Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 36


__ADS_3

Ceklek. Igo membuka pintu kamar mandi.


Cepat-cepat Tia menutup matanya kembali saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Karena Igo lupa membawa handuk,dengan pede nya Igo keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan polos. Bukannya langsung masuk ke ruang ganti untuk mengambil handuk dan memakai pakaiannya,Igo malah berhenti di depan cermin yang berbentuk panjang yang memperlihatkan seluruh tubuhnya.


Tia membuka matanya sedikit untuk mengintip apa yang sebenarnya sedang Igo lakukan karena Tia tidak merasakan pergerakan Igo ke ruang ganti.


Mata Tia seketika membelalak saat melihat apa yang sedang Igo lakukan. Bak seorang model,Igo sekarang sedang memutar-mutar tubuhnya di depan cermin panjang itu.


"Masih kekar kok." Kata Igo saat melihat pantulan tubuhnya dari cermin.


Sedangkan Tia berulangkali ia menelan slivanya kasar melihat bentuk tubuh Igo yang kekar,apalagi mata Tia sempat melihat sekilas penampakan Dragon yang sedang bobok ganteng.


Setelah puas memandang bentuk tubuhnya di cermin,Igo pun berjalan menuju ruang ganti dan dengan santainya.


Tanpa Igo sadari aksi tidak tahu malunya tadi membuat otak Tia travelling kemana-mana.


🎀 🎀 🎀


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Baik Igo maupun Tia belum ada yang membuka mata,mereka berdua masih asyik berpelukan di bawah selimut. Bahkan alarm yang Tia setel dari pukul enam pagi pun tak sanggup membangunkan mereka berdua.


DOR...DOR...DOR..Suara pintu kamar Igo yang tergedor.


"Igo...Tia...bangun!!!!" Teriak mama Wita sambil menggedor pintu kamar Igo.


Perlahan Igo membuka matanya.


"Tia...bukannya kamu ada operasi hari pagi ini?" Teriak mama Wita lagi.


Mata Igo langsung membulat mendengar teriakan sang mama yang mengingatkan jadwal sang istri.


"Tia...bangun Ti,kamu ada jadwal operasi hari ini." Igo menguncang tubuh Tia.


"Astaga Tia...udah jam setengah delapan ini.!!!" Kata Igo lagi. Tapi sayang,sang istri tak kunjung bangun.


Tak ingin membuang waktu hanya untuk membangunkan sang istri,seperti sebelum-sebelumnya,Igo langsung mengangkat tubuh Tia dan membawanya ke dalam kamar mandi.


Igo langsung meletakkan tubuh Tia ke dalam bathub dan mengisi air ke dalam bathub.


Sontak Tia membuka matanya saat merasakan air dingin mengenai kulitnya.

__ADS_1


"Aaah..." teriak sambil berdiri.


"Kakak apa-apaan sih!!!!" Teriak Tia lagi saat melihat Igo duduk di pinggiran bathub.


"Salah kamu sendiri siapa suruh kebo!!! Udah jam setengah delapan ini,kamu gak inget ada jadwal operasi jam sembilan." Kata Igo mengingatkan.


"Astaga!!!!" Pekik Tia sambil menepuk jidatnya.


"Ya udah cepetan mandi."


"Gimana aku mau mandi kalau kakak masih disini. Keluar sana.!!" Usir Tia.


"Emang kamu gak mau mandi bareng aku?" Goda Igo.


"GAK!!! Keluar sana!!!"


"Cih...iya...iya aku keluar,gak usah teriak-teriak juga kali." Igo pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi.


"Kak.." panggil Tia saat Igo sudah membuka pintu kamar mandi.


Tiba-tiba Tia teringat kalau dia tidak punya pakaian untuk di pakai ke rumah sakit karena pakaian yang Igo belikan hanya daster emak-emak komplek.


Igo pun memutar tubuhnya.


"Ish...apaan sih!!!"


"Terus apa?"


"Aku pake baju apa ke rumah sakit?"


"Oh...kirain apa!! Nanti aku lihat di kamarnya kak Shea,manatau aja ada baju kak Shea yang bisa kamu pake." Jawab Igo.


