Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 76


__ADS_3

Setelah pelayan itu keluar, tak sampai lima menit pintu room terbuka kembali. Sontak Igo menoleh ke arah pintu, Igo pikir yang datang itu adalah teman-temannya yang lain, karena Handi mengatakan ia juga mengundang teman-temannya yang lain.


Mata Igo membelalak sempurna saat melihat orang yang masuk ke dalam room. Bukan teman-temannya yang lain dan juga bukan Handi. Siapa lagi kalau bukan Sasha.


"Kok Sasha bisa disini? Apa jangan-jangan Handi juga ngundang Sasha? Mampus gue kalau sampe Tia tau ada Sasha disini." Gerutu Igo dalam hatinya.


"Hai...Go, kamu di undang Handi juga?" Tanya Sasha sambil melenggak-lenggokkan pinggulnya bak supermodel ke arah Igo kemudian mendaratkan bokongnya di sebelah Igo.


Igo menelan slivanya susah payah saat mencium aroma parfum Sasha yang membangkitkan gairah pria begitu Sasha duduk di sebelahnya. Untungnya otak waras Igo masih berfungsi dengan baik, makanya ia tidak tergoda hanya dengan mencium aroma parfum Sasha.


Igo menganggukkan kepalanya.


"Kamu sendiri? Di undang Handi juga?"


Sasha menganggukkan kepalanya.


Perlahan Sasha melepas outer panjang yang ia pakai untuk menutupi dress kurang bahan yang ia pakai.


Mata Igo membelalak lagi saat melihat dress yang Sasha kenakan, dress berwarna putih bertali satu yang memperlihatkan jelas belahan dada Sasha, apalagi Sasha mengikuti saran Roy yang memintanya untuk tidak memakai daleman, sehingga mencetak jelas dua boba yang bersembunyi di balik dress yang Sasha kenakan.


"Kamu mabok Sha?" Tanya Igo pada Sasha karena heran dengan penampilan Sasha, tidak biasanya Sasha berpenampilan seperti saat ini.


"Minum juga belum, udah mabok. Kamu kali yang mabok!!!" Balas Sasha.


"Oh..iya, gimana hubungan kamu dengan tunangan kamu, kalian baik-baik aja kan?" Tanya Sasha basa-basi.


"Kita baik-baik aja kok." Jawab Igo.


"Sha, kamu belum jawab pertanyaan aku waktu itu. Apa kamu sengaja pura-pura jatuh supaya bisa nabrak bibir aku, dan ternyata di tempat lain udah ada orang yang kamu suruh untuk foto adegan tabrakan bibir itu?" Tanya Igo dengan tatapan menyelidik.


"Sialan, Igo malah bahas itu lagi.!!" Umpat Sasha dalam hatinya.


Meski hatinya sekarang sedang berdegup kencang karena takut Igo tau bahwa dirinya lah dalang di balik foto itu, tapi Sasha berusaha setenang mungkin agar Igo tidak makin curiga padanya.


Sasha makin merapatkan dirinya dengan Igo.


"Kok kamu jadi curiga gitu sih sama aku Go? Pasti tunangan kamu deh yang udah cuci otak kamu." Kata Sasha dengan nada menggoda sambil tangannya berkeliaran di dada Igo yang masih tertutup baju.


Igo menahan nafasnya saat tangan Sasha bermain di dada Igo. Bukan karena manahan hasrat melainkan risih, apalagi Sasha juga menempelkan dua gumpalan daging kembarnya di lengan Igo.


Igo menahan tangan Sasha yang sedang berkeliaran di dadanya kemudian menyingkirkan tangan itu.


Setelah menyingkirkan tangan Sasha, Igo pun menggeser duduknya agar berjauhan dengan Sasha. Seandainya saja sofa yang ada di room itu bukan sofa lengkung yang menyatu, sudah di pastikan Igo pindah tempat duduk dan memilih untuk duduk di single sofa.


"Huh...Sasha kenapa sih kok tiba-tiba ganjen gini?!" Gerutu Igo dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan Sasha mencebik kesal saat Igo mulai menjauhinya. Namun, tiba-tiba matanya teralihkan dengan dua koktail yang ada di atas meja. Tak lama Sasha tersenyum licik, kala mengingat kata-kata Roy yang akan memasukkan obat perangsang pada koktail yang berwarna merah.


Sasha pun mengambil salah satu gelas berisi koktail, tapi bukan koktail yang berwarna merah.


"Cheers Go." Ucap Sasha sambil mengangkat gelas itu ke arah Igo.


Igo yang merasakan tenggorokannya kering, mau-mau saja ikut mengangkat gelas yang berisi koktail berwarna merah.


Ting. Dan mereka pun bersulang.


Igo pun menenggak minuman itu hingga setengah gelas. Sedangkan Sasha hanya menyeruput sedikit-sedikit sambil matanya mendelik ke arah Igo.


Melihat Igo menenggak setengah koktail yang ada di dalam gelas, hati Sasha bersorak kegirangan.


"Yes...yes...yes...berarti bentar lagi Igo berubah jadi siluman cacing kepanasan." Kata Sasha dalam hati.


