
Irna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Igo.
"Jangan lupa di masukkin ke cup!!!!" Teriak Irna mengingatkan, takutnya nanti Igo lupa cabut sangking ke enakan.
Untung saja Igo dan Tia datang ke tempat prakteknya dua jam sebelum jam praktek buka. Jadi Irna masih sabar menunggui pasangan abstrak itu yang sudah Irna pastikan mereka akan membuat cicak di dinding dan semua benda-benda yang ada di dalam ruangan itu menjadi saksi bisu proses pengeluaran racun sang Dragon.
Sedangkan di dalam ruangan, Igo langsung melahap bibir istrinya dengan sangat rakus. Tangan Tia pun juga langsung tertuju pada Dragon yang masih di lapisi celana dan bedong.
"Dragon udah bangun kak, ayo cepet keluarin racunnya." Ucap Tia tak sabar.
"Bentar dulu dong sayang, kita seminggu lebih loh gak saling sengat kayak gini, masa mau langsung di keluarin." Jawab Igo sambil tangannya memberi sengatan di puncak gunung Tialaya.
Tia melipat bibirnya rapat-rapat menahan suara laknat keluar dari dalam mulutnya.
"Gak usah di tahan suaranya sayang, kan kak Irna udah bilang kalau ruangan ini kedap suara." Ucap Igo saat tau istrinya sedang menahan suara ghoib yang ingin keluar dari dalam mulutnya.
Meski Tia tau ruangan itu kedap suara, tatap saja ia tidak mau mengeluarkan suara ghoibnya, dirinya takut terbuai dengan permainan sang suami yang berujung pada aksi pengeboran.
Tapi nampaknya, sekuat apapun usaha Tia menahan suara itu, tetap saja permainan lidah dan tangan sang suami di sekujur tubuhnya membuat benteng pertahanan yang ia bangun hanya tahan beberapa saat saja.
"Ough..ah..hemh..." desau Tia yang sudah berhasil Igo buat terbang ke nirwana.
Bahkan sekarang bukan hanya tangan Igo yang aktif, tangan Tia pun juga sudah ikut-ikutan aktif dengan membuka celana yang Igo pakai, setelah celana terlepas, Tia juga membuka bedongan sang Dragon.
Dengan tatapan buas macan tutul kelaparan, Tia mendorong tubuh Igo duduk di atas kursi. Setelah sang suami terduduk, gantian kini Igo lah yang membuka celana dan terpal penutup lubang tambang yang di non aktifkan sementara karena terkena banjir bandang.
Kini mereka berdua sudah sama-sama polos di bagian bawah.
Tia pun langsung naik ke atas pangkuan Igo dan tangannya mengarahkan sang Dragon untuk masuk ke dalam lubang tambang.
"Sssh..ough.." desau keduanya saat sang Dragon terbenam sempurna di dalam lubang tambang.
Tia pun mulai meliak-liukkan pinggulnya untuk membuat sensasi enak yang sangat ia rindukan.
"Oh..sayang..gantian sayang, aku yang mimpin." Ucap Igo di sela-sela aktivitas mengguncang kursi.
Tia pun berdiri dari atas pangkuan Igo, dan itu membuat Dragon kaget dan clingak-clinguk karena tiba-tiba keluar dari dalam lubang.
__ADS_1
"Ngadep belakang sayang." Ucap Igo.
Tia pun menurut dan membungkuk membelakangi Igo dengan tangan yang Tia tumpukan di kursi.
Tak menunggu lama, sebelum Dragon ngamuk karena di keluarkan tiba-tiba dari dalam lubang tambang, cepat-cepat Igo memasukkan kembali Dragon ke dalam lubang tambang.
"Ssh..ahh.." desau keduanya saat Dragon kembali masuk ke dalam lubang.
Dengan kecepatan yang turun naik, kadang lambat kadang cepat, Dragon mulai mengebor.
"Ah...k-kak ja-ngan uh..lu-pa di-masuk-in uh..ke cup!!" Susah payah Tia bicara untuk mengingatkan suaminya.
Nampaknya Igo tak mendengar ucapan Tia yang Igo pikir istrinya sedang maracau karena menikmati pengeboran Dragon.
