
Begitu sampai di dalam basecamp, cepat-cepat Igo mengunci pintu basecamp dan membuang kunci itu ke sembarang arah. Sengaja Igo membuang kesembarang arah, agar kejadian dirinya di kurung Tia di dalam kamar tidak terulang lagi, karena Igo tau istrinya itu adalah istri yang smarthot.
"Kak Igo turunin!!!!" Tia terus meronta sambil memukul-mukul punggung suaminya.
"Sabar dong sayang, gak sabaran banget sih." Jawab Igo.
Setelah sampai di ranjang, baru lah Igo menurunkan Tia dan membaringkan istrinya itu.
"Minggir gak!!!" Bentak Tia saat suaminya hendak menindih tubuhnya.
Igo menggelengkan kepalanya.
"Tadi kamu bilang kalau mau mengekspresikan rasa cinta gak usah pake kata-kata kan? Jadi sekarang aku mau ngungkapin rasa cinta aku pake tindakan." Ucap Igo sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Kemudian Igo pun mulai memberi sengatan-sengatan kenikmatan di paha Tia. Ia mengecupi paha Tia bergantian, kanan-kiri-kanan-kiri, mulai dari lutut makin lama makin naik ke atas sampai ke pangkal paha.
"Kak...stop!!!" Racau Tia. Tapi gerak tubuhnya tak sesuai dengan ucapannya, matanya merem melek, bibirnya pun ia lipat rapat-rapat mengunci suara ghoib agar tidak keluar dari dalam mulutnya
Igo tak menghirukan racauan Tia yang meminta ia menghentikan aksinya, karena Igo tau dari bahasa tubuh Tia sebenarnya istrinya itu minta Igo melakukan lebih. Igo terus menaikkan kecupan-kecupannya sekaligus membuat mahakarya bibirnya di jalur yang sudah ia lewati. Dan saat bibir Igo sudah tiba tepat di pintu gerbang Tiaport yang masih di tutup terpal karena jam operasional belum di buka, Igo memutar-mutar jarinya di depan pintu gerbang Tiaport yang masih tertutup terpal.
"Ssh...ah..." akhirnya suara ghoib yang sedari tadi Tia tahan berhasil lolos dari mulutnya karena merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Igo memutar-mutar jemarinya di pintu gerbang Tiaport yang masih di tutup terpal.
Mendengar suara ghoib yang sedari tadi sangat Igo nanti-nantikan, Igo pun menggila. Ia menyudahi aksi jemarinya lalu menindih tubuh istrinya.
Ia menatap netra istrinya penuh damba, dari tatapan matanya seolah ia ingin mengatakan pada istrinya kalau dirinya sangat mencintai wanita yang ada di bawah kungkungannya itu.
Tia pun membalas tatapan mata suaminya, ia juga bisa menangkap pesan yang ingin suaminya itu katakan padanya.
__ADS_1
Tiga menit mereka saling menatap, menurut penelitian, saling menatap pasangan selama kurang lebih tiga menit, bisa menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta dalam hati pasangan yang saling menatap.
Perlahan tapi pasti, Igo memajukan wajahnya mendekati bibir Tia untuk bersilahturahmi bibir.
Cup. Bibir keduanya pun menempel.
Igo pun mulai mengunyah tipis-tipis bibir istrinya. Kunyahan itu pun makin memanas ketika istrinya membalas kunyahan yang Igo berikan.
Tia melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya kemudian menekan kepala suaminya untuk memperdalam peraduan bibir mereka.
Merasakan oksigen dalam paru-paru menipis, perlahan Igo melepas peraduan bibirnya dengan bibir Tia agar istrinya bisa mengisi lagi oksigen ke dalam paru-parunya. Sambil menunggu Tia mengumpulkan oksigen, bibir Igo beralih ke leher Tia. Mengecup, mengelus dengan lidahnya, menghisap bagai vampir yang kehausan sehingga menghasilkan mahakarya bibir berwarna merah disana.
Tubuh Tia menggelinjang bergetar hebat, matanya merem melek nikmat, perutnya juga terasa di gelitikki ribuan pasukan semut saat Igo membuat mahakarya di lehernya.
