PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 28. Regu Delik Sandi II


__ADS_3

Hasea sedikit khawatir kalau-kalau Panglima Angkar bisa menyadari pancaran tenaga dalam yang dikeluarkannya. Namun akhirnya dia kembali tenang setelah mendengar Panglima itu melanjutkan pembicaraannya dari atas Podium.


Panglima Angkar menjelaskan bahwa beberapa hari lagi regu Bulan Darah akan melaksanakan misi di pusat kota. Segala rincian dan tugas dari regu Bulan darah dijelaskan oleh Panglima keji tersebut.


" Ini pasti ada kaitannya dengan pertukaran tawanan" . Gumam Hasea.


Sementara di pusat kota, Kones dan Pelong memilih mengitari seputar pasar untuk membaca situasi dan mencari informasi tentang jalan alternatif keluar masuk kota tersebut selain dari pintu masuk utama. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengunjungi salah satu restoran di sebuah penginapan. Berharap mendapatkan informasi dari tempat tersebut.


" Apa sebenarnya yang kita lakukan di tempat ini Ketua?" Seorang pemuda berbicara di salah satu sudut ruangan. Pemuda tersebut tampak duduk bersama 5 orang lainnya. Tampaknya mereka adalah pendekar . Kones dan Pelong yang duduk berjarak 3 meja dari para pendekar tersebut mampu mendengar pembicaraan para Pendekar itu.


" Kau tenanglah, pelankan suaramu. Kau tidak perlu banyak tau. Yang jelas , kita disini sedang melakukan misi kecil" . Seorang pria paruh baya itu, dia adalah Issor. Issor menjawab pertanyaan anak buah nya itu.


" Kalau ini memang misi dari kerajaan, kenapa hanya anggota dari sekte Jingga yang turun tangan?, Kenapa sekte anggota aliansi putih yang lain tidak berperan ketua?" . Pemuda itu kembali bertanya penasaran , namun kali ini dengan suara yang lebih pelan.


" Ternyata mereka anggota sekte Jingga. Ini pasti ada kaitannya dengan pertukaran yang akan berlangsung beberapa hari lagi Pelong!!". Ucap Kones setengah berbisik.


" Kau.. " Issor menampar kepala anak buahnya itu karena geram. " Kau terlalu banyak bertanya. Kita sedang ada di keramaian". Ucap Issor Setengah berbisik. " Anggota Aliansi yang lain sudah tiba di kota ini".


" Apa?.. jadi anggota Aliansi putih telah berada di kota ini? " Pelong kaget mendengar ucapan Issor. Walau sangat pelan, namun Issor sempat mendengar ucapan Pelong.


" Kalian bersiaplah, sepertinya ada orang yang tidak sopan mencuri dengar pembicaraan kita". Ucap Issor sambil mengambil pedangnya.

__ADS_1


" Gawat, mereka sepertinya menyadari keberadaan kita. Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini". Ucap Kones buru-buru. Kedua pendekar tingkat Unik level 1 itu meninggalkan restoran penginapan.


Pelong dan Kones sudah berjalan cukup jauh dari penginapan. Di tengah perjalanan , mereka dihadang oleh Issor dan ke 4 anak buahnya.


" Hei, orang-orang tidak sopan. Mau kemana kalian? Apa kalian fikir setelah menguping seperti itu bisa meninggalkan kami begitu saja?" . Ucap Issor penuh penekanan.


" Mohon maaf para pendekar, kami tidak mengerti apa yang anda maksud". Ucap Kones berupaya menghindari pertarungan.


" Tidak usah basa basi, cepat katakan, apa maksud kalian menguping seperti itu?". Tanya Issor penasaran.


" Mohon maaf pendekar, kami hanyalah pelancong biasa. Kami tidak bermaksud apa-apa". Kones semakin waspada. Kones dan Pelong mencoba membaca situasi. Issor setidaknya berada pada tingkatan pendekar Unik level 1. Sementara ke 4 anak buahnya setara pendekar tingkat dasar level 3.


" Ini akan menjadi pertarungan yang merepotkan". Gumam Pelong dalam hati. Dia telah siap dengan segala kemungkinan.


Pertarungan dimulai. Keempat anggota sekte Jingga itu melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Pelong dan Kones. Tebasan demi tebasan dari pedang anggota sekte Jingga itu diterima oleh Kones dan Pelong. Satu dua sayatan pedang mendarat di tubuh mereka.


Kones dan Pelong tidak mengalah begitu saja. Jurus demi jurus mereka lancarkan. Ke 4 pendekar tingkat dasar itu dapat terdesak dibuatnya.


" Kurang ajar. Ajian gulungan badai ombak". Issor melafalkan jurus. Tiba-tiba gulungan angin kencang menghantam tubuh Pelong dan Kones. Mereka terpental cukup jauh. Darah segar keluar dari mulut mereka.


Sekarang Anggota delik sandi Sekte Harinuan itu harus menghadapi 5 orang sekaligus . Bergabungnya Issor dalam pertarungan itu sungguh merepotkan mereka.

__ADS_1


" Jurus pukulan Lebah" . Jurus yang dikeluarkan Pelong mendarat di tubuh salah satu anak buah Issor. Orang itu terpental jauh, orang itu seketika meregang nyawa.


Issor melesat cepat ke arah Pelong. Gerakan itu sangat cepat , dia mengincar titik lemah Pelong. " Pukulan Angin selatan" . Pukulan cepat Issor itu mengenai tubuh Pelong. Untungnya Pelong sempat mengerahkan tenaga dalamnya sebagai perlindungan. Dia tidak terluka parah, namun tenaga dalamnya terkuras cukup banyak.


Sementara Kones masih menghadapai ke 3 anak buah Issor. Dia mampu mengalahkan ke 3 orang itu . Mereka terluka parah hingga tak mampu lagi bertarung.


" Pelong, kau tidak apa-apa?" Tanya Kones.


" Tenang saja. Kalian berdua akan ku kirim ke alam baka bersamaan". Ucap Issor penuh amarah melihat Kones mengalahkan anak buahnya.


Issor mengincar Kones. Kedua orang itu bertukar puluhan jurus. Kones tampak mulai tersudut.


" Jurus Pukulan Lebah". Pelong mengerahkan sisa tenaga dalamnya. Issor yang menyadari serangan Pelong, segera berputar. Dia melayangkan pukulan balasan.Melihat titik lemah Issor terbuka, Kones menyerangnya kemudian. " Jurus pukulan lebah level 3" . Belum sempat Issor menyadari apa yang terjadi, sebuah pukulan telah mendarat di punggungnya. Pendekar itu terpental jauh. Darah segar mengalir dari mulutnya. Seketika dia meregang nyawa.


" Apa yang harus kita lakukan dengan ke 3 orang itu ?" . Ucap Pelong menahan sakit. Dia terluka cukup parah.


" Sepertinya kita harus mengakiri hidup mereka kalau tidak ingin penyamaran kita terbongkar". Ucap Kones dingin.


Tak ku sangka mereka akan mengerahkan orang sebanyak itu ". Ucap Kones setelah mereka menyembunyikan mayat ke 5 pendekar sekte Jingga. " Kita harus memberitahu rekan- rekan yang lain.


****

__ADS_1


Mohon dukungan dari teman2 semua ya. Tekan like nya boleh??


Kalian luar biasa ...


__ADS_2