Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 49


__ADS_3

Setelah hampir satu jam berkutat di dapur,akhirnya bubur ayam untuk Tia pun selesai. Igo pun membersihkan dapur terlebih dahulu sebelum masuk kembali ke dalam kamar Tia.


Setengah jam setelah Igo keluar dari dalam kamar,Tia pun tersadar dari pingsannya. Melihat tangannya sudah di pasang infus,Tia pun mengingat-ingat apa yang sudah terjadi pada dirinya. Tia memijat-mijat keningnya setelah ingat kalau sebelum dirinya pingsan,ia sempat bertengkar dengan Igo.


Perlahan Tia mendudukkan tubuhnya kemudian turun dari atas ranjang sambil membawa infus yang di gantung stand hanger,maklum tidak ada tiang untuk menggantung infus,jadi stand hanger untuk menggantung tas Tia pun di jadikan Igo sebagai gantungan infus.


Tia pun berjalan menuju sofa di mana tas yang ia pakai tadi berada,ia pun mengambil ponselnya dari dalam tas.


"Huft..lobet lagi." Gumam Tia saat melihat ponselnya mati daya.


Tia pun berjalan kembali menuju tempat tidur untuk mengambil charger ponselnya yang ia taruh di dalam laci nakas. Kemudian mengisi baterai ponselnya.


Cukup dengan sepuluh menit,Tia mencabut charger ponselnya,yang penting ia bisa menyalakan kembali ponselnya untuk ia tunjukan pada Igo pasan yang ia kirimkan pada Igo.


Ceklek. Tia membuka pintu kamarnya sambil susah payah mendorong stand hanger.


Mendengar suara dari arah dapur,Tia pun melangkahkan kakinya menuju dapur. Karena Tia yakin kalau yang di dapur sekarang adalah Igo.


"Kak..." panggil Tia dengan suara lemas setelah dirinya sampai di dapur.


Igo yang sedang membersihkan dapur pun langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Astaga Tia,kok kamu keluar kamar sih? Kamu kan masih sakit,nanti kalau pingsan lagi gimana?"


"Aku gak pa-pa kak. Oh..iya,siapa yang pasangin infus ini?" Tanya Tia yang sedari tadi penasaran dengan siapa yang memasang infusnya,karena tidak mungkin Igo yang memasang,mencari pembuluh darah vena nya saja mungkin Igo tidak tahu.


"Mami yang pasang. Tadi waktu kamu pingsan,aku langsung telpon mami." Jawab Igo sambil berjalan mendekati Tia.


"Kamu pasti laper kan? Aku udah buatin bubur ayam untuk kamu,ayo makan dulu." Ajak Igo sambil menuntun sang istri menuju meja makan.


"Kamu duduk sini dulu,biar aku siapin makanannya." Kata Igo setelah mendudukkan Tia di kursi.

__ADS_1


Igo pun berjalan kembali menuju dapur untuk mengambil semangkuk bubur untuk Tia. Kemudian kembali ke meja makan dengan membawa nampan berisi semangkuk bubur dan air putih hangat untuk sang istri.


"Ini dia bubur ayamnya." Kata Igo bangga menunjukkan bubur ayam buatannya.


Tia menghirup aroma bubur ayam buatan Igo. Dari aromanya saja sangat enak,apalagi rasanya. Tia tidak meragukan lagi rasa masakan suaminya.


"Sini biar aku suapin." Tawar Igo.


"Gak usah kak,biar aku makan sendiri." Tolak Tia,ia tidak mau merepotkan suaminya.


"Gak usah ngebantah,tangan kamu kan lagi di infus,gimana bisa kamu makan sendiri. Udah sini." Igo pun langsung merampas sendok yang sudah berada di tangan Tia.


Dengan perlahan Igo menyuapi istrinya sampai semangkuk bubur buatannya kandas di lahap Tia.


Melihat kesabaran Igo dalam mengurusnya yang sedang sakit,hati Tia makin meleleh saja.


