Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 86


__ADS_3

Setelah para suami keluar, Ica dan Nia melipat kedua tangan mereka di dada dan memberikan tatapan mengintimidasi.


Mendapat tatapan mengintimidasi, Tia hanya menundukkan kepalanya.


"Semua gara-gara kak Igo, awas aja nanti sampe di rumah!!" Geram Tia dalam hati.


"Sekarang jelasin apa hubungan loe sama kak Igo? Jangan bilang loe sama kak Igo pacaran dan kalian melakukan hal yang di luar batas?" Tanya Nia mengintimidasi.


"Iya Ti, mending loe jujur. Loe sama kak Igo udah cepak-cepak jeder.?" Tanya Ica menimpali pertanyaan Nia.


"Enak aja, gak gitu Ni, Ca.." sanggah Tia.


"Terus kalau bukan gitu, ini tuh dapet darimana?" Tanya Nia sambil menunjuk-nunjuk leher Tia.


"Jangan bilang kalau itu hasil di kerok. Emangnya gue be•go apa gak tau itu tanda apa!!! Itu tanda hasil kerokan bibir. Ngaku loe!!" Paksa Ica.


Tia menghela nafasnya. Sepertinya ia tidak perlu lagi merahasiakan pernikahannya dengan Igo dari kedua sahabatnya.


"Iya, emang ini tanda kerokan bibir." Jawab Tia pasrah.


"Serius. Bibir siapa? Jangan bilang bibirnya kak Igo?" Tanya Nia tak percaya.


"Pasti bibirnya kak Igo kan?" Todong Ica.


Tia menganggukkan kepalanya.


"Astaga Tiaaaaaaa!!!" Teriak Ica dan Nia.


"Jadi bener loe sama kak Igo punya hubungan kalian udah..." Nia tak bisa melanjutkan kata-katanya karena membayangkan temannya yang ia ketahui belum menikah itu melakukan hubungan suami-istri dengan sahabat suaminya.


Tau dengan apa yang ada di pikiran Nia, Tia langsung menoyor kepala sahabatnya itu.


"Gak usah mikir yang aneh-aneh!!! Gue ngelakuin itu sama kak Igo halal kok." Ucap Tia.


"Halal gimana maksud loe?" Tanya Ica.


"Gue sama kak Igo udah nikah." Jawab Tia jujur.


Mata Nia dan Ica membelalak mendengar pengakuan Tia.


"Kok loe gak ngundang kita? Loe gak lagi KSP kan?" Tanya Ica menyelidik.


"Apaan KSP Ca?" Tanya Nia yang juga tidak tau apa yang Ica maksud.

__ADS_1


"Koperasi Simpan Pinjam?" Tebak Nia lagi.


"Kembung Sekitar Perut o-o-n!!!" Jawab Ica sambil menoyor kepala Nia.


"Oh..." Nia dan Tia malah ber Oh ria.


"Eh...gak yah, enak aja!!!" Sanggah Tia ketika sadar apa makna dari kembung sekitar perut alias tekdung.


"Lah terus, kenapa loe nikah sama kak Igo gak bilang-bilang?" Tanya Ica mengintimidasi, sedangkan Nia hanya mengangguk-anggukkan kepala sepakat dengan pertanyaan Ica.


"Gue dijodohin. Waktu itu bokap gue sama kak Igo ada proyek bikin rumah singgah, nah terus bokap gue terkesima dengan pesona nya kak Igo. Eh...malah gue yang di suruh nikah sama kak Igo." Jawab Tia menceritakan awal mula perjodohannya dengan Igo versi yang Tia tahu, padahal aslinya mah ini semua sudah ada dalam skenario drama mama Wita dan Igo.


"Oh.." Ica dan Nia ber Oh ria menanggapi cerita Tia, tak ada satu pun dari mereka yang curiga dengan cerita Tia.


"Terus kenapa loe gak bilang sama kita berdua?" Tanya Nia.


"Gue malu sama loe berdua. Kan waktu loe berdua nikah, gue sampe amit-amit jangan sampe punya suami kayak bentukan suami loe berdua."


"Mampus loe, sekarang loe jilat ludah loe sendiri kan jadinya."


Tia menganggukkan kepalanya.


"Berarti loe sama kak Igo cuma nikah secara agama?" Tanya Nia.


"Sah secara agama dan negara, cuma belum ada resepsi aja. Cuma pas gue nikah sama kak Igo sekalian acara syukuran rumah singgah."


"Loe gak ada niat gitu bikin resepsi? Kan kita berdua udah tau." Tanya Ica.