Tia pun menganggukkan kepalanya menyetujui kata-kata Igo.


Igo pun melanjutkan langkah kakinya keluar dari dalam kamar mandi.


Setelah Igo keluar dari dalam kamar mandi,Tia langsung memukul-mukul kepalanya merutuki kebodohannya telat bangun.


"Ya ampun Tia!!! Kok bisa sih loe telat bangun!!!" Kata Tia pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.


"Ini semua gara-gara kak Igo!!! Gara-gara kak Igo mondar-mandir gak pake baju,aku jadi gak bisa tidur!!!" Tia malah menyalahkan Igo,padahal salahnya sendiri siapa suruh pura-pura tidur. Seandainya Tia tidak pura-pura tidur,tidak mungkin juga Igo berkeliaran di dalam kamar tanpa busana. Dan karena Igo yang berlenggak-lenggok tanpa busana,sepanjang malam otak Tia hanya di penuhi penampakan Dragon yang tak sengaja ia lihat.

__ADS_1


Setelah keluar dari dalam kamar mandi,Igo pun keluar dari dalam kamar menuju kamar kak Shea yang bersebelahan dengan kamarnya.


"Tia udah bangun?" Tanya mama Wita tiba-tiba saat melihat Igo keluar dari kamar mandi.


"Udah mah,lagi mandi. Ini Igo mau lihat bajunya kak Shea dulu,manatau aja ada bajunya kak Shea yang bisa Tia pake."


"Oh..biar mama aja yang cari baju untuk Tia,kamu ambil sarapan aja di bawah,mama udah bikinin sandwich untuk kalian berdua."


Igo pun menganggukkan kepalanya. Kemudian turun ke lantai bawah untuk mengambil sarapan.


Setelah sarapan untuk dirinya dan Tia sudah ditangan,Igo kembali menapaki anak tangga untuk naik ke kamarnya.


"Ini,baju-bajunya Shea. Suruh aja Tia coba satu-satu mana yang cocok untuk dia." Kata mama Wita saat melihat Igo sampai di lantai dua.


Igo pun mengambil baju-baju kak Shea dari tangan mama Wita dan kembali masuk ke dalam kamar.


Ceklek. Tia dan Igo membuka pintu bersamaan. Igo membuka pintu kamar,sedangkan Tia membuka pintu kamar mandi.


"Ini baju-bajunya kak Shea,coba aja dulu satu-satu." Kata Igo sambil memberikan baju-baju kakaknya pada Tia.


Tia pun mengambil baju-baju itu dari tangan Igo dan melihat satu persatu baju-baju itu untuk melihat mana yang cocok untuk ia pakai.


"Yang ini aja deh." Lirih Tia sambil menunjuk kemeja dan celana panjang milik kak Shea.


"Sini.." Tiba-tiba Igo menarik tangan Tia dan membawanya menuju meja rias.


"Aaaakh...kak Igo apaan sih,main tarik-tarik aja!!" Pekik Tia sambil memukul lengan Igo.


"Udah diem. Aku bantuin ngeringin rambut kamu. Kamu makan aja tuh sandwich yang udah mama bikin." Kata Igo sambil menunjuk tiga potong sandwich yang Igo bawa tadi yang Igo letakkan di meja rias.


Igo pun mulai menyalakan hairdryer dan mengeringkan rambut Tia. Sedangkan Tia mulai memakan sandwich yang Igo bawa.


"Kakak gak sarapan?" Tanya Tia.


"Kamu aja dulu. Kamu kan mau operasi,nanti tangan kamu gemetaran lagi pas di meja operasi nanti."


"Bukan aku kak yang operasi,aku cuma jadi asisten dokternya aja."


"Ya sama aja lah Ti. Sama-sama butuh konsentrasi. Kalau kamu laper,gimana kamu mau konsentrasi." Jawab Igo sambil terus mengeringkan rambut Tia.


Tak lama rambut Tia pun selesai Igo keringkan. Tia pun masuk ke ruang ganti untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Sedangkan Igo masuk ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok giginya. Tak lupa ia memandikan Dragon sebelum mengganti bedong si Dragon.


__ADS_2