Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 94


__ADS_3

Satu tahun tiga bulan kemudian.


Kini usia pernikahan Igo dan Tia sudah masuk delapan belas bulan. Setelah hasil pembujukan yang sangat lama yang di lakukan oleh Nia dan Ica akhirnya Tia mau juga melakukan resepsi pernikahan yang megah dan mewah tanpa endorse.


Dan disini lah mereka sekarang, di gedung hotel tempat Nia dan Ica dulu melangsungkan resepsi.


"Wooooi senyum, di tekuk aja tuh muka." Omel Yordan saat melihat sang sahabat yang harusnya bahagia dengan hajat besar yang sangat ia nanti-natikan.


"Gimana gue mau senyum kalau gini cerita kupret!!!!" Igo balik mengomel pada Yordan.


Irlan dan Yordan tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya itu makin kesal.


Bagaimana tidak kesal, kalau konsep resepsi pernikahannya tidak seperti resepsi pada umumnya.


Jika biasanya konsep pernikahan itu ada yang bertema outdoor, vintage, sederhana, elegan, rustic, classic, mewah, lah ini tema resepsi pernikahan Igo dan Tia bertema kartun Disney.


Kostum yang Tia dan Igo pakai adalah kostum Aladdin dan Putri Yasmine. Tak ada pelaminan di resepsi pernikahan Igo dan Tia, hanya ada panggung hidrolik yang di tutupi karpet sehingga karpet itu terlihat seperti karpet terbang.


Layaknya sebuah konser, Igo dan Tia muncul bukan dari pintu, melainkan dari panggung hidrolik yang tertutupi karpet, jadi tamu yang datang akan melihat Igo dan Tia seperti sedang menaikki karpet terbang, apalagi di tambah dengan latar video awan bergerak dari pantulan proyektor, plus kibasan angin kencang dari kipas angin, membuat Igo dan Tia yang sedang duduk diatas karpet di panggung hidrolik itu semakin nyata.


"Jangan ketawa loe berdua!!! Yakin gue, ini pasti ide loe berdua kan?! Bukan ide Nia sama Ica, ngaku loe!!!"


"Kenapa loe jadi nuduh kita? Loe tanya aja sono sama bini kita berdua, ini sebenarnya ide siapa." Tantang Yordan.


Igo memutar bola matanya malas.


"Huuh...berasa lagi ulangtahun anak PAUD gue nih, bukan resepsi pernikahan!!" Gerutu Igo lagi, lagi dan lagi.


Mendengar sahabatnya menggerutu, bukannya merasa prihatin, Irlan dan Yordan malah tertawa terbahak-bahak.


"Udah lah, terima aja. Toh juga bini loe seneng. Noh liat noh, bini loe malah ketawa-ketiwi." Kata Yordan sambil menunjuk Tia yang sedang tertawa bersama Ica dan Nia.


Berhubung Nia sedang hamil besar, jadi mereka hanya bisa duduk di meja bundar.


"Tau loe!!! Itung-itung impas lah Go, waktu nikahannya Yordan juga loe ngerjain si Yordan, loe suruh joget-joget k-pop." Timpal Irlan.


"Njriiiiit loe!!! Gak setimpal tau gak!! Gue kan waktu itu cuma ngasih ide, siapa suruh si bucin ini manggut-manggut aja sama ide gue!!" Protes Igo.


"Wah...wah pada ngumpul nih..." tiba-tiba suara yang sangat tidak ingin mereka dengar ada di tengah-tengah mereka.


Ketiganya pun kompak memutar bola matanya malas.


Bugh..bugh..bugh. Mendapat sambutan tidak meriah dari ketiga laki-laki yang sudah ia anggap anaknya sendiri, orang itu langsung menendang tulang kering ketiga laki-laki itu.


"Aaauw...sakit mom!!!" Ringis Yordan sambil mengelus tulang keringnya.


Sama seperti Yordan yang meringis kesakitan, Irlan dan Igo juga sebenarnya meringis kesakitan, tapi mereka cukup meringis dan mengumpat si madam mommy di dalam hati saja.


Ya, orang itu adalah mommy Sarah alias madam mommy alias bule bar-bar dan alias nini nya baby Millie.


"Makanya kalau orangtua nongol itu pasang muka sopan." Omel mommy Sarah.

__ADS_1


Mommy Sarah pun menoleh ke arah Igo si empunya hajatan yang super beda dari hajatan resepsi pernikahan pada umumnya.


"Selamat yah bontot, akhirnya ngerasain juga yang namanya resepsi.." Ucap mommy Sarah sambil memeluk Igo.


"Madam sebenarnya ngasih selamat atau mau nyindir sih?" Protes Igo mendengar ucapan madam mommy.


"Ngasih selamat dong, kalau mommy nyindir mah gak gitu." Jawab mommy Sarah.


"Emang madam kalau nyindir gimana?" Kini Irlan yang buka suara.


"Mommy tuh kalau nyindir tuh gini..selamat yah Go, akhirnya bisa nikah juga sama Tia gak perlu pake obat perangsang buat dapetin Tia, semoga langgeng yah pernikahannya, jangan sampe nanti mantan nongol,eh...kepincut lagi sama mantan, terus istrinya di sia-sia in, giliran udah pisah baru deh nyesel." Ini lah yang namanya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sekali mommy Sarah buka mulut, tiga laki-laki ganteng langsung kena mental.


Irlan, Yordan dan Igo menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal karena ucapan madam mommy yang langsung menyindir tiga orang sekaligus.


"Ya elah madam, pake di ungkit lagi." Gerutu Igo pelan.


Meski pelan, tapi mommy Sarah masih bisa mendengar gerutuan Igo.


