Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 58


__ADS_3

Tia pun diam,ia tak lagi banyak mengeluh apalagi protes. Ia pun mengikuti saran dari sang mentor yang menyuruhnya untuk fokus ke rasa nikmat saat Dragon berusaha membuka segel.


"Sial,kayaknya gak bisa pake cara halus ini. Loe dobrak aja deh Gon." Perintah Igo pada sang Dragon dalam hatinya. Karena sedari tadi sang Dragon tidak kunjung berhasil membuka segel lubang tambang.


Dragon pun menuruti kata-kata Igo dan langsung mendobrak pintu yang masih terkunci bahkan tersegel dengan palang yang bertuliskan MASIH PERAWAN itu.


"Aaaarrrrggh..." jerit Tia saat Dragon mendobrak pintu lubang dengan sekali sentak.


"Aaaarghh.." Igo pun ikut menjerit. Bukan menjerit sakit,melainkan menjerit nikmat karena lubang tambang yang begitu sempit dan menggigit.


"Gila..parah banget ini enaknya. Pantes aja si Irlan sama si Yordan betah sama bini mereka. Begini toh rasanya masuk lubang yang belum pernah terjamah." Gumam Igo dalam hati.


Igo pun menatap wajah sang istri yang sedang kesakitan,ia mengusap airmata yang keluar dari sudut mata Tia.


"Kamu gak pa-pa?" Tanya Igo sambil mengusap airmata Tia.


Tia hanya menjawab dengan anggukan.


"Kalau gak pa-pa kok nangis? Kamu nyesel?" Tanya Igo lagi,ia merasa bersalah melihat sang istri menangis.


Tia menggelengkan kepalanya.


"Gak nyesel kok kak,justru aku seneng banget udah ngasih mahkota aku sama kakak. Tapi..." Tia menggantung kalimatnya.


"Tapi apa?" Tanya Igo penasaran.


"Tapi rasanya tuh sakit banget. Dragon gede banget kak." Jawab Tia.


Mendengar jawaban Tia,bukannya merasa kasihan,Igo malah merasa bangga karena Tia memuji saudara kembarnya sedari orok itu.


Eits,tapi tunggu dulu. Dari segi ukuran,Dragon memang idaman kaum hawa,lalu bagaimana dari segi durasi? Apakah Dragon sanggup mengantar sang istri sampai ke langit ke tujuh? Atau hanya sampai pertengahan jalan? Karena Dragon keburu mabok kenikmatan lubang tambang Tiaport?.


"Pertama emang gitu sayang,tapi lama kelamaan,bikin kamu nagih kok." Jawab Igo sambil mengelus pipi istrinya itu.


"Udah siap untuk pengeboran belum? Dragon udah gak sabar nih sayang." Bisik Igo dengan nada berat,tanda ia sudah tidak bisa menahan rontaan sang Dragon yang tak sabar untuk mengebor.


"Udah kak. Tapi pelan-pelan aja yah."


"Pasti sayang. Ingatkan aku kalau Dragon mulai kasar."


Tia menganggukkan kepalanya.


Perlahan Igo pun menggerakkan pinggulnya.


"Sshh..ah.." suara ghoib dari mulut keduanya pun lolos begitu saja saat Dragon memulai aksinya.


Dengan gerakan pelan namun dalam,begitulah Dragon memulai pengeborannya.


Bahkan aksi Dragon itu sampai membuat mata Tia merem melek,suara ghoib pun tak pernah berhenti keluar dari mulut Tia.


"Oh...Ti,I love you sayang." Sambil memberi sentakan,kata-kata cinta juga tak pernah absen keluar dari mulut Igo.

__ADS_1


Permainan pun semakin memanas,cara Dragon mengebor pun sudah tak bisa di kendalikan,layaknya orang kesetanan seperti itu lah sekarang Dragon mengebor lubang tambang Tiaport. Cepat,kasar dan hentakan yang dalam.


"Akh...kak sakit,pelanin dong." Ucap Tia di sela-sela aktivitas pengeboran sambil kedua tangannya merem•as sprei di sebelah kanan dan kirinya.


"Tahan Ti,mesinnya Dragon lagi panas-panasnya ini,gak bisa di pelanin." Jawab Igo.


