PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 70. Menuju Perkemahan Utara ( Perampok Harinuan)


__ADS_3

Hasea dan Hasapi ditemani oleh Renees salah satu anggota sekte Obor Merah sedang dalam perjalanan.Natta memang memerintahkan Renees untuk mendampingi Hasea dan Hasapi menuju pelemahan Utara sekte Harinuan.


" Aku merasa ada yang mengawasi kita." Hasea berbisik pelan.


Renees merapatkan barisannya ke Hasea dan Hasapi. Untuk orang yang tidak memiliki kemampuan bela diri yang tinggi, wajar memang kalau dia merasa takut atas peringatan yang disampaikan Hasea.


Hasea meningkatkan kewaspadaannya. Dia dapat merasakan ada beberapa orang yang memiliki kemampuan beladiri yang lumayan sedang mengintai mereka. Hanya saja Hasea belum bertindak karena orang-orang tersebut sepertinya juga menjaga jarak.


" Aku tidak tau siapa orang-orang ini tapi yang pasti sepertinya mereka sudah cukup lama mengikuti kita."


" Lalu apa yang harus kita lakukan?" Hasapi berbisik pelan.


" Aku belum tau. Sebaiknya kita tetap waspada." Hasea berupaya mengingatkan rekan-rekannya untuk tetap bersikap biasa namun tetap waspada. Dia ingin orang yang mengawasi mereka tidak sadar kalau rombongan Hasea menyadari kedatangan mereka.


"Renees , berapa jauh lagi sampai kita tiba di perkemahan perampok Harinuan?"


" Tidak jauh lagi pangeran. Perkemahan Harinuan ada dibalik lembah ini."


" Sebaiknya kita tidak kesana dulu, aku takut orang- orang yang mengintai kita ini berniat buruk. Hal itu justru bisa membongkar keberadaan Perkemahan." Ucap Hasea yang masih berbisik." Sebaiknya kita membereskan mereka dulu."


" Kalian teruslah berjalan, aku akan mengambil jalan berputar. Kita lihat bagaimana reaksi mereka setelah ini."


***


" Kemana pemuda itu?" Wakinul yang menyadari Hasea berpisah dengan rombongannya sedikit bingung.


" Sampai kapan kita akan menunggu?" Gerutu Tapponok. Ke 5 orang itu memang sudah mengikuti Hasea dan rekan-rekannya selama seharian. Ke 5 orang itu adalah utusan panglima Angkar, mereka yang sebelumnya ditugaskan untuk mencari orang yang menyerang Panglima Jenti dan pasukannya di kota Raniatte beberapa waktu yang lalu.


" Sabar lah Wakinul. Kita juga belum tau pasti apakah mereka orang yang kita cari. " Holsoan yang ditunjuk sebagai ketua regu itu menenangkan rekannya yang merupakan pendekar sekte Jingga tersebut. Walau Holsoan dan Toema berkemampuan pendekar ahli tapi kemampuan mereka masih berada dibawah Wakinul, Tapponok dan Sekirana. Namun karena misi ini adalah misi dari kerajaan tentu saja orang dari kerajaan seperti Holsoan dan Toema yang dipercayakan memimpin misi.


" Maafkan aku tapi seperti yang kalian ketahui perempuan paling benci menunggu." Tiba-tiba Sekirana melompat dari dahan pohon yang sedari tadi menjadi pijakannya bertengger.


" Wanita itu..ah sial, bukan begitu rencananya." Holsoan yang berniat mencari informasi lebih banyak lagi akhirnya juga turut melompat dari dahan pohon tempat dia berpijak. Tidak mungkin dia membiarkan pendekar wanita itu beraksi sendirian . Hal itu diikuti oleh Tapponok dan Wakinul. Sementara Toema memang diinstruksikan oleh Holsoan untuk tetap mengamati hal yang akan terjadi dari atas pohon.


Sekirana mendarat tepat di depan Renees dan Hasapi. Kedua orang itu berhasil terkejut dibuatnya. Hasapi bahkan sampai terjatuh akibat tersandung kakinya sendiri saat melangkah mundur.


" Sebaiknya kalian memperkenalkan diri dan katakan apa tujuan kalian berada di tempat ini. " Teriak Sekirana.


Renees hanya terdiam sementara Hasapi mencoba bangkit dengan gerakan perlahan, dia takut gerakannya yang tiba-tiba bisa mengundang malapetaka.

__ADS_1


" Kami hanya pengembara yang kebetulan melintas di tempat ini para pendekar." Ucap Hasapi seramah mungkin.


" Dimana pemuda yang bersama kalian tadi?"


Belum sempat pertanyaan itu dijawab oleh Renees maupun Hadapi, tiba-tiba terdengar suara dentuman akibat pukulan . Toema yang sedari tadi berada di atas pohon tiba-tiba terjatuh.


" Dia orang yang kita cari, tidak salah lagi." Ucap Toema sambil memegang dadanya yang sakit akibat terkena pukulan Hasea. Hasea memang menggunakan sedikit tenaga dalam Naga Gumoang dalam pukulannya. Lengannya bahkan masih memancarkan cahaya biru.


" Jadi kalian benar-benar ingin mencari masalah dengan kami?" Hasea memancarkan aura tenaga dalam Naga Gumoang untuk memberi tekanan kepada regu bentukan kerajaan itu.


" Pancaran tenaga dalamnya sungguh kuat. Apa kita benar-benar bisa menghadapinya?" Wakinul yang merasakan kuatnya tekanan tenaga dalam Hasea mulai tampak ragu.


" Kalianlah yang mencari masalah karena berani menyerang panglima Ageng Jenti. "


" Oh.. jadi kalian adalah utusan kerajaan? Apa tidak salah hanya mengutus 5 orang berkemampuan Ahli untuk menghadapi kami?" Gertak Hasea.


" Orang ini, dia terlalu percaya diri." Holsoan mengeraskan rahangnya. Setelah dia merasakan tekanan aura tenaga dalam Hasea, dia juga berfikir bahwa mereka ber 5 bukan tandingan Hasea seorang. Kalaupun pertarungan berlangsung, sepertinya mereka akan mendapat luka yang serius agar bisa mengimbangi Hasea. Matanya menatap tajam pada Sekirana. Tindakan ceroboh wanita itu membuat mereka berada dalam masalah. Pada awalnya Holsoan hanya berniat untuk mencari informasi untuk disampaikan kepada pihak kerajaan. Apabila mereka ber 5 tewas, tentu saja hal itu tidak akan terjadi.


" Tidak usah banyak bicara". Wakinul melesat melayangkan pukulan kepada Hasea. Hal itu diikuti oleh Sekirana dan Holsoan. Sementara Toema dan Tapponok menyerang Renees dan Hasapi.


Hasea melompat ke samping untuk menghindari pukulan Wakinul namun dia tidak bisa menghindari pukulan Holsoan yang sudah menyambutnya.


" Kurang ajar. Mereka cepat juga." Hasea mengusap punggungnya yang terkena tendangan Holsoan. Hasea berbalik dan melompat. Dia melayangkan pukulan lebah kepada Holsoan namun prajurit itu berhasil menghindar. Pertarungan sengit terjadi diantara keempat orang itu. Tukar menukar jurus dengan cepat berlangsung.


" Sialan. Kalau hal ini terus terjadi, mereka bisa terbunuh."


Hasea melompat. Dia melesat ke dekat Renees dan Hasapi. Renees sedari tadi mencoba menahan serangan Toema dan Tapponok namun tidak sedikit pukulan yang dia terima . Sementara Hasapi sudah dipenuhi luka sabetan pedang. Hanya saja orang tua itu nampaknya masih bisa bertahan.


Hasea memancarkan aura tenaga dalam yang lebih besar. Hal itu berhasil menahan ke 5 musuh di hadapannya.


" Kalian larilah secepat mungkin, aku akan menahan mereka ."


" Tapi bagaimana dengan anda pangeran?" Renees tampak khawatir.


" Sebaiknya kita pergi, keberadaan kita justru akan membebaninya." Ucap Hasapi menarik lengan Renees . Kedua orang itu berlari ke arah hutan.


" Jangan biarkan mereka pergi." Seru Holsoan. Dia masih berupaya lepas dari pengaruh tekanan tenaga dalam Hasea.


Dengan bersusah payah, ke 5 orang itu berhasil lepas dari tekanan aura tenaga dalam Hasea setelah juga memancarkan tenaga dalam milik mereka masing-masing. Ke 5 orang itu siap menyerang Hasea dengan pedang setelah tadi hanya menggunakan tangan kosong.

__ADS_1


"Aku akan mengejar mereka, pemuda ini kuserahkan pada kalian ." Seru Sekirana yang kemudian berlari mengejar Renees dan Hasapi.


Setelah merasa Hasapi dan Renees berada cukup jauh, Hasea kembali menyerang ke 4 orang di hadapannya. Tukar menukar jurus terjadi.


" Siapa sebenarnya orang ini? Misi ini seperti jebakan. Bukankah panglima Angkar berkata bahwa orang yang kami cari hanya pendekar rendahan?" Umpat Wakinul. Dia tidak pernah menyangka bahwa orang yang akan mereka hadapi memiliki kemampuan yang tinggi.


Ke empat orang itu kembali menyerang Hasea. Pukulan bulan yang dilayangkan Hasea ke arah Toema membuat prajurit itu terpental jauh. Dari bibirnya mengalir darah segar.


" Dia bahkan menguasai jurus kerajaan." Gumam Holsoan.


Wakinul menggenggam erat gagang pedangnya . Pendekar sekte Jingga itu mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar ke pedangnya.


" Kita serang dia bersama-sama. Kali ini jangan ada yang lengah." Seru Wakinul kepada rekan-rekannya.


Hasea melangkahkan kaki sedikit mundur. Dia siap untuk mengakhiri pertarungan ini. Hasea mengepalkan tinju.


Wakinul melayangkan pedangnya ke arah Hasea. Sementara di belakangnya Tapponok telah telah bersiap menghujamkan pedang juga. Di sebelah kiri dan kanannya telah bersiap Toema dan Holsoan yang sewaktu-waktu bisa membunuh Hasea. Mereka benar-benar mengepung Hasea.


Hasea menarik Kipas merak putih dari balik jubahnya, membuka kipas itu. Hasea melompat ke udara. Tubuhnya dia putarkan dengan cepat . Terjadi pusaran angin. Angin tornado yang ditimbulkan Hasea dari kipas merak putih tidak lah terlalu besar tetapi cukup untuk membuat ke empat orang yang mengepungnya terhempas cukup jauh.


Hasea melesat, dia melayangkan pukulan Lebah tepat ke dada Wakinul yang sedari tadi berusaha bangkit setelah terhempas angin. Pendekar sekte Jingga itu kembali terpental. Tubuhnya membentur pohon. Pendekar itu tewas seketika.


" Toema, kami akan menahannya. Kau larilah secepat mungkin. Sampaikan kabar ini kepada Panglima Angkar." Perintah Holsoan.


Hasea melompat dan melesat ke arah Tapponok dan Holsoan. Pukulan bulan bersarang di bagian dada kedua pendekar itu. Tapponok dan Holsoan meregang nyawa hanya dalam satu pukulan.


***


**Hi All,


ijinkan sy menyapa kalian semua yah sembari mengutarakan maaf yg sebesar-besarnya karena ketidak konsistenan update chapter beberapa minggu ini.


Bukan maksud hati untuk melempem kek kerupuk masuk angin, hanya saja ada beberapa kondisi tertentu yg kadang membuat gairah kita hilang seketika kan?


Sy yakin semua dr kita pernah mengalaminya.


Sy ga mau curhat panjang lebar. Intinya sy baru dipindah tugaskan ke lokasi baru yang sangat2 jauh dr tpt saya semula. Pelosok pula,demi karir harusnya sy bersyukur sih. Tapi ya itulah namanya manusia kadang kan gimana gitu. Tapi akhirnya sy bisa menemukan semangat diri lagi setelah adaptasi yg sulit. Semoga.


Utk kedepannya sy akan upayakan up rutin lagi ya. Mungkin beberapa Crazy up tergantung kondisi. Di Emplasment sy tinggal skrg signal Internet ga bagus jg jadi harus cari spot signal guys kalo mau up.

__ADS_1


Semoga kalian2 ga kadung merasa ilfeel sama novel tak seberapa ini ya. Tapi apa pun itu sedari awal ini hanya sebuah hobby yg kebetulan dihargai oleh beberapa org ternyata. Semangat sih jadinya up nya kalo ada yg menghargai. Tapi kalaupun tidak, ya namanya Hobby,senang2 aja ngelakuinnya


Akhir kata, Thanks for you all Guys. Have a nice day Dude**


__ADS_2