
Dengan langkah lebar,Igo pun masuk ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan itu dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang sisa pencernaannya.
Tidak sampai lima menit,ponsel Igo yang Igo letakkan di meja pun berdering.
Awalnya Sasha enggan melihat siapa yang menghubungi Igo,tapi begitu melihat simbol ❤❤❤ yang tertera di layar ponsel Igo,Sasha pun menjadi kesal. Ia menggeser tombol merah di layar ponsel Igo. Tak lama ❤❤❤ menghubungi lagi. Lagi dan lagi Sasha menggeser tombol merah.
Dan begitu terus sampai lima kali.
Mungkin si penelpon bosan karena panggilannya di reject Igo,jadi si penelpon pun memutuskan untuk mengirim pesan pada Igo.
Ponsel Igo pun berbunyi lagi,tanda pesan masuk.
Karena ponsel Igo tidak di kunci,dengan lancangnya Sasha membuka isi pesan masuk itu.
❤❤❤ : Kakak dimana? Aku udah selesai nih.
Pesan dari si ❤❤❤.
Untuk mensinkronkan jawaban,Sasha pun melihat pesan-pesan Igo dengan si ❤❤❤ sebelumnya.
Setelah tau harus menjawab apa,dengan senyum licik Sasha pun membalas pesan yang di kirim si ❤❤❤.
Igo : Aku di kantor,kamu kalau mau pulang aja duluan. Aku masih lama banget di kantor,tiba-tiba banyak kerjaan.
Balas Sasha mengatasnamakan Igo.
❤❤❤ : Oh..oke.
Sasha tak membalas balasan pesan dari si ❤❤❤,ia malah menghapus pesan masuk dari si ❤❤❤ dan pesan yang ia kirim ke si ❤❤❤.
Setelah menghapus jejak percakapannya dengan si ❤❤❤,Sasha meletakkan kembali ponsel Igo ke posisinya semula dan berpura-pura memainkan ponselnya.
Tak lama Igo pun keluar dari dalam kamar.
"Sorry lama yah?!" Tanya Igo.
Sasha menggeleng sambil tersenyum tebar pesona. Ia pikir dengan ia tersenyum,Igo bisa kembali menyukainya seperti jaman mereka SD dulu.
Tapi sayangnya prediksi Sasha salah,karena Igo sama sekali tidak tertarik dengan senyuman Sasha,Igo malah bersikap datar dan malah ingin membahas masalah pekerjaan dengan Sasha.
Di rumah sakit.
Tia yang merasa tiba-tiba tidak enak badan,langsung meminta izin pada dokter senior untuk pulang.
__ADS_1
Sebelum pulang,Tia mengukur sendiri suhu tubuhnya dengan thermogun.
"37,5" gumam Tia saat melihat hasil pengukuran suhu tubuhnya.
"Pantes gak enak banget badan gue dari tadi." Gumam Tia lagi,karena setelah acara mandi plus-plusnya dengan Igo,ia sudah merasa tubuhnya sudah tidak enak. Tia pikir itu karena efek tidak tidur malam selama tiga malam Tia dinas malam.
Tia pun menghubungi Igo untuk meminta Igo menjemputnya,karena Tia sudah membaca pesan yang Igo kirim.
Tapi lima kali Tia menghubungi nomor Igo,Igo malah mereject panggilan telponnya.
"Huft...apa sih mau nya nih orang. Minta di hubungi kalau gue udah selesai kerja,giliran udah di hubungi malah di reject!!! Gimana sih.!!" Kesal Tia.
Tia memutuskan untuk mengirim pesan saja.
Tak lama Igo membalas pesan yang Tia kirim.
"Ish...bukannya bilang kek kalau sibuk!!! Ini malah nyuruh orang ngasih kabar!!!" Geram Tia sambil membuka aplikasi ojek online.
🎀 🎀 🎀
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore,pembicaraan Igo dan Sasha pun terasa alot karena sedari tadi Sasha tidak serius dalam membahas masalah kerjasama yang membuat Igo terpaksa meninggalkan Tia di rumah sakit.
Igo pun sudah mulai jenuh. Bolak-balik ia mengecek ponselnya untuk memastikan apa ada pesan masuk dari Tia. Sayangnya tak ada satu pun pesan dari Tia,Igo pikir Tia pasti masih bekerja,di tambah lagi nomor Tia yang tidak aktif.
Padahal sedari tadi Sasha sedang asyik bercerita.
"Go...Igo..kamu dengerin aku gak sih?" tanya Sasha karena melihat Igo yang malah menatap layar ponselnya.
"Hah...kamu ngomong apa?"
