Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 115


__ADS_3

Kini Igo dan Tia sudah berada di rumah sakit. Sebelum memulai pekerjaannya, Tia berkunjung dulu ke kamar Nia, setelah hampir lima belas menit baru lah Tia turun ke bawah untuk mulai bekerja. Sedangkan Igo, ia tinggal di kamar rawat Nia, menunggu Irlan yang sedang membersihkan tubuh istrinya.


Setelah Irlan selesai membersihkan tubuh Nia, baru lah Igo dan Irlan turun ke bawah kemudian keluar dari rumah sakit, tujuan mereka pergi ke coffee shop yang ada di dekat rumah sakit.


Kini mereka sudah ada di dalam coffee shop.


"Loe udah telpon si bule kampret?" Tanya Irlan sambil mendudukkan dirinya di kursi.


"Udah. Bentar lagi juga dateng tuh bocah." Jawab Igo.


"Bocah, loe yang bocah!! Kita berdua udah punya anak, cuma loe yang belum." Sindir Irlan, dia belum tau kalau istri sahabatnya itu sedang mengandung.


Baru saja Igo ingin memberitahu kalau sebentar lagi dirinya juga akan menjadi seorang ayah, tiba-tiba saja matanya teralihkan dengan kedatangan sosok bule kesasar. Siapa lagi kalau bukan Yordan si bule kampret.


"Panjang umur tuh si bule kampret." Ucap Igo sambil melihat ke arah pintu masuk.


Irlan pun mengikuti arah mata Igo memandang.


Seperti biasa dengan gaya sok cool nya, Yordan berjalan menghampiri kedua sahabatnya.


"Udah dari tadi loe berdua?" Tanya Yordan sambil menarik kursi lalu mendudukkan bokongnya.


"Udah setengah jam. Lama banget loe!" Jawab Igo bohong.


"Loe kan tau bini gue lagi hamil, banyak dramanya kalau pagi." Jawab Yordan.


"Ica hamil lagi?" Tanya Irlan.


Yordan menganggukkan kepalanya.


"Emang loe belum cerita Go sama Irlan?" Yordan bertanya pada Igo.


"Loe tau Go?" Irlan bertanya pada Igo.


"Apaan sih loe berdua, kok loe berdua ngeliatin gue?" Dumel Igo karena mata Irlan dan Yordan menatap penuh tanya padanya.


"Lagian ngapain juga gue kasih tau si Irlan kalau bini loe hamil, loe pikir gue lambe nyiyir apa." Protes Igo.


"Kan bini kita hamil barengan." Jawab Yordan menanggapi kenyiyiran mulut Igo.


"Beneran Go?" Tanya Irlan dengan raut wajah kaget.


"Biasa aja muka loe!!" Igo yang tak senang melihat raut wajah Irlan langsung mengusap wajah bapak satu anak itu.


"Wah...wah.. bisa janjian gitu loe berdua. Jangan bilang ngadonnya juga barengan?" Tanya Irlan curiga.


"Ya gak lah!! Masa ngadonnya barengan. Nanti si Igo nyuri gaya gue lagi."


"Dih..najis gue nyuri gaya loe. Loe pikir gue gak bisa nyiptain gaya gue sendiri. Biarpun loe suhu nya, gini-gini gue punya style sendiri." Jawab Igo menolak mentah-mentah tuduhan Yordan.


Tiba-tiba saja pelayan datang membawa tiga minuman yang Irlan pesan terlebih dulu.


Setelah meletakkan tiga gelas minuman dan beberapa cemilan di atas meja, si pelayan pun pergi dari meja mereka.


"Kok minuman gue udah di pesan? Curiga gue, jangan-jangan loe berdua lagi berkonspirasi buat musnahin gue." Ucap Yordan curiga.


"Ge'Er banget sih loe!! Kalau emang kita mau musnahin loe, udah dari dulu kali, gak perlu nunggu belasan tahun!!" Jawab Igo sambil menoyor kepala Yordan.


"Jadi beneran Ica sama Tia lagi hamil?" Tanya Irlan yang masih penasaran.


Igo dan Yordan mengangguk bersama.

__ADS_1


"Tapi beda usia kandungannya. Ica udah tiga bulan. Kalau si Tia...loe tanya aja sama tersangka yang udah ngebuntingin si Tia." Ucap Yordan sambil menunjuk ke arah Igo dengan lirikan matanya.


"Bini gue baru sebulan lebih." Jawab Igo.


"Gue ikut seneng Go. Akhirnya bentar lagi loe nyusul kita jadi bapak." Ucap Irlan sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Kalau buat loe Dan, gue cuma bisa bilang, parah loe!!! Si Millie belum dua tahun, loe udah produksi lagi. Kasihan tau gak, si Millie jadi kurang perhatian nanti." Ceramah Irlan.


"Si Millie gak bakalan kurang perhatian, kan dia cuma butuh perhatian dari aki nya." Jawab Yordan kala mengingat putri sulungnya hanya ingin bersama daddy Edwin.


"Iya juga sih..." Timpal Irlan. Sedangkan Igo hanya manggut-manggut saja merespon jawaban Yordan.


"Oh..yah Dan, waktu Ica hamil si Millie, morning sickness kagak?" Tanya Igo yang sedari tadi penasaran.


"Aduuh...loe gak usah ingetin gue ke masa suram itu deh.." jawab Yordan dengan raut wajah mengsedih.


"Emang kenapa?" Tanya Igo, mungkin dia lupa, saat Ica hamil Millie, Yordan lah yang terkena kehamilan simpatik.


"Loe gak inget apa waktu loe minta tolong ke kita minta di buatin desain taman, kolam renang sama bioskop mini untuk rumah singgah? Kan si Yordan lagi kena kehamilan simpatik." Malah Irlan yang menjawab.


"Itu kan kehamilan simpatik, bukan morning sickness." Jawab Igo dengan entengnya.


"Sama aja doooodooool!!!!" Geram Yordan dan Irlan bersamaan.


"Samanya dimana?"


"Sama-sama mabok penyu jantan!!!" Geram Yordan sambil menoyor kepala Igo.


"Mending gue disuruh minum chivas tiga botol deh daripada harus ngalamin itu lagi. Rasanya tuh gak enak banget, sumpah!!!"


"Tapi menurut gue, mending kita suaminya yang kena kehamilan simpatik daripada istri kita yang ngalamin morning sickness, kasihan kalau harus muntah-muntah sampe lemes sampe pucat. Apalagi kalau baru makan dikit muntah, cium bau ini-itu dikit muntah. Gak tega gue." Timpal Irlan menanggapi kisah Yordan.


"Emang Nia kena morning sickness?" Tanya Igo makin penasaran.


Irlan menggelengkan kepala.


"Untungnya sih gak. Tapi ngidam nya itu loh..bikin pusing." Jawab Irlan. Padahal waktu hamil, Nia sama sekali tidak mengalami ngidam atau morning sickness, tapi Nia sengaja ngidam yang aneh-aneh hanya untuk mengerjai suaminya.


"Loe kenapa sih? Tumben jadi kepoan banget?" Tanya Yordan yang merasa aneh dengan sikap Igo.


"Tia morning sickness?" Tanya Yordan lagi.


Dengan cepat Igo menganggukkan kepalanya.


"Gue gak tega, sumpah. Apalagi Tia sambil kerja, gue takut aja dia pingsan sangking lemes nya." Ucap Igo.


"Ya loe larang aja dulu Tia gak kerja minimal sampe anak loe lepas ASI lah." Saran Yordan.


"Udah. Tapi dia gak mau. Lagian, tiga bulan lagi dia ujian untuk ngambil spesialis." Jawab Igo.


"Ya udah lah biarin aja. Mungkin itu bagian dari kemauan baby yang ada didalam perut. Tugas loe sekarang cuma bikin Tia senang aja, karena kalau sampe istri loe stres, itu akan mempengaruhi janin yang ada dalam kandungan." Ucap Irlan.


"Bener tuh yang dibilang Irlan. Selain bikin seneng istri, loe juga harus nambahin stok sabar sama stok duit, manatau aja bini loe ngidam yang aneh-aneh." Timpal Yordan.


"Emang kalau ibu hamil ngidamnya suka yang aneh-aneh yah?" Tanya Igo dengan polosnya.


"Loe rasain aja nanti sendiri. Syukur-syukur kalau Tia cuma ngidam makanan, lah kalau ngidamnya barang-barang branded, kan tremor juga lama-lama isi dompet." Jawab Yordan.


"Emangnya waktu Ica hamil Millie, Ica ngidam barang-barang branded?"


"Gak juga sih. Waktu hamil nya Millie ngidamnya Ica kebanyakan makanan. Tapi minta makanannya tengah malem. Kan puyeng juga gue, nyari makanan tengah malam. Mudah-mudahan anak gue yang kedua, Ica gak ngidam yang aneh-aneh lah." Jawab Yordan.

__ADS_1


Igo pun mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Mendengar kisah Irlan dan Yordan, setidaknya ia kini menjadi punya gambaran tentang yang namanya ngidam.


Pertemuan tiga laki-laki gesrek kali ini hanya membahas tentang perngidaman istri-istri mereka. Lucu memang, jika dulu saat baru-baru merasakan nikmatnya goa, terowongan dan lubang tambang yang masih bersegel, pembahasan mereka hanya tentang seputar ritual pengguncangan ranjang yang mengencokkan pinggang dan menggemetarkan lutut.


Tapi begitu mereka sudah menjadi bapak dan calon bapak, yang mereka bahas tentang riweuh nya istri mereka yang mengidam dan apa-apa saja yang istri mereka idam kan.


