
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi,belum ada satu pun dari dua orang yang berkontribusi besar dalam memporak-porandakan ranjang. Mereka masih terbuai di alam mimpi dengan posisi saling berpelukan.
Namun tiba-tiba saja nada dering di ponsel Igo berdering sangat nyaring hingga sanggup membangunkan salah satu dari dua anak manusia yang baru empat jam beristirahat dari kegiatan pengeboran yang menghasilkan keringat kenikmatan.
Igo meraba nakas yang ada di sebelahnya untuk mengambil ponselnya.
"Duta." Lirih Igo saat melihat nama sang asisiten terpampang nyata di layar ponselnya.
"Mau ngapain lagi sih dia!!" Gumam Igo kesal karena merasa tidur manjanya dengan sang istri terganggu.
Igo pun menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan masuk dari sang asisten.
"Halo." Igo menjawab panggilan dari nomor Duta.
"Halo Go. Ini aku Sasha. Kamu gak kekantor?"
Mata Igo langsung mengerjap,berulangkali ia menatap layar ponselnya untuk memastikan kalau nama yang terpampang memang nama Duta bukan nama Sasha.
"Kok bisa kamu yang pegang ponsel Duta?" Tanya Igo,ia masih dalam keadaan setengah sadar.
"Ya bisa lah Go,aku kan udah di kantor kamu. Kamu gak ke kantor?" Tanya Sasha lagi.
"Ngapain kamu di kantor aku jam segini?" Tanya Igo,ia pikir sekarang masih subuh.
"Ini tuh udah jam sembilan Go. Kamu baru bangun yah? Makanya kamu gak tau kalau udah jam sembilan." Tanya Sasha.
"Hah..jam sembilan?!" Gumam Igo dalam hati. Kemudian menatap layar ponselnya untuk memastikan kata-kata Sasha.
"Kamu ngapain nelpon aku? Mau bahas soal kerjasama? Kan udah aku bilang..." kata-kata Igo langsung di potong Sasha.
"Iya...iya aku tau. Aku nelpon kamu juga bukan mau bahas kerjasama kok. Aku mau ngajak kamu ketemuan sama temen-temen SD kita dulu." Jawab Sasha.
"Oh..kapan?"
"Sekarang."
"Dimana?"
"Di kafe di jalan xxx"
"Oh..ya udah nanti aku kesana."
"Kamu mau langsung kesana?"
"Iya. Kenapa?"
"Kamu ke kantor dulu dong Go,aku gak bawa mobil soalnya,mobil aku masuk bengkel."
Igo menghela nafasnya.
"Iya...iya. Nanti aku ke kantor dulu. Ya udah aku mandi dulu yah."
__ADS_1
Panggilan pun berakhir.
Igo kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.
Kemudian ia menoleh ke sebelah kirinya dimana sang istri masih tertidur lelap.
Melhat wajah istrinya yang tertidur lelap,ingatannya tentang malam panas mereka tadi malam terputar kembali. Sangat jelas dan masih sangat terasa kenikmatannya. Dan karena ingatannya tentang malam panas itu terputar kembali,jelas saja membuat sang Dragon terbangun kembali.
"Ti..Tia sayang bangun Ti,ngebor yuk,Dragon bangun nih." Bisik Igo di telinga sang istri,tapi seperti biasa Tia tidak merespon bisikan maut Igo. Atau Tia pura-pura tidur mendengar kata-kata sang suami yang kembali mengajak mengebor.
"Ti..bangun dong,Dragon udah ngamuk ini." Kata Igo lagi. Masih sama,Tia masih juga belum merespon bisikan Igo.
Karena sang istri tak kunjung membuka matanya,jalan satu-satunya agar sang istri membuka mata,yah..hanya dengan cara menyusu paksa.
Igo pun membuka selimut yang menutupi dada sang istri,dua gumpalan daging kembar dengan buah karsen di masing-masing puncaknya menyambut dan langsung ber say hellow pada Igo.
Jelas saja penampakan si kembar Tialaya membuat iman Igo yang setipis kulit ari meronta-ronta ingin segera kembali bermain dengan si kembar,padahal tadi malam sudah empat ronde mulut,dan jari jemari Igo tak berhenti bermain dengan si kembar.
Hap. Igo langsung memasukkan salah satu si kembar ke dalam mulutnya dan memilin buah karsen dengan lidahnya sedangkan gumpalan daging yang satunya lagi di manjakan dengan tangan Igo.
Dan benar saja,aksi Igo yang tak sabaran itu berhasil membuat si empunya gunung kembar terbangun.
Tia mengerjapkan matanya saat merasakan ada yang sedang bermain-main dengan dua buah karsennya.
"Astaga kak Igo.!!! Mau ngapain lagi sih?!" Tanya Tia sambil menarik kepala sang suami dari atas dadanya.
"Ya mau enen lah Ti." Jawab Igo dengan suara serak dan berat juga dengan sorot mata sayu.
"Ya biar aja. Aku kan gak butuh airnya,aku cuma mau jadiin empeng doang."
"Gak usah aneh-aneh deh kak,udah sana." Tia kembali mendorong tubuh Igo pelan.
