
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima subuh. Kali ini Tia bangun terlebih dahulu dari pada Igo.
"Eugh..." Tia melenguh sambil mengerjapkan matanya.
Matanya langsung membulat sempurna saat merasakan ada telapak tangan yang bertengger di atas gunung Tialaya di balik sleepwearnya dan parahnya gunung Tialaya sedang tidak di berbungkus.
Tangan siapa lagi kalau bukan tangan Igo yang tak sadar kalau tangannya sedang pergi mendaki gunung.
Tia langsung menarik tangan Igo dari atas gunungnya.
"Dasar mesum!!!! Masih berani bilang gue yang kebo lagi!!! Jelas-jelas dia yang suka ngambil kesempatan dalam kesempitan!!!" Umpat Tia sambil meninju udara di depan Igo. Sebenarnya ingin sekali Tia menjitak kepala Igo,tapi Tia tak sampai hati melakukan itu karena melihat wajah Igo yang sangat manis dan tenang saat tidur. Sangat jauh berbeda dengan wajah Igo saat bangun,wajahnya benar-benar membuat Tia jengkel sampai ke usus dua belas jari.
Tia pun turun dari atas ranjang dan berjalan ke dalam kamar mandi.
Tak lama setelah Tia masuk ke dalam kamar mandi,Igo pun terbangun karena merasakan tidak ada orang disebelahnya.
"Eugh..." Igo melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Kemana dia?!" Gumam Igo saat melihat Tia yang tak ada di sebelahnya. Tapi tak lama Igo mendengar suara dari dalam kamar mandi.
"Jam berapa ini? Kok dia udah mandi?" Gumam Igo lagi sambil menyalakan lampu ruang tidurnya menggunakan remote.
"Gak salah lihat gue? Baru jam setengah lima. Kok dia udah bangun aja?!" Gumam Igo lagi.
Disaat ia masih merasa terheran-heran dengan Tia yang di luar kebiasaannya,tiba-tiba saja otak jahil Igo memberikan ide untuk mengerjai sang istri. Igo kembali mematikan lampu ruang tidurnya dan turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi. Ia menunggui Tia di depan pintu kamar mandi. Berharap Tia akan kaget melihatnya yang tiba-tiba ada di depan pintu kamar mandi.
Tak lama Tia pun membuka pintu kamar mandi. Karena Tia lupa mengambil bathrobe dari ruang ganti,jadi Tia keluar hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya dan memperlihatkan dengan jelas bahu putihnya. Tia tidak tahu kalau saat ini ada serigala sedang mengintai sang domba di depan pintu kamar mandi.
Ceklek. Tia membuka pintu kamar mandi.
"BWWWWAAAAAA..." Igo mengagetkan Tia saat Tia membuka pintu kamar mandi.
"Astaga naga naga naga...." latah Tia kaget. Sangking kagetnya,Tia sampai tidak menyadari kalau handuk yang ia lilit tidak kencang itu melorot hingga memperlihatkan gunung Tialaya.
__ADS_1
Melihat pemandangan gunung Tialaya yang indah di waktu subuh,jelas saja membuat Dragon terbangun dan langsung meliuk-liukkan tubuh tak bertulangnya yang masih dalam bedongan minta segera di keluarkan karena sudah siap untuk mengebor.
Ternyata serigala salah perhitungan,niat hati hanya ingin membuat kaget sang domba,kini malah ia yang terkaget-kaget melihat domba intaiannya tak berbulu dan hanya memperlihatkan dua gumpalan daging dengan tambahan buah karsen di atasnya. Jika serigala sungguhan tidak menyukai buah karsen,tapi berbeda dengan serigala yang satu ini yang sangat gemas dengan penampakan buah karsen di atas dua gumpalan daging.
"Aaaaakkkh..." teriak Tia saat sadar kalau handuk yang ia pakai melorot dan memperlihatkan gunung Tialayanya. Cepat-cepat Tia menarik handuknya dan melilitkan handuk itu lagi.
"Kakak apa-apaan sih bikin kaget aja!!!" Bentak Tia.
"Hah...?" Jawab Igo yang masih oleng karena kaget melihat penampakan gunung Tialaya di subuh hari.
