Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 69


__ADS_3

Setelah mengatakan itu,Tia pun berjalan dengan langkah panjang untuk mensejajarkan langkahnya dengan sang suami.


"Dasar anak ingusan gak tau sopan santun,gak punya attitude!!!" Umpat Sasha pada Tia dengan suara pelan,sepelan suara kentut saat sedang di dalam kelas.


Begitu masuk ke dalam ruang kerja Igo,Igo dan Tia langsung mendaratkan bokongnya di sofa panjang. Sedangkan Sasha duduk di sofa panjang tepat di hadapan Igo dan Tia.


"Tadi malam ada yang nganter surat kaleng ke apartemen aku,kamu tau isinya apa?" Tanpa basa-basi Igo langsung membahas masalah foto pertemuan bibirnya dengan Sasha.


"A-apa?" Tanya Sasha gugup. Takut kalau Igo tau kalau itu perbuatan dirinya dan Roy.


"Foto waktu kamu hampir jatuh dan gak sengaja nyium bibir aku."


"Masa sih Go? Astaga...kok bisa. Pasti ada orang yang sengaja mata-matain kita." Ucap Sasha untuk meyakinkan Igo kalau dirinya tidak terlibat dengan foto itu.


"Yakin ada orang yang mata-matain kita? Bukan kamu yang sengaja ngelakuin itu,kamu pura-pura kesandung biar bisa nempelin bibir kamu padahal di tempat lain ada orang yang udah siap ngambil foto kita?!" Tanya Igo mengintimidasi.


Seperti ucapan Tia,tidak mungkin foto itu ada karena sebuah kebetulan. Pasti ada orang yang merencanakan semua ini.


Merasa Igo mulai mencurigainya,Sasha pun mengeluarkan jurus andalannya untuk melunakkan hati Igo. Jurus apalagi kalau bukan jurus menangis,karena dari dulu Igo paling tidak bisa melihat Sasha menangis.


"Maksudnya kamu nuduh aku gitu? Aku tuh gak mungkin gitu Go. Walaupun aku janda,tapi aku nih janda terhormat Go,aku sama sekali gak ada pikiran untuk ngerusak pertunangan kalian Go." Dengan isak tangis yang dibuat-buat, Sasha memulai sandiwaranya. Berharap hati Igo akan luluh dan percaya kalau bukan dia pelakunya.


"Dasar semut rangrang,mulai lagi dramanya." Gerutu Tia dalam hati.


Tia menoleh ke arah sang suami,takut-takut sang suami terbawa arus drama Sasha.


Dan ternyata benar saja,melihat Sasha yang menangis,wajah sangar yang tadi Igo pancarkan hilang seketika berganti dengan wajah iba.

__ADS_1


Tak ingin hati sang suami meleleh,cepat-cepat Tia berdiri dan langsung duduk di pangkuan suaminya.


"Oh..jadi bibir kamu yang seksi ini gak sengaja ketemu sama bibir dia honey?" Tanya Tia sambil tangannya mengelus pipi suaminya dan matanya melirik ke arah Sasha.


"Kan aku udah bilang sayang,tapi kamu nya aja yang gak mau dengerin." Jawab Igo.


"Kalau gitu sini biar aku hapus jejak bibir wanita lain dari bibir kakak." Kata Tia,kemudian menangkup wajah Igo dengan kedua tangannya dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Igo dan mengunyah tipis-tipis bibir suaminya itu.


Melihat adegan di depannya membuat Sasha otomatis menghentikan sandiwaranya.


"Breng•sek!!!!" Umpat Sasha saat melihat Tia dan Igo sedang beradu bibir dengan posisi Tia berada di pangkuan Igo.


Ditambah lagi kunyahan bibir yang Tia berikan pada bibir suaminya di balas dengan ganas oleh Igo,sehingga menghasilkan suara decapan yang membuat telinga Sasha berdengung seketika.