Lalu untuk apa tadi Igo meminta Tia mengingatkan dirinya kalau permainan Dragon kasar,kalau ujung-ujung kebahagiaan Dragon lah yang paling utama saat ini?


Tia makin merem•as sprei karena merasakan sesuatu yang hampir meledak dari dalam tubuhnya.


"Aaakh...kak.." jerit Tia.


Igo sangat paham apa yang sedang Tia rasakan sekarang. Melihat Tia merem•as sprei disaat sang istri hampir sampai ke langit ke tujuh,Igo pun mengambil tangan Tia dan menaruh tangan itu ke pundaknya.


"Pundak aku aja rem•as sayang,biar aku juga ngerasain sensasi yang kamu rasain." Kata Igo.


Sesuai permintaan Igo,Tia pun merem•as pundak sang suami.


"Aakh kak..aku.." racau Tia lagi.


"Iya sayang...sama-sama sayang." Balas Igo. Dragon pun makin mempercepat dan memperdalam pengeborannya di dalam lubang tambang Tiaport.


Dan...


"Arrrgh..." erang keduanya saat mereka sampai telah sampai puncak langit ke tujuh.


Bahkan Tia sampai melengkungkan tubuhnya saat Igo dengan sukses melemparnya ke langit ke tujuh.


"Good job Gon,dua puluh lima menit. Gak sia-sia gue therapy loe ke klinik Mak Enrot sama menjalankan pola hidup sehat. Akhirnya gue bisa juga bawa Tia ke langit ke tujuh tanpa obat super itu." Gumam Igo dalam hati,memuji durasi sang Dragon.


Dragon yang sekarang bukan lagi Dragon yang dulu. Jika Dragon yang dulu hobi nyemplung ke dalam lubang limbah,Dragon yang sekarang hanya mau nyemplung dan ngebor lubang tambang Tialaya saja. Dan jika dulu Dragon perkasa karena obat super yang ia dapatkan dari Yordan,kini keperkasaan Dragon datangnya dari tangan Mak Enrot dan pola hidup yang Igo jalankan setelah merasakan jatuh cinta pada Tia.


Setelah semua cairan beracun yang bisa membuat perut Tia melendung selama sembilan bulan itu keluar semua, Igo pun langsung mengambrukkan tubuhnya di atas tubuh Tia. Nafas yang masih terengah-engah membuat keduanya bisa saling merasakan pergerakan dada pasangan mereka yang sedang naik turun.


Cup cup cup cup. Igo mengecup kening,pipi,kedua mata dan kedua pipi Tia dan di akhiri dengan ******* kecil di bibir sang istri.


"Makasih yah sayang. Akhirnya aku bisa milikin kamu seutuhnya." Ucap Igo.


"Sama-sama kak,akhirnya aku juga bisa jadi istri kakak seutuhnya."


"Eh..tunggu dulu. Bukannya kamu pernah bilang,kalau suatu saat kamu nyerahin mahkota kamu sama aku,itu berarti kamu udah jatuh cinta sama aku? Dan kamu nantangin aku untuk bikin kamu jatuh cinta sama aku dalam waktu tiga bulan. Inget gak? Berarti sekarang kamu udah cinta dong sama aku?"


Tia menggigit bibir bawahnya karena ingat akan perkataannya pada Igo dulu sebelum mereka menikah. Tapi tetap saja Tia gengsi mengatakan kalau ia memang telah jatuh cinta pada sang suami.


"Ng...gak kok. A..aku ngelakuin ini,karena memang ini udah kewajiban aku sebagai istri. Lagian,aku gak mau di bilang istri durjana sama nitijen karena gak nahan-nahan hak kakak." Sangkal Tia terbata-bata.


Mendengar jawaban Tia,Igo tak merasa sakit hati,malah ia tertawa terbahak-bahak dalam hatinya karena tau kalau saat ini istrinya itu gengsi mengakui perasaannya yang telah jatuh cinta pada Igo. Karena dari sorot mata Tia,Igo bisa melihat sorot mata penuh cinta untuknya.


"Oh..ya udah gak pa-pa kalau kamu belum cinta. Aku terima kok,tapi aku gak akan putus asa buat kamu jatuh cinta sama aku." Kata Igo pura-pura mempercayai sangkalan Tia.


"Ya udah,minggir kak,berat tau." Tia mendorong pelan tubuh Igo agar turun dari atas tubuhnya.

