
"Kantor siapa ini?" Tanya Tia saat mereka sudah tiba di depan kantor milik Igo pribadi.
Karena selama dua bulan menikah,Tia belum pernah menginjakkan kakinya di kantor sang suami. Karena seperti yang kita ketahui kalau Igo selalu mengintili Tia kemana-mana.
"Kantor aku lah sayang." Jawab Igo bangga.
"Oh." Tia hanya ber oh ria.
"Jadi reuniannya di kantor kak Igo?" Tanya Tia lagi.
"Gak. Aku mau jemput Sasha."
Mata Tia membelalak mendengar nama teman SD suaminya itu.
"Ngapain dia ada di kantor kakak? Dan ngapain juga kakak jemput dia? Emang dia gak bisa apa pergi sendiri ke tempat acara?" Rentetan pertanyaan dengan nada tidak suka Tia lontarkan pada sang suami.
"Nanya satu-satu dong sayang. Dia kesini karena mau bicarain kerjasama sama Duta,aku jemput dia karena mobil dia masuk bengkel."
"Emangnya dia gak bisa apa naik taksi?!" Tanya Tia lagi ketus.
"Kamu kenapa sih ketus gitu? Kamu cemburu yah aku jemput cewek lain?" Bukannya menjawab dengan kata-kata menenangkan,Igo malah menjadikan kecemburuan sang istri sebagai bahan ledekan sambil menoel dagu sang istri.
Tia menyentak tangan Igo yang menoel dagunya kemudian ia membuang wajahnya karena kesal sang suami malah meledeknya.
"Jangan kayak anak kecil dong sayang,aku sama dia itu cuma sekedar temen SD,jadi kamu gak pantes cemburu sama dia." Kata Igo sambil membawa tubuh sang istri ke dalam rangkulannya.
"Apa? Gak pantes? Mana ada sih cewek sama cowok murni berteman? Kalau bukan ceweknya memendam rasa sama si cowok,atau si cowok yang memendam rasa sama si cewek atau bahkan mereka memilih berteman karena mereka tau kalau mereka gak akan mungkin bersatu?!" Ah..ingin sekali Tia berteriak seperti itu,tapi ia tidak mau menunjukkan rasa cemburunya pada sang suami.
Dengan Tia yang berada dalam rangkulan Igo,mereka berjalan menuju lift khusus yang akan membawa mereka ke lantai ruangan Igo berada.
Ting. Pintu lift terbuka,tanda lift yang mereka naiki telah sampai di lantai tempat ruangan Igo berada.
Dengan tangan yang tetap merangkul Tia,Igo dan Tia pun keluar dari dalam lift.
Sasha yang sedang menunggu Igo di ruang tunggu di depan ruangan Igo menatap tidak suka saat melihat Igo merangkul wanita lain yang Sasha ketahui bahwa wanita yang Igo rangkul saat ini adalah Tia,istri Igo.
"Sial!!! Udah dua jam gue nunggu,eh..sekarang si Igo malah bawa bini nya!!! ngapain sih dia bawa bini nya segala!!" Gerutu Sasha dalam hatinya.
"Hai Sha." Sapa Igo tanpa rasa bersalah karena membuat Sasha menunggu selama dua jam.
"Hai...hai...hai!!! Kamu kok lama banget sih?! Aku nunggu dua jam tau gak!!" Sentak Sasha,sebenarnya ia kesal bukan karena menunggu dua jam,tapi ia kesal dengan keberadaan Tia di samping Igo,apalagi sekarang Igo sedang merangkul Tia.
__ADS_1
"Cih..salah sendiri siapa suruh mau nunggu dua jam. Emang gak bisa apa naik taksi!!!" Lirih Tia pelan namun masih bisa di dengar Igo dan Sasha.
Mata Sasha membelalak mendengar sindiran Tia.
"Kurang ajar nih bocah!!! Gak ada attitudenya sama sekali ngomong sama yang lebih tua!!! Si Igo kenapa sih,seleranya jadi anjlok begini!!" Umpat Sasha dalam hatinya.
"Dia siapa Go?" Tanya Sasha pura-pura tak mengenali sosok Tia.
"Oh ini. Kenalin ini Tia,tunangan aku." Jawab Igo.
Gantian kini mata Tia yang membelalak karena Igo memperkenalkan dirinya di hadapan Sasha sebagai tunangannya bukan sebagai istrinya.
Sebenarnya bukan salah Igo,karena memang dari awal pernikahan mereka Tia lah yang minta status pernikahan mereka di sembunyikan. Dan sekarang keinginan Tia itu menjadi boomerang untuk Tia sendiri.
"Oh..tunangan. Kenalin,aku Sasha,temen SD nya Igo." Sasha pun mengulurkan tangannya ke hadapan Tia dengan wajah angkuhnya.
"Tia." Jawab Tia sekedarnya sambil menyambut uluran tangan Sasha.
"Ya udah yuk Go kita jalan,anak-anak udah pada nungguin tuh." Ajak Sasha. Dan dengan tidak tahu malunya ia langsung menarik tangan Igo yang Igo pakai untuk merangkul Tia dan otomatis rangkulan tangan Igo pada tubuh Tia pun terlepas.