Sengaja memang Tia melakukan hal itu pada Sasha,untuk membuat semua bulu yang tumbuh di tubuh Sasha kebakaran. Karena menurut Tia cara elegan untuk membasmi semut rangrang seperti Sasha adalah dengan cara mempertegas hak kepemilikan Igo atas nama dirinya langsung di depan Sasha.


Tapi sayangnya Igo dan Tia seperti sengaja menulikan telinga mereka dari deheman Sasha atau mereka memang tidak mendengar deheman Sasha karena peraduan bibir dan persilatan lidah mereka semakin memanas.


"Ekhem..." sekali lagi Sasha mencoba untuk berdehem agar pasangan anti mainstream ini berhenti melakukan adegan yang membuat api cemburu yang menyala di hatinya semakin berkobar.


Namun sayang hasilnya sama saja,Igo dan Tia tidak juga menghentikan aksi mereka.


Sebenarnya Tia mendengar deheman Sasha,tapi sengaja ia pura-pura tidak mendengar dan malah membalas cara panas Igo mengunyah bibirnya.


"Shiiit!!!!!" Umpat Sasha geram. Tak ingin lama-lama berada di ruangan itu, Sasha pun bangkit dari tempat duduknya kemudian keluar dari dalam ruangan Igo.


BRAAAK. Sangking kesalnya,Sasha sampai menutup pintu ruang kerja Igo dengan sangat kasar.

__ADS_1


Mendengar suara pintu yang di tutup kasar,bukannya kaget,Igo malah tetap melanjutkan peraduan bibirnya dan persilatan lidahnya dengan Tia.


Sedangkan Tia tertawa puas dalam hati saat tau Sasha keluar dari ruangan Igo dan mendengar suara pintu yang di tutup kasar.


Tia pun berniat untuk menghentikan peraduan bibir dan persilatan lidahnya dengan Igo,tapi sayangnya Igo malah menahan tengkuk Tia dan makin memperdalam persilatan lidah mereka.


Dengan sekuat tenaga Tia mendorong tubuh Igo agar bibir dan lidah yang sedang bertarung itu bisa terlepas.


Sayangnya saat bibir dan lidah mereka sudah terlepas,Igo malah menyerang leher Tia dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana karena hasrat Igo yang sudah di ubun-ubun. Maklum,rasa manis dan legit serabi lempit milik Tia sudah membuat Igo sangat kecanduan.


Tangan kiri Igo juga tak tinggal diam. Tangan profesional itu mulai menjelajah ke pegunungan Tialaya.


Sesaat Tia terbuai dengan sentuhan bibir Igo di lehernya dan sentuhan tangan Igo di pegunungannya. Tapi tak lama ia sadar,ada misi lanjutan yang masih harus ia selesaikan.


Tia kembali mendorong tubuh Igo dengan sekuat tenaga,agar bisa terlepas dari lingkaran hasrat Igo yang sudah membara.


"Udah cukup segitu aja!!" Ucap Tia saat berhasil melepaskan bibir Igo dari lehernya dan tangan Igo dari pengunungannya.


"Kok cuma segitu? Mana cukup sayang,terusin yuk." Mohon Igo dengan mata sayu dan nafas yang terengah-engah.


"Gak!!!! Ingat,kakak kan belum berhasil ngebongkar kebusukan temen kakak itu!!! Selama kakak belum tau sendiri apa tujuan temen kakak ngedeketin kakak,jangan harap bisa ngelakuin hal kayak gini lagi apalagi berharap bisa ngelakuin lebih dari ini.!!!" Jawab Tia dengan nada dingin.


"Loh kan tadi aku udah tegas ke Sasha."


"Tegas apaan!!! Lihat si semut rangrang itu nangis aja,muka kakak langsung berubah jadi kasihan. Pokoknya aku gak mau tau,kakak harus cari tau dalang yang udah ngirim foto itu dan tujuan dia ngirim foto itu!!! Aku yakin,kakak akan terkejut-kejut kalau tau siapa dalang di balik foto itu dan nyesel gak mau percaya sama aku!!!


Setelah mengatakan itu,Tia pun berdiri dari atas pangkuan Igo.

__ADS_1


__ADS_2