PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 60. Rahasia Sesepuh Ijeb ( Versi Isumbaon)


__ADS_3

Hasea tersadar. Dia melihat sekelilingnya hampir saja hancur. Apa jadinya bila dia benturkan angin tornadonya dengan milik naga hitam. Hasea menarik semua tenaga dalamnya. Gerakannya dia hentikan. Kipas merak putih dia tutup. Perlahan tubuh Hasea turun dan akhirnya berpijak di dasar lembah.


"Kau pergilah menjauh dari tempat ini." Isumbaon memerintah Hasea. " Bagaimana dengan anda senior?". " Sudahlah pergi saja dulu. Selama aku menekan naga hitam dengan aura tenaga dalamku, dia tidak akan berbuat apa-apa." Teriak isumbaon. Hasea menurut, dia segera meninggalkan lembah. Hasea tidak melepaskan pandangannya dari lembah. Separuh lembah itu telah hancur. Rasanya butuh puluhan bahkan mungkin ratusan tahun agar lembah itu membaik kondisinya.


Isumbaon masih tetap melayang dengan tubuhnya diselimuti kobaran api. Dengan tubuh melayang itu dia mendekati naga hitam. Di kejauhan Hasea memperhatikan pemandangan luar biasa itu. Hasea dapat merasakan betapa besarnya tenaga dalam yang dia miliki dengan jurus naga halilintar membelah langit. Tetapi isumbaon tetap saja bisa menekan nya dengan tenaga dalam nya.


"Apa dia berbicara dengan naga gila itu? Dia berusaha menenangkan naga yang sedang mengamuk itu." Batin Hasea. Hebatnya, naga hitam seolah menurut kepada Isumbaon. Sesuatu yang diluar nalar Hasea. Naga hitam itu menarik semua tenaga dalam yang sempat dia tumpahkan. Perlahan naga itu turun menapakkan kakinya di dasar lembah. Begitupun Isumbaon melakukan hal yang sama. Naga hitam pergi menjauh, rasanya setelah semua ini dia membutuhkan istirahat yang panjang.


" Senior, anda sungguh hebat. Anda bahkan bisa menenangkan naga gila itu."


" Dia tidak gila, dia hanya menjalankan tugasnya. Satu-satunya tujuan hidupnya di tempat ini .sudahlah sebaiknya kita pergi." Kedua orang itu melesat pergi menjauhi lembah. Pulang ke gua adalah pilihan paling logis sekarang ini.


" Dengan hanya 2 pintu toddi yang terbuka saja kau telah mencapai kemampuan pendekar tingkat Langka, sepertinya kau memang berbakat." Puji Isumbaon kepada Hasea. " Tetapi perlu kau ingat, kemampuan sebesar itu..ditambah lagi usia mu yang masih sangat muda jangan sampai kau terlena seperti seseorang yang ku kenal."


" Maksud anda sesepuh Ijep?" Selidik Hasea. Kali ini dia benar-benar ingin mengetahui keseluruhan cerita itu.


" Tak ku sangka aku akan mendengar nama itu lagi." Tatapan Isumbaon nanar ke seputar dinding gua. Sebenarnya pandangan itu kosong, dia hanya berupaya menyembunyikan rasa bersalah dan kesediahannya yang mendalam.


" Senior, sebenarnya kenapa anda membunuh leluhurku?"


" Sedari awal sejak pertama kali kau menginjakkan kaki di tempat ini dan ketika ku ketahui kau adalah penjaga naga Gumoang, naga yang dulu di jaga oleh Ijep seketika itu juga aku menyadari pasti kau adalah keturunannya. Karena roh naga Gumoang hanya akan menyatu dan setia pada satu garis keturunan. Berbeda dengan roh naga lain yang bisa bersemayam di tubuh siapapun sesuai pilihan dan kehendaknya sendiri."


" Aku juga menyadari cepat atau lambat kau akan bertanya hal ini. Kalau aku tidak salah , pintu toddi mu begitu mudah terbuka juga pasti atas bantuan para leluhurmu bukan?" Tanya Isumbaon.


" Benar senior, bahkan pintu toddi ku yang pertama bisa terbuka juga atas bantuan mereka." Hasea mulai bercerita tentang awal mula dia bertemu dengan para leluhurnya.


" Sekarang apakah senior bersedia menceritakan yang sebenarnya pada ku?" Mohon Hasea.


Isumbaon membuka suara. Dia menceritakan hal yang terjadi. Fakta tentang kejadian bahwa dia yang membunuh sesepuh Ijeb tidak sedikit pun dia bantah. Alasan dibalik itu yang akan dia tuturkan sejelas mungkin.


Beberapa ratus tahun yang lalu, saat Ijeb telah berhasil menguasai seluruh isi kitab naga biru, ketamakan membutakannya.


