
Sedangkan Sasha masih terperanga dengan kata-kata Tia yang memintanya menjadi supir Tia dan Igo.
"Mampus loe!!! Loe pikir semudah itu mau ngerebut kak Igo dari gue!!! Dasar semut rangrang!!!" Kata Tia dalam hati. Ia sangat puas melihat wajah Sasha yang kaget.
"Ngapain bengong disitu? Cepetan masuk!!! Katanya udah di tungguin!!" Teriak Tia pada Sasha yang masih terperanga di tempatnya berdiri sambil menyembulkan kepalanya sedikit keluar jendela.
Sasha pun tersadar dari rasa kagetnya. Karena kunci mobil Igo sudah ada di tangannya,mau tak mau ia harus menyupiri pasangan suami istri yang sedang di mabuk asmara itu.
🎀 🎀 🎀
Mobil Igo yang di kendarai Sasha pun tiba dengan selamat di pelataran kafe. Ya untung saja selamat,karena Sasha membawa mobil dengan sangat ugal-ugalan. Bukan karena Sasha tidak mahir mengendarai mobil,tapi itu semua ia lakukan karena ia kesal dengan keromantisan yang menampilkan adegan yang harusnya hanya Tia dan Igo saja yang tau.
Bagaimana tidak kesal kalau pasangan di belakangnya malah asik beradu bibir,suara decapan yang di hasilkan dari decapan bibir mereka membuat Sasha semakin naik pitam. Berulangkali Sasha protes,tapi.Tia malah semakin menjadi-jadi. Lalu bagaimana dengan Igo? Ah..tidak perlu ditanya,Igo seperti ikut tidak memperdulikan Sasha,karena bagi Igo sikap Tia yang agresif ini adalah kesempatan emas untuk Igo,jadi sudah bisa di pastikan Igo ikut membalas kunyahan yang Tia berikan di bibirnya.
Tia yang awalnya hanya ingin memanas-manasi,malah jadi ketagihan dengan pertemuan bibirnya dengan bibir Igo karena Igo membalas kunyahan bibirnya dengan sangat rakus.
Setelah memarkirkan mobil Igo,cepat-cepat Sasha keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil Igo agar dua pasangan laknat yang ada di belakangnya menyadari kalau sekarang mereka sudah sampai di tempat tujuan.
BRAAAK. Bunyi pintu mobil Igo yang di banting Sasha.
Sontak pasangan yang sedang panas-panasnya beradu bibir itu langsung melepas pungutan bibir mereka karena kaget.
"Astaga Sasha!!!!" Pekik Igo kaget.
Sedangkan Tia malah tersenyum puas.
"Udah yuk kak keluar." Ajak Tia.
"Kita ke hotel aja yuk Ti. Gak tahan pengen ngelanjutin."
"Kak Igo sayang,kak Igo lupa tadi pagi kakak bilang apa,kakak kan udah janji ngasih aku libur hari ini. Lagian temen-temen kakak udah nungguin loh di dalam. Gak enak dong kak sama teman-teman kakak." Tolak Tia halus.
Padahal dalam hatinya ia menolak ajakan suaminya bukan karena tidak enak dengan teman-teman Igo,melainkan karena ia belum puas memanas-manasi si semut rangrang.
"Tapi sayang,udah sesak banget ini. Atau kita selesaikan disini aja."
__ADS_1
"Ngaco!!! Gak mau!!! Udah yuk akh keluar. Nanti selesai kakak reunian,baru kita ke hotel,aku kasih kakak dua ronde,asal kita ikut reunian dulu." Ah...iming-iming yang membuat Igo makin semangat empat lima.
"Gon,kita reunian dulu yah,nanti habis reunian baru deh loe bantai tuh sampe puas orang yang udah bikin kepala loe puyeng." Kata Igo sambil mengelus sang Dragon yang masih sesak dalam bedongannya.
Tia memutar bola matanya malas,karena ia tahu kepada siapa suaminya mengatakan itu.
Tia dan Igo pun keluar dari dalam mobil Igo dan masuk ke dalam kafe menyusul Sasha yang sudah duluan masuk.
Sesampainya di dalam,Igo dan Tia pun naik ke lantai dua,yang katanya tempat yang sudah di booking untuk acara reunian kecil-kecilan Igo dan teman-teman SD nya.
Sesampainya mereka di lantai dua,Igo terheran-heran karena tak ada satu pun temannya di lantai dua itu.
