Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 79


__ADS_3

Meninggalkan Roy dan Sasha yang baru saja selesai membuat varian baru kue apem, apem rasa pisang kepok. Ada Igo yang harus menerima nasib kena hukuman sadis dari Tia.


Karena begitu sampai di apartemen, Tia langsung menyeret Igo ke ruang gym, salah satu fasilitas yang tersedia di gedung apartemen itu. Yang hanya bisa di gunakan oleh orang-orang yang tinggal di apartemen itu saja.


"Kamu beneran nyuruh aku ngegym?" Tanya Igo dengan raut wajah memelas.


"Iya. Terus mau kakak, aku bantuin nyalurin hasrat kakak gitu?"


Igo mengangguk tanpa dosa.


"Enak aja!!! Kakak yang bikin masalah kenapa aku yang di repotin!!! Itu hukuman kakak karena gak mau nurut kata istri dan gak percaya sama feeling istri. Udah sana cepetan treadmill, habis itu angkat dumbbell, sepedaan pake sepeda statis, baru leg press, dan yang terakhir lat pulldown!!! Udah cepetan sana!!" Perintah Tia.


"Astaga Ti, aku nih lagi horni sayang, pengen olahraga ranjang, kok malah di suruh ngegym sih.." protes Igo.


"Kan sama-sama olahraga. Sama-sama mengeluarkan keringat, dengan begitu hasrat kakak menurun karena stamina udah kepake buat ngegym. Udah sana cepetan!!! Semakin kakak protes, semakin aku tambah hukumannya." Ancam Tia.


"Tega kamu Ti...tega!!!" Rengek Igo. Tapi kakinya mau tak mau berjalan menuju alat treadmill.


"Bini gue ngasih hukuman udah kayak Saras 008, gak pake perasaan." Gerutu Igo.


Igo pun menyalakan mesin treadmill dan mulai berlari di atas treadmill.


Sedangkan Tia hanya duduk di sudut ruangan sambil memperhatikan suaminya.


Setelah satu jam berjibaku dengan beberapa alat gym. Akhirnya Igo pun tepar di lantai sambil merentangkan kedua tangannya.


"Aaaargh..." teriak Igo meluapkan rasa lelah dalam dirinya.


Tia pun menghampiri sang suami dengan membawa sebotol air mineral dingin.


"Nih.." Ucap Tia sambil menyodorkan botol air mineral itu pada Igo.


Igo mendudukkan tubuhnya dan mengambil botol air mineral itu dari tangan Tia. Kemudian membuka tutup botol lalu menenggak habis air 800 ml yang ada di dalam botol.


"Ah...ada manis-manisnya." Ucap Igo setelah menenggak habis air mineral itu.


"Udah ayo berdiri, sekarang giliran pendinginan." Ajak Tia.


Mendengar kata 'pendinginan' otak Igo langsung travelling ke arah pengguncangan ranjang.


Dengan penuh semangat empat lima tanpa memperdulikan otot-otot yang pegel, Igo langsung berdiri dan berjalan dengan langkah panjang menyusul Tia yang sudah keluar dari ruang gym.


Kini Igo dan Tia sudah berada dalam unit apartemen mereka.


"Mau pendinginan gimana Ti?" Tanya Igo penasaran sekaligus memancing.

__ADS_1


"Udah nanti kakak juga tau. Ayo." Jawab Tia sambil menarik tangan Igo masuk ke dalam basecamp dan langsung mendudukkan Igo di sofa.


Tanpa ba bi bu be bo, Tia langsung membuka celana Igo dan hanya menyisakan bedongan Dragon yang bisa Tia lihat sudah mengetat karena Dragon yang masih mode on.


Melihat aksi Tia, di hati dan pikiran Igo makin yakin kalau pendinginan yang akan Tia lakukan sama seperti pendinginan yang ia bayangkan.


"Tunggu sini dulu yah kak." Ucap Tia. Kemudian dia berjalan keluar dari basecamp.


"Oke honey." Jawab Igo sambil mengerlingkan matanya genit.


Igo yang sedang ke GR an, dengan penuh percaya diri menyandarkan kepalanya dan merentangkan kepalanya di pinggiran sofa sambil memejamkan matanya. Di pikiran Igo, Tia keluar untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian dinas peranjangan.


Ceklek. Tia membuka pintu basecam sambil membawa sesuatu yang akan di gunakan Igo untuk pendinginan.