"Sssh....ah..." racau Tia.
"Honey..." panggil Igo dengan suara beratnya
"Hemh.." Tia tak sanggup mengeluarkan suaranya, nafasnya terlalu terengah-engah untuk menjawab panggilan suaminya.
"Dragon udah boleh masuk kerja gak? Kayaknya cara kamu gagal deh bikin Dragon pingsan. Cara kamu cuma sanggup bikin dia istirahat sementara." Ucap Igo.
"Nih..kamu bisa rasain kan?" Tanya Igo sambil menggesek tubuh Dragon yang sudah mengeras di depan pintu gerbang Tiaport yang masih tertutup terpal itu.
Tia melipat kedua bibirnya agar suara ghoib tidak keluar dari dalam mulutnya saat merasakan Dragon yang menggesek-gesekkan tubuhnya di depan pintu gerbang Tiaportnya.
"Berasa gak?" Ucap Igo lagi karena melihat istrinya itu seperti sedang menikmati gesekan kepala Dragon. Tapi kali ini Dragon bukan hanya menggesekkan kepalanya, melainkan menumbukkan kepala plontosnya ke pintu gerbang. Sehingga membuat terpal penutup tambang Tiaport sedikit masuk ke dalam lubang tambang.
__ADS_1
"Ssh...ah.." Tak sanggup lagi menahan tumbukan kepala plontos Dragon, suara ghoib nan seksi pun keluar dari mulut Tia.
Igo yang merasa belum cukup puas mendengar suara ghoib Tia, kembali menumbukkan kepala Dragon sambil memberi gesekan-gesekan kasar di depan pintu gerbang Tiaport.
"Ah...k-kak I-igo, s-s-stop, gak enak di gituin." Racau Tia berbohong karena apa yang Igo lakukan membuat rasa enak dan menimbulkan kebecekan di dalam lubang.
Sontak Igo pun menghentikan aksi sang Dragon.
"Beneran gak enak?" Tanya Igo penasaran. Karena menurut pengalamannya sebagai seorang casanova, apa yang Igo lakukan saat ini adalah salah satu gerakan pemanasan yang bisa membuat hasrat menggebu-gebu.
"Iya gak enak kalau cuma di jedotin gitu. Cuma bikin nyut-nyutan." Jawab Tia, kode kalau dirinya ingin merasakan lebih dari sekedar sundulan kepala Dragon.
Mendengar jawaban Tia, jelas saja hati Igo bersorak gembira, apalagi sang Dragon, ingin rasanya ia langsung melubangi terpal penutup lubang tambang kemudian masuk ke dalam lubang dan melakukan pengeboran.
"Jadi, jam kerja Dragon udah di aktifkan kembali nih?" Tanya Igo yang masih tidak percaya istrinya itu menyudahi hukumannya untuk Dragon.
Tia menganggukkan kepalanya, ia tidak mau munafik karena saat ini ia juga sangat merindukan sentuhan suaminya, apalagi sekarang hasratnya juga sudah di ubun-ubun, jadi ia memutuskan untuk memberi remisi pada sang suami dan sahabat plontosnya itu.
Tia menarik kepala suaminya dan mendekatkan wajahnya ke telinga sang suami.
"Lakukan lah sebanyak yang kakak mau." Bisik Tia di telinga Igo.
Mendengar bisikan Tia dengan nada yang menggoda, rasanya itu seperti menang togel empat angka, bahagia, jelas, tak ingin melewatkan kesempatan untuk memuaskan Dragon, itu sudah pasti.
Cepat-cepat Igo melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya dan di tubuh istrinya, setelah mereka sama-sama polos, Igo kembali menindih tubuh istrinya. Igo tak langsung menggiring Dragon masuk ke dalam lubang tambang. Ia kembali mendaratkan bibirnya di bibir Tia dan mengajak Tia untuk saling beradu bibir terlebih dahulu dan memberikan sengatan-sengatan kenikmatan sebelum acara pengeboran di mulai.
Selagi bibir saling beradu, mengunyah, menyecap, dan lidah pun saling membelit. Tangan mahir Igo juga dengan cekatan mengerjakan tugasnya agar istrinya cepat merasakan panas dingin.
__ADS_1