
Mata Tia membulat sempurna saat melihat postingan Sasha yang menautkan nama suaminya.
"Apa-apaan ini?! Bisa-bisanya kak Igo bikinin bubur buat si semut rangrang!!! Kenapa gak sekalian aja jualan bubur!!!" Umpat Tia kesal saat melihat postingan-postingan Sasha di akun sosial media Igo.
"Dasar semut rangrang,loe pikir dengan cara loe pura-pura sakit,loe bisa gantiin posisi gue!! Gak akan!! Gue tadi pulang bukan karena gue nyerah,tapi gue lagi ngumpulin bukti tentang kebusukan loe,dan dengan loe posting foto-foto begini,itu sama aja loe lagi ngasih bukti kebusukan loe!!! Loe pikir,kak Igo bakalan respect apa kalau loe posting beginian terus loe nautin namanya!! Dasar semut rangrang,kalau loe mau jadi pelakor harus lebih cerdas dari istri sah!!!" Panjang lebar Tia ngedumel di depan layar ponselnya.
"Kak Igo juga,bisa-bisanya dia gak peka sama aksi busuk si semut rangrang!!! Awas aja yah kak,siap-siap terima hukuman!!!" Geram Tia kala mengingat Igo yang membentak dirinya di kafe tadi. Untung saja di lantai dua tadi hanya ada mereka bertiga,seandainya ada pengunjung lain di lantai dua tadi,apa tidak jatuh harga diri Tia sebagai istri sah.
Sangking asyiknya mengomel sambil makan,Tia sadar kalau mie di mangkuknya sudah pindah semua ke dalam lambungnya.
"Ish..kok cepet banget sih habisnya nih mie!!" Sekarang mie yang jadi sasaran pelampiasan emosi Tia.
Karena mie yang di mangkuknya sudah habis,Tia pun menaruh mangkuknya ke dalam wastafel cucian piring tanpa mencuci mangkuk itu.
"Loe tunggu disini sampe kak Igo datang,biar aja dia yang nyuci. Sekalian biar dia tau kalau gue disini cuma makan mie instan!!" Kata Tia pada mangkuk kotornya.
Tia pun meninggalkan dapur dan berjalan menuju kamarnya.
Selain tidur dan makan,mandi juga merupakan salah satu cara untuk meredakan emosi. Dan itulah yang ingin Tia lakukan sekarang,berendam di dalam bathtub sambil menyalakan lilin aroma therapy untuk merelaksasikan pikiran dan tubuhnya.
Tak lupa Tia mengunci pintu kamarnya sebelum dirinya masuk ke dalam kamar mandi. Karena kalau tidak di kunci,bisa-bisa Igo nyelonong masuk ke dalam kamarnya kemudian menerobos masuk ke dalam kamar mandi dan berujung mandi plus-plus di dalam kamar mandi.
Tia tidak mau sampai itu terjadi,ia harus memberi pelajaran terlebih dulu pada Igo,agar lain kali suaminya bisa peka terhadap wanita-wanita sejenis Sasha yang ingin merusak rumah tangga mereka.
🎀 🎀 🎀
__ADS_1
Kini Igo sudah berada dalam apartemen.
Dengan tanpa rasa bersalah ia memanggil-manggil nama istrinya.
"Tia..Tia sayang,abang pulang nih." Teriak Igo sambil berjalan menuju kamar tidur Igo yang mulai tadi malam telah sah menjadi kamar tidur mereka berdua.
Ceklek. Igo membuka pintu kamar,ah..mungkin sekarang namanya bukan kamar lagi melainkan pintu basecamp.
"Loh kok gak ada." Kata Igo saat melihat kamarnya dalam keadaan kosong,bahkan ranjangnya pun masih awut-awutan,sprei bernoda merah pun masih terpampang nyata di atas ranjang.
Igo melangkahkan kakinya berjalan menuju kamar mandi,Igo pikir saat ini Tia sedang mandi atau sedang berendam dalam bathtub,tidak ada di pikiran Igo kalau Tia berada di dalam kamar lama istrinya.
Ceklek. Igo membuka pintu kamar mandi.
"Kok gak ada juga." Lirih Igo saat melihat kamar mandi yang juga kosong.
Sesampainya di depan pintu kamar lama Tia,Igo langsung memutar handle pintu,sayangnya pintu itu terkunci.
Dor..dor..dor. Igo menggedor pintu kamar lama Tia.
"Tia..kamu di dalam?" Teriak Igo sambil terus menggedor.
Karena tak ada jawaban,Igo pun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi nomor Tia dan bunyi nada dering ponsel Tia pun terdengar jelas dari dalam kamar. Igo makin yakin kalau sekarang istrinya berada dalam kamar itu.
Dor..dor..dor. Igo menggedor pintu kamar itu lagi.
__ADS_1
"Ti..buka pintunya!!!" Teriak Igo.
Sedangkan dari dalam kamar mandi,Tia yang sedang asyik berendam di dalam bathtub langsung keluar dari dalam bathtub kemudian membilas tubuhnya di bawah guyuran shower,saat mendengar Igo menggedor-gedor pintu kamarnya.
"Brisik banget sih itu orang!! Ganggu aja!!" Geram Tia sambil membilas tubuhnya di bawah guyuran shower.
Setelah dirasa tak ada lagi busa sabun yang menempel di tubuhnya,Tia pun memakai bathrobenya dan keluar dari dalam kamar mandi dan hendak berjalan ke arah pintu. Namun,baru saja beberapa langkah ia keluar dari kamar mandi,tiba-tiba saja ide jahil untuk membalas perbuatan Igo muncul. Tia pun memutar langkahnya dan berjalan menuju ruang ganti,untuk apalagi kalau bukan untuk memakai sleepwear seksi,yang sebenarnya tingkat keseksiannya masih sebatas wajar.
Setelah memakai sleepwearnya,Tia pun memoles tipis bibirnya dengan lipgloss dan menyemprotkan parfum yang di jamin membuat Igo mabuk kepayang.
"Siap-siap terima hukuman mu kak!!" Ucao Tia pada pantulan dirinya di cermin.
Tia pun berjalan mendekati pintu.
Ceklek. Dengan wajah sangar Tia membuka pintu kamarnya.
"Apa sih kak gedor-gedor kayak orang kesurupan!!! Brisik tau gak!!" Bentak Tia.
Mata Igo membelalak. Bukan karena bentakan Tia,melainkan karena penampakan tubuh Tia yang hanya di tutupi sleepwear bertali satu yang mengekspos leher jenjang dan bahu mulus istrinya itu. Apalagi buah karsen yang tercetak jelas menambah keyakinan Igo kalau saat ini Tia sedang tidak memakai kain saringan susu,membuat otak Igo dan juga otak Dragon travelling kemana-mana. Apalagi aroma parfum yang Tia pakai sanggup membuat sang Dragon terhipnotis.
"Hellloow!!! Kok malah bengong sih?" Tanya Tia sambil menjentik-jentikkan jarinya di hadapan Igo. Tia bukannya tidak tau apa yang membuat suaminya terbengong-bengong.
"Ah...iya. Kamu udah makan? Aku bawain nasi goreng kambing nih buat kamu." Kata Igo sambil menunjukkan kantong kresek yang berisi dua bungkus nasi goreng kambing. Padahal awalnya Igo ingin melayangkan protesnya ke Tia karena sang istri tidak menempati basecamp mereka.
"Cih..mau nyogok dia!!" Decih Tia dalam hati sambil memicingkan matanya.
__ADS_1
Sebenarnya Tia ingin jual mahal,tapi karena aroma nasi goreng kambing yang Igo bawa sangat menggiurkan dan mengilerkan,mau tidak mau Tia sedikit menurunkan gengsinya hanya untuk sebungkus nasi goreng kambing yang Igo bawa. Karena memberi hukuman pada sang suami juga membutuhkan tenaga.
Dengan kasar Tia mengambil kantong plastik itu dan membawanya ke meja makan dan diikuti Igo dari belakang,kemudian mengambil piring hanya untuk dirinya dan menuangkan satu bungkus nasi goreng itu ke dalam piring yang baru saja ia ambil.