Igo menambah kecepatan pengeboran Dragon agar sampai di titik klimakstation.
"Ah..k-ka cup nya!!!!" Di tengah-tengah dirinya yang hampir sampai di titik klimakstation, Tia masih sempat-sempatnya mengingatkan sang suami untuk menyemburkan racun Dragon ke dalam cup.
Tapi sayangnya peringatannya itu di hiraukan sang suami. Igo malah menyemburkan racun sang Dragon ke dalam lubang tambang.
"Aaarrgh.. Tia.." erang Igo.
Keduanya sama-sama mengerang panjang sambil menyebutkan nama pasangan mereka.
Setelah semua racun keluar, Igo langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Kok kakak buang di dalam sih?" Omel Tia.
"Sorry sayang, keenakan, kita istirahat dulu bentar, baru kita coba lagi!!" Jawab Igo tanpa rasa bersalah.
"Astaga kak!!! Mana bisa di coba lagi, harus nunggu lima hari lagi baru bisa tau gak!!!" Jawab Tia.
Igo menelan slivanya susah payah.
"Serius kamu?" Tanya Igo dengan raut wajah kaget. Sangking kagetnya, ia sampai mengeluarkan Dragon yang masih setengah sadar dari dalam lubang tambang.
"Ya serius lah, kan racun pertama setelah di endapkan lima hari yang di periksa." Ucap Tia.
__ADS_1
"Jadi aku harus puasa lima hari lagi gitu?" Tanya Igo masih tidak percaya.
"Ya iya lah. Kan udah aku peringatin tadi.!!"
"Aku mana denger Ti, aku pikir kamu lagi meracau." Jawab Igo.
"Udah lah, aku malas debat!!! Pake celana kakak cepet, biar kita pulang!!" Ucap Tia yang sudah malas berdebat dengan suaminya karena jengkel.
Setelah Tia dan Igo memakai kembali celana mereka, mereka pun keluar dari dalam ruangan itu.
"Mana?" Irna langsung menengadahkan tangannya ke arah Igo dan Tia saat mereka keluar dari dalam ruangan khusus.
Tanpa mengucapkan satu patah kata, Tia langsung memberikan cup itu ke tangan Irna dan berlalu dari hadapan Irna.
"Loh kok kosong?" Tanya Irna pada Igo.
"Hehe..sorry kak lupa cabut, jadi kelepasan di dalam deh." Jawab Igo sambil cengar-cengir.
"Astaga Igo!!! Pantesan mukanya Tia gak enak!!!" Ucap Irna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya udah sana susul istri kamu, lima hari lagi kamu dateng lagi kesini. Tapi di percobaan ke dua jangan sampe lupa cabut yah. Kalau sampai percobaan kedua kamu lupa cabut, nanti singkong mu yang kakak cabut dari semak belukar!!!" Ancam Irna.
"Iya...iya. Ya udah yah kak, aku pulang." Pamit Igo.
Igo pun berlalu dari hadapan Irna. Ia melangkahkan kakinya keluar dari tempat praktek Irna menuju mobil, dimana sudah ada Tia yang menunggu dirinya di depan mobil.
Begitu Igo membuka kunci pintu mobil dari remote kunci, cepat-cepat Tia membuka pintu mobil bagian belakang. Sama dengan Tia, Igo juga masuk ke dalam mobil bagian kemudi.
"Kok duduk di belakang sih sayang? Emang aku supir apa?"
"Aku lagi males sama kakak. Udah cepetan jalan!!" Omel Tia.
"Masa gitu doang ngambek sih sayang, kan masih bisa di ulang lima hari lagi. Udah dong jangan ngambek." Rayu Igo.
"Kakak tuh sepele banget yah, kakak serius gak sih mau periksa? Kalau kakak gak mau di periksa bilang aja, jangan pura-pura mau di periksa tapi ujung-ujung sengaja bikin kacau kayak gini."
Igo menghela nafasya sambil mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
Disaat istri sedang mengomel seperti ini, lebih baik kaum suami hanya diam dan setelah istri berhenti mengomel baru lah dua jurus pamungkas di keluarkan. Dan begini lah Igo sekarang diam mendengarkan Tia yang masih mengomel.