"Loh anak-anak mana Sha? Kamu bilang mereka udah nungguin kita daritadi?" Tanya Igo polos. Ia masih juga belum menyadari kalau acara reunian kecil-kecilan itu hanya lah akal-akalan Sasha saja untuk menjebak Igo.
Sasha tak mengira kalau Igo akan membawa Tia,dan sekarang malah Sasha lah yang kebakaran bulu kuduk. Padahal rencana awal Sasha bersama Roy,Roy akan memotret Igo dan Sasha yang hanya berduaan di tempat itu,Roy akan mengambil angle foto yang akan membuat Tia salah paham,kemudian akan mengirimkan foto-foto itu kepada Tia dengan cara surat kaleng.
Tapi kini rencana Sasha dan Roy berantakan karena kehadiran Tia. Mau tidak mau Sasha harus memutar otaknya lagi memikirkan cara agar hubungan Igo dan Tia renggang.
"Aku juga gak tau,tunggu aku chat mereka dulu." Jawab Sasha sambil berpura-pura mengutak-atik ponselnya.
"Kok kamu ngomong gitu sih,gak baik ngomong gitu!" Bukannya sepakat dengan kata-kata istrinya,Igo malah mengomeli sang istri.
Tia memutar bola matanya malas karena sang suami tak kunjung sadar dengan akal bulus Sasha.
Tak ingin berdebat dengan sang suami,Tia pun memilih untuk duduk disalah satu kursi yang terletak di pojok lantai dua yang.
Sedangkan Igo bukannya mengikuti sang istri yang duduk di pojokan,ia malah memilih menghampiri Sasha.
"Gimana? Udah ada balasan dari mereka?" Tanya Igo sambil mendaratkan bokongnya di kursi tepat di hadapan Sasha.
Sasha menggeleng.
"Jangan-jangan mereka ngeprank kita lagi." Tanya Sasha bersandiwara.
"Buat apa juga mereka ngeprank kita Sha." Tanya Igo balik yang tidak menyetujui tebakan Sasha.
__ADS_1
"Ya mana tau aja lah Go. Mereka kan dari dulu pengen banget nyomblangin kita. Mungkin aja kali ini mereka nyuruh kita kesini buat nyomblangin kita juga." Kata Sasha dengan suara yang sengaja ia besar-besarkan agar Tia bisa mendengar kata-katanya.
"Cih...!!" Tia berdecih mendengar kata-kata Sasha.
"Dasar semut rangrang,bilang aja loe yang ngprank lakik gue!!!!" Umpat Tia dalam hatinya.
Sedangkan Igo malah manggut-manggut mempercayai kata-kata Sasha.
"Ya udah deh,karena kita udah disini,kita pesen makan aja,kebetulan aku belum sarapan." Kata Igo pada Sasha.
"Ti duduk sini. Ngapain sih kamu duduk di pojokan gitu? Mau jadi cctv kamu? Ayo sini!"
Tia pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Igo dan Sasha kemudian mendudukkan dirinya di sebelah sang suami.
Igo memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk mereka. Setelah pelayan menulis semua pesanan mereka pelayan pun pergi dari hadapan mereka.
"Kak,nanti habis makan kita jadi kan ke taman hiburan?" Tanya Tia. Ia kembali memulai aksinya memanas-manasi Sasha.
"Jadi dong sayang,tapi inget janji kamu tadi yah." Jawab Igo sambil mengerlingkan matanya.
"Iya honey." Kata Tia sambil mengerlingkan matanya membalas kerlingan mata Igo.
"Tapi nanti kita naik kora-kora,halilintar,bianglala,ontang-anting sama masuk ke rumah hantu yah kak." Kata Tia lagi.
Mata Igo membelalak karena semua wahana yang Tia sebutkan adalah wahana yang ia takutkan.
"Gak bisa!!! Igo tuh takut banget naik wahana yang kamu sebutin tadi. Kamu mau buat Igo mati di tempat!!!" Malah Sasha yang memprotes ajakan Tia dengan nada meninggi.
"Beneran kakak takut naik semua wahana itu?" Tanya Tia penasaran.
"Cih..gimana sih,katanya tunangannya tapi apa yang di suka dan gak di suka tunangannya aja kamu gak tau!!!" Sindir Sasha.
"Ish.." Tia menggeram karena sindiran yang Sasha lontarkan untuknya.
Pembicaraan mereka tentang hal-hal yang di sukai dan tidak di sukai Igo pun harus terjeda karena pelayan yang datang membawa makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
Mereka bertiga pun mulai mengisi perut mereka dengan makanan yang mereka pesan masing-masing.