Lalu bagaimana jika anak-anak mereka nanti sudah mulai sekolah, tumbuh dewasa dan mengenal cinta? Pasti tiga laki-laki ini lah yang paling heboh menceritakan tentang anak-anaknya.


Karena disaat umur kita menginjak empat puluh tahun ke atas, harta bukan lah lagi yang menjadi pembicaraan jika kita datang ke reuni SMP atau SMA, melainkan anak lah yang akan menjadi pertanyaan dari teman-teman lama kita.


Sudah berapa anak mu? Itulah pertanyaan yang pertama mereka tanya kan, bukan sudah berapa banyak pulau yang kau beli?


Oleh karena itu, jagalah anak-anak mu melebihi engkau menjaga harta benda mu. Dengan keringat yang bercucuran, engkau bisa memiliki harta benda yang engkau inginkan. Tapi tidak dengan anak, karena anak adalah pemberian Yang Maha Kuasa.


🎀 🎀 🎀


Enam bulan kemudian.


Kini usia kandungan Tia sudah memasukki bulan ke tujuh. Dan besok adalah hari dimana perayaan tujuh bulanan kehamilan Tia, lebih tepatnya acara baby shower.


Makin hari Igo makin gemas dengan bentuk tubuh isdungnya yang makin membengkak, sangking gemasnya Igo tak pernah absen mengkeramasi anak yang sudah mereka ketahui jenis kelaminnya itu.


Dan seperti malam ini, Igo sedang mengkeramasi anaknya untuk yang kedua kalinya.


"Ssh...ah..uh..hemhh.." desau Tia saat Igo menghentakkan Dragon dengan sangat lembut di dalam lubang tambangnya.


"Enak?" Tanya Igo di sela-sela ayunan pinggulnya saat melihat istrinya yang sedang merem melek.


"Ah...ba-nget.." jawab Tia susah payah karena ayunan lembut yang suaminya berikan mampu buatnya melayang ke langit ke tujuh.


Igo tersenyum mendengar jawaban istrinya.


Berbagai macan gaya pun mereka lakukan dengan sangat lembut, mulai dari gaya push-up, spider sleep, skot jump dan yang terakhir gaya gerobak sodor.


"Rolling honey.." Ucap Igo agar mereka mengganti gaya mengkeramasi dedek LuCa.


Tia pun memutar kemudian menunggingkan tubuhnya. Gaya gerobak sodor adalah gaya andalan mereka saat dedek LuCa mulai masuk lima bulan jika mereka sudah mau sampai di puncak klimakstation mereka.


Dengan gerakan lembut namun cepat, Igo mengayunkan pinggulnya agar mereka sama-sama sampai di puncak klimakstation.


Sambil mengayun, tak henti-hentinya kata cinta keluar dari mulut keduanya.


"Aaarrghh..." erangan panjang keluar dari mulut keduanya saat racun sang Dragon menyembur di dalam lubang tambang untuk mengkeramasi kepala dedek LuCa.


Perlahan Igo pun mengeluarkan Dragon yang sudah menciut dari dalam lubang tambang.


Begitu Dragon keluar dari dalam lubang tambang, keduanya pun berbaring lemas diatas ranjang, yang menjadi saksi bisu ritual pengeboran orangtua dedek LuCa.


Igo pun menarik tangan Tia agar bisa berhadapan dengannya.


Cup. Cup. Cup. Bertubi-tubi kecupan Igo daratkan di wajah istrinya yang masih mengatur nafasnya.


"Makasih yah sayang. I love you, my last harbor." Ucap Igo mesra sambil mengelus pipi isdungnya yang mulai men chubby.


"I love you too my ex Casanova." Balas Tia sambil merangkum wajah suaminya.


Ciuman lembut di bibir pun Igo daratkan di bibir istrinya.


Dan ini lah akhir dari cerita Pelabuhan Hati Sang Casanova.


TAMAT.

__ADS_1


💋💋 Othor Solehot mau ngucapain banyak-banyak terimakasih untuk para readers smarthot yang udah setia baca karya othor mulai dari Mengejar Cinta Mantan Istri, Penantian Sang Casanova, Akhir Penderitaan Clarisa, Pelabuhan Hati Sang Casanova dan yang terakhir Oh..Dokter Lucky. Kalian ter hot-hot lah pokoknya, lebih hot dari balsem Geligak.


Maaf yah othor selesaikan gak sampe Tia melahirkan, biar kalian penasaran aja kira-kira anaknya TiGo ada berapa dan apa aja jenis kelaminnya (hehehe) . Karena rencananya othor mau bikin kisah tentang anak-anak Trio CGT ( Casanova Gesrek Tobat ), tapi harap bersabar yah, mungkin selesai Oh..Dokter Lucky baru othor rilis. Oke. Bye. Salam sehat semuanya. 💋💋


__ADS_2