Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 39


__ADS_3

"Ikut aku!!!" Kesal dengan apa yang Igo lakukan terhadapnya barusan, Tia langsung menarik tangan Igo dan membawa Igo masuk ke tangga darurat.


Ceklek. Tia membuka pintu menuju tangga darurat dan menarik tangan Igo menuruni anak tangga untuk menjauhi pintu.


"Wow...ngapain kamu bawa aku ketempat sepi begini? Mau lanjutin yang tadi yah?" Goda Igo tanpa rasa bersalah. Padahal ia sudah sangat tau kalau Tia membawanya ke tangga darurat pasti ingin marah-marah.


"Ikh...kakak tuh kenapa ngeselin banget sih jadi orang!!!" Geram Tia sambil memberikan cubitan putaran di perut Igo.


"Aaakh...aaakh...aaauw...sakit Ti,lepas Ti,ampun-ampun." Mohon Igo.


Tia pun melepaskan cubitannya dan mengatur nafasnya untuk meredakan emosinya.


"Itu hukumannya karena udah berani nyium aku kayak tadi."


"Emangnya salah kalau suami nyium istrinya?" Pertanyaan Igo kembali menyulutkan emosi Tia.


"Salah lah,karena gak pada tempatnya!!!!" Jawab Tia dengan nada meninggi.


"Menurut aku sih gak salah,orang aku ngelakuin itu untuk ngasih bukti ke si bibit pebinor kalau kamu itu punya aku. Suami mana yang terima kalau istrinya di pegang-pegang,di cium-cium sama laki-laki lain.!!"


"Di cium? Siapa yang nyium?"


"Laki-laki tadi lah yang nyium kamu."


"Kakak tuh salah paham!!! Dia gak ada yah nyium-nyium aku!!! Aku aja eneq sama dia,mana mungkin dia bisa nyium aku!!!"


Igo memicingkan matanya untuk mencari kebohongan di mata Tia,sayangnya tak ada kebohongan yang Igo dapatkan.


"Apa gak percaya? Cek aja sana cctv!!!"


"Iya...iya percaya!!! Tapi tetap aja,aku gak suka ada laki-laki lain mepet-mepet sama kamu!! Masih untung dia cuma aku tonjok,kalau sekali lagi aku lihat dia mepet-mepet kayak tadi,udah aku kirim dia ke ilahi!!!"


Antara senang dan kesal yang Tia rasakan mendengar kata-kata Igo. Senang karena Igo bisa menjadi tameng untuk dirinya dari laki-laki gatal seperti Roy. Tapi juga kesal,karena dari dari setiap kata-kata Igo,tak ada kata maaf yang keluar dari mulut Igo karena sudah berani mencium dirinya tiba-tiba seperti tadi.


"Terserah!!" Kata Tia sambil melangkahkan kakinya hendak berlalu dari Igo.


"Eh..mau kemana kamu?!" Tanya Igo sambil menarik tangan Tia dan mendorong ke tembok.

__ADS_1


"Apaan sih kak!!! Aku mau ke ruangan aku,mau ganti baju." Jawab Tia sambil mendorong tubuh Igo pelan.


"Kamu gak ngerasa punya utang sama aku?!"


Tia menggeleng.


"Utang apa?" Tanya Tia. Sepertinya ia lupa dengan upah yang harus ia berikan pada Igo setiap pagi.


CLETAK. Igo menyentil kening Tia.


"Auw...sakit kak!!!" Ringis Tia sambil mengusap keningnya.


"Makanya ini otak jangan cuma pinter di akademik. Tapi juga harus inget sama utang!!!"


"Emang aku punya utang apa sih?" Tanya Tia sekali lagi karena belum menyadari akan arti 'utang' yang sesungguhnya.


Igo menghela nafasnya.


"Ini Ti...ini.." geram Igo sambil menunjuk bibirnya.


