
Sedangkan di apartemen ada Igo yang sedang berusaha membujuk Tia keluar dari kamarnya dan meminta untuk tidur bersamanya di dalam basecamp.
Di depan kamar Tia, Igo menyanyikan sepenggal lirik lagu yang sedang viral sambil memetik gitar. Hanya saja Igo ganti di bagian namanya saja.
Tia jangan marah-marah..
Takut nanti lekas tua..
Igo setia orangnya..
Tak'kan pernah mendua..
Dari jutaan bintang..
Tia paling gemerlapan..
Dari segenap wanita..
Tia lah yang paling menawan..
Sedangkan di dalam kamar Tia menutup telinganya dengan menggunakan bantal mendengar Igo bernyanyi. Bukan karena suara sang suami tidak merdu, tapi karena Tia merasa risih mendengar suaminya menyanyikan lagu yang sedang viral itu, apalagi saat ini dirinya sedang membaca buku. Suara Igo dan petikan gitar Igo benar-benar membuyarkan konsentrasinya.
"Kak Igo diem!!! Brisik tau gak!!!" Teriak Tia dari dalam kamar.
Bukannya berhenti, Igo malah makin mengencangkan suaranya.
"Astaga kak Igo, bener-bener bikin emosi yah!!!" Geram Tia karena mendengar suara Igo yang semakin menjadi-jadi.
Tia pun berjalan ke meja rias dan mengambil botol body lotion miliknya kemudian ia berjalan mendekati pintu dan melempar botol itu ke pintu dengan sangat keras.
Bunyi yang di hasilkan dari botol yang di benturkan di pintu cukup membuat Igo kaget dan menghentikan nyanyiannya.
"Astaga Tia, kamu mau bikin aku gagal jantung?" Teriak Igo sambil mengelus dadanya karena kaget.
"Siapa suruh brisik!!! Udah disuruh diem daritadi juga!!! Pergi sana!!!"
"Kan udah aku bilang, aku gak mau pergi sebelum kamu buka pintunya."
Ceklek. Tia membuka pintunya.
"Nih udah aku buka pintunya. Sekarang kakak masuk kamar kakak dan jangan ganggu aku!!!" Usir Tia.
Setelah mengatakan itu, Tia pun hendak menutup kembali pintu kamarnya, tapi gerakannya kalah cepat dengan Igo.
Igo langsung menahan pintu menggunakan lengannya.
"Ikh..minggir gak!!!!" Bentak Tia saat tangan Igo menghalangi pintu.
"Gak." Jawab Igo nyolot. Dan dengan sekali sentakan, pintu kamar Tia langsung terbuka sempurna.
"Mau kakak apaan sih!!! Nyebelin banget.!!" Bentak Tia dengan mata yang melotot hampir keluar.
__ADS_1
"Mau bawa kamu keluar dari kamar ini, dan kita tidur di basecamp." Jawab Igo dengan songongnya.
"Cih..kakak gak ngerti kata-kata aku tadi? Aku kan udah bilang berkali-kali sebelum mata kakak terbuka ngeliat kebusukan temen kakak itu, aku gak bakalan mau tidur sama kakak!!!"
"Tapi aku mau nya tidur sama kamu,gimana dong? Ayo lah Ti, setelah dua bulan nunggu masa cuma satu kali Dragon ngebor. Kamu gak kasihan apa?" Mohon Igo dengan wajah melasnya.
"Bodo amat!!! Itu hukuman untuk kakak karena udah berani perhatian sama perempuan lain, pake masakin bubur segala lagi. Sekalian aja kakak jualan bubur ayam pake gerobak di kampung janda, biar para janda pada klepek-klepek sama kakak!!!" Sindir Tia.
"Bubur lagi dibawa-bawa." Gerutu Igo dalam hati.
"Iya deh aku salah, minta maaf. Aku janji hanya akan masak buat kamu dan ngasih perhatian cuma ke kamu."
"Telat!!! Udah gak butuh!!! Udah sana keluar, jangan bikin aku laper gara-gara emosi deh!!!"
"Kalau kamu laper kan tinggal aku masakin." Selalu saja ada jawaban Igo menyahuti kata-kata istrinya.
"Ish...kalau aku bilang keluar yah keluar!!! Udah sana!!!" Geram Tia sambil mendorong tubuh Igo.
Sayangnya dorongan Tia tidak sanggup menggeser Igo satu langkah pun dari depan pintu kamarnya.
Justru kini Igo lah mengangkat tubuh Tia layaknya karung beras.
"Aaarrrgh...kak Igo turunin!!!!" Ronta Tia sambil memukul-mukul punggung suaminya.
Namun Igo tak memperdulikan rontaan Tia yang sangat memekakkan telinga, Igo tetap membawa Tia ke dalam basecamp.
Setelah sampai di dalam basecamp, cepat-cepat Igo mengunci pintu basecamp dan mencabut kunci pintu kemudian memasukkan kunci itu kedalam kantong celananya. Lalu meneruskan langkah kakinya menuju ruang tidur dan membaringkan Tia di atas tempat tidur.
"Bagus dong kalau kamu pulang ke rumah mami-papi, aku kan bisa ikut dan di rumah mami-papi kamu mana bisa jutek-jutek sama aku kayak gini." Jawab Igo nyolot. Ancaman Tia sungguh tidak berpengaruh untuk Igo si bebal.
Igo pun mulai menindih tubuh istrinya dan memberikan kecupan-kecupan di leher Tia yang Igo yakini akan melambungkan hasrat istrinya itu.