__ADS_1


Igo pun turun dari atas tubuh sang istri.


"Ti..." panggil Igo sambil memiringkan tubuhnya untuk menghadap istrinya.


"Hemh..." jawab Tia sambil memiringkan tubuhnya juga untuk menghadap suaminya.


Sekarang mata mereka sudah saling menatap.


"Lain kali,kalau mau ngajak Dragon ngebor,gak usah pake baju tidur seksi yah." Sindir Igo kala mengingat Tia yang memakai sleepwear seksi. Kini Igo menyadari,Tia sengaja memakai sleepwear seksi untuk mengajak Dragon melakukan pengeboran.


"Ish...apaan sih!! Siapa juga yang mau ngajak Dragon ngebor." Sangkal Tia lagi. Nampaknya ia lupa dengan aksi agresifnya tadi yang membuat ranjang sampai porak poranda dan membuat sprei sampai memiliki noda merah. Noda apalagi kalau bukan noda darah kesucian Tia yang sudah Dragon renggut.


"Udah ngaku aja sayang,gak usah malu gitu. Aku gak marah juga kok. Tapi lain kali jangan pake cara itu lagi buat ngajak Dragon ngebor. Cukup dengan kamu bobok cantik di atas ranjang,buka paha lebar-lebar dan yang pastinya dalam keadaan polos kayak sekarang,di jamin deh tanpa perlu basa-basi si Dragon langsung melakukan pengeboran." Goda Igo sambil memberikan tutorial untuk menjadi istri solehot.


"Ish...kak Igo. Udah dong jangan ngomongin itu lagi,aku kan malu." Ucap Tia sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,menutupi rona merah yang terpancar dari wajahnya karena godaan Igo.


Melihat tingkah istrinya yang menggemaskan,sontak Igo tertawa terbahak-bahak.


"Ish kak..kok malah ketawa sih!! Udah akh aku keluar aja." Tia pun hendak mendudukkan tubuhnya,tapi dengan cepat tangan Igo langsung melingkar di dada polos Tia.


"Iya...iya sayang aku diem,jangan ngambek dong."


Tia tak menjawab,ia hanya memanyunkan bibirnya.


"Ti..."


"Apa?!" Sahut Tia dengan nada ketus,sepertinya ia masih ngambek.


"Sekali lagi yuk." Ajak Igo yang tidak memperdulikan aksi ngambek Tia. Toh semua masalah akan selesai saat ritual pengeboran.


Mata Tia membelalak saat Igo dengan santainya mengajaknya melakukan pengeboran.


"Lagi?" Tanya Tia dengan ekspresi kaget. Pasalnya belum ada setengah jam mereka berisitirahat,kini sang suami sudah minta lagi.


Igo menganggukkan kepalanya dengan wajah yang ia sengaja pasang memelas.


"Gak akh,masih sakit." Tolak Tia.


"Gimana sih,padahal tadi kamu bilang dimana pun dan kapan pun,kamu siap sediain lahan kalau Dragon mau ngebor. Kok sekarang kamu nolak sih?" Kata Igo pura-pura kecewa.


"Ini tuh masih sakit kak,besok-besok kalau udah gak sakit,baru Dragon boleh ngebor lagi."


"Ya mana bisa gitu Ti,justru kalau gak mau sakit lagi,dari sekarang Dragon harus rajin-rajin ngebor." Jawab Igo tak mau kalah.


"Ayo lah Ti,sekali lagi aja. Yah..boleh yah." Mohon Igo dengan wajah memelas.


Melihat sang suami memelas,Tia pun tak sampai hati tidak memberikan kebutuhan biologis suaminya itu,karena sebagai seorang dokter Tia paham betul,akan sangat berbahaya bagi laki-laki kalau sampai hasratnya tertahan dan tidak tersalurkan.


Tia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban darinya yang mengizinkan Dragon kembali melakukan pengeboran.


Melihat sang istri mengangguk,tanpa banyak bicara lagi,Igo langsung menindih tubuh Tia.

__ADS_1


Dan malam itu pengeboran terjadi lagi,lagi dan lagi. Tak sesuai dengan kata-kata Igo yang hanya meminta tambahan ronde satu kali. Karena kenyataannya Dragon baru puas mengebor sampai pukul empat subuh.


__ADS_2