Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 42


__ADS_3

CLETAK. Igo menyentil kening Tia,karena tau apa yang sedang Tia pikirkan saat ini.


"Jangan mikir kesitu!!! Aku gak akan nyuruh kamu boboin Dragon di dalam goa bergigi." Kata Igo. Ia tidak mau menyamakan sang istri dengan partner-partner ranjangnya dulu yang membawa Dragon masuk ke dalam goa bergigi. Meski sebenarnya cara itu bisa membuat Dragon lebih puas di banding olahraga lima jari. Tapi Igo punya cara lain agar Dragon bisa kembali tidur nyenyak.


"Terus gimana?" Tanya Tia.


"Pake ini." Igo mengarahkan bola matanya menuju gunung Tialaya.


Tia pun mengikuti arah bola mata Igo.


"Hah..!!! Caranya?" Tanya Tia masih tidak mengerti bagaiman cara kerja gunung Tialaya untuk memuaskan Dragon.


Igo melepaskan kuncian tangannya dari tubuh Tia dan perlahan membuka lilitan handuk Tia.


"Jangan kak.!!" Tia menahan tangan Igo yang hendak membuka handuk yang sudah Igo lepas lilitannya.


"Jangan nolak Ti,atau aku nekat bobol gawang kamu dengan paksa." Ancam Igo.


Tia menelan slivanya susah payah mendengar ancaman Igo. Tubuhnya juga sudah bergetar hebat.


"Sini biar aku tunjukin caranya." Kata Igo lagi sambil membuka handuk yang melilit di tubuh sang istri.


Tia tak berkutik,ancaman Igo yang akan membobol gawang secara paksa membuat Tia mau tak mau mengikuti apa yang Igo mau,daripada gawangnya harus kebobolan,begitulah pikir Tia.


Tia memejamkan matanya saat merasakan handuk yang melilit di tubuhnya terbuka perlahan.


Handuk yang melilit di tubuh Tia pun terbuka lebar,sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh Tia mulai dari gunung Tialaya sampai ke lahan pertambangan tempat pengeboran Dragon.


Kini giliran Igo yang menelan slivanya susah payah saat melihat tiap lekukan tubuh sang istri,bahkan matanya sampai tak berkedip serasa tak ingin melewatkan setengah detik pun pemandangan indah yang ada di hadapannya sekarang.


Dada Tia pun turun naik karena nafasnya yang memburu. Nafas yang memburu bukan karena hasrat yang meninggi melainkan karena grogi,malu dan takut. Tapi sayangnya dada Tia yang turun naik malah membuat hasrat Igo yang sudah di ubun-ubun hampir meledak,begitupun dengan Dragon yang sudah menyalakan mesinnya dengan tegangan tinggi bersiap untuk melakukan pengeboran.

__ADS_1


"Buka mata kamu sayang. Biar aku tunjukin cara tidurin Dragon pake ini." Kata Igo sambil membelai lembut gunung Tialaya.


Tia menggelengkan kepalanya. Ia masih tidak sanggup menerima kenyataan yang ada di hadapannya.


"Ayo lah sayang,biar cepet selesai ini." Mohon Igo sudah tidak sabaran.


Tia tetap menggeleng.


"Oh..gak mau buka mata? Ya udah aku buka nih paha kamu." Ancam Igo.


Sontak Tia langsung membuka matanya dan menutup rapat pahanya.


"Nah gitu dong. Kalau kamu tutup mata berasa kayak mendaki ke pegunungan manekin bukan pegunungan Tialaya." Goda Igo sambil mencubit gemas hidung sang istri.


Tia tak menjawab. Ia menelan slivanya semakin grogi,malu dan takut.


"Relaks aja sayang gak usah ikutan tegang kayak Dragon." Goda Igo lagi saat melihat wajah Tia yang sangat tegang.


"Gak usah kebanyakan becanda deh kak!!! Udah cepetan!!" Bentak Tia karena kesal Igo terus menggodanya.