Mata Tia membelalak saat Igo menunjuk bibirnya. Otaknya langsung ingat akan upah yang harus ia berikan untuk Igo setiap pagi.


"Tapi kan gak ada orang disini. Udah ayo cepetan!!" Igo memanyunkan bibirnya.


"Gak. Dirumah aja!!" Tolak Tia.


"Kalau kamu ngasih upahnya di rumah,jangan salahin aku yah kalau nanti aku gak bisa kontrol si Dragon." Ancam Igo.


Mata Tia membelalak lagi,mendengar kata Dragon,ingatan Tia kembali berputar pada kejadian saat dirinya membantu Igo meninabobokkan Dragon.


"Sekarang pilih ngasih upah aku disini atau dirumah?"


Tia menelan slivanya kasar.


"Kalau dirumah,bisa-bisa gue disuruh ninaboboin Dragon. Tapi kalau disini...kalau ada yang lihat gimana?" gumam Tia dalam hati sambil matanya melirik ke sekitar.


"Ya..udah dirumah aja kalau gitu." Kata Igo karena Tia yang tak kunjung menjawab.

__ADS_1


"Eh...gak-gak!!! Disini aja." Tolak Tia dan langsung menarik wajah Igo agar sejajar dengan wajahnya. Tia pun mendaratkan bibirnya di bibir Igo dan mengunyah bibir Igo seperti yang Igo ajarkan padanya kemarin. Meski Tia belum mahir,tapi Tia berusaha memberikan upah seperti yang Igo mau. Tak perlu ditanya bagaimana reaksi Igo,yang jelas Igo langsung mengambil alih permainan bibir mereka,bahkan Igo juga mengajari Tia untuk saling membelit lidah.


Tia melepaskan pungutan bibir mereka saat merasa kehabisan nafas.


"Nilainya masih C,tingkatin yah." Kata Igo menilai cara Tia mengadu bibir dengan nafas yang terengah-engah sambil menyeka sisa percampuran sliva di bibir Tia.


Tia tidak menjawab. Hatinya masih berdegup kencang. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya saat ia mencium sang suami. Rasa yang tak pernah ia rasakan,seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik hatinya.


"Kamu udah selesai?" Tanya Igo.


Tia masih tak sanggup mengeluarkan suaranya,ia hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Udah bisa pulang?"


Tia mengangguk lagi.


"Ya udah,pulang yuk. Tapi nanti kita mampir makan siang dulu yah."


Lagi dan lagi Tia hanya menjawab dengan anggukan.


Igo pun merangkul pundak Tia dan membawa Tia keluar dari tangga darurat.


"Kamu mau makan dimana?" Tanya Igo.


"Terserah." Akhirnya Tia membuka suaranya juga.


"Oke." Jawab Igo.


Mereka pun berjalan menuju ruangan Tia sebelum keluar dari rumah sakit.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menjadi saksi bisu adegan silahturahmi bibir Tia dan Igo.


Siapa lagi kalau bukan Roy si pemilik sepasang mata itu.


Roy yang masih tidak percaya kalau Igo adalah tunangan Tia,langsung menyusul Tia dan Igo ke tangga darurat.


Igo membuka sedikit pintu tangga darurat untuk mendengar jelas perdebatan Tia dan Igo. Mata Roy membelalak saat tau kalau ternyata Igo bukan lah tunangan Tia melainkan suami Tia. Mata Roy makin membelalak lebar saat melihat adegan dimana Tia mencium Igo terlebih dahulu.

__ADS_1


Roy langsung bersembunyi di balik tembok saat Igo dan Tia berjalan hendak keluar dari tangga darurat.


"Gue gak terima Ti loe dimilikin sama yang lain!!!! Gue akan buat loe pisah dari laki-laki itu.!!!" Geram Roy sambil mengepalkan tangannya saat melihat Igo merangkul pundak wanita yang menjadi obsesinya.


__ADS_2