Tak ada perlawanan dari Igo. Entah kenapa,ia tak punya hati untuk memarahi Sasha atas apa yang baru saja Sasha lakukan. Igo tak sadar bahwa kepasrahannya itu telah membuat Tia salah paham.
"Whaaat??!!!" Tia menganga melihat aksi Sasha yang terang-terangan menyerobot suaminya.
Tak ingin kalah dengan si semut rangrang,dengan langkah cepat Tia berjalan mendekati Igo dan Sasha yang sudah beberapa langkah di depannya.
Begitu sampai di belakang Igo dan Sasha,Tia langsung menyentak tangan Sasha yang melingkar di tangan suaminya. Dan tanpa banyak bicara,Tia langsung melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Mereka pun berjalan bersama menuju lift.
Mata Sasha membelalak melihat aksi Tia yang ternyata cukup bar-bar.
"Sialan!!! Berani banget tuh bocah sama gue!!!" Umpat Sasha dalam hati.
Emosi Sasha bukan sampai di situ saja,di dalam lift Tia semakin menjadi-jadi memanas-manasi Sasha.
"Honey,nanti habis kita reunian sama temen-temen kamu,kita pergi ke taman hiburan yuk. Aku kangen pengen makan gulali berdua sama kamu." Kata Tia dengan nada manjanya sambil menyandarkan kepalanya di lengan Igo.
Mendengar kata-kata Tia,jelas saja Sasha naik pitam,emosinya sudah sampai di ubun-ubun.
Sedangkan Igo,ia mengernyitkan keningnya tanda bingung.
"Kapan gue ke taman hiburan sama Tia? Dan kapan gue makan gulali berdua sama Tia?" Begitulah gumaman Igo dalam hatinya.
__ADS_1
"Ka.." Baru saja Igo ingin mempertanyakan maksud perkataan sang istri,tiba-tiba saja Tia langsung mencium bibir Igo dan mengunyahnya tipis-tipis.
Tia tau pasti saat ini Igo ingin melayangkan rentetan pertanyaan mengenai kata-kata nya,daripada Igo membuka mulutnya,lebih baik mulut Igo ia sumpal dengan mulutnya.
Makin terkaget-kaget lah Sasha melihat adegan yang ada di hadapannya saat ini.
Sama dengan Sasha,Igo pun juga terkaget-kaget dengan aksi Tia yang dengan berani menciumnya di hadapan Sasha.
"Aku juga kangen sama ciuman panas kakak saat kita naik kereta gantung." Ucap Tia dengan genitnya setelah ia melepaskan bibirnya dari bibir Igo sambil menyeka slivanya yang membasahi bibir suaminya. Tia juga melirik sesaat ke arah Sasha untuk melihat ekspresi wajah Sasha.
Tia tersenyum puas saat melihat wajah Sasha yang memerah,Tia bisa pastikan kalau sekarang Sasha sedang kebakaran bulu kuduk.
Igo tak menjawab,ia masih menganga heran dengan kelakuan istrinya. Nampaknya Igo masih belum peka kalau Tia melakukan itu karena merasa ada ancaman semut rangrang yang akan merusak rumah tangga mereka.
Ting. Pintu lift terbuka.
Tia langsung menarik tangan Igo keluar dari dalam lift agar keduluan si semut rangrang.
"Brengsek!!! Benar-benar gak punya attitude!!!" Umpat Sasha saar Igo dan Tia keluar dari dalam lift.
Dengan menghentak-hentakkan kakinya,Sasha pun keluar dari dalam lift dan mengekori Igo dan Tia yang sudah beberapa langkah dari pintu lift.
Kekesalan Sasha masih berlanjut saat mereka sampai di parkiran. Karena usahanya yang ingin menyerobot tempat duduk di bagian depan malah berakhir dengan menyetiri mobil Igo.
"Aku di depan!!!" Kata Sasha saat sampai di depan mobil Igo.
"Oh...mau duduk di depan? Ya udah silahkan." Jawab Tia santai.
Sasha tersenyum gembira mendengar jawaban Tia. Sasha pikir,Tia benar-benar mengalah untuknya,padahal....
"Sini kunci mobilnya honey." Tia menengadahkan tangannya pada Igo.
Tanpa bertanya alasan Tia meminta kunci mobil padanya,Igo langsung memberikan kunci mobil itu pada Sasha.
"Nih..sekalian yah jadi supir untuk kita berdua." Ucap Tia sambil tersenyum remeh pada Sasha.
"Loh..kok kamu nyuruh Sasha bawa mobil?" Protes Igo.
"Kan dia yang mau duduk di depan. Ya udah sekalian aja dia bawa mobil. Kapan lagi coba kita pacaran sambil di supirin. Udah yuk masuk." Tia pun membuka pintu belakang dan langsung mendorong Igo masuk di kursi penumpang bagian belakang.
Sedangkan Sasha masih terperanga dengan kata-kata Tia yang memintanya menjadi supir Tia dan Igo.
__ADS_1
"Mampus loe!!! Loe pikir semudah itu mau ngerebut kak Igo dari gue!!! Dasar semut rangrang!!!" Kata Tia dalam hati. Ia sangat puas melihat wajah Sasha yang kaget.