"Aku pengen lagi Ti,yuk sekali lagi yuk." Ajak Igo.
Mata Tia membelalak sempurna mendengar ajakan Igo.
"Gak mau!!! Semalam aja kakak bilang cuma nambah sekali,eh..gak taunya malah nambah tiga kali. Sakit yang tadi malam aja masih terasa,eh...sekarang kakak malah minta lagi,kakak mau bikin aku gak bisa jalan apa,katanya hari ini kita mau jalan-jalan."
"Bilangnya sakit,tapi mata malah merem melek sama mulut ngeluarin suara ghoib," sindir Igo.
Tia memutar bola matanya malas. Tapi ia juga tak menyangkal sindiran yang diberikan Igo padanya,karena memang benar walaupun sakit tapi rasa sakitnya bercampur dengan rasa enak,bahkan rasa enaknya mampu mengalahkan rasa sakitnya.
"Beneran deh kali ini cuma sekali,habis ini kita jalan-jalan." Ucap Igo.
Tia memicingkan matanya untuk mengintimidasi Igo.
"Astaga sayang,beneran cuma sekali. Gak percayaan banget sih. Mau yah. Please." Mohon Igo sambil mengeluarkan jurus muka memelasnya.
Tak tega melihat wajah melas sang suami,dan akhirnya Tia mengizinkan Dragon untuk melakukan pengeboran sekali lagi.
Bunyi ranjang berdecit,suara jeritan Tia,bunyi cepak-cepak jeder yang di keluarkan saat Dragon mengebor, menjadi lantunan indah yang mengawali pagi hari mereka.
__ADS_1
"Aargh kak..." Erang Tia
"Aargh Ti." Erang Igo.
Mereka sama-sama mengerang saat ombak besar menggulung mereka dalam kenikmatan.
Cup cup cup cup. Seperti biasa,setelah selesai melakukan ritual mengencokkan pinggang dan menggemetarkan dengkul,Igo selalu memberikan ciuman yang bertubi-tubi sebagai tanda kalau ia melakukannya atas nama cinta.
"Kak..jangan lagi yah,aku bener capek." Ucap Tia dengan nafas yang terengah-engah.
"Iya sayang. Tapi kalau nanti malam gak pa-pa kan?" Tanya Igo.
"Ikh...kak Igo,libur dulu kenapa." Kali ini gantian Tia lah yang memohon pada sang suami untuk memberinya waktu untuk beristirahat dari sistem kerja rodi.
"Iya deh,kita istirahat nanti malam." Jawab Igo. Dirinya juga tak tega membombardir istrinya untuk melakukan pengeboran.
"Ya udah mandi yuk. Aku ada reunian kecil-kecilan sama temen-temen SD aku. Kamu mau ikut?"
"Kakak aja deh,aku capek,mau isi energi tubuh aku dengan istirahat seharian." Jawab Tia karena memang dirinya sangat kelelahan melayani hasrat sang suami.
"Oh..ya udah. Aku mandi duluan kalau gitu." Igo pun mulai menurunkan kedua kakinya dari atas ranjang.
"Temen SD kak Igo yang ngajak reunian cowok semua?" Tanya Tia. Entah kenapa tiba-tiba rasa penasaran menggerogoti hatinya.
"Ada ceweknya juga lah Ti,Sasha juga ada kok." Jawab Igo jujur sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Mendengar nama wanita yang belum pernah ia lihat wujudnya itu,hati Tia yang tadinya hanya penasaran kini menjadi cemburu.
Cepat-cepat Tia bangun dari tempat tidurnya. Dengan langkah terseok-seok,ia ikut berjalan menuju pintu kamar mandi dan menyerobot sang suami yang hampir sampai di depan pintu kamar mandi.
Ia sudah tidak memperdulikan rasa sakit pada bagian lubang tambangnya ataupun rasa malu karena tak ada sehelai benang pun menempel di tubuhnya.
"Kamu kenapa sih? Mau bo•ker?" Tanya Igo heran melihat tingkah sang istri. Sampai-sampai Igo berpikir,istrinya sedang kebelet buang air besar.
Tia menggeleng.
"Aku mau ikut." Kata Tia dengan nada penuh keyakinan.
"Mau ikut reunian sama temen SD aku?" Tanya Igo meyakinkan apa yang barusan ia dengar.
Tia menganggukkan kepalanya mantap.
"Katanya capek,mau istirahat."
"Kenapa? Kakak gak mau ngajak aku?"
"Bukan gak mau sayang,tadi kan kamu sendiri yang bilang capek."
"Itu kan tadi. Sekarang udah gak. Udah ayok mandi." Ajak Tia sambil menarik tangan Igo.
Igo mengerjapkan matanya karena merasa heran dengan sikap sang istri,biasanya Tia paling banyak alasan kalau di ajak mandi bereng,tapi sekarang,sang istri malah sangat agresif sampai-sampai menarik tangannya masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Walaupun Igo merasa aneh dengan sikap sang istri,tapi Igo tak banyak protes. Malahan ia sangat senang dengan keagresifan sang istri. Dan akhirnya mereka pun mandi bareng,tak ada mandi plus-plus karena memang waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat.