
Hasea berbicara dengan Gea. Dia menceritakan tentang putri Arinauli. Hasea berharap Gea bisa memberi petunjuk.
" Jadi begitu ya? Ini hanya urusan sepele rupanya."
" Sepele? Ini tidak sesepele itu Gea. Jadi bagaimana? Apa kau bisa membantu?"
Gea terdiam. Seperti ada yang dipikirkannya.
" Kalau benar roh wanita itu dibawa oleh roh , maka hanya ada satu tempat dimana kemungkinan mereka berada."
" Dimana tempat yang kau maksud? Apa kau bisa membawaku ke sana?" Hasea berantusias penuh, dia merasa ada jalan terbuka untuk persoalan ini.
" Dunia para roh penasaran. Dunia untuk roh yang penasaran, dunia untuk roh yang keberadaanya belum di terima oleh alam baka . Untuk kondisi normal aku bisa saja ke sana. Tapi kau tau sendiri, setelah aku keluar dari tubuh orang tua ini maka roh ku akan terlempar kembali ke batu Porhis. Oleh karena itu Aku tidak bisa membawa mu ke sana. Ah sial..kenapa nasib ku begitu malang. Kenapa aku harus selalu tergantung kepada orang lain, kali ini aku malah harus tergantung kepada sebuah cincin." Umpat Gea.
Hasea terdiam mendengar penjelasan Gea. Dia berfikir keras. Dia kembali dihadapkan dengan jalan buntu.
" Lalu apa kau tidak bisa memberi sedikit petunjuk?" Hasea berharap.
" Mungkin aku bisa sedikit membantu. Tapi aku tidak yakin, itu dunia yang berbeda dengan dunia mu. Bahkan dunia itu berbeda untuk setiap orang. Itu adalah dunia para roh. Hanya roh yang bisa ke tempat itu."
Gea kembali terdiam. " Saat roh manusia biasa lepas dari tubuhnya, itu pertanda orang itu telah mati bukan? Hal sewajarnya demikian." Gea menatap Hasea.
" Kecuali manusia itu memiliki tubuh pusaka. Roh manusia bertubuh pusaka bisa keluar dari tumbuhnya tanpa harus mati."
" Apa itu artinya putri Arinauli memiliki tubuh pusaka?"
Penjelasan Gea membuat Hasea mengerutkan keningnya. Bagaimana tidak, dia sama sekali tidak bisa merasakan pancaran tenaga dalam dari tubuh Arinauli. Bagaimana mungkin dia memiliki tubuh pusaka tanpa tenaga dalam?
" Hai bodoh, kekuatan tubuh berbeda dengan kekuatan tenaga dalam. Kau tau itu, kenapa kau heran?" Gea seperti bisa membaca kebingungan Hasea.
" Tapi beberapa kali roh ku meninggalkan jasad ku untuk bertemu para sesepuh , tapi aku masih ada disini bukan? Aku tidak harus mati juga. " Hasea yang teringat sesuatu tersenyum lebar.
" Benar juga, mungkin kau adalah pengecualian. Mungkin itu karena kebodohan mu yang sudah mengakar itu. "
Gea menjelaskan sekenanya. Dia tau keterikatan Hasea dengan para leluhurnya lah yang mengakibatkan roh nya bisa keluar dari tubuh Hasea untuk bertemu para leluhur nya itu.
" Mengingat roh mu beberapa kali telah meninggalkan tubuhmu, itu artinya mungkin ada sesuatu dalam tubuh mu. sepertinya aku bisa membantu mu menuju tempat itu."
Gea kembali terdiam. " Hanya saja.."
" Ada apa?"
__ADS_1
" Hanya saja aku tidak tau apakah roh naga rewel mu itu akan mengijinkan ku menyentuh mu."
" Seolah kau tidak lebih rewel saja." Hasea protes. " Tapi kenapa tidak kita coba saja? Tidak ada salahnya bukan? Lagi pula selama ini roh naga Gumoang juga tidak pernah berkata apa-apa. Dia tidak akan protes."
" Baik lah, kita akan mencobanya."
Gea bangkit dari duduknya. Dia siap melemparkan roh Hasea ke Dunia para roh penasaran.
" Bersiaplah, mungkin ini akan terasa sedikit sakit. Sebaiknya kau juga menenangkan roh naga air mu itu. Jangan sampai dia menolak atas apa yang akan ku lakukan. Kalau tidak tubuh mu bisa hancur berkeping-keping. Aku harus sedikit memukul mu."
***
Gea memusatkan tenaga dalamnya ke kedua telapak tangannya. Kedua telapak tangan itu memancarkan aura tenaga dalam naga api berwarna kebiruan.
Gea melayangkan kedua telapak tangannya ke arah dada Hasea. Tubuh Hasea terpental jauh. Sesaat dia kembali memuntahkan darah segar. Untuk beberapa detik Hasea bisa meraksan sakit yang teramat perih. Jantungnya seolah akan meledak. Tetapi rasa sakit itu segera hilang.
Roh Hasea terpisah dari tubuhnya. Gea yang dapat melihat roh Hasea segera menariknya.
Roh Hasea dan Roh Naga api melayang. Keduanya kembali berbenturan. Roh naga api terpental melesat cepat kembali ke batu Porhis. Sementara Roh Hasea melesat cepat secepat kecepatan cahaya ke atas seolah akan menembus langit.
***
Roh Hasea melayang-layang. Dia berada di tempat yang sangat asing. Tempat itu gelap dan kosong. Hasea tidak dapat melihat apapun di sana. Tempat itu hanya diselimuti kegelapan. Sunyi, tidak ada suara apa pun.