"Belum kepikiran Ca, justru gue takut kalau gue bikin resepsi dan banyak orang tau, nanti cewek-cewek yang udah pernah jadi partnernya kak Igo pada bermunculan semua ngerusak mental gue dan ujung-ujungnya rumah tangga gue yang jadi berantakan. Sedangkan ngurus satu semut rangrang aja gue udah capek hati."


"Maksud loe semut rangrang, siapa? Mantan partner ranjangnya kak Igo?" Tanya Ica. Karena suaminya tidak jauh beda dari suami sahabatnya itu, malahan suami Ica lah sang mahaguru dari suami Tia.


Tia menggeleng.


"Temen masa kecil nya kak Igo, yang gue denger sih, cinta monyetnya kak Igo waktu jaman SD."


"Terus kak Igo terhasut atau tetap milih loe?" Kini Nia lah yang bertanya menggebu-gebu, karena suaminya pernah lebih memilih mantan kekasihnya di banding dirinya.


"Hampir. Tapi untungnya gue cepet nyelamatin kak Igo dari gigitan semut rangrang. Kalau gak, mungkin nasib pernikahan gue dengan kak Igo bakal tragis kayak pernikahan loe dengan kak Irlan yang pertama."


Ica dan Nia bertepuk tangan mendengar curhatan Tia.


"Gue sih udah yakin kalau loe gak selenjey Nyonya Pratama." Ucap Ica menyindir Nia.

__ADS_1


"Ya iyalah, orang Tia gak se o-o-n Nyonya Adiguna.." balas Nia menyindir Ica.


"Hahahahahahaha..." Dan mereka bertiga pun tertawa mengakhiri aksi saling ejek. Meski saling ejek tak ada yang sakit hati, mereka malah menanggapi dengan candaan.


"Oeeeek..." baby Millie sampai terbangun dari tidurnya karena mendengar suara tawa sang mama dan kedua aunty nya.


"Ssst...brisik sih loe berdua, nangis kan si Jeju." Bukan mama nya yang mengomel, malah Tia yang mengomeli Ica dan Nia.


"Panggil Millie Ti, jangan Jeju lagi." Protes Ica.


Tia tak menghiraukan protes dari Ica, ia berjalan mendekati box bayi yang ada disamping ranjang pasien. Karena sekarang mereka bertiga sedang duduk di sofa. Kemudian mengambil baby Millie dari dalam box lalu berjalan kembali mendekati Ica dan memberikannya pada Ica untuk di susui.


"Udah pantes loe jadi emak-emak Ti." Ucap Ica.


Tia tak menjawab dan kembali mendudukkan bokongnya di sofa.


"Loe gak nunda kayak Nia kan?" Tanya Ica lagi.


"Gak. Gue sih sedikasihnya aja." Jawab Tia


"Kalau di lihat dari tampangnya kak Igo, pasti cepet deh loe di kasihnya. Secara lakik kita kan sama, sama-sama senggol nancep. Kesenggol dikit langsung minta di tancepin." Ucap Ica sambil terkekeh geli.


"Lakik loe, lakik gue mah...." Tia menggantung kata-katanya sebentar.


"Sama..." teriak Ica dan Nia.


Lagi dan lagi gara-gara ulah Ica dan Nia baby Millie yang lagi asyik enen kembali menangis.


🎀 🎀 🎀


Meninggalkan para istri yang sedang membahas aib para suami mereka. Ada juga para suami yang tak kalah menggibah dari para istri di coffee shop di sebelah rumah sakit.


Apalagi lagi yang mereka bahas kalau bukan seputaran kehuru-haraan rumah tangga mereka.


"Kira-kira nanti loe di apain Go sama bini loe pas nyampe apartemen?" Tanya Yordan sambil menyesap ice cappucino nya.


"Di smackdown udah paling aman lah itu. Dari pada si Dragon di suntik formalin." Jawab Igo.


"Hahahahahahaha .." tawa Irlan dan Yordan pecah memenuhi coffee shop.


"Serius loe? Emang si Tia setega itu?" Tanya Irlan kurang yakin.


"Tau loe, paling juga si Dragon di suruh bertapa di lubang closet." Timpal Igo.

__ADS_1


Igo menggedikkan bahunya, sebenarnya ia juga kurang yakin kalau istrinya sanggup mensmackdown dirinya, tapi saat Igo mengingat lagi kesadisan Tia saat membalas Sasha dan Roy, Igo yakin kalau istrinya itu bisa saja melakukan hal di luar nalar.


__ADS_2