Sasha pun mulai menghitung dalam hatinya.


Satu...


Dua...


Tiga...


Empat..


"Kamu kenapa Go?" Tanya Sasha sambil mendekati Igo.


Igo menarik nafasnya dalam-dalam saat merasakan hasrat yang membuncah dalam dirinya.


Igo tahu reaksi apa yang terjadi dalam dirinya.


"Shiiit!!! Siapa yang berani masukin obat setan ke dalam minuman gue!!!" Umpat Igo dalam hati.


"Go..kok diem? Kamu gak pa-pa? Muka kamu merah banget loh Go?" Tanya Sasha sambil menangkup wajah Igo.


"Minggir Sha, jangan sentuh-sentuh gue!!!" Ucap Igo kasar, karena merasa risih dengan sentuhan tangan Sasha di wajahnya.


"Kamu kok kasar banget sih sama aku? Semenjak kamu kenal sama perempuan bar-bar yang gak punya attitude itu, kamu tuh berubah banget loh Go sama aku? Kamu jadi gak percaya sama aku, jadi galak, dan jadi gak punya waktu untuk aku." Ucap Sasha sambil tangannya menjelajahi dada sampai paha Igo.


Igo menutup matanya dan menahan nafasnya, bukan menahan hasrat melainkan sedang berusaha keras menahan emosi karena Sasha terus menggerayangi tubuhnya.


"Sha, selagi gue masih lembut, tolong singkirin tangan loe dari paha gue!!!" Perintah Igo geram.


"Ayo lah Go. Aku tau sekarang kamu lagi menginginkan sentuhan kan? Aku bisa Go menggantikan peran tunangan mu satu malam." Bisik Sasha di telinga Igo.

__ADS_1


Igo menoleh ke arah Sasha dan memberikan tatapan tajam pada Sasha.


"Jangan bilang loe yang masukin obat perangsang di minuman gue?!"


Sasha menggeleng. Karena memang bukan dia pelaku yang memasukkan obat perangsang di minuman Igo.


"Kamu kok nuduh aku sih Go? Kan kamu yang dateng duluan dari aku." Jawab Sasha genit, tangannya juga tak mau diam dan tetap menjelajah kesana-kemari dan sekarang tangan Sasha hampir mendekati Dragon yang sudah sesak dan kepanasan di dalam bedongan.


Igo langsung menangkap tangan Sasha dan menyingkirkan tangan Sasha dengan sangat kasar.


"Kalau gue bilang jangan sentuh-sentuh gue yah jangan di sentuh!!! Jangan bikin darah militer gue meronta-ronta!!!" Bentak Igo.


Igo pun berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju pintu.


Namun saat ia memutar handle pintu, pintu roomnya tak bisa di buka.


"Kok pintunya gak bisa di buka?!"


Igo membalikkan tubuhnya.


"Ini kerjaan loe kan Sha?! Cepet buka pintunya!!!" Bentak Igo.


Bukannya menjawab, Sasha malah berdiri dan berjalan mendekati Igo.


"Kok kamu dari tadi nuduh-nuduh aku terus sih Go? Emangnya aku punya tampang apa ngelakuin itu?"


"Jadi siapa kalau bukan loe!!!!" Teriak Igo. Emosinya sudah di ubun-ubun.


"Gak usah teriak-teriak Go, aku gak budeg!!! Aku juga gak tau siapa yang udah ngunciin kita disini. Tapi aku rasa orang yang ngunciin kita disini pengen ngasih kesempatan deh buat kita berduaan." Kata Sasha sambil mengelus wajah Igo.


"Sha, ini terakhir kalinya gue ngomong lembut sama loe, tolong loe jauhin tangan loe dari tubuh gue!!!" Igo menggeram.


"Ayo lah Go, gak usah munafik, gak usah di tahan. Aku siap kok gantiin tunangan kamu yang murahan itu. Aku tuh lebih baik dari pada tunangan kamu itu."


Makin emosi saja Igo mendengar Tia di katai murahan oleh Sasha.


Igo langsung mencekik leher Sasha dan mendorong Sasha ke sofa.


"Go...lepas Go." Jerit Sasha sambil memukul-mukul lengan Igo.


"Tadi loe bilang apa hah? Loe bilang tunangan gue murahan? Asal loe tau yah, Tia itu bukan tunangan gue, dia istri gue!!!" Teriak Igo dengan segenap emosi di jiwa, sampai-sampai guratan urat-urat di leher dan wajah Igo terlihat jelas.


"Jangan pernah mulut busuk loe ngeluarin kata-kata menghina istri gue kayak tadi!!! Atau gak, gue pastiin tangan gue sendiri yang akan ngerobek mulut loe!!! Dan satu lagi, jangan pernah loe bandingin diri loe dengan Tia, karena level loe jauh di bawah Tia!!!" Kata Igo lagi.


"Le-le-pas...G-go.." mohon Sasha, ia hampir kehabisan nafas karena Igo sangat kuat mencekik leher Sasha.

__ADS_1


BRAAK. Tiba-tiba pintu room terbuka.


FLASHBACK OFF


__ADS_2