" Tempat ini , apa ini dunia para roh penasaran ? Tapi tidak ada apapun disini." Benak Hasea.
Otak Hasea menjadi kacau. Tempat itu membuatnya panik.
Hasea mencoba memusarkan fikirannya. Fokus untuk menemukan roh Arianuli. Hasea hanya diam membisu sampai tiba-tiba dia dapat melihat sebuah titik cahaya kecil berwarna hijau di kejauhan. Roh Hasea melesat ke sana.
Hasea semakin mendekati cahaya hijau itu. Perlahan Hasea bisa melihat bentuk cahaya hijau itu.
" Burung rajawali? Itu bukan roh naga. Itu roh burung rajawali."
Hasea semakin mendekat. Roh burung rajawali menyadari kehadiran Hasea. Burung itu menoleh ke arah Hasea.
" Apa yang kau lakukan disini?" Roh burung rajawali menatap dalam kepada Hasea. Tatapan yang tidak bersahabat.Tatapan penuh ancaman.
Hasea hanya terdiam. Dia terus menatap cahaya hijau yang memutari sesuatu.
" Aku..aku hanya..." Hasea tidak dapat berkata-kata, dia tidak tau harus berkata apa.
__ADS_1
" Hanya apa?" Suara menggelegar Roh rajawali itu sempat membuat roh Hasea bergetar seolah akan terbuyarkan.
Hasea hanya menatap diam Sampai dia perlahan bisa melihat sosok yang diselimuti cahaya hijau yang berputar-putar itu .
" Itu..itu roh putri Arinauli." Benak Hasea.
" Hei.. apa yang kau lakukan kepadanya?" Hasea berteriak. Sekarang dia mengerti. Rajawali itu yang memerangkap roh putri Arinauli.
" Aku? Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa. Apa yang kau pikirkan?" Roh Rajawali hijau itu memancarkan ancaman yang semakin besar. Dia sepertinya akan menyerang Hasea.
" Putri Arinauli...ayo kembali. Tempat mu bukan disini." Hasea berteriak. Dia tidak menghiraukan Rajawali hijau. Arinauli yang menjadi fokusnya sekarang.
" Siapa kau?" Arinauli akhirnya menoleh ke arah Hasea.
" Aku..aku Hasea, aku bukan siapa-siapa. Tapi aku kesini untuk membawamu kembali."
" Kenapa dia harus kembali?Agar dia kembali mencoba bunuh diri?" Rajawali hijau semakin menancarkan kemarahannya. Hasea hanya pengganggu baginya.
" Bunuh diri? Apa maksud mu?" Hasea kebingungan.
Putri Arinauli berada ditempat ini bukan tanpa alasan. Putri yang cantik itu memilih untuk mengakhiri hidupnya pada saat dia berumur 12 tahun. Kesedihan dan keresahan yang mendalam menyelimutinya semasa hidup. Dia merasa kesepian. Tidak ada seorangpun yang mau menemaninya semasa hidup.
***
Ayah dan ibu Arinauli memang telah lama mati terbunuh saat Arinauli berumur 1 tahun . Kedua orang itu terbunuh saat berupaya melindungi Arinauli saat prajurit kerajaan yang dipimpin oleh Panglima Angkar menyerang mereka.
Rumor yang mengatakan sepasang suami istri melahirkan seorang bayi bertubuh pusaka menyebar cepat. Bayi itu tidak lain adalah Arinauli.
Tubuhnya yang memancarkan cahaya keemasan saat dia dilahirkan menjadi pertanda bahwa dia memiliki tubuh pusaka. Rumor itu menyebar cepat sampai akhirnya sampai ke telinga Angkar. Panglima serakah itu ingin sekali mengambil Arinauli untuk diangkat menjadi putrinya. Obsesinya untuk memiliki seorang putri membutakan matanya. Saat mengetahui ada bayi perempuan bertubuh pusaka lahir ke dunia, jiwa serakahnya langsung muncul.
Kedua orang tua Arinauli bukanlah orang sembarangan . Mereka adalah sepasang pendekar legenda. Mereka tidak rela putri semata wayangnya diambil oleh Angkar. Mereka melakukan perlawanan. Sepasang pendekar Legenda itu akhirnya bertarung dengan Angkar dan ratusan prajurit istana.
Sepasang pendekar itu menggabungkan tenaga dalam mereka untuk menciptakan ledakan besar. Upaya itu berhasil membunuh ratusan prajurit itu, namun sayang mereka juga ikut terbunuh. Sementara Angkar, untuk sesaat panglima itu seolah ikut tewas, tetapi rupanya dia berhasil selamat dengan luka yang sangat parah. Pada saat itu dia bahkan kehilangan kesadaran untuk waktu yang sangat lama.
Arinauli sendiri, kedua orang tuanya telah menyelimuti tubuhnya dengan Tenaga dalam pelindung. Sesaat sebelum ledakan mereka melesatkan putrinya itu jauh dari lokasi pertarungan. Dia selamat dan dipungut oleh kakeknya sendiri yang menyaksikan pertarungan dari jauh.
Setelah pertarungan itu Angkar tidak lagi berupaya mendapatkan Arinauli karena dia berfikir bayi perempuan itu juga turut tewas dalam ledakan itu.
***
" Dia akan disini. Tidak ada tempat baginya di dunia mu." Roh Rajawali Hijau mendesak Hasea.
__ADS_1
" Apa kau tidak tau kesedihan yang mendalam yang dia rasakan selama ini ?hidup di dunia yang tidak seorangpun peduli kepadanya?Aku akan menjaga nya di tempat ini. Itu lebih baik."