudah berada beberapa langkah dari tempatnya berdiri.


Igo mengernyitkan keningnya saat melihat Tia berjalan mendekatinya dengan tatapan lapar.


Dan...


Igo yang awalnya terkejut dengan aksi agresif sang istri,kini malah menikmati permainan sang istri,bahkan Igo juga membalas kunyahan bibir sang istri tak kalah rakusnya.


Tia menghentikan aksinya saat ia merasa asupan oksigen yang ada dalam parunya menipis.


"Kamu gak pa-pa kan?" Tanya Igo dengan nafas terengah-engah.


Walau ia menikmati pertarungan bibir mereka,tapi ia masih penasaran kenapa tiba-tiba istrinya menjadi agresif seperti ini.


Tia tak menjawab,ia malah mengalungkan lengannya di leher sang suami dan hendak kembali mencium bibir Igo. Tapi sayangnya Igo malah menahan aksi Tia itu dengan menangkup wajah Tia dengan kedua tangannya.


"Kamu Tia kan? Istri aku? Sayangnya aku? My honey,my darling,my lope-lope? Bukan setan mesum yang merasuki tubuh istri aku?" Igo bertanya untuk memastikan kalau yang ada di hadapannya sekarang memanglah istrinya.


"Iya kak,ini aku istri kakak!!" Jawab Tia.


"Kok kamu tiba-tiba jadi kayak gini? Aku tuh merinding tau gak."


"Ish..kok kakak pake nanya segala sih!!!" Geram Tia sambil memukul pelan lengan Igo.

__ADS_1


"Ya wajar lah Ti,kamu kan gak pernah kayak gini sebelumnya. Kamu kenapa sih tiba-tiba kayak gini. Ini lagi,tumben-tumbenan di depan aku kamu make kayak gini."


"Ini tuh seragam dinas kak."


"Seragam dinas? Seragam dinas apaan?!"


"Seragam dinas untuk jadi istri solehot." Bisik Tia dengan sedikit *******.


Mata Igo membulat mendengar kata-kata yang Tia bisikkan. Ia sangat tau apa yang di maksud sang istri.


"Maksud kamu,kamu udah siap lahannya di buka Dragon?"


Tia mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya.


"Tapi kamu kan masih recovery Ti,kalau Dragon ngebor sekarang,tulang-tulang kamu bisa ngerentek semua." Kata Igo yang mengkhawatirkan kondisi Tia yang baru sembuh dari sakit.


"Aku udah gak pa-pa kak,aku sehat. Beneran." Jawab Tia dengan wajah penuh keyakinan.


"Beneran?" Tanya Igo untuk melihat seberapa besar niat Tia.


"Beneran kak. Kakak gak mau?"


"Bukannya gak mau sayang,tapi sekali aja kamu ngasih Dragon ngebor,dia gak bisa lagi di tenangin pake susu sama di ajak ngegym kalau dia ngamuk,kamu sanggup?"


"Gak masalah kak. Aku sanggup. Namanya juga istri,yah kewajibannya kan melayani suami."


"Dimana pun dan kapan pun?" Tanya Igo lagi.


"Iya,dimana pun dan kapan pun Dragon mau ngebor aku sanggup,aku siap buka lahan untuk Dragon ngebor." Entah Tia sadar atau tidak dengan yang baru saja ia ucapkan.


Seperti menang togel empat angka,Igo langsung berteriak kesenangan dalam hatinya mendengar jawaban Tia.


Igo tersenyum licik sambil membayangkan tempat-tempat yang akan ia jadikan saksi bisu kebrutalan Dragon.


"Kok kakak diem? Kakak beneran gak mau yah?" Tanya Tia kecewa,sangking kecewanya ia sampai melepaskan tangannya yang melingkar di leher sang suami.


"Eh...siapa bilang gak mau. Aku cuma lagi mikir mau pake gaya apa."


"Pake gaya dasar aja dulu kak, kan Dragon baru buka lahan." Jawab Tia malu-malu.

__ADS_1


"Oke. Laksanakan!!! Kita ngebor Gon!!!" Teriak Igo penuh semangat sambil mengangkat tubuh Tia ala bridal style menuju ranjang.


__ADS_2