Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 53


__ADS_3

Mendengar klien suaminya perempuan ditambah lagi kliennya tidak mau meeting melalui perantara,hati Tia tiba-tiba memanas. Seperti ada api yang sedang memanasi hatinya. Ingin rasanya Tia menyuruh Igo untuk menolak kerjasama dengan teman SD suaminya itu,tapi Tia tidak tau alasan yang tepat yang harus ia katakan kenapa ia menyuruh sang suami menolak kerjasama dengan Sasha.


"Kok diem? Jangan bilang kamu lagi cemburu?"


"Ngaco!! Ngapain juga cemburu!!" Sangkal Tia.


"Aku cuma lagi mikir,kita mau bikin apa sekarang. Masa kita seharian di apartemen." Kata Tia lagi.


"Gimana kalau kita bikin Igo junior?" Goda Igo.


Tia menggigit bibir bawahnya mendengar ajakan Igo. Ingin sekali ia mengatakan iya,tapi entah kenapa bibirnya terasa kelu,lehernya pun tak bisa mengangguk untuk menyetujui ajakan Igo.


"Becanda..becanda. Gak usah di masukin ke hati. Aku tau kamu belum siap. Aku akan tunggu sampe kamu siap." Kata Igo lagi saat melihat keterdiaman Tia.


"Gak kak,boleh kok. Aku siap kok kak." Ingin sekali Tia berteriak seperti itu saat Igo salah paham dengan keterdiamannya,tapi apalah daya,kalimatnya hanya bisa tertahan di tenggorokan.


"Gimana kalau kita mabar game online?" Tanya Igo.


"Hah...kok game online? Aku maunya kita main di atas ranjang kak." Teriak Tia dalam hati. Ia masih belum bisa mengeluarkan kata-katanya.


"Kamu kan masih recovery,nanti kalau kamu udah sembuh baru kita jalan-jalan sepuasnya. Kita kan masih banyak waktu." Kata Igo lagi sambil mengelus rambut Tia. Igo pikir,Tia juga menolak di ajak mabar game online.


"Banyak waktu gimana? Besok kan aku udah kerja." Protes Tia.


"Akh sialan,kenapa yang keluar kata-kata itu sih!!! Harusnya aku bilang lahan buat Dragon ngebor udah siap!!!" Umpat Tia pada dirinya sendiri dalam hati.


"Aku udah langsung ngomong sama papi untuk ngizinin kamu cuti satu minggu,jadi nanti kalau kamu udah fit baru kita jalan-jalan seharian."


Tia memanyunkan bibirnya,karena kesal. Bukan kesal karena tidak bisa jalan-jalan hari ini. Tapi Tia kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa mengeluarkan kata-kata kramat yang paling di tunggu-tunggu Igo.


"Jadi kamu mau mabar gak nih? Atau kamu mau nonton drakor atau nonton film panas yang ada adegan di kapal pesiar?"

__ADS_1


Tia langsung mencubit gemas roti sobek Igo mendengar pertanyaan Igo yang terakhir.


"Auw...sakit Ti." Ringis Igo sambil mengusap roti sobeknya.


"Makanya jangan mesum.!! Ya udah deh kita mabar game online aja." Ajak Tia.


Dan akhirnya dari pagi menjelang siang sampai menjelang sore Igo dan Tia hanya bisa mabar game online di apartemen.


🎀 🎀 🎀


Sedangkan Sasha,sejak Igo menolak datang untuk membicarakan kerjasama dengannya,Sasha pun keluar dari gedung kantor Igo dengan nafas yang memburu karena terlalu kesal.


Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam cofee shop yang ada di dekat kantor Igo untuk meredakan emosinya.


Sasha pun duduk di salah satu meja yang dekat dengan jendela sehingga bisa melihat orang lalu lalang dari tempatnya duduk.


Tak lama setelah Sasha selesai memesan pesanannya,tiba-tiba ada seorang laki-laki yang duduk di kursi tepat di hadapan Sasha tanpa meminta izin Sasha.


"Emangnya loe make ke dua kursinya? Loe kan cuma dudukin satu kursi doang. Berarti kursi yang ini kosong dong?!" Jawab laki-laki tersebut tak mau kalah.


"Mata loe buta? Tuh masih banyak kursi yang kosong. Duduk disana aja loe!!!" Usir Sasha.