"Hai Sar.." tiba-tiba saja mama Wita datang bersama dengan Tia.


"Hai Wit." Balas mommy Sarah.


"Kita kesana yuk, biarin aja anak muda disini." Ucap mama Wita mengajak mommy Sarah ke meja dimana kaum ibu-ibu sosialita berada.


"Eh..tunggu, aku mau foto dulu sama pengantin." Jawab mommy Sarah saat tangannya di tarik mama Wita.


Mama Wita pun melepaskan tangannya dari tangan mommy Sarah.


"Tolong fotoin yah Wit." Ucap mommy Sarah. Kemudian berjalan mendekati pasangan Aladdin dan Putri Yasmin KW itu.


Karena mommy Sarah mengatakan ingin berfoto dengan pengantin saja, otomatis Yordan dan Irlan pun keluar dari frame.


"Eh..kalian juga sini." Perintah mommy Sarah.


"Katanya mau foto sama pengantin aja." Protes Yordan.


"Emang. Ini kan pengantinnya Aladdin sama Yasmin, nah kalian yang jadi Abu sama Jin Tomangnya." Jawab mommy Sarah.


Mendengar kata-kata mommy Sarah, mama Wita sampai menggelembungkan pipinya menahan tawa.


"Enak aja, gak mau!!! Masa kita jadi Abu sama Jin. Ogah." Protes Yordan lagi.


"Gak usah ngebantah, cepetan!!!! Aladdin sama Yasmin kan kemana-mana sama Abu dan Jin Tomang. Udah sini, lagian ini juga ide kalian berdua kan." Ucap mommy Sarah membongkar rahasia besar Yordan dan Irlan.


Mendengar kata-kata mommy Sarah, jelas saja Igo langsung memberi tatapan tajam pada kedua sahabatnya itu.


"Oh...bener kan, kerjaan loe berdua ini!!!" Geram Igo.


"Jadi foto gak nih?" Tanya mama Wita menyela perdebatan Igo dan kedua sahabatnya


"Jadi..jadi.." jawab mommy Sarah.

__ADS_1


Mereka berlima pun berfoto dalam satu frame, Yordan di paksa mommy Sarah bergaya seperti Jin sedangkan Irlan di paksa bergaya seperti Abu.


Kemudian mommy Sarah menyuruh mama Wita, Nia dan Ica untuk ikut berfoto dan meminta tolong pada tamu lain untuk memfotokan mereka.


Setelah acara foto-fotoan selesai, mama Wita dan mommy Sarah bergabung dengan para ibu-ibu sosialita. Sedangkan yang punya hajatan kembali bergabung dengan kubu masing-masing.


🎀 🎀 🎀


Layaknya pengantin baru, setelah acara resepsi selesai, Igo dan Tia masuk ke dalam kamar pengantin mereka di lantai paling atas gedung hotel itu.


"Aaakh...akhirnya selesai juga acaranya." Teriak Igo sambil membuang tubuhnya di atas ranjang.


Tia yang mendengar hanya melirik sebentar kemudian berjalan menuju meja rias untuk membersihkan make-up nya.


"Mandi dulu kak, baru tidur." Perintah Tia saat melihat mata suaminya terpejam.


"Kamu dulu lah Ti."


"Kakak duluan, aku masih bersihin make-up ini."


"Siapin dong air hangatnya, aku mau berendam dulu bentar, mau ngilangin pegel-pegel." Perintah Igo.


Tia pun berjalan menuju kamar mandi untuk mengisi air dalam bathtub dan menyalakan aroma terapi. Setelah semua siap, Tia pun keluar dari dalam kamar mandi.


"Airnya udah siap, aku udah pasang aroma terapi juga. Sana mandi."


Dengan bermalas-malasan Igo pun bangkit dari ranjang kemudian membuka semua pakaiannya termasuk bedongan si Dragon dan membuangnya ke sofa, setelah dirinya polos, baru lah Igo masuk ke dalam kamar mandi.


"Ish...kebiasaan, naro baju kotor sembarangan!!" Gerutu Tia setelah suaminya masuk ke dalam kamar mandi.


Meski tiap hari Tia ngomel-ngomel agar suaminya tidak meletakkan pakaian kotor dan handuk basah sembarangan, tapi tetap saja suaminya itu melakukannya. Membuat Tia akhirnya malas mengomeli suaminya itu dan baru menggerutu setelah suaminya itu tidak ada.


TRING. Bunyi notifikasi pesan di ponsel Tia.


Tia pun mengambil ponselnya dan membuka pesan masuk.


Ternyata pesan dari grup yang hanya beranggotakan tiga orang. Siapa lagi kalau bukan dirinya, Ica dan Nia.


Ica : Jangan lupa di minum obat encoknya.


Nia : Nanti gak usah pake pakaian dalem, pake lingerie aja biar nanti kak Igo tinggal langsung nancepin paku.


"Cih.." Tia berdecih membaca pesan dari kedua sahabatnya itu. Ia pun meletakkan kembali ponselnya ke atas meja.


TRING. Baru saja Tia meletakkan ponselnya, masuk lagi pesan di group.


Tia pun mengambil ponselnya dan membuka pesan yang di kirim Ica.


Mata Tia membulat saat membuka pesan itu, ternyata sebuah video yang Ica kirim.


💋💋 Berhubung othor masih jetlag gara-gara nganter pasangan kadal ke Afrika dan si Billywati ke Antartika pake karpet terbangnya si Aladdin (maklum gak mampu sewa jet pribadi) jadi othor up nya satu bab dulu yah. Nanti kalau otak othor udah gak goyang lagi gara-gara kemasukan angin, othor up dua bab. Tengkyuuuu 💋💋

__ADS_1


__ADS_2