"Wah...wah...wah...udah gak sabaran yah ternyata." Lagi dan lagi Igo menggoda Tia sambil menoel dagu Tia.


"Ish..kak Igo!!! Ya udah deh gak usah!!! Awas!!!" Bentak Tia lagi sambil mendorong tubuh sang suami.


Melihat istrinya kesal,bukannya merasa bersalah,Igo malah tertawa terbahak-bahak.


"Cih.." decih Tia sambil memalingkan wajahnya.


"Oke..oke..oke..kita mulai." Igo pun berhenti menggoda Tia.


Tangan Igo pun mulai memberi contoh pada Tia dengan mendempetkan dua gunung Tialaya. Tapi bukan Igo namanya kalau tidak mengerjai sang istri di sela-sela les privat nya.

__ADS_1


"Sshh...ah..." suara ghoib nan syahdu keluar dari mulut Tia saat jemari mahir Igo memilin dua ujung pengunungan Tialaya.


Igo tersenyum penuh kemenangan saat berhasil membuat sang istri mengeluarkan suara ghoibnya. Igo pun makin semangat memainkan jari jemarinya di atas pegunungan Tialaya hanya untuk mendengar suara ghoib yang keluar dari mulut Tia. Lama kelamaan Igo menaikkan level permainannya,yang semula dari tangan berpindah ke mulut.


"Kak...udah dong jangan di gituin terus." Mohon Tia tapi dadanya malah membusung menikmati cara lidah Igo berlenggak-lenggok memainkan tombol on/off di puncak gunung.


Igo pun menyudahi aksinya,bukan karena ingin menuruti kata-kata Tia,tapi karena dirinya juga sudah tidak tahan menahan amukan Dragon yang ingin segera main cang kacang panjang di antara dua pegunungan Tialaya.


"Dempetin gini Ti.." perintah Igo pada Tia agar sang istri mulai melakukan tugas mulianya.


Tia pun menuruti perintah Igo untuk mendempetkan dua gunung Tialaya.


Tak menunggu lama lagi karena Dragon sudah menangis meronta-ronta di bawah sana,Igo langsung memasukkan Dragon ke dalam sela-sela himpitan gunung. Igo pun mulai memainkan pinggulnya untuk mengajak Dragon bermain cang kacang panjang.


Permainan yang semula pelan dan lembut,lama kelamaan menjadi cepat dan kasar karena Dragon yang sebentar lagi mengeluarkan racunnya. Pergerakan Igo yang cepat dan kasar membuat tangan Tia yang menghimpit dua gunung Tialaya melemah karena tak bisa mengimbangi permainan cang kacang panjang Igo.


"Dempetin Ti,jangan di longgarin.!! Udah mau keluar ini." Perintah Igo dengan nafas yang terengah-engah.


Tia pun kembali mendempetkan dua gunung Tialaya seperti permintaan sang suami.


Merasa racun Dragon sudah mau menyembur,cepat-cepat Igo membuka bajunya dan meletakkan bajunya tepat di atas kepala Dragon. Tujuannya agar saat Dragon menyemburkan racunnya,tidak sampai mengenai wajah sang istri.


"Aaaarrrrgghhh..." Igo mengerang panjang saat Dragon menyemburkan racunnya.


Setelah semua racun keluar,Igo langsung mengambrukkan tubuhnya disamping Tia dan mulai mengatur nafasnya. Sama dengan Igo,Tia pun mengatur nafasnya yang ikut terengah-engah.


Cup. Igo mengecup kening Tia.


"Makasih honey."


Tia tak mampu menjawab karena nafas yang masih terengah-engah.

__ADS_1


"Kamu gak mau mandi lagi? Udah jam berapa tuh,nanti telat loh."


Kata-kata Igo menyadarkan Tia kalau hari ini dia dinas pagi.


__ADS_2