"Ish.." kesal Sasha sambil memutar bola matanya malas.
"Udah akh males.!!" Rajuk Sasha.
"Oh..ya udah. Kalau gitu besok kamu kasih aja proposalnya ke asisten aku tadi." Igo malah menanggapi santai rajukan Sasha.
Mata Sasha membelalak karena Igo tak berusaha merayunya.
Igo pun mengangkat gagang telpon yang ada di meja kerjanya dan menyambungkannya ke meja sang asisten.
"Dut,ke ruangan saya sekarang." Perintah Igo.
Tak lama Duta pun masuk ke dalam ruangan Igo.
__ADS_1
"Iya pak ada apa?"
"Tolong kamu jelasin sama nona Sasha tentang peraturan-peraturan kalau mau bekerja sama dengan perusahaan kita. Saya mau balik dulu. Mau nangkep macam betina yang gak inget pulang kalau udah keluar kandang." Kata Igo sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Loh..kok kamu pergi Go. Pembicaraan kita kan belum selesai." Protes Sasha.
"Sorry Sha,ada yang lebih penting dari pada ngebahas bisnis sama kamu." Jawab Igo tanpa berdosanya.
Sasha menganga mendengar kata-kata Igo. Ia mengepalkan tangannya karena kesal sekarang Igo tak lagi mengutamakan dirinya dan malah menyepelekannya.
"Aku pulang dulu yah. Besok kasih aja proposalnya sama asisten aku. Oke. Dah.." pamit Igo pada Sasha.
Igo pun keluar dari dalam ruangannya.
Di otak Igo sekarang hanya memikirkan kesehatan sang istri yang ia pikir masih bekerja jam segini,padahal sang istri belum ada istirahat.
Igo pun pergi ke rumah sakit untuk menjemput paksa sang istri dan akan melayangkan aksi protesnya pada dokter senior yang meminta Tia bekerja sampai jam segini.
Sesampainya Igo di rumah sakit,emosi Igo naik ke ubun-ubun karena tak mendapati sang istri disana,bahkan kata perawat yang Igo tanya ternyata Tia sudah pulang dari jam satu siang. Igo pun mencoba menghubungi ponsel Tia,tapi sayang ponsel Tia belum aktif-aktif juga.
"Berani loe ngelanggar kata-kata gue yah Ti!! Mau loe sebenarnya apa sih Ti,loe nantangin gue!!! Jangan loe pikir gue gak berani bobol gawang loe secara paksa!!!" Geram Igo sambil berjalan keluar rumah sakit
Sedangkan di apartemen,Tia yang tidak enak badan setibanya di apartemen langsung mengkonsumsi obat penurun panas kemudian tidur,sangking sakitnya ia bahkan sampai tidak mencharger ponselnya yang sedari tadi sudah berbunyi minta di isi baterai nya dan alhasil ponsel itu mati dengan sendirinya.
Kini Igo sudah sampai di unit apartemennya.
"Ti...Tia..!!" Teriak Igo memanggil sang istri sambil berjalan menuju kamar sang istri.
Igo pun memutar handle pintu kamar Tia,sayangnya pintu kamar Tia terkunci.
Dor...Dor...Dor. Igo menggedor pintu kamar Tia dengan penuh emosi.
"Tia...buka pintunya!!!!" Teriak Igo lagi sambil menggedor pintu kamar Tia.
Ceklek. Dengan tubuh lemas,Tia pun membuka pintu kamarnya.
"Kenapa sih kak,kok teriak-teriak?"
"Apa? Kamu tanya kenapa? Menurut kamu,aku teriak-teriak ini karena apa?" Tanya Igo dengan nada meninggi,sangking emosinya tubuh lemas dan wajah pucat Tia pun tidak terlihat mata Igo.
Tia menggedikkan bahunya tanda ia tidak tahu penyebab kemarahan Igo.
"Kamu tuh bener-bener gak punya perasaan yah Ti,aku nungguin kamu ngabarin aku kalau kamu udah selesai kerja,eh...gak tau nya kamu malah enak-enakan tidur disini!!! Kamu nantangin aku? Kamu mau aku bobolin gawang kamu secara paksa,hah!!!!" Bentak Igo.
__ADS_1
Mata Tia membelalak. Bukan karena kata-kata Igo yang ingin membobol gawang,tapi karena Igo membentaknya,satu hari ini sudah dua kali Igo membentaknya. Apalagi Igo membentaknya karena sesuatu yang menurut Tia bukan salahnya,karena Tia memang sudah mengabari Igo dan Igo sudah memberi izin pada Tia untuk pulang sendiri.