Tia tak memberontak tapi ia juga tidak menikmati kecupan yang Igo berikan di lehernya. Justru Tia sengaja melakukan itu untuk membuat Igo terbuai dan lengah.
Merasa tidak ada perlawanan dari Tia, Igo pun makin bringas memberikan kecupan di leher Tia. Bahkan bukan hanya kecupan yang Igo berikan, malah sekarang Igo sedang membuat mahakarya bibirnya di leher Tia.
"Ah..." suara ghoib Tia keluarkan dari mulutnya bukan karena ia mulai terbuai, melainkan karena ingin mengelabui suaminya, agar suaminya berpikir kalau dirinya sedang menikmati pembentukan mahakarya bibirnya.
Mendengar suara ghoib dari mulut Tia, sontak sang Dragon terbangun dari tidurnya gantengnya. Bagai pemadam kebakaran yang sigap begitu mendengar bunyi alarm kebakaran, begitu juga lah kesigapan Dragon menyambut Empit.
Igo pun menjauhi bibirnya dari leher Tia dan kini ia daratkan bibir itu di bibir istrinya. Tia pun menyambut bibir suaminya dan mereka pun saling mengunyah rakus bibir pasangan mereka.
Saat oksigen dalam paru-paru mereka sudah hampir habis, Igo pun melepas tautan bibirnya dengan bibir sang istri.
"Honey...kita lanjutin yah." Mohon Igo dengan mata sayu dan nafas yang memburu, menandakan hasratnya sudah tak sanggup ia bendung.
Tia tidak menjawab, malahan dengan kasarnya Tia membaringkan tubuh Igo di atas tempat tidur dan duduk tepat diatas Dragon yang masih terbelenggu dalam bedongan, tapi bisa Tia rasakan kalau saat ini sang Dragon sudah terbangun dan sedang menendang-nendang minta di keluarkan dari dalam bedongan.
"Kakak mau lanjut?" Tanya Tia sambil menggerakkan pinggulnya pelan diatas Dragon yang masih terbedong.
Dan apa yang Tia lakukan itu berhasil membuat sensasi enak di sekujur tubuh Igo.
__ADS_1
"Sssh...uh..." gantian, kini Igo lah yang mengeluarkan suara ghoib dari mulutnya.
"Kok gak di jawab sih kak? Mau lanjut gak nih?" Tanya Tia lagi dan masih menggerakkan pinggulnya pelan.
"Sshh...ah...honey...enak honey." Bukan menjawab, Igo malah mengatakan apa yang tengah ia rasakan saat ini sambil menutup matanya sangking enaknya.
"Enak yah kak? Jadi kita lanjutin nih?"
Igo tak sanggup lagi berkata-kata, ia terlalu sibuk meresapi gerakan Tia yang ada di atas Dragon.
Tia tersenyum licik saat berhasil membuat suaminya terbang tinggi ke langit ke tujuh. Tanpa Igo sadari, sebentar lagi istrinya akan menghempaskannya ke dasar lembah terdalam.
Tia pun menggerakkan pinggulnya dengan kecepatan sedang untuk membuat sang suami makin tinggi terbangnya. Saat Igo sedang terbuai, cepat-cepat tangan Tia merogoh kantong celana suaminya untuk mengambil kunci pintu basecamp.
Perlahan tapi pasti, kunci bascamp pun berhasil berpindah tempat, dari kantong celana dan sekarang sudah berada di tangan Tia.
Tia pun berhenti menggerakkan pinggulnya.
Mata Igo pun terbuka saat tak lagi merasakan gerakan pinggul istrinya.
Tia mendekatkan wajahnya ke wajah Igo kemudian mendaratkan bibirnya dan mengunyah sesaat bibir suaminya itu sambil pinggulnya kembali ia gerakkan pelan.
Mata Igo kembali tertutup menikmati aksi bibir maupun gerakan pinggul Tia.
"Aku pipis dulu yah kak." Bisik Tia di telinga Igo setelah selesai mengunyah bibir suaminya.
Seperti terkena hipnotis, Igo hanya menganggukkan kepalanya dengan mata yang masih tertutup. Igo masih belum sadar kalau kunci pintu basecamp sudah berpindah tangan.
Tia tersenyum licik penuh kemenangan saat melihat Igo mengangguk.
Cepat-cepat Tia turun dari atas ranjang dan berlari ke arah pintu dan cepat-cepat membuka pintu basecamp.
Mendengar suara Tia yang hendak membuka pintu, Igo pun tersadar dan membuka matanya. Ia pun merogoh kantong celananya.
"Shiiiit!!!!" Umpat Igo saat menyadari kunci pintu basecamp tidak ada lagi di kantongnya.
Igo pun bangkit dari atas ranjang untuk mengejar Tia.
Sayangnya ia terlambat mengejar istri liciknya, karena saat Igo sudah sampai di depan pintu, Tia sudah keluar dari dalam basecamp dan sedang berusaha mengunci pintu basecamp dari luar.
"Shiiit.!!!" Umpat Igo saat pintu basecamp sudah terkunci dari luar.
Dor...dor...dor.. Igo menggedor-gedor pintu basecamp.
"Tia buka pintunya!!!!!" Teriak Igo sambil menggedor-gedor pintu.
Tia tidak menjawab teriakan Igo. Ia malah melangkah dengan santainya menuju kamarnya.
"Rasain!!! Tia di lawan!!!!" Ucap Tia sambil melangkahkan kakinya.
Dan malam ini tenaga Igo habis hanya untuk meneriakki sang istri yang menguncinya dari luar bukan habis karena ritual pengeboran dan penanaman racun generasi ke dalam lubang tambang.
__ADS_1