Igo yang mendengar suara pintu basecamp terbuka, dengan mata yang masih terpejam, Igo mengulas senyum di bibirnya, karena saat ini Igo membayangkan Tia yang sudah memakai baju dinas peranjangan.


"Huh...pasti hot banget nih bini gue." Gumam Igo dalam hatinya.


Selang satu detik Igo bergumam dalam hati tentang penampakan istrinya.


Tiba-tiba...


"Aaaaakh..." jerit Igo saat merasakan sesuatu yang sangat dingin di atas Dragon.


"Whaaaat?!" Pekik Igo saat ice bag compress teronggok di atas si Dragon.


Igo pun hendak menyingkirkan ice bag compress itu.


"Eh...jangan di ambil, biar si Dragon dingin dulu."


"Astaga Tia....!!! Tadi kamu jadi Saras 008, sekarang jadi Elsa, ini mah bukan dinginin Dragon tapi mau bikin Dragon jadi Olaf, beku ini Ti sampe ke racun-racunnya." Teriak Igo menggeram sekaligus menahan ngilu karena dingin.


"Bagus dong kalau gitu. Kalau racunnya Dragon beku, berarti nanti otak kakak jadi encer!!! Jadi bisa mikir mana yang salah mana yang bener, mana yang modus mana yang tulus!!!" Sindir Tia.


Igo diam seketika mendapat sindiran dari Tia.


"Huft...ke situ lagi arahnya." Gerutu Igo.


Lima menit kemudian.


"Honey, udah dong. Sumpah ngilu banget ini sampe ke tulang-tulang." Mohon Igo pada Tia yang sedang ayik memainkan ponsel tepat di hadapannya.


Jari kaki dan tangan Igo sampai menegang menahan rasa ngilu karena Dragon yang sedang di ospek.


"Cih..baru gitu aja ngilu. Hati aku tuh lebih ngilu dari yang kakak rasain sekarang.!!!"

__ADS_1


"Aaargh!!! Udah aku gak kuat!!!" Igo langsung mengambil ice bag compress dari atas Dragon.


Tia yang sedang memainkan ponselnya hanya mendelik saat melihat Igo mengambil ice bag compress dari atas Dragon. Kemudian berdiri dari pinggir ranjang tempatnya duduk.


"Mau kemana?" Tanya Igo sambil menarik tangan Tia.


"Mau naro ini ke dapur." Jawab Tia ketus.


Igo pun melepaskan tangannya dari tangan Tia dan membiarkan istri mengembalikan ice bag compress ke tempat asalnya.


Lama Igo menunggu Tia masuk kembali ke dalam basecamp, tapi yang di tunggu-tunggu tidak kunjung muncul juga.


Igo pun berdiri dari tempat duduknya, dengan terkangkang-kangkang karena si Dragon yang kebas, ia berjalan keluar dari basecamp hendak menyusul sang istri ke dapur.


"Tia.. Sayang." Panggil Igo sambil berjalan ke dapur, tapi ternyata yang di cari sudah tidak ada di sana.


"Pasti dia masuk lagi ke kamarnya." Gumam Igo.


Igo pun berjalan menuju ke kamar istrinya.


Ceklek. Igo membuka pintu kamar istrinya.


Entah karena Tia lupa menguncinya atau memang karena Tia sengaja membiarkan pintunya tidak terkunci.


"Honey..." Panggil Igo.


Mendengar suara dari dalam kamar mandi, Igo yakin kalau istrinya lah yang ada di dalam kamar mandi.


Tak ingin mengganggu istrinya yang sedang ritual di dalam kamar mandi, Igo pun memilih untuk duduk di sofa menunggu sang istri keluar dari dalam kamar mandi.


Selang lima menit, Tia pun keluar dari dalam kamar mandi.


"Ngapain kamu disini?" Tanya Tia ketus.


"Nyari kamu lah, aku tungguin di basecamp kamunya gak nongol-nongol, gak tau nya kamu disini."


Tia menghela nafasnya.


"Udah enakan belum?" Tanya Tia.


Igo yang tau maksud pertanyaan Tia langsung menganggukkan kepalanya cepat. Takutnya kalau ia bilang belum, nanti Tia melakukan eksperimen lebih sadis lagi pada Dragon. Baru menggunakan es saja Dragon langsung kebas.


"Ya udah sana keluar, aku mau istirahat. Aku capek. Capek fisik, capek hati juga." Sindir Tia.


"Terooos...terooos...sindir teroooos!!!"

__ADS_1


__ADS_2