Susah payah menahan hasrat,tapi karena ulahnya sendiri,sekarang si Dragon sedang mengamuk karena melihat penampakan gunung Tialaya. Senjata makan tuan,begitulah kira-kira peribahasa yang tepat untuk mengungkapkan situasi yang Igo alami saat ini.
"Ish..!!!" Tia mengepalkan tangannya geram karena Igo hanya ber hah heh hoh.
"Minggir,aku mau pake baju." Tia mendorong tubuh Igo yang menghalangi jalannya.
Igo pun langsung tersadar dari ke olengannya saat Tia mendorong tubuhnya. Dan tanpa Tia duga-duga Igo langsung menggendong Tia ala bridal style menuju ranjang.
"Akkh...kak Igo turinin!!! Kak Igo mau apa?!!!! Turunin!!!" Teriak Tia sambil meronta-ronta.
"Kak..Igo mau apa? Jangan macem-macem kak. Lepasin aku kak,aku mau kerja." Mohon Tia.
Igo masih tak mengeluarkan suaranya,tapi sorot matanya memancarkan keinginan yang mengenggebu-gebu. Keinginan untuk membuka lahan pertambangan untuk Dragon bisa mengebor.
"Kak..lepasin!!! Aku mau kerja.!!!" Bentak Tia sambil meronta-ronta. Tanpa Tia sadari kalau rontaannya itu makin membuat Dragon blingsatan.
"Ssst.." Igo menempelkan jari telunjuknya ke bibir Tia.
"Kamu harus tanggung jawab Ti." Kata Igo dengan suara yang berat dan serak tanda kalau hasratnya sudah di ubun-ubun.
"Ta..tang..gung ja..wab a..pa?" Tanya Tia terbata-bata karena grogi melihat sorot mata Igo yang begitu tajam menatapnya.
Igo menekan bagian bawahnya,bagian dimana Dragon berada.
__ADS_1
"Kamu bisa ngerasain ini kan?"
Mata Tia membelalak saat merasakan sesuatu yang mengeras dan menusuk-nusuk bagian perut bawahnya.
"Kamu harus tanggung jawab tidurin dia lagi." Kata Igo lagi.
"Kkkkok aaaku yang ha...rus tanggung jawab?! Kan aku gak ngapa-ngapain dia. Kan dia sendiri yang mau bangun!!!" Jawab Tia masih dengan suara terbata-bata.
"Apa kamu bilang? Gak ngapa-ngapain? Gak mungkin lah dia bangun kalau kamu gak ngapa-ngapain dia. Kamu gak inget udah manggil namanya tiga kali,udah gitu kamu pake acara buka handuk lagi,yah jelas lah dia bangun."
"Kapan aku sebut namanya?!"
"Kamu gak inget,tadi kamu bilang astaga naga naga naga."
"Itu tadi kan karena aku kaget kak. Bukan lagi manggil Dragon.!!!"
"Gak peduli!!! Yang jelas kamu udah panggil namanya,jadi kamu harus tanggung jawab boboin dia lagi."
Igo yang sudah tidak sanggup menahan pergerakan Dragon yang meliak-liuk di bawah sana,terpaksa menyerah dan mengeluarkan Dragon dari dalam bedongan.
"Kak...kakak mau ngapain? Pliss kak,jangan macem-macem,aku belum siap!!" Mohon Tia. Wajahnya sudah pucat sangking takut Igo meminta haknya sekarang.
"Tenang aja sayang,aku gak akan ngelakuin itu kalau memang kamu belum siap. Tapi.." Igo menggantung kata-katanya.
"Ta...tapi a..pa?"
"Tapi kamu harus bantuin aku boboin Dragon. Oke."
"Pa..pake ta..tangan kan?"
Igo menggeleng.
Tia mengernyitkan keningnya saat melihat gelengan kepala Igo.
__ADS_1
"Mampus gue!!! Kalau bukan pake tangan,jangan-jangan kak Igo nyuruh gue boboin Dragon pake...." gumam Tia dalam hati. Tak lama matanya pun membulat sempurna saat berpikir Igo akan menyuruhnya meninabobokkan si Dragon dengan mulutnya.
CLETAK. Igo menyentil kening Tia,karena tau apa yang sedang Tia pikirkan saat ini.