Sebenarnya Tia sudah mulai ada perasaan pada Igo,tapi ia masih malu untuk mengakui perasaannya kalau sebenarnya benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hatinya.


"Hemh..kenapa? Kamu mau tambah?"


Tia menggeleng.


"Kak Igo masih marah sama aku?"


Igo tersenyum mendengar pertanyaan Tia.


"Gak lah sayang,mana bisa sih aku marah lama-lama sama kamu." Jawab Igo sambil mengelus rambut Tia.


"Lagian kalau aku masih marah,gak mungkin juga aku ngerawat kamu. Kan bisa aja aku suruh mami ngurus kamu atau aku suruh mbak dirumah mama dateng buat ngurus kamu." Kata Igo lagi.


Tia terdiam mendengar kata-kata Igo,benar apa yang di katakan Igo kalau memang sang suami masih marah padanya untuk apa sang suami repot-repot membuatkan bubur ayam untuk dirinya.

__ADS_1


"Tapi kak,beneran deh tadi itu aku pulang karena kakak udah ngizinin aku pulang. Ini buktinya,pesan yang aku kirim dan balasan pesan dari kakak juga masih ada di ponsel aku." Kata Tia. Tia pun menunjukkan bukti pesan yang ia kirim dan balasan pesan yang Igo kirim.


Igo mengernyitkan keningnya bingung. Pasalnya di ponselnya ia tidak menemukan pesan yang Tia kirimkan untuknya,dan balasan pesan yang dirinya kirim untuk sang istri. Bahkan riwayat panggilan pun tidak ada nama Tia yang melakukan panggilan di jam segitu.


Igo memperdalam ingatannya,untuk mengingat dimana dirinya saat jam yang tertera di pesan.


"Kayaknya gue lagi bo•ker deh tadi jam segitu." Gumam Igo dalam hati.


Igo pun mencoba mengingat kembali dimana ponselnya berada saat ia sedang bo•ker tadi.


"Apa jangan-jangan yang balas pesan itu Sasha? Dan Sasha juga yang hapus pesan dan riwayat panggilan dari Tia?" Gumam Igo lagi setelah mengingat dimana ia letakkan ponselnya saat ia sedang buang hajat tadi.


"Akh gak mungkin!!! Sasha gak begitu." Gumam Igo lagi sambil menggelengkan kepalanya,ia tak mau berburuk sangka terhadap Sasha.


Igo memejamkan matanya sambil menghela nafasnya mencoba untuk mengontrol emosinya. Karena ulah orang yang tak bertanggung jawab,hampir saja ia melukai istrinya.


"Kayaknya ada orang iseng yang udah buat kita salah paham deh. Mungkin orang isengnya mau test kekuatan sama aku." Jawab Igo.


"Maaf yah sayang,aku tadi udah bentak-bentak kamu. Harusnya aku denger penjelasan kamu dulu." Kata Igo merasa bersalah karena sudah membentak-bentak istrinya tadi.


Tia menganggukkan kepalanya.


"Berhubung aku lagi lemes,jadi kesalahan kakak hari ini aku maafin tapi kalau besok-besok kakak kayak gini lagi dan keadaan ku lagi fit,jangan harap kakak dapat maaf dari aku. Aku smackdown langsung kakak!!" Ancam Tia.


"Uuuh...mau dong di smackdown.." bukannya takut dengan ancaman Tia,Igo malah menggoda istrinya itu.


"Ikh...kak Igo.." Tia memukul pelan tangan Igo karena sang suami malah menggodanya disaat dirinya sedang bicara serius.


"Udah gak usah ngambek-ngambek. Mending sekarang kamu balik lagi ke kamar dan istirahat. Tadi mami ada kasih vitamin untuk kamu minum." Ajak Igo.


Igo pun membantu Tia berdiri dari tempat duduknya dan menuntun sang istri untuk masuk kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2