"Galak banget sih tan,pantesan aja anaknya pak Mandala gak mau sama tante." Ejek laki-laki tersebut.


Mata Sasha membelalak sempurna mendengar ejekan laki-laki yang duduk di hadapannya tersebut.


"Loe!!! Siapa loe,berani-beraninya loe manggil gue tante!!! Sejak kapan gue kawin sama om loe!!! Dan tadi apa loe bilang,gue ditolak sama anaknya pak Mandala? Maksud loe gue ditolak Igo gitu?" Bentak Sasha.


"Asal loe tau yah,Igo tuh gak mungkin nolak gue,gue ini cinta pertamanya tau gak!!!" Kata Sasha lagi.


"Cih..Pede banget sih tan. Emangnya tante gak tau kalau anak bungsu pak Mandala udah menikah?" Tanya laki-laki tersebut memancing emosi Sasha.

__ADS_1


Mata Sasha membelalak sempurna mendengar perkataan laki-laki tersebut.


Sebelum ia mendatangi Igo,ia mencari tahu dulu informasi tentang Igo. Dan dari informasi yang Sasha dapat,tidak ada informasi yang mengatakan kalau Igo sudah menikah. Sasha hanya mendapat informasi kalau Igo mempunyai hobi bergonta-ganti teman ranjang. Dan Sasha pikir alasan Igo menggeluti hobi itu karena Igo masih mengharapkan dirinya.


Makanya kemaren waktu ada panggilan di ponsel Igo dari si ❤❤❤, Sasha pikir itu dari salah satu partner ranjang Igo karena Igo hanya memberi simbol di nomor kontak itu.


"Gak mungkin!! Gak usah nyebar hoaks loe!!"


"Dih..gak percaya!!"


Laki-laki itu pun mengeluarkan ponsel miliknya dan membuka chat dari orang yang ia suruh untuk mencari tau tentang Igo.


Ya,laki-laki itu adalah Roy.


Semenjak ia mengetahui fakta kalau Tia sudah menikah dengan laki-laki yang mengaku tunangan Tia. Roy pun langsung mencari tau tentang Igo.


Awalnya Roy mengalami kendala mendapat informasi tentang Igo karena walau Igo adalah anak dari salah satu orang berpengaruh di negara itu,tapi Igo tidak pernah mempublish dirinya. Bahkan kalau papa Oscar tidak memperkenalkan Igo sebagai anak bungsunya,mungkin tidak ada partner kerja papa Oscar yang mengenal Igo. Karena memang yang memegang perusahaan inti Mandala Group adalah bang Vier.


Merasa ada yang aneh karena Roy tidak bisa menemukan profil Igo,Roy pun menyewa detektif untuk mencari tau latar belakang Igo.


Dan dari tangan sang detektif itu lah,Roy mengetahui kalau Igo adalah anak bungsu pak Mandala dan mengetahui kebiasaan-kebiasaan Igo sebelum menikah dengan Tia. Roy juga berhasil mendapat foto pernikahan Igo dengan Tia dari satu-satunya orang yang mendapat izin mengabadikan momen pernikahan Tia dan Igo,siapa lagi kalau bukan si tukang foto.


Bahkan Roy sampai rela menguras uang perusahaan papa nya hanya untuk menyogok si tukang foto agar mau memberi satu bukti foto saja. Bukan tanpa sebab Roy melakukan itu,itu semua karena Roy merasa pasti ada sesuatu yang tidak beres dari pernikahan Tia dan Igo sampai-sampai mereka harus menyembunyikan pernikahan mereka. Makanya Roy akan menjadikan foto pernikahan Tia dan Igo sebagai alat untuk memeras Igo.


Roy yang selalu membuntuti Igo,tiba-tiba tertarik mendekati Sasha saat pertama kali melihat Sasha datang ke kantor Igo,bukan tertarik untuk di jadikan kekasih atau partner ranjang,melainkan untuk ia jadikan alat perusak rumah tangga Igo dan Tia.


Mata Sasha membelalak sempurna saat melihat foto yang Igo tunjukkan padanya.


"Gimana,tante percaya kan sekarang?!" Tanya Igo dengan senyum liciknya.


PLAK. Sasha langsung menoyor kepala Roy.

__ADS_1


"Tante..tante!!! Udah gue bilang jangan panggil tante!!!" Protes Sasha.


__ADS_2