
Setelah selesai memandikan Dragon,Igo keluar dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan berjalan menuju ruang ganti. Untung saja saat Igo masuk ruang ganti,Tia sudah selesai memakai baju kalau tidak pasti pasangan Tom and Jerry ini berdebat lagi.
Tia pun keluar dari ruang ganti dan mulai memoles wajahnya dengan bedak tipis-tipis yang ia beli di supermarket saat perjalanan pulang ke rumah orang tua Igo.
Kini Igo dan Tia sudah selesai bersiap-siap,mereka pun keluar dari dalam kamar dengan buru-buru.
Sanking buru-burunya mereka sampai tidak menyadari keberadaan mama Wita yang sedang duduk manis di sofa menunggu anak dan menantunya itu keluar dari kamar.
"Eh...kalian mau kemana?!" Teriak mama Wita saat melihat anak dan menantunya keluar dari dalam kamar dan dengan terburu-buru menuruni anak tangga.
Mendengar suara sang mama,Igo dan Tia yang sudah berada di pertengahan anak tangga terpaksa kembali menaiki anak tangga untuk berpamitan kepada mama Wita.
"Igo sama Tia pergi dulu yah mah. Muah.." pamit Igo sambil mencium pipi kiri mama Wita,kemudian kembali menuruni anak tangga.
"Muah." Tia pun latah ikut mencium pipi kanan mama Wita dan menyusul sang suami yang sudah lebih dulu menuruni anak tangga.
"Igo..Tia..kalian udah sarapan belum?" Teriak mama Wita.
"Udah kok mah!!!" Jawab Igo dan Tia bersamaan. Padahal tadi hanya Tia saja yang sarapan.
Igo dan Tia pun berlari keluar dari dalam rumah.
"Kamu tunggu disini,aku keluarin Cheetah dulu." Pinta Igo saat mereka sudah berada di teras rumah.
"Cheetah? Makhluk apa lagi tuh?" Gumam Tia.
Tak lama Igo pun keluar dengan mengendarai kuda besinya.
"Ayo naik." Kata Igo dari balik helm.
"Kita naik motor?"
"Ya iyalah,masa mau naik mobil!!! Yah gak bakalan keburu. Kalau pake Cheetah gak nyampe setengah jam udah sampe di rumah sakit. Udah buruan naik!!!"
Mau tak mau Tia pun naik ke atas Cheetah si kuda besi.
"Nih pake helmnya." Igo memberikan helm untuk Tia.
__ADS_1
Tia pun mengambil helm yang Igo berikan dan memakainya.
"Udah siap?"
"Udah."
"Pegangan yah."
"Oke." Tapi sayangnya Tia hanya memegang kantong jaket yang Igo pakai.
"Astaga Tia,di peluk dong Ti." Protes Igo.
"Hah...."
"Hah..heh..hoh..hah..heh..hoh..!!! Gini,peluk!!" Igo pun menarik tangan Tia dan melingkarkan tangan Tia agar memeluk dirinya.
"Peluk erat-erat yah,jangan di lepas sebelum kita sampe."
Tia menganggukkan kepalanya,dia tak sanggup bicara karena sekarang jantungnya berdegup kencang saat memeluk suaminya dari belakang.
Igo pun mulai melajukan Cheetah keluar dari halaman rumah orang tuanya.
Kini si Cheetah yang Igo kendarai sudah sampai di pelataran rumah sakit hanya dalam waktu dua puluh menit. Padahal kalau menggunakan kendaraan roda empat,waktu yang di tempuh lebih dari satu jam karena jarak rumah orangtua Igo ke rumah sakit lumayan jauh.
Tia turun dari atas Cheetah dan melepas helm nya dan memberikan helm itu pada Igo.
"Aku masuk dulu yah kak." Kata Tia terburu-buru karena jam sudah menunjukkan pukul 8.40.
"Semangat Ti...!!!" Teriak Igo memberi semangat pada sang istri.
Tia menoleh sesaat dan membalas kata-kata penyemangat Igo dengan senyuman yang membuat gula darah Igo naik. Kemudian ia kembali berlari masuk ke dalam rumah sakit.
"Uuuh...manisnya.." gumam Igo saat Tia memberikan senyumannya.
Igo mengeluarkan ponsel dari kantong jaketnya dan mengetik pesan ke nomor sang istri.
"I Love You.😘😘😘.❤❤❤." Begitulah pesan yang Igo kirim untuk Tia.
__ADS_1
Setelah mengirimkan pesan itu pada Tia,Igo pun memarkirkan si Cheetah ke parkiran kemudian masuk ke dalam rumah sakit. Sambil menunggu Tia selesai melakukan tugasnya,Igo memilih untuk makan bubur ayam di kantin rumah sakit.
Satu jam berlalu.
Dengan setianya Igo menunggu Tia di kantin rumah sakit. Igo mengirim pesan lagi untuk Tia.
"Masih lama? Aku tunggu di kantin yah."
Lama Igo menunggu pesan balasan Tia,tapi Tia tak kunjung membalas pesannya.
"Mungkin dia masih di ruang operasi." Gumam Igo.
Dua jam berlalu.
Nampaknya Igo sudah mulai bosan,bokongnya pun sudah mulai panas karena terlalu lama duduk.
Igo kembali mengirim pesan untuk Tia.
"Kalau udah pulang hubungin aku yah,aku jalan-jalan bentar di taman."
Lima menit...
Sepuluh menit...
Lima belas menit..
Setiap lima menit Igo mengecek ponselnya untuk melihat apa Tia membalas pesannya. Tapi Tia tak juga membalas pesan Igo.
Igo pun berdiri dari tempat duduknya dan pergi dari kantin. Ia memilih untuk berkeliling di taman rumah sakit.
Setelah sampai di halaman rumah sakit,Igo duduk kursi panjang di sudut taman. Kehadiran Igo di taman seperti angin segar bagi para pasien yang juga sedang duduk-duduk ditaman,bukan hanya pasien tapi para pengunjung rumah sakit dan pekerja di rumah sakit itu juga dapat menyegarkan mata mereka saat melihat Igo yang duduk di sudut taman dengan gaya coolnya.
Setengah jam Igo duduk ditaman,ia pun nampak bosan dan risih karena keberadaannya disana malah menjadi pusat perhatian.
Igo pun pergi dari area taman,dan melangkahkan kakinya menuju ruangan para dokter koas.
Sedangkan di tempat lain,setelah satu setengah jam di ruang operasi,Tia langsung mengerjakan laporan yang di minta oleh dokter spesialis pembimbingnya. Sangking sibuknya,Tia tak sempat mengecek ponselnya apalagi ponselnya yang masukkan ke dalam lokernya.
__ADS_1
Setelah selesai mengerjakan laporan yang diminta,Tia langsung keruangan dokter pembimbingnya dan menyerahkan laporan itu yang diminta dokter itu.
"Tia...!!" Panggil seseorang.