Melihat begitu banyak korban jiwa dari orang tidak berdosa akibat perbuatan sesepuh Ijeb memaksa Isumbaon untuk menghentikan sahabatnya itu secara paksa. Pada akhir hayatnya sesepuh Ijeb menantang isumbaon untuk bertarung. Isumbaon sempat berfikir untuk meladeni tantangan sahabatnya itu walaupun ada keraguan di dalam dirinya. Tetapi dia seolah tidak memiliki pilihan karena sesepuh Ijeb mengancam akan memporak porandakan dunia persilatan lebih parah lagi kalau tidak menanggapi tantangannya.

__ADS_1


Sempat terjadi pertarugan sengit diantara mereka. Sampai Isumbaon menyadari satu hal bahwa dia tidak dapat mengalahkan sesepuh Ijeb hanya dengan bertarung. Dia kemudian mengingat sesuatu dari kitab yang dia pernah pelajari bahwa tubuh manusia biasa tidak akan mampu menampung roh naga api dan roh naga air yang aktif sekaligus. Berdasarkan kitab itu disebutkan apabila hal itu dipaksakan maka kedua roh itu akan menghasilkan benturan tenaga dalam yang sangat besar dan hal itu akan menimbulkan kematian kepada raga yang menampungnya.


***


Pertarungan dua sahabat


" Ijeb.. kita tidak bisa melanjutkan pertarungan ini. Ini bukan sesuatu yang benar untuk dilakukan."


" Apakah kau menyerah Isumbaon? Hanya sebatas itu kah kemampuan mu? Kau membuatku kecewa."


" Bukan begitu, apa kau tidak lihat akibat dari pertarungan ini? Pancaran tenaga dalam yang kita timbulkan? Benturan tenaga dalam ini meluluh lantahkan tempat ini."


" Apa saat seperti ini kau masih mengkhawatirkan yang lain? Walau kita sesama penjaga naga, hal itulah yang melemahkamu Isumbaon. Kepedulian mu pada hal-hal yang sebenarnya tidak berkaitan dengan mu membuat mu jauh lebih lemah dari ku."


" Gea..Aku punya tugas untuk mu." Tanpa sepengetahuan Ijeb, Isumbaon berbicara pada roh naga api di dalam pikirannya , roh yang bersemayam di tubuhnya. " Ada apa ? Apa kau benar-benar akan menyerah?" Sahut Gea. " Tidak, bukan begitu..pertarungan ini hanya akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Setelah semua ini bahkan dewa pun akan dia tantang . Kau harus melepaskan diri dari ku. Kau serang naga air dari dalam tubuh Ijeb. Aku yakin tubuhnya tidak akan sanggup menahan gejolak benturan tenaga dalam dua naga dalam dirinya." Isumbaon menyampaikan ide kepada Gea. Walau terkesan licik, tapi itu satu-satunya cara untuk menghentikan keberingasan Ijeb.


" Baiklah kalau begitu. Tapi apa kau sadar, setelah itu aku tidak akan pernah bisa kembali ke dalam tubuhmu?"


" Sudah menjadi resiko bagiku Gea. Sepertinya ini akhir pertemuan kita. Semoga para dewa masih mengijinkan kita bertemu suatu saat."


" Ijeb.. aku mengaku kalah, dengan begitu aku tidak pantas lagi disebut sebagai pendekar naga." Ucap Isumbaon sambil tertunduk. Dari sikapnya seolah dia memang sudah menyerah. Atau mungkin dia sudah benar-benar menyerah, menyerah mengingatkan sahabatnya itu atas kesalahannya.


" Jangan kira aku bodoh Isumbaon, sekarang kau bisa berkata demikian tetapi aku tau naga mu itu tidak akan tinggal diam walau aku tidak keberatan harus membunuh kalian berdua lagi dan lagi."


" Kau salah faham Ijeb. Saat aku berkata bahwa aku tidak pantas lagi disebut sebagai pendekar naga, maka itu artinya aku akan melepaskan roh naga ini, dan kau adalah orang yang tepat menjadi tempat persemayaman naga ini berikutnya."


" Hahaha...kau kira aku bodoh, bisa saja naga itu membunuh ku dari dalam."


" Kau masih tidak percaya padaku? Baiklah. Kau bunuh saja kami berdua dan kau tidak akan mendapatkan apa-apa."


Dasar memang pikiran Ijeb telah diselimuti ketamakan. Dia menjadi ragu, menerima naga api menjadi tawaran yang menggiurkan baginya. Dengan begitu menjadi jaminan dan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pendekar terkuat tanpa tanding.


Sesepuh Ijeb akhirnya setuju. Dia membuka pertahanan dirinya. Dia siap menerima roh naga api. " Baiklah...serahkan roh naga api itu, maka aku akan membiarkan mu tetap hidup. Untuk menghargai pertemanan kita selama ini, aku akan membiarkan kau tetap hidup. Bahkan mungkin aku akan memberikan posisi terbaik untuk mu saat aku telah menguasai dunia persilatan." Sesepuh Ijeb begitu percaya diri.

__ADS_1


Tubuh Isumbaon mengeluarkan kobaran api. Lidah api yang membara meliuk-liuk sejadi-jadinya. Seketika seluruh tubuh Isumbaon serasa di timpa beban yang sangat besar. Tulang-tulang dalam tubuhnya seolah tertarik ke luar. " Maafkan aku teman, tapi ini satu-satunya cara untuk menghentikan mu." Roh naga api keluar dari tubuh Isumbaon dan melayang di udara.


Ijeb merentangkan kedua tangannya. Dia siap menerima kekuatan yang sangat besar itu. " Akhirnya, seluruh dunia persilatan akan bertekuk lutut di hadapan ku. Tatanan kehidupan yang baru, yang lebih baik tanpa perselisihan dan pertarungan sudah berada di depan mata. " Benak Ijeb.


Roh naga Api melesat masuk ke tubuh sesepuh ijeb. Kobaran api berwarna kebiruan memancar dari tubuh sesepuh Ijeb. Tubuhnya terangkat dan melayang di udara. Untuk sesaat dia dapat merasakan tenaga dalam yang sangat besar. Tenaga dalam yang tiada tanding menurutnya. Mata sesepuh Ijeb berubah menjadi biru terang. Pancaran sinar biru seperti menembus langit bahkan dapat terlihat dari puluhan kilometer dari tempat itu. " Hahaha... Akhirnya, sudah kuduga. Tubuhku adalah tubuh istimewa. Tubuh pusaka. Akhirnya aku bisa menaklukkan dua naga yang bersebrangan kekuatannya sekaligus ."


Ijeb berteriak sejadi-jadinya. Isumbaon yang sudah lama bersahabat dengannya bahkan seperti tidak mengenali orang itu lagi. Pemandangan yang mengerikan. Tekanan tenaga dalam yang begitu besar yang terpancar dari tubuh sahabatnya itu membuatnya tersungkur tidak bisa bergerak.


" Apa yang terjadi...apa ini? Ada apa ini?". Belum lama Sesepuh Ijeb menikmati Paduan kekuatan naga api dan naga air, tubuhnya tarasa berat. Tulang-tulangnya seolah remuk. Pembuluh darahnya serasa akan pecah. Otaknya tidak dapat berfikir secara jernih. " Apa yang kau lakukan? Dasar licik, apa yang kau perbuat padaku?" Ijeb berteriak sejadi-jadinya pada Isumbaon. Dia menyadari ada yang salah dari kesepakatan ini. Tetapi dia terlambat. Tubuhnya tak dapat lagi dia kuasai.


Di detik-detik terakhir saat tubuhnya seolah akan hancur, Ijeb memaksakan diri membuka pertahanannya. Dia memaksa keluar roh naga api dari tubuhnya tetapi itu juga berarti roh naga air harus ikut terlempar.


Tubuh Ijeb bergetar hebat. Dia berhasil mendorong roh naga api dan roh naga air keluar dari tubuhnya. Roh naga api melesat cepat ke udara. Terbang entah kemana sementara roh naga air seperti menguap begitu saja.


" Akan kubunuh kau." Belum sempat sesepuh Ijeb menghampiri isumbaon, sebuah pukulan telah mendarat tepat di dadanya. Pendekar naga itu meregang nyawa begitu saja. Isumbaon terpaksa mengakhiri hidup sahabatnya itu.


" Maafkan aku, aku harap kau mengerti. Ketamakan mu sangat berbahaya. Aku berjanji akan menebus kesalahanku pada keturunanmu kelak."


Isumbaon menatap sedih jasad sahabatnya itu. Dia kemudian membuka sebuah kitab. Kitab naga merah. Isumbaon menggigit jarinya sendiri. Meneteskan darah nya ke kita itu. Dia menuliskan mantra nya di sana.


" Untuk mahluk agung naga api, kelak roh mu akan bersemayam di tubuh keturunan penjaga roh naga air. Kau akan menjaga manusia itu sampai roh naga air mengambil peran mu."


Perjanjian telah di tulis di dalam kitab. Perjanjian suci yang tidak dapat dibantah. Begitulah hakikatnya perjanjian penjaga naga dengan naga yang di jaga nya. Roh naga api yang telah dia keluarkan dari tubuhnya kelak tidak akan lagi mengenal dirinya. Naga api itu akan kembali ke batu suci tempat semula dia disegel. Roh itu tidak akan mengingat sedikitpun tentang Isumbaon. Ingatannya akan kembali seperti dulu saat naga itu pertama kali terlempar dari tempat para dewa. Seperti pertama kali dia di hukum untuk mendiami bumi manusia.


Teman2 ayo dukung Author agar lebih semangat dalam berkarya. Caranya mudah kok, cukup;


- Tekan Like


- Tinggalkan jejak di kolom komentar


- Rate Bintang 5


- Vote bila berkenan

__ADS_1


- Share juga boleh.


Kalian terbaiklah pokoknya


__ADS_2