PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 100. Bantuan tak Terduga


__ADS_3

"Pertama-tama, kita harus bergerak lebih cepat. Kita bagi kelompok menjadi dua. Aku akan memimpin bagian kelompok besar. Kau pimpinlah kelompok bagian kecil. Kalian lakukan operasi senyap. Amankan seluruh warga kota dari penyanderaan. "


Garguek mengambil tindakan cepat. Dia memerintahkan Hasea untuk membawa 100 orang anggota sekte Harinuan. Mereka berpisah jalan.


***


Pertarungan di kota Pintu Suona belum benar-benar berhenti. Walau hampir semua pendekar Langka telah dihabisi oleh Marrupa, Terisab dan Gilok tetapi anggota sekte Matahari biru berkemampuan rendah masih bertarung dengan anggota sekte bulan purnama dan sekte Walet hitam yang dipimpin oleh Honasasom dan Apodi, hanya saja mereka semua tidak benar-benar mengetahui apa yang terjadi di dalam Kota.


Laban masih memimpin anak buahnya yang menyandra warga di dalam kota. Para warga dikumpukan pada 4 gedung besar. Bangunan-bangunan itu dijaga oleh puluhan pendekar Sekte Matahari Biru. Gilok disana bersama para anggota Sekte Bulan Purnama, senjata mereka dilucuti. Gilok bahkan dirantai. Kedua kaki dan tangannya terborgol oleh rantai yang besar dan terikat ke sebuah tiang besar. Sesungguhnya bukan rantai itu yang menghentikan Gilok, tetapi keselamatan warga kota yang disandralah yang dia pikirkan sehingga dia memilih diam untuk sementara sembari berfikir mencari cara membebaskan para warga.


Dari kejauhan samar Honasasom dapat melihat sekumpulan orang sedang mendekat ke arah mereka. Ratusan orang jumlah mereka. Honasasom bahkan sampai berhenti bergerak menyaksikan kedatangan kerumunan itu


" Siapa mereka?" Perlahan Honasasom dapat melihat lebih jelas. Mereka adalah rombongan gelombang serang ke tiga dari sekte Matahari Biru.


***


"Cukup baik, setelah ini sepertinya Matahari biru akan menguasai kota Pintu Suona selamanya. " Gumam Sengku yang melihat anggota sekte Bulan purnama sudah berada pada titik akhir kekuatan mereka. Walau orang tua picik itu dapat melihat hampir seluruh anak buah yang dia kirim tewas terbunuh tetapi dia sama sekali tidak peduli karena memang itulah tujuannya. Gelombang serang pertama dan kedua hanyalah tumbal yang hanya untuk memuluskan jalannya.


Sengku memerintahkan anak buahnya untuk bergerak. Dia berniat menghabisi anggota sekte bulan purnama dan walet hitam yang tersisa.


***


Hasea bersama puluhan orang yang dia pimpin tiba di kota Pintu Suana. Mereka bergerak hati-hati. Operasi senyap, tujuan mereka adalah menyelamatkan warga kota yang disandra secara diam-diam.


Setelah menyelidiki, regu yang dipimpin Hasea telah mengetahui lokasi warga di Sandra.


Pemandangan dihadapan Hasea bukanlah sesuatu yang ingin dia lihat. Banyak warga tak berdosa yang telah menjadi mayat dan bergelimpangan di jalanan kota. Emosinya memuncak, Dia hampir tidak bisa menahan amarah.


Sementara Gilok dan anggota sekte Bulan Purnama masih dikawal ketat oleh anak buah Laban. Hasea dapat menyaksikan itu semua. Setelah Hasea melihat kondisi yang ada, bahwa warga yang ditawan juga terancam nyawa mereka, Hasea dapat memahami kenapa Gilok masih belum bertindak. Salah pergerakan maka nyawa ratusan warga pintu Suona bisa melayang.


" Para senior, mohon bantuannya. Kali ini kita bagi kelompok menjadi 4 , setiap dari kelompok lakukan penyerangan diam-diam pada satu gedung. Mohon lakukan setenang dan sesenyap mungkin." Perintah Hasea. Kemudian mereka bergerak dalam diam.


Hasea memimpin 20 orang bergerak perlahan. Mereka akan melumpuhkan para penjaga yang menyandra warga.


***

__ADS_1


" Bagaimana ini ketua, anggota sekte kita tersisa hanya puluhan orang sementara musuh dihadapan kita berjumlah ratusan." Honasasom yang berdiri di samping Apodi mulai merasa khawatir. Baik segi jumlah dan kekuatan jelas dan bisa dipastikan mereka akan dengan sangat mudah dilumpuhkan oleh anggota sekte matahari biru gelombang serang ke tiga yang dipimpin oleh Sengku.


Apodi hanya terdiam. Dia kehabisan akal. Ratusan anggota sekte matahari biru semakin mendekati kota. Sepertinya mereka bersiap untuk melakukan pembantaian.


" Bunuh mereka semua." Seruan Sengku dari belakang rombongan itu semakin membakar semangat para anak buahnya.


Sesaat pertempuran tidak berimbang itu akan pecah, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul rombongan anggota sekte Harinuan yang dipimpin oleh Garguek.


" Sungguh memalukan, kalian seharusnya mencari lawan tanding yang lebih seimbang." Seru Gaeguek dari kejauhan. Pendekar tua itu melesat cepat yang diikuti anak buahnya dari belakang.


Tidak sampai berapa lama Garguek Sudah berada di kerumunan anggota sekte Matahari biru. Dalam waktu singkat puluhan pendekar aliran hitam itu dia pukul mundur.


" Siapa mereka?" Kedatangan anggota sekte Harinuan tentu membuat Honasasom terkejut. Dia belum tau pasti apa yang terjadi tetapi ada rasa bersyukur terselip dibenaknya. Saat dia merasa jalan sudah buntu tiba-tiba muncul bantuan yang dia tidak duga.


" Anak itu, sepertinya dia berhasil membawa anggota sekte Harinuan kesini." Marrupa yang sedari tadi hanya bisa terbaring lemah mulai bersemangat. Kedatangan bantuan dari sekte Harinuan itu memunculkan harapannya yang sempat padam.


" Jangan diam saja, ayo serang mereka."


Apodi memberi aba-aba. Anggota sekte Bulan purnama dan sekte Walet Hitam yang tersisa akhirnya ikut terjun dalam pertarungan. Pertarungan besar kembali berlangsung.


" Kurang ajar, apa yang dilakukan sekte Harinuan disini?" Sengku tidak kalah terkejut. Dia mengetahui betul ciri dari anggota sekte Harinuan. Kehadiran sekte itu dan keterlibatan mereka dalam pertarungan ini bukanlah yang dia harapkan.


" Dimana Laban, orang itu apa dia tidak tau apa rencananya?" Sengku mulai panik. Seharunya anggota sekte Bulan purnama tidak lagi bisa berkutik karena warga kota telah mereka tawan.


Sengku tidak berani berspekulasi. Dia akhirnya melesat dan Garguek adalah sasaran tandingnya.


***


Hasea dan anggota sekte harinuan yang dipimpinnya mendekati pintu gedung tempat warga disandra. Mereka berhasil melumpuhkan anggota sekte matahari biru yang berjaga di pintu itu dengan diam-diam. Namun masih ada puluhan anggota sekte Matahari biru yang berjaga di dalam gedung.


Hasea melesat cepat kedalam gedung. Sedikit tenaga dalam yang dia pancarkan, dia tidak ingin kehadirannya terlalu menimbulkan keributan.


5 orang pendekar matahari biru dengan seketika mampu dia lumpuhkan, namun hal itu membuat kehadirannya disadari oleh pendekar yang lain di dalam gedung.


" Siapa kau?" Belum sempat Pendekar matahari biru itu mendapat jawaban sebuah anak panah melesat ke arahnya dan menembus dada pendekar matahari biru itu. Lesatan anak panah yang pertama dikuti lesatan anak panah yang lain di belakangnya. Operasi senyap yang dilakukan oleh Tim yang Hasea pimpin berhasil dengan sempurna. Seluruh pendekar sekte matahari biru dalam gedung itu mereka lumpuhkan. Seluruh warga mereka amankan.Beberapa pendekar sekte Harinuan tinggal disana untuk menjaga keamaanan mereka.

__ADS_1


" Terima kasih para senior, sekarang kita tinggal menunggu kabar dari 3 kelompok lainnya. Kemudian kita akan melumpuhkan sisa pendekar matahari biru yang berada di jalanan kota."


" Tenang saja Hasea, saya yakin mereka berhasil. Bodohnya sekte matahari biru ini adalah mereka menempatkan pendekar berkemampuan rendah untuk menawan para warga. Mungkin karena mereka berfikir sangat mudah untuk menaklukkan warga yang tidak memiliki kemampuan bela diri tapi mereka tidak mengantisipasi kehadiran sekte Harinuan dia tempat ini. " Sahut salah satu anggota sekte Harinuan yang kelihatannya paling senior.


Hasea kembali mengamati sekitar kota. Setelah Sandi disampaikan oleh ke 3 tim lain bahwa mereka berhasil melumpuhkan para pendekar sekte Matahari biru yang menawan para warga kota tanpa sepengetahuan Laban dan pendekar matahari biru lainnya maka Hasea dan pendekar sekte Harinuan yang dipimpinnya mendatangi jalanan kota tempat Gilok dan yang lainnya ditawan.


" Oi..apa pantas memperlakukan orang tua seperti itu? Aku tau orang tua itu sedikit menyebalkan, tetapi memperlakukan dia begitu sungguh kelewatan." Seruan Hasea yang tiba-tiba muncul membuat Laban terkejut.


" Siapa kalian? Dari mana kalian datang? " Laban tampak pucat. Puluhan orang yang tampaknya adalah pendekar yang tiba-tiba muncul dihadapannya bukan sesuatu yang bisa diremehkan.


" Kami adalah orang yang akan mengantarkan kalian ke alam baka."


Hasea menekankan setiap kata-katanya seolah dia sedang mengirimkan pesan Kematian.


" Hasea, kenapa kau begitu terlambat?"Gilok berteriak dari tempat dia dirantai. Walau sedikit marah, tetapi dia sungguh bersyukur akan kehadiran Hasea. " Hati-hati..mereka menyandra para warga."


" Tenang saja, sekarang para warga kota telah aman. Tak akan ada yang bisa mengganggu mereka. " Hasea memasang senyum sinis sambil memandangi Laban.


" Begitu rupanya. Baiklah." Gilok yang mendapat jaminan akan keselamatan warga dari Hasea mulai menggerakkan tubuhnya. Dia merentangkan kaki dan tangannya. Seketika terjadi ledakan, rantai yang terikat di kedua kaki dan tangan Gilok putus berhamburan. Gilok melesat ke arah Laban dan anak buahnya.


" Senior, sebaiknya anda serahkan saja hal ini kepadaku. Anda istirahatlah dulu." Seru Hasea


" Tidak perlu, biar aku yang memberi mereka pukulan terakhir. Kau bantulah ketua Marrupa dan yang lain yang sedang bertarung di luar ."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**Teman2, ini adalah chapter 100 . Makasih udh baca Novel sampe sini, like dan vote kalian adalah bahan bakar paling efektif deh pokoknya. Ayo saling support supaya Novel ini terus eksis.


Mau info juga nih. Author sedang mencoba membangun kanal YouTube. Sangat..sangat pemula sih, Subscriber juga masih 288. Author mencoba menuangkan karya juga disana. Rencana kedepan sih bakalan aktif jg disana. Ya..sekedar wadah dgn cara yang berbeda untuk menuangkan karya tulis lah. Disana ada tulisan2 Author yg cukup berbeda, ada Puisi, Cerita Pendek yang kesemuanya ada audionya. Jadi buat teman2 yang suka puisi atau suka Cerpen tapi males baca, disana ada tuh.


Author coba lampiran link nya disini ya..mana tau aja teman2 tertarik ya kan.


https://youtu.be/t5DpNkM9v6E


Atau boleh juga diSearch, Nama channel nya: Genitas

__ADS_1


Mohon dukungan Subscribe, Like, Comment dan Share ya. Mohon dihidupin jg Loncengnya.


Author berharap sih seenggaknya setelah ini Subscriber channel YT Genitas yang tadinya 288 jadi 289 lah minimal. Hehehe.. makasih buat Supportnya**


__ADS_2