Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 64


__ADS_3

Setelah satu mangkuk bubur telah meluncur ke dalam lambung Sasha, Igo dan Sasha pun berpindah tempat ke ruang televisi. Mereka saling bertukar cerita sesaat,menunggu asisten rumah tangga di kediaman orangtuanya datang ke apartemen Sasha.


Sebenarnya setelah Sasha selesai makan,Igo berniat ingin pulang,tapi lagi dan lagi,Igo merasa tak tega meninggalkan Sasha sendirian di apartemen dalam keadaan sakit. Igo pun meminta Sasha untuk menghubungi kediaman orangtua Sasha dan meminta salah satu asisten rumah tangga di kediaman orangtua Sasha untuk datang menemani Sasha di apartemen. Agar ia bisa tenang meninggalkan Sasha.


Tapi yang di tunggu-tunggu lama sekali.


Jelas saja lama,karena Sasha menyuruh asisten rumah tangga itu untuk datang pukul enam sore.


Ting Tong Ting Tong. Tepat pukul enam sore,bel apartemen Sasha berbunyi.


"Mungkin itu mbak Marni." Kata Sasha. Mereka pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.


Ceklek. Sasha membuka pintu unit apartemennya.


"Kok lama banget sih mbak datengnya." Sasha berpura-pura melayangkan protesnya pada mbak Marni.


"Loh kan non..."


"Akh...udah..udah..ayo masuk mbak." Tak ingi n mbak Marni keceplosan,Sasha pun langsung memotong kata-kata mbak Marni.


"Karena mbak kamu udah dateng,aku pulang yah Sha. Jangan lupa obatnya di minum sebelum makan. Kalau masih sakit kepala dan lambung kamu masih perih,mending kamu langsung ke dokter aja."


"Iya Go. Makasih yah perhatiannya."


"Ya udah,aku pulang yah." Igo pun berjalan keluar pintu unit apartemen Sasha.


Namun saat kaki Igo sudah beberapa langkah keluar dari pintu,tiba-tiba saja Sasha memanggil Igo.


"Eh Go tunggu." Panggil Sasha sambil berjalan mendekati Igo.


Igo pun memutar tubuhnya,dan..


CUP. Ternyata Sasha pura-pura tersandung dan saat Igo membalikkan tubuhnya,bibir Igo dan bibir Sasha pun tak sengaja bertemu.

__ADS_1


"Ups...sorry Go,aku gak sengaja,tadi kaki aku.." Ucap Sasha pura-pura merasa bersalah.


"Gak pa-pa Sha,namanya juga gak sengaja. Kenapa kamu manggil aku?"


"Ah...itu. Em..aduh aku lupa mau ngomong apaan. Besok aja deh kalau aku ingat." Jawab Sasha. Padahal dari awal Sasha memanggil Igo memang tidak ingin membicarakan apa-apa. Ia hanya ingin menambah koleksi foto dengan Igo. Karena saat ini di sudut yang tak terlihat Igo,ada Roy yang sedang bersembunyi dan sedang merekam gambar. Dan pastinya pertemuan bibir Sasha dan Igo yang tak di sengaja itu ikut terekam.


"Oh..ya udah. Aku pulang yah." Igo kembali melanjutkan langkah kakinya menuju lift yang akan membawanya ke lantai bawah.


Setelah Igo masuk ke dalam lift,baru lah Roy keluar dari tempat persembunyiannya.


"Gimana hasilnya,bagus gak?"


"Bagus. Keren pokoknya. Sekarang tinggal gue screenshoot,terus kita kirim deh ke alamat mereka. Perang perang deh tuh orang dua." Jawab Roy.


"Mereka yang perang,kita yang senang." Timpal Sasha sambil tertawa jahat.


Sasha dan Roy pun masuk ke dalam apartemen Sasha,karena tidak mungkin Roy langsung turun ke bawah bisa-bisa nanti ia bertemu dengan Igo kalau ia turun ke bawah sekarang.


Ternyata jalanan menuju apartemen tak semulus wajah Igo yang glowing dan baby face meski jarang mandi. Karena sekarang jalanan ibukota padat merayap akibat jamnya orang pulang kantor.


"Aish sialan,malah pake macet lagi!!!" Umpat Igo.


Igo pun memutar kemudinya untuk mencari jalan tikus agar bisa cepat sampai ke apartemen.


Rute yang ia lewati memang sedikit lebih jauh dari pada rute biasanya,tapi tak masalah bagi Igo yang penting rute yang ia lewati sekarang ini tidak di penuhi kendaraan beroda dua dan empat.


"Kayaknya gue harus produksi mobil terbang nih,biar bisa gue pake dalam keadaan darurat kayak gini." Kata Igo lagi sambil terus mengendarai mobilnya.


Saat Igo melajukan mobilnya,ternyata di sebelah kiri jalan banyak penjual makanan. Ia pun kembali teringat akan sang istri.


"Tia udah makan belum yah. Apa gue beliin dia nasi goreng aja,atau martabak atau sate atau serabi lempit,biar si Empit kesayangannya Dragon makin makin legit." Gumam Igo sambil melihat-lihat,menimbang-nimbang makanan yang akan ia belikan untuk meluluhkan hati Tia.


Sepertinya Igo lupa kalau Tia orang yang paling susah di luluh lantakkan hatinya.

__ADS_1


"Ah..gue beliin nasi goreng kambing aja deh. Kata orang kalau habis makan nasi goreng kambing,hasrat untuk ngebor menggebu-gebu. Kita coba aja deh,manatau bener." Gumam Igo lagi.


Igo pun memarkirkan mobilnya di bahu jalan kemudian keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju gerobak penjual nasi goreng kambing.


Igo pun memesan nasi goreng kambing dua porsi untuk dirinya dan sang istri. Bayangan makan malam romantis dengan menu nasi goreng kambing pun terus berputar-putar memenuhi isi kepalanya.


Setelah menunggu hampir setengah jam,karena antrian yang cukup banyak. Akhirnya nasi goreng kambing pesanannya telah berada dalam tangannya.


Igo kembali masuk ke dalam mobil dan kembali melajukan mobilnya menuju apartemen tempat tinggalnya dengan Tia.


Meninggalkan Igo yang sedang memikirkan cara untuk merayu Tia.


Ada Tia yang lebih memilih menyibukkan diri dengan membaca buku seputar dunia OBGYN. Karena memang dia berencana ingin menjadi dokter OBGYN. Karena terlalu lama membaca,Tia akhirnya ketiduran dengan buku yang menjadi alas tidurnya.


Tia baru terbangun dari tidurnya saat merasakan perutnya yang lapar.


"Astaga. Kok gue bisa ketiduran sih?!" Gerutu Tia pada dirinya sendiri.


Ia pun mengambil ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau panggilan tak terjawab yang masuk ke ponselnya selama ia ketiduran. Mana tau saja ada panggilan darurat dari rumah sakit.


"Kak Igo." Lirih Tia saat melihat nama Igo di riwayat panggilan tak terjawab.


"Cih...gue kirain dia udah lupa sama gue!!"


Tia tak menelpon balik Igo,ia lebih memilih untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


Tia pun keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju dapur,karena ia malas main masak-masakan,jadi Tia hanya memasak mie instan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.


Kini mie instan ala Tia pun sudah tersaji dan siap di santap oleh Tia. Sambil melahap mie instannya,Tia juga sambil membuka akun sosial medianya. Tiba-tiba saja ia ingin sekali membuka akun sosial media suaminya.


Tia pun mengetik nama sang suami di kolom pencarian. Begitu nama sang suami muncul,Tia langsung membuka akun sosial media milik Igo untuk melihat isi dari akun sosial media suaminya.


Mata Tia membulat sempurna saat melihat postingan Sasha yang menautkan nama suaminya